Tampilkan postingan dengan label Misc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misc. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

Kata Pengantar

Salam,

Wa rottilil qur-aana tartiilan (Al Muzzammil 4)

Tafsir Ibn Katsir: yaitu, bacalah perlahan-lahan, karena itu akan membantu memahami Alqur-an dan merenungkannya. Ini adalah bagaimana Rosululloh membaca.

Atsar Ibn Mas'ud: Berhentilah membaca di bagian yang menarik, dan buatlah hatimu tergerak olehnya, JANGAN ada di antara kalian yang membaca dengan bertujuan untuk segera mencapai akhir surat.

Jangan baca Alquran seperti baca mantra. Bacalah hanya jika kamu mengerti apa yang SEDANG (bukan telah!)kamu baca, bacalah dengan pelan-pelan, sehingga bisa mengerti, memahaminya, dan merenungkannya. Rosululloh dan para sahabat kalau mendengar dan membacakan Alqur-an itu pelan-pelan SAMBIL memahami apa yang SEDANG diucapkannya (bukan menyelesaikan membaca seayat lalu baca terjemahan)

Blog ini berisi 1) I'rob per ayat, menerjemahkan kata per kata, mengenali posisi per kata dalam klausa, mengapa dan apa akibat dari perubahan bentuk dari kata asalnya, sehingga kita bisa menyusun terjemahannya secara lebih benar, 2) Penjelasan ayat tersebut, baik dari ayat lain, dari Rosululloh (disebut hadits), dari sahabat, thobiin, maupun thobi'it thobi'in (disebut atsar), ataupun sekedar opini dari para advance hadits scholar yang saya percayai seperti Ibn Jarir dan Ibn Katsir (disebut tafsir).

Daftar Istilah: Sebelum membaca per ayat, sebaiknya membaca daftar istilah dulu, seperti: apa itu hadits, apa itu atsar, klasifikasi hadits berdasarkan keterpercayaan para naratornya (dari authentic/shohih sampai weak/lemah dan fabricated/palsu), seberat apa kriteria suatu hadits/atsar dikatakan shohih, dan bagaimana sikap kita terhadap klasifikasi itu.

Al Fatihah
Pengantar 1 2 3 4 5 6 7

Al Baqoroh
Pengantar 1-2 3 4-5 6-7 8 9 10 11-12 13 14 15 16 17-18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31-32 33 34 35 36 37 38-39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77

Di sebelah kanan juga ada label untuk kategori topik dari ayat itu, bagi yang tertarik melihat per topik.

Rabu, 04 Februari 2009

Bacaan Dalam Sholat

Berikut ini saya juga akan menuliskan bagaimana bacaan dalam sholatnya Rasulullah. Hendaknya kita mengikuti tuntunan Rasulullah dan memahami maknanya.

DOA ISTIFTAH

Allaahumma baa'id bainii wa baina kho-thooyaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min kho-thooyaya, kamaa yunaqqots tsaubul abya-dlu minad danas. Allahummagh silnii min kho-thooyaaya bits tsalji wal maa-i wal barod (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan2ku seperti Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan2ku, seperti baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan2ku dengan salju, air dan es) (Hadits Bukhori, Muslim, Abu Dawud, An Nasa-i, Ibnu Majah)

atau

Subhaanakallaahumma wa bihamdika. Wa tabaarokas muka. wa ta'alaa jadduka. Wa laa ilaaha ghoiruka (Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan pujian-Mu. Dan Mahaberkah nama-Mu. Dan Mahatinggi kebesaran-Mu. Dan tiada sesembahan selain Engkau.) (Hadits shohih Imam Ahmad, At Tirmidzi, Abu Dawud, An Nasa-i, Ibnu Majah, dari Abu Sa'id Al Khudri)

atau

Wajjahtu wajhiya lilladzii fa-thoros samaawaati wal ardlo haniifan wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil 'aalamiin. Laa syariika lahu wa bi dzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin. Allaahumma antal maliku laa ilaaha illaa anta. Anta robbii wa anaa 'abduka. Dholamtu nafsii wa'taroftu bi dzanbii faghfirlii dzunuubii jamii'an. Innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta wahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illaa anta. Washrif 'annii sayyi-ahaa. Laa yashrifu 'anii sayyi-ahaa illaa anta. Labbaika wa sa'daika. Wal khoiru kulluhu fii yadaika. Wasy syarru laisa ilaika. Anaa bi ka wa ilaika. Tabaarokta wa ta'aalaita. Astaghfiruka wa atuubu ilaika. (Kuhadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi (dengan agama yg) lurus dan janganlah aku digolongkan orang2 syirik. Sesungguhnya sholatku dan ibadahku dan hidupku dan matiku hanya untuk Allah Penguasa Seluruh Alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan karena itu aku diperintahkan dan aku digolongkan orang2 muslim. Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada sesembahan selain Engkau. Engkau Tuhanku dan aku abdi-Mu. Aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosaku maka ampunilah dosaku semuanya. Sesungguhnya tiada yg bisa mengampuni dosa2 selain Engkau dan tunjukkanlah aku kepada akhlak yg ihsan (baik) tiada yg bisa menunjukkan kepada kebaikan selain Engkau. Dan hindarkan aku dari akhlak buruk. Tiada yg bisa menjauhkan akhlak buruk selain Engkau. Kupenuhi panggilan-Mu dengan kegembiraan. Dan seluruh kebaikan berada di kedua tangan-Mu. Dan kejelekan tak dinisbahkan kepada-Mu. Aku hidup dan kepada-Mu (aku kembali), (hidupku) dengan pertolongan-Mu dan rahmat-Mu. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu) (hadits Muslim, Abu Dawud, An Nasa-i, Imam Ahmad)

