Jumat, 16 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 30

Ayat 30-39 bercerita tentang penciptaan manusia dan sejarah Nabi Adam.

AYAT 30: Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa’ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a’lamu maa laa ta’lamuun.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat --> idz menandakan past tense, idzaa menandakan present tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Robb --> marfu' (berakhiran "u"), berarti subjek dari qoola
  • Ka = you/kamu
  • Li = unto/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki --> malakun = an angel/seorang malaikat --> malaa-ikatun = bentuk jamaknya/angels --> Al-malaaikatu = THE angels (bentuk definitnya) --> li adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Inna = verily/sesungguhnya --> akhiran -y (artinya aku) pada inna (sehingga menjadi innii), adalah ism inna, dan jaa'ilun adalah khobar inna --> di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> Jaa’ilun = maker/pencipta (ism fa'il = yang me-)
  • Fii = in/di dalam
  • Al-Ardlu = THE earth --> fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli.
  • Kholafa = he succeeded/dia telah menggantikan --> kholiifatun = a successor/seorang pengganti/seorang penerus --> Khulafaa-u = bentuk jamaknya/successors --> kholiifatun manshub (berakhiran "a"), berarti sebagai objek dari jaa'ilun --> harusnya ja'ala, tapi karena inna harus berupa ism inna dan khobar inna (mubtadak-khobar), maka kholiifatan adalah objeknya, seandainya berupa jumlah fi'liyah (kalimat berkata kerja).
  • Qoola = he said/dia telah berkata --> qooluu = they said/mereka telah berkata
  • A = apakah (merubah klausa berikutnya jadi kalimat tanya)
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> taj’alu = you make/kamu menjadikan (fi'l mudloorik = present tense)
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia
  • Man = who/barangsiapa yang
  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan--> yafsudu = yufsidu = he makes mischief/dia berbuat kerusakan (fi'l mudloorik)
  • Safaka = he spilled/dia telah menumpahkan --> yasfiku = he spills/dia menumpahkan (fi'l mudloorik)
  • Damiya = he blooded/dia telah berdarah --> dammaa = a blood/darah --> dimaa-un = bentuk jamaknya/bloods --> ad-dimaa-u = THE bloods (bentuk definitnya)
  • Wa --> multitafsir, ada yang menafsirkan "dan" (meskipun begitu), ada yang "padahal"
  • Nahnu = we/kami
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan --> nusabbihu = we glorify/kami memahasucikan (fi'l mudloorik) --> dipakai hanya untuk Allah, yaitu ucapan Subhaanalloh, berupa kekaguman terhadap Allah dan rasa humble yang ekstrim di hadapan Allah
  • Bi = dengan
  • Hamida = he praised/dia telah memuji --> Hamdun = a praise/sebuah pujian (ism mashdar = gerund)
  • Ka = you/kamu
  • Qoddasa = he holified/dia telah mengkuduskan --> nuqoddisu = we holify/kami mengkuduskan (fi'l mudloorik)
  • La = for/bagi
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Inna + y = innii --> akhiran -y berarti "aku", dan "aku" sebagai ism inna, a'lamu adalah khobar inna, dan di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Laa = laa nafiyah (negasi)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu --> A'lamu = more/most knowledgeable/lebih tahu/paling tahu(ism tafdlil = lebih/paling) --> ta'lamuuna = you-all know/kalian tahu (fi'l mudloorik) --> laa ta'lamuuna = you-all don't know/kalian tidak tahu
  • Maa = apa yang
Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa'ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a'lamu maa laa ta’lamuun

Inggris: And when your Lord said to THE angels "Verily I am a Maker of a successor in THE earth," we said "Do you make in her (the earth) he (a successor) who makes mischief in it and spill the bloods, whereas/and we glorify-with-a-praise You and we holify You?" He said "Verily, I am more knowledgeable (on) what you-all don't know."
Indonesia: Dan saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah seorang pencipta dari seorang kholifah di bumi", mereka berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya (bumi) dia (seorang kholifah) yang berbuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal/dan kami memahasucikan dengan pujian (kepada) Mu dan kami mengkuduskanMu?" Dia telah berkata "Sesungguhnya, Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di sini Allah menceritakan-ulang kebaikan Allah atas penciptaan Adam, memuliakan manusia di depan malaikat sebelum diciptakanNya.

Wa idz qoola robbuka lil malaaikati

Tafsir Ibn Katsir: Ini adalah perintah Allah kepada Muhammad untuk menceritakannya kepada umatnya.

Innii jaa’ilun fil ardli kholiifah

Kholifah = generasi

Tafsir Ibnu Katsir: kholifah adalah kaum yg menggantikan satu kaum lainnya, generasi demi generasi. Kholifah di ayat ini bukan hanya Adam (meskipun kholifatan adalah bentuk tunggal), tapi juga semua keturunannya, karena setelahnya, diceritakan "berbuat kerusakan dan menumpahkan darah".