atau

Allaahumma lakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardli wa man fiihinna. Wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardli wa man fiihinna. Wa lakal hamdu. Anta nuurus samaawaati wal ardli. Wa lakal hamdu. Anta malikus samaawaati wal ardli wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa'dukal haqq. Wa liqoo-uka haqq. Wa qouluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan naaru haqq. Wan nabiyyuuna haqq. Wa muhammad sholallaahu 'alaihi was salaam haqq. Was saa-'atu haqq. Allaahumma laka aslamtu. Wa bika aamantu wa 'alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khooshomtu. Wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhortu. Wa maa asrortu wa maa a'lantu. Antal muqoddim. Wa antal mu-akhkhir. Laa ilaaha illaa anta. (atau Laa ilaaha ghoiruka) (Ya Allah bagi-Mu segala puji Engkaulah pemelihara langit dan bumi dan apapun yg di dalamnya. Dan bagi-Mu segala puji bagi-Mu kerajaan langit dan bumi dan apapun yg di dalamnya. Dan bagi-Mu segala puji. Engkau cahaya langit dan bumi. Dan bagi-Mu segala puji. Engkau Raja Diraja langit dan bumi dan bagi-Mu segala puji Engkau Mahabenar. Dan janji-Mu benar, dan pertemuan dengan-Mu benar. Dan firman-Mu benar. Dan surga-Mu benar. Dan neraka-Mu benar. Dan nabi-Mu benar. Dan Muhammad SAW benar. Dan kiamat benar. Ya Allah hanya pada-Mu aku berserah. Dan hanya pada-Mu aku beriman dan hanya kepada-Mu aku bertawakal. Dan hanya kepada-Mu aku bertobat. Dan hanya dengan-Mu aku mengadu. Dan hanya kepada-Mu aku memohon keputusan. Maka ampuni apapun di masa lalu dan apapun di masa depan. Dan apapun yg aku sembunyikan dan apapun yg aku terang-terangan. Engkau Mahaawal. Dan Engkau Mahaakhir. Tiada sesembahan selain Engkau.) (hadits Bukhori Muslim, dari Ibnu Abbas, sebaiknya dibaca sholat malam/tahajjud)

atau

Allaahumma robba jibroo-iil wa miikaa-iil wa isroofiila faa-thiros samaawaati wal ardlo. 'Aalimal ghoibi wasy syahaadah. Anta tahkumu baina 'ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun. Ahdinii limakh tulifa fiihi minal haqqi bi-idznika. Innaka tahdii man ta-syaa-u ilaa shoriithim mustaqiim. (Ya Allah Tuhannya Jibril dan Mikail dan Isrofil. Pencipta langit dan bumi. Maha Mengetahui yg ghoib dan nyata. Engkau yg memutuskan hukum antara hamba2-Mu tentang apapun yg mereka perselisihkan. Tunjukkan aku pada kebenaran dari apa yg dipertentangkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yg lurus bagi orang2 yg Engkau kehendaki.) (hadits Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Rasulullah membacanya saat sholat malam)

Lalu membaca ta'awwudz:

A'uu-dzu billaahis samii'il 'aliimi minasy syaithoonir rojiimi min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi (Aku berlindung pada Allah Yg Maha Mendengar dan Mahatahu dari gangguan setan yg terkutuk, dan tipuannya dan bisikannya dan godaannya) (Hadits shohih Abu Dawud dkk)

Lalu baca Al Faatihah dan membaca aamiin.

RUKU'

Subhaana robbiyal 'a-dhiim 3x (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung) (Hadits Ahmad, An Nasa-i, At Tirmidzi)


atau


Subhaanakallahumma robbanaa wabihamdika allahummaghfirlii (Mahasuci Engkau Ya Allah Tuhan kami dan dengan pujian-Mu. Ya Allah, ampunilah dosaku) (Hadits Bukhori Muslim)


atau


Subhaana dziljabaruuti wal malakuuti wal kibriyaa-i wal 'adhomah (Mahasuci Yang memiliki keperkasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan) (Hadits shohih Abu Dawud, An Nasai)


atau

Subbuuhung qudduusur robbul malaa-ikati warruuh (Engkau Tuhan Mahasuci Mahaagung, Tuhan Malaikat dan Jibril (Ruh)) (Hadits Muslim, Abu Dawud, Nasai, Imam Ahmad)


BANGKIT DARI RUKU'

Sami'allaahu liman hamidah. (Allah mendengar pujian orang yg memuji-Nya) (hadits Bukhori)

Sami'allahu liman hamidah, Robbanaa wa lakal hamdu, Hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih (Allah mendengar pujian orang yg memuji-Nya, Ya Tuhan kami bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yg banyak yg baik dan penuh berkah) (Hadits Bukhori)


Robbanaa lakal hamdu, Mil assamaawaati wamil al ardli wamil amaa syikta min syai-im ba'd. Ahlats tsanaa-i wal majd, Ahaqqu maa qoolal 'abdu, Wa kullunaa laka 'abd. Allahumma laa maa ni'a limaa a'thoita, Wa laa mu'thiya limaa mana't, Wa laa yanfa'u dzal jaddi mingkal jadd. (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, (pujian) sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa yg Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan yg layak dipuji dan diagungkan, yg paling berhak dikatakan oleh seorang hamba, dan kami seluruhnya adalah hamba-Mu. Ya Allah, tiada yg dapat menghalangi apa yg Engkau berikan dan tiada pula yg dapat memberi apa yg Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan bagi orang yg memilikinya dari (adzab)-Mu) (hadits Muslim, Abu 'Awanah, Abu Dawud: dari Abu Sa'id Al Khudri)



SUJUD


Subhaana robbiyal a'laa 3x (Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi) (Hadits Imam Ahmad, Abu Dawud, An Nasa-i, At Tirmidzi, Ibnu Majah)

atau

Subhaanakallahumma robbanaa wabihamdika allahummaghfirlii (Mahasuci Engkau Ya Allah Tuhan kami dan dengan pujian-Mu. Ya Allah, ampunilah dosaku) (Hadits Bukhori Muslim)

atau


Subhaana dziljabaruuti wal malakuuti wal kibriyaa-i wal 'adhomah (Mahasuci Yang memiliki keperkasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan) (Hadits shohih Abu Dawud, An Nasai, Ahmad)

atau

Subbuuhung qudduusur robbul malaa-ikati warruuh (Engkau Tuhan Mahasuci Mahaagung, Tuhan Malaikat dan Jibril (Ruh)) (Hadits Muslim)

atau


Subhaana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaa-i wal 'adhomah (Mahasuci Tuhan yg memiliki keperkasaan dan memiliki kerajaan dan memiliki kebesaran dan memiliki keagungan) (Hadits Abu Dawud, An Nasa-i, dan Imam Ahmad)

DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD


Robbighfirlii 2x (Ya Tuhanku ampuni dosaku) (Hadits shohih Abu Dawud)


atau


Allahummaghfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii wahdinii wa'aafinii warzuqnii (Ya Allah ampuni aku, sayangi aku, cukupi kekuranganku, angkat derajatku, beri aku petunjuk, selamatkan aku, dan beri aku rizki) (Hadits Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)



DOA SUJUD TILAWAH (saat membaca ayat tilawah setelah Al Fatihah, mendadak kita sujud, apa bacaan sujudnya?)


Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa syaqqo sam'ahu waba-shorohu bihaulihi waquwwatihi (fa tabaarokallahu ahsanul khooliqiin) (Wajahku bersujud kepada Tuhan yg menciptakannya, yg membelah pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya (maka Mahasuci Allah sebaik-baik Pencipta)) (Hadits Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i, Imam Ahmad, Al Hakim: dari Aisyah. Yg dalam kurung tambahan shohih dari Al Hakim)


DOA TASYAHUD


At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullahi wabarokaatuh. Assalaamu 'alainaa wa'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaa ha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah. (Segala penghormatan, karunia, pengagungan, dan pujian hanya milik Allah. Semoga keselamatan terlimpahkan untukmu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kami dan hamba2 Allah yg sholih. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah) (Hadits Muslim, Abu 'Awanah: dari Ibnu Abbas)


atau


Attahiyyaatulillah. Wash sholawaatuth thoyyibaat. Assalaamu 'alaika ... (dst sampai) Wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh. (Segala penghormatan hanya milik Allah, begitu juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga keselamatan.... Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah) (Hadits Bukhori Muslim. Tapi assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu diganti oleh Ibnu Mas'ud dan Aisyah atas izin Rasulullah, menjadi assalaamu 'alan nabiyyi)



SHOLAWAT NABI

Ingat, tidak ada hadits yg menambahkan sayyidinaa, dan itu merupakan bid'ah.

Allohumma sholli 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad, kamaa shollaita 'alaa ibroohiim, wa 'alaa aali ibroohiim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarokta 'alaa ibroohiim, wa 'alaa aali ibroohiim, innaka hamiidum majiid. (Ya Allah, berikan rahmat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Ibrohim dan keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia. Berikan berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrohim dan keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia) (Hadits Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad: dari Ka'ab bin 'Ujroh)


atau


Allohumma sholli 'alaa muhammad, wa 'alaa azwaajihi wa dzurriyyatih, kamaa shollaita 'alaa aali ibroohiim, wa baarik 'alaa muhammad, wa 'alaa azwaajihi wa dzurriyyatih, kamaa baarokta 'alaa aali ibroohiim, innaka hamiidum majiid (Ya Allah, berikan rahmat kepada Muhammad dan kepada istri2 dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada keluarga Ibrohim. Berikan berkah kepada Muhammad dan kepada istri2 dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada keluarga Ibrohim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia) (Hadits Imam Malik, Bukhori, Muslim, Abu Dawud, dkk: dari Abu Humaid As Sa'idi)


atau


Allohumma sholli 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad, kamaa shollaita 'alaa aali ibroohim, wa baarik 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarokta 'alaa aali ibroohim fil 'aalamiin, innaka hamiidum majiid (Ya Allah, berikan rahmat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada keluarga Ibrohim. Dan berikan berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada keluarga Ibrohim atas seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia) (Hadits Imam Malik, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i: dari Abu Mas'ud Al Anshori)


DOA SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM


Allahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qobr, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal. (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dan dari siksa kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Dajjal Al Masih) (Hadits Muslim: dari Abu Huroiroh)


atau


Allahumma innii a'uudzubika min 'adzaabil qobr, wa a'uudzubika min fitnatil masiihid dajjaal, wa a'udzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat. Allahumma innii a'uudzubika minal maktsami wal maghrom (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal Al Masih. Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang) (Hadits Bukhori, Muslim, An Nasa-i: dari Aisyah)


atau


Allahumma innii dholam min 'adzaabil qobri, wa a'uudzubika min fitnatil masiihid dajjaal, wa a'udzubika min fitu nafsii dholmang katsiiro. Wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Faghfirlii maghfirotan min 'indika. Warhamnii innaka antal ghofuurur rohiim (Ya Allah, sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tiada yg mengampuni dosa2 selain Engkau. Maka ampunilah dosa2ku dengan ampunan dari sisi-Mu dan berikan rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang) (Hadits Bukhori, Muslim: dari Abu Bakar Ash Shiddiq)


atau


Allahumma innii as-aluka yaa allahu biannakal waahidul ahadush shomadul ladzii lam yalid walam yuulad walam yaqullahuu kufuwan ahad. An taghfirolii dzunuubii innaka antal ghofuurur rohiim (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu. Ya Allah, dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Yg Mahaesa, yg tidak membutuhkan segala sesuatu tapi segala sesuatulah yg bergantung pada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada seorangpun yg menyamai-Mu, aku mohon kepada-Mu agar mengampuni dosa2ku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang) (Hadits shohih An Nasa-i dan Ahmad)

atau

Allahumma innii as-aluka bi anna lakal hamda laa ilaaha illa anta wahdaka laa syariika laka. Almannaan, yaa badii'as samaawaati wal ardli yaa dzaljalaali wal ikroom. Yaa hayyuyaa qoyyuumu innii as-alukal jannata wa a'uudzubika minannaar (Ya Allah aku mohon kepada-Mu, sesungguhnya bagi-Mu segala pujian, tiada sesembahan selain Engkau Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi Nikmat, Pencipta Langit dan Bumi tanpa contoh sebelumnya. Wahai Tuhan yg memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Tuhan Yg Mahahidup, Wahai Tuhan yg mengurusi segala sesuatu, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar dimasukkan ke surga dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka) (Hadits Abu Dawud, An Nasa-i, Ibnu Majah: dari Anas)

Jumat, 21 November 2008

Dlomaa-ir (Kata Ganti)

Dlomaa-ir (Kata Ganti) adalah bagian dari Ism, sehingga mengikuti aturan ism (yaitu punya jenis kelamin, jumlah, dan i'rob). Tapi dlomaa-ir SELALU ma'rifah.

A. Dlomaa-ir rof'i munfashilah (ضَمائِرُ الرَّفْعِ المُنْفَصِلَةِ) = Kata Ganti Subjek Terpisah

  1. Anaa (أَنَا) = I = saya
  2. Anta (أَنْتَ) = You = kamu
  3. Anti (أَنْتِ) = You (female) = kamu (perempuan)
  4. Huwa (هُوَ) = He = dia
  5. Hiya (هِيَ) = She = dia (perempuan)
  6. Antumaa (أَنْتُمَا) = Both of you = kamu berdua
  7. Humaa (هُمَا) = Both of them = mereka berdua
  8. Nahnu (نَحْنُ) = We = kami/kita
  9. Antum (أَنْتُمْ) = You-all = kalian
  10. Antunna (أَنْتُنَّ) = You-all (female) = kalian (perempuan)
  11. Hum (هُمْ) = They = mereka
  12. Hunna (هُنَّ) = They (female) = mereka (perempuan)
Kata ganti subjek terpisah TIDAK digunakan lagi, karena semua kata Arab (kecuali preposisi) HARUS dan SUDAH OTOMATIS menyesuaikan jumlah dan jenis kelaminnya. TAPI kata ganti subjek terpisah MASIH dipakai di kasus-kasus:

A.1. Menghilangkan ambigu di kalimat mubtadak-khobar
Misalnya, kalau mubtadak dan khobar sama-sama ma'rifah, maka maknanya bisa ambigu. Maka dipakailah kata ganti subjek terpisah.

  • Ibroohiimul mudiiru hunaa (إِبْرَاْهِيْمُ الْمُدِيْرُ هُنَا)
  • Bisa bermakna: Ibrahim, the manager, is here.
  • Atau bermakna: Ibrahim is the manager here, karena Al-mudiiru (الْمُدِيْرُ) bisa jadi kata sifat ataupun sebagai khobar.
  • Maka, akan jelas kalau menjadi: Ibroohiimu huwal mudiiru hunaa (إِبْرَاْهِيْمُ هُوَ الْمُدِيْرُ هُنَا) = Ibrahim is the manager here.
  • Contoh lain: Ar-robaa-thu hiya 'aa-shimatul maghribi (الرَّبَاطُ هِيَ عَاصِمَةُ الْمَغْرِبِ) = Rabat is the capital of Morocco --> tidak pakai hiya pun tidak ambigu. Kenapa?
A.2. Antara kata kerja dan kata sambung

  • Dzahaba wa muhammadan (ذَهَبَ وَمُحَمَّدًا) = He went with Muhammad --> disini "wa" tidak akan bermakna "dan", tapi "dengan", sehingga Muhammad manshub.
  • Dzahaba huwa wa muhammadun (ذَهَبَ هُوَ وَمُحَمَّدٌ) = He and Muhammad went --> Agar bisa mensejajarkan "he" dan "Muhammad", maka subjek "He" harus ditunjukkan dengan jelas.
  • Tapi kalimat kedua tersebut tetap bisa bermakna seperti kalimat pertama, yaitu "He went with Muhammad", kalau i'rob Muhammadun menjadi Muhammadan. Maka dari itu, i'rob akhir kalimat PENTING!! --> Dzahaba huwa wa muhammadan (ذَهَبَ هُوَ وَمُحَمَّدًا) = He went with Muhammad.
A.3. Penekanan Subjek

  • Kaana hunaa (كَانَ هُنَا) = He was here.
  • Huwa kaana hunaa (هُوَ كَانَ هُنَا) = HE was here.
  • Qum (قُمْ) = You get up!
  • Qum anta (قُمْ أَنْتَ) = YOU get up!
B. Dlomaa-ir Rof'i Mutta-shilih (ضَمائِرُ الرَّفْعِ المُتَّصِلَةِ) = Subjek sebagai akhiran kata ganti

Berbeda-beda untuk perfective maupun imperfective (lihat subbab imbuhan kata ganti)

C. Dlomaa-ir Nashb Munfa-shil (ضَمَاْئِرُ النَّصْبِ المُنْفَصِلَةِ) = Kata Ganti Objek Terpisah

  1. Iyyaaya (إِيَّايَ) = Me
  2. Iyyaaka (إِيَّاكَ) = You
  3. Iyyaaki (إِيَّاكِ) = You (female)
  4. Iyyaahu (إِيَّاهُ) = Him
  5. Iyyaahaa (إِيَّاهَا) = Her
  6. Iyyaakumaa (إِيَّاكُمَا) = Both of you
  7. Iyyaahumaa (إِيَّاهُمَا) = Both of them
  8. Iyyaanaa (إِيَّانَا) = Us
  9. Iyyaakum (إِيَّاكُمْ) = You-all
  10. Iyyaakunna (إِيَّاكُنَّ) = You-all (female)
  11. Iyyaahum (إِيَّاهُمْ) = Them
  12. Iyyaahunna (إِيَّاهُنَّ) = Them (female)
Kata ganti objek terpisah HARUS ditulis SEBELUM kata kerja, kecuali diawali kata sambung, diawali illaa (إِلاّ), dan ada objek kedua (yaitu objek tak langsung).

  • Iyyaaka na'budu (إِيَّاكَ نَعْبُدُ) = We worship you.
  • Syakartuhu wa iyyaahum (شَكَرْتُهُ وَإِيَّاهُمْ) = I thanked him and them.
  • Laa na'budu illaa iyyaahu (لا نَعْبُدُ إِلاّ إِيَّاهُ) = We don't worship except him.
  • A'thinii iyyaahaa (أَعْطِنِيْ إِيَّاهَا) = You give me her! (=Give her to me!) --> her dinamakan objek tak langsung --> boleh sebelum fi'l, boleh setelah fi'l.
  • Iyyaahu uhdiika (إِيَّاهُ أُهْدِيْكَ) = I present you him (I give him to you as present)
Kata ganti objek terpisah juga dipakai untuk peringatan, kalau diberi "wa".

  • Iyyaaka wadz dzahaaba (إِيَّاْكَ وَالذَّهَابَ) = I warn you of the going (=I warn you not to go)
D. Dlomaa-ir Nashb Wa Jarr Mutta-shilih (ضَمائِرُ النَصْبِ والجَرِّ المُتَّصِلَةِ) = Akhiran Kata Ganti Objek

  • -ii (ـِيْ) = Me
  • -ka (ـكَ) = You
  • -ki (ـكِ) = You (female)
  • -hu (ـهُ) = Him
  • -haa (ـهَا) = Her
  • -kumaa (ـكُمَا) = Both of you
  • -humaa (ـهُمَا) = Both of them
  • -naa (ـنَا) = Us
  • -kum (ـكُمْ) = You-all
  • -kunna (ـكُنَّ) = You-all (female)
  • -hum (ـهُمْ) = Them
  • -hunna (ـهُنَّ) = Them (female)
Contoh:
  • Uhibbuki (أُحِبُّكِ) = I love you.
  • Na'rifuhum (نَعْرِفُهُمْ) = We know them.
Khusus "-ii", harus diberikan Nuun Wiqooyah (نُوْنُ الْوِقَايَةِ) menjadi "-nii" (ـنِيْ) kalau objeknya:

  • Ditempelkan ke kata kerja
  • Ditempelkan ke min (مِنْ) dan 'an (عَنْ)
Contoh:

  • Saa'iduunii (سَاْعِدُوْنِيْ) = You help me!
    Saya'rifnanii (سَيَعْرِفْنَنِيْ) = They will know me.
Kalau "-nii" ditempelkan pada kata kerja perfective yang berakhiran subjek orang kedua jamak, maka ditambahkan w (وْ) sebelum "-nii".

  • Ro-aitumuunii (رَأَيْتُمُوْنِيْ) = You saw me.
Hu (هُ) harus diganti hi (هِ) kalau ada kasroh (ـِ) atau y sukun (يْ) sebelum hu.

  • A'thihi (أَعْطِهِ) = You give him!
  • A'thiihim (أَعْطِيْهِمْ) = You give them!
  • Yuriihinna (يُرِيْهِنَّ) = He shows them (female)
  • Kitaabaihim (كِتَابَيْهِمْ) = Their two books
Kalau Ism Harf Musyabbahatu Bil Fi'l berupa kata ganti, maka Haruf berubah menjadi objek, meskipun diterjemahkan sebagai subjek.

  • Laitanii kuntu hunaaka (لَيْتَنِيْ كُنْتُ هُنَاكَ) = I wish I were there.
  • Innahu fid daa-khili (إِنَّهُ فِيْ الْدَّاخِلِ) = It's true that he's inside.
Kalau Ism Harf Musyabbahatu Bil Fi'l berupa kata ganti orang pertama tunggal, maka nun dari Harf Musyabbahatu Bil Fi'l harus hilang.

  • Inna --> Innii (إِنِّيْ)
  • Anna --> Annii (أَنِّيْ)
  • Ka-anna --> Ka-annii (كَأَنِّيْ)
  • Laakinna --> Laakinnii (لَكِنِّيْ)
  • La'alla --> La'allii (لَعَلِّيْ)
  • Kecuali: Laita --> Laitanii (لَيْتَنِيْ)
Kalau lebih dari 1 objek kata ganti, maka urutan penerjemahan objeknya adalah orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga.

  • Sa-altumuuniihaa (سَأَلْتُمُوْنِيْهَا) = You asked me (about) her.
E. Kata Ganti Milik

Maka akan mengikuti 2 kaidah idlofah, kecuali pemiliknya adalah orang pertama tunggal.
  • Kitaabuka (كِتَابُكَ), Kitaabaka (كِتَابَكَ) = your book
  • Kitaabii (كِتَاْبِيْ) = my book
  • Kitaabaaka (كِتَابَاكَ), Kitaabaika (كِتَابَيْكَ) = your two books
  • Kitaabaaya (كِتَابَايَ), Kitaabayya (كِتَابَيَّ) = my two books
  • Mu'allimuuka (مُعَلِّمُوْكَ), Mu'allimiika (مُعَلِِّّمِيْك) = your teachers
  • Mu'allimiyya (مُعَلِّمِيَّ) = my teachers
Untuk kata benda yang berakhiran alif pemanjang (alif, wawu, dan yak), maka tidak lagi memakai "-ii" tapi memakai "ya".
  • 'Ashoo (عَصَا) menjadi 'Ashooya (عَصَايَ) = my stick/cane
Kalau ada dua alif pemanjang beruntutan, maka "-ii" juga harus berubah menjadi "-ya".
  • Muhaamiya (مُحَامِيَّ) = my attorney
F. Preposisi+Kata Ganti
Preposisi bisa ditempeli akhiran kata ganti, tapi perhatikan untuk kasus orang pertama.
  • Bii (بِيْ) = in/by/with me
  • Bihi (بِهِ) = in/by/with him
  • Fiyya (فِيَّ) = in me
  • Fiihi (فِيْهِ) = in him
  • Minnii (مِنِّيْ) = from me
  • Minhu (مِنْهُ) = from him
  • Minnaa (مِنَّا) = from us
  • 'Annii (عَنِّيْ) = about me
  • 'Anhu (عَنْهُ) = about him
  • 'Annaa (عَنَّا) = about us
Khusus ilaa (إِلَىْ) dan 'alaa (عَلَىْ) maka akhiran "y" akan dibaca, bukan lagi alif pemanjang.
  • Ilayya (إِلَيَّ) = to me
  • Ilaihi (إِلَيْهِ) = to him
  • 'Alayya (عَلَيَّ) = on me
  • 'Alaihi (عَلَيْهِ) = on him
Khusus preposisi li (لِـ), maka akan berubah jadi la (لَـ) kalau ditempeli kata ganti objek.
  • Lii (لِيْ) = for/to me
  • Laka (لَكَ) = for you
  • Lahu (لَهُ) = for him

Senin, 17 November 2008

Hadits

Sebelum lanjut ke Al Baqoroh, saya rasa sangat perlu untuk membahas dulu serba-serbi tentang hadits, hadits yg shohih, lemah, cara berhujjah (berargumen) dengan hadits lemah, serta sedikit tentang bid'ah.

DEFINISI-DEFINISI PENTING

Hadits
= sesuatu yg disandarkan (perkataan, perbuatan, taqrir, ketetapan dan persetujuan) dari Rasulullah yang dijadikan ketetapan/hukum dalam Islam. Hadits menjadi sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an, dan diikuti oleh Ijma dan Qiyas.

Atsar = semua perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari sahabat Rasulullah.

Taqrir = sesuatu yg Rasulullah mendiamkan, tidak menyanggah atau menyetujui yg telah dilakukan atau dikatakan sahabat di depan beliau.

Sahabat = orang yg bertemu Rasulullah waktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam & beriman dan mati dalam keadaan Islam.

Tabi'in = orang yg bertemu sahabat, baik lama atau sebentar, dalam keadaan beriman & islam, dan mati dalam keadaan islam.

Rawi = orang yg menyampaikan / menuliskan hadits ttg apapun yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang atau gurunya.

Hadits Muttafaq 'Alaih / Syaikhon = Hadits Bukhari - Muslim

Hadits As Sab'ah = Hadis Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah

Hadits As Sittah = Hadis Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah

Hadits Al Khomsah = Hadis Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah

Hadits Al Arba'ah = Hadis Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah

Hadits Ats Tsalatsah = Hadis Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i

Al Jamaah = Perawinya banyak sekali (>7)

Sanad / Thoriq = urutan "dari" sejak mukhrij (yg mengeluarkan hadits) / mudawwin (yg membukukan/menghimpun hadits) hingga Nabi Muhammad SAW.

Matan = isi hadits berupa sabda, perbuatan Nabi Muhammad SAW yg diceritakan sahabat atau berupa taqrirnya.

Mushthalah Hadits = Ilmu yg membahas diterima atau tidaknya hadits.

Hadits Qudsi / Hadits Rabbani / Hadits Ilahi = sesuatu yang dikabarkan Allah kepada Rasulullah lewat ilham / mimpi, lalu nabi menyampaikan makna ilham / impian tersebut dengan kata-kata beliau sendiri. Ciri hadits qudsi: Qola (yaqolu) Allah, Fima yarwihi 'anillahi tabaroka wa ta'ala, dll yg semakna.

Kitab hadits populer = Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Riyadhus Shalihin.

Syarat rawi yg adil =
  1. Selalu memelihara ketaatan & menjauhi maksiat.
  2. Menjauhi dosa-dosa kecil yg dapat menodai agama & sopan santun.
  3. Tidak melakukan yg mubah yg dpt menggugurkan iman kepada kadar & mengakibatkan penyesalan.
  4. Tidak mengikuti pendapat salah satu madzhab yang bertentangan dengan dasar Syara'.

Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi
A. Hadits Mutawatir = Diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Syarat Hadits Mutawatir:
  1. Rawi-rawinya terpercaya & mengerti apa yang dikabarkan dan menyampaikannya dengan kalimat pasti.
  2. Rawi minimal 10 orang & mustahil berdusta
  3. Kesaksiannya langsung (sami'tu/aku mendengar, sami'na = kami mendengar, roaitu = aku melihat, roainaa = kami melihat)
B. Hadits Ahad/Dhonni = diriwayatkan oleh seorang atau banyak orang tapi tidak memenuhi syarat mutawatir.
  1. Hadits Shohih
    1. Sanadnya bersambung
    2. Rawinya adil
    3. Rawinya kuat ingatannya(dhobit)
    4. Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)
    5. Tidak mu'allal (tidak cacat).
    6. Tidak illat (tidak samar-samar)
  2. Hadits Hasan (dipakai utk hujjah/berargumen sesuatu yg tidak terlalu berat/penting)
    1. Sanadnya bersambung
    2. Rawinya adil
    3. Rawinya tidak begitu kuat ingatannya / hafalannya
    4. bersambung sanadnya, dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya.
  3. Hadits Makbul = bisa untuk Hujjah (Shohih &Hasan)
  4. Hadits Masyhur = yg diriwayatkan 3 sanad.
  5. Hadits 'Aziz = yg diriwayatkan 2 sanad.
  6. Hadits Ghorib = yg diriwayatkan 1 sanad.
  7. Hadits Dha'if = yg tidak bersambung sanadnya; diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.
Hadits Dilihat dari Jenis Periwayatannya
A. Hadits Marfu'/Maushul = "dari"-nya sampai Nabi Muhammad SAW.
B. Hadits yg terputus sanadnya
  1. Hadits Mu'allaq = yg awal sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih sampai akhir sanadnya --> termasuk hadits dha'if.
  2. Hadits Mursal = yg diriwayatkan tabi'in Nabi Muhammad SAW.
  3. Hadits Mudallas = yg kelemahan sanadnya (ataupun gurunya) ditutup-tutupi.
  4. Hadits Munqothi = yg gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi'in.
  5. Hadits Mu'dhol = yg diriwayatkan oleh tabi'it dan tabi'in dari Nabi Muhammad SAW atau Sahabat tanpa menyebutkan tabi'in yang menjadi sanadnya --> termasuk hadits dha'if.

Jenis-jenis hadits dha'if karena cacat perawi
A. Hadits Maudhu' = diciptakan oleh pendusta yg katanya sabda Rasulullah, baik disengaja maupun tidak.
B. Hadits Matruk = hadits yang menyendiri dalam periwayatan, rawinya dituduh dusta dalam perhaditsan.
C. Hadits Mungkar = hadits yg menyendiri dalam periwayatan, rawinya orang yg banyak salahnya, banyak lengahnya, atau jelas kefasiqannya yg bukan karena dusta. Jika ada hadits yang diriwayatkan oleh dua hadits lemah yang berlawanan, misal yang satu lemah sanadnya, sedang yang satunya lagi lebih lemah sanadnya, maka yang lemah sanadnya dinamakan hadits Ma'ruf dan yang lebih lemah dinamakan hadits Munkar.
D. Hadits Mu'allal/Ma'lul/Mut'al = hadits yg tampaknya baik tapi ternyata ada cacatnya. Dikira sanadnya bersambung, padahal tidak.
E. Hadits Mudhthorib = yg isinya kontradiksi dengan yang dikompromikan.
F. Hadits Maqlub = yg list perawinya ataupun isinya tertukar urutannya.
G. Hadits Munqalib = yg terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.
H. Hadits Mudraj = yg disadur dg sesuatu yg bukan hadits.
I. Hadits Syadz (janggal) = yg diriwayatkan perawi yg tsiqah (terpercaya) tapi bertentangan dgn hadits lain yang diriwayatkan dari perawi yg lebih terpercaya, karena punya kelebihan kedlobithan atau banyaknya sanad (dari segi pentarjihan/pengumpulan data)
J. Hadits Muharrof = yg menyalahi hadits lain karena perubahan syakal kata, denga masih tetap bentuk tulisannya.
K. Hadits Mushahhaf = yg salah di titik kata, tapi bentuk tulisannya tetap.
L. Hadits Mubham = yg dalam matan atau sanadnya ada rawi yg tidak dijelaskan laki-laki atau perempuan
M. Hadits Mukhtalith = yg rawinya buruk hafalannya, karena sudah tua, tertimpa bahaya, terbakar, atau hilang kitabnya.
N. Hadits Muallaq = yg gugur (inqitho') rawinya dari awal sanad.
O. Hadits Mursal = yg gugur dari akhir sanadnya, satu orang setelah tabi'in.
P. Hadits Mudallas = yg diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tiada bernoda.
Q. Hadits Munqothi' = yg gugur rawinya sebelum sahabat, di satu tempat, atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut.
R. Hadits Mu'dlal = yg gugur rawi-rawinya, dua orang atau lebih berturut turut, baik sahabat bersama tabi'in, tabi'in bersama tabi'it tabi'in, maupun dua orang sebelum sahabat dan tabi'in.
S. Hadits Mauquf = hadits yg hanya disandarkan kpd sahabat saja, baik sanadnya bersambung atau putus.
T. Hadits Maqthu' = perkataan / perbuatan tabi'in & dimauqufkan padanya, baik sanadnya bersambung atau tidak.

Bolehkah berhujjah dengan hadits dhoif?

Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhoif yang maudhu' tanpa menyebutkan kemaudhu'annya.

Tapi kalau hadits dhoif itu bukan maudhu', maka diperselisihkan tentang boleh atau tidaknya diriwayatkan untuk berhujjah.

Pendapat Pertama Melarang secara mutlak meriwayatkan segala macam hadits dhoif, baik untuk menetapkan hukum, maupun untuk memberi sugesti amalan utama. Pendapat ini dipertahankan oleh Abu Bakar Ibnul 'Araby.

Pendapat Kedua Membolehkan, meski dengan melepas sanadnya dan tanpa menerangkan sebab-sebab kelemahannya, untuk memberi sugesti, menerangkan keutamaan amal (fadla'ilul a'mal dan cerita-cerita, bukan untuk menetapkan hukum-hukum syariat, seperti halal dan haram, dan bukan untuk menetapkan aqidah-aqidah).

Ahmad bin hambal, Abdullah bin al Mubarak berkata: "Kalau tentang halal-haram & hukum-hukum, kami perkeras sanadnya dan kami kritik rawi-rawinya. Tetapi bila kami meriwayatkan tentang keutamaan, pahala dan siksa kami permudah dan kami perlunak rawi-rawinya."

Ibnu Hajar Al Asqalany membolehkan berhujjah dengan hadits dhoif untuk fadla'ilul amal, dg syarat:

  1. Hadits dhoifnya tidak keterlaluan. Kalau rawinya pendusta, tertuduh dusta, dan banyak salah, tidak dapat dibuat hujjah meski untuk fadla'ilul amal.
  2. Dasar amal yang ditunjuk oleh hadits dhoif tersebut, masih dibawah satu dasar yang dibenarkan oleh hadits yang dapat diamalkan (shahih dan hasan).
  3. Dalam mengamalkannya tidak mengitikadkan atau menekankan bahwa hadits tersebut benar-benar bersumber kepada nabi, tetapi tujuan mengamalkannya hanya semata mata untuk ikhtiyath (hati-hati) belaka.
Bid'ah = bentuk ibadah menyembah Allah yang Allah sendiri tidak memerintahkannya, Rasulullah tidak mencontohkannya, para sahabat Rasulullah tidak mencontohkannya.

QS Al-Maidah ayat 3: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.

Jika terdapat hal-hal baru yang berhubungan dengan ibadah, maka itu adalah bid'ah. Tapi speaker, naik pesawat, naik mobil, pakai pasta gigi, tidak dapat dikategorikan sebagai bid'ah, karena bukan menyembah Allah. Tapi siapapun yang menciptakan cara baru dalam sholat, itu bid'ah. Menemukan hal baru dalam ilmu pengetahuan bukan bid'ah, bahkan menjadi ladang amal bagi umat.

Jumat, 24 Oktober 2008

Kata Sifat

Daftar Isi
1. Na'at dan Man'uut
2. Perkecualian Cara Memberi Penanda Mu-annats dalam Na'at

A. Na'at yang tidak mungkin mu-dzakkar, TIDAK HARUS punya tak taknits
B. Na'at mu-annats yang berupa agent noun, passive participle, emphatic, dan verbal noun tidak perlu punya