Al An’aam 165: Wa huwal ladzii ja'alakum kholaa-ifal ardli (dan Dia adalah yang menjadikan kalian kholifah-kholifah bumi) wa rofa'a ba'dlokum fauqo ba'dlin darojaatin (dan Dia meninggikan sebagian kalian melebihi sebagian lainnya beberapa derajat) li yabluwakum fii maa aataakum (karena Dia ingin menguji kalian didalam apa yang Dia telah berikan pada kalian)

Tafsir Ibn Zaid: kalian dijadikan kholifah di bumi, artinya Allah menjadikan kalian tinggal di bumi, generasi demi generasi abad demi abad.

Az Zukhruf 60: Wa lau nasyaa-u la ja'alnaa min kum malaa-ikatan fil ardli yakhlufuuna (dan kalau Kami menghendaki, benar-benar Kami menjadikan malaikat-malaikat yang menggantimu di bumi).

An Naml 62: Wa yaj’alukum khulafaa-al ardli (dan Dia menjadikan kalian kholifah-kholifah di bumi).

Perbedaan derajat dalam sesama manusia

Tafsir Ibn Katsir: derajat sebagian orang ditinggikan, sebagian lain direndahkan (rizqi, tabiat, kualitas, jahat/baiknya, bentuk tubuh, warna kulit dll) sebagai ujian atas apa yang diterimanya tersebut.

Az Zukhruf 32: Nahnu qosamnaa bainahum ma'ii-syatahum fil hayaatid dun-yaa (Kami telah membagi di antara mereka penghidupan mereka di kehidupan dunia) wa rofa'naa ba'dlohum fauqo ba'dlin darojaatin li yattakhidza ba'dluhum ba'dlon sukhriyyan (dan Kami telah meninggikan derajat sebagian orang melebihi sebagian lain agar sebagian mereka memanfaatkan (mempekerjakan) yang lain).

Tafsir As Suddi: saling memberdayakan, karena saling membutuhkan

Al An'aam 133: In yasyaak yudzhibkum wa yastakhlif min ba'di kum maa yasyaak (kalau Dia berkehendak, Dia (bisa) menghancurkan kalian dan menggantikan (yastakhlif dari kata kholifah) dari setelah kalian barangsiapa yang Dia kehendaki) kamaa ansya-akum min dzurriyati qoumin aakhoriina (seperti barangsiapa yang Dia jadikan kalian dari keturunan kaum yang lain)

Tafsir Ibn Katsir: yaitu hancurnya suatu bangsa, digantikan oleh bangsa penerusnya.

Al A’roof 169: Fa kholafa min ba'dihim kholfun wari-tsul kitaaba (lalu dia (generasi soleh maupun tidak soleh di zaman sebelumnya) digantikan setelahnya oleh generasi yang mewarisi Alkitab) yakkhudzuuna 'arodlo haadzal adnaa (mereka memilih harta dunia ini) wa yaquuluuna sayughfaru lanaa (dan mereka berkata "Dia akan mengampuni atas kami")

Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat berpendapat "tabiat manusia khan biasanya berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Malaikat tahu itu karena Allah mencipta manusia dari tanah liat, bukan karena menentang Allah atau iri dengan Bani Adam.

Tafsir Al Qurthubi: Malaikat tahu itu karena mendengar kata kholifah yang artinya "orang yang memutuskan pertikaian di antara sesamanya, melarang ketidakadilan dan dosa"

Atsar Qotadah: Pertanyaan ini muncul karena malaikat ingin mempelajari apa kebijaksanaan Allah di balik itu, karena kalau alasannya agar Allah disembah, para malaikat memuji, mengagungkanNya, tidak pernah berbuat kerusakan.

Innii a’lamu maa laa ta’lamuun

Atsar Qotadah: Malaikat tidak tahu bahwa penciptaan kholifah (manusia) lebih banyak manfaat daripada mudlorotnya. Allah akan mengirim nabi dan rosul kepada manusia, juga orang jujur, syuhadak, orang beriman, ahli ibadah, orang zuhud, orang soleh, para pelajar yang mengimplementasikan ilmunya, orang tawadluk, dan yang cinta Allah dan mengikuti rosul-rosulNya.

Hadits berikut menjelaskan arti penggalan ayat ini:
Hadits shohih Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Para malaikat bergantian terhadap kalian, malam dan siang, mereka berkumpul saat sholat Shubuh dan 'Ashr. Mereka yang menghabiskan malam dengan kalian, lalu naik, dan Robb mereka menanyai mereka, meskipun Dia Mahatahu (jawabannya), "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaKu?" Mereka berkata "Kami meninggalkan mereka saat mereka sedang sholat dan kami mendatangi mereka saat mereka sedang sholat."

Atsar Ar Rozi: yaitu malaikat me-request untuk diizinkan menempati bumi, daripada ditempati manusia. Lalu Allah berkata "Aku lebih tahu dari kalian, bahwa kalian tinggal di langit itu lebih baik atau lebih buruk untuk kalian".

Tidak ada komentar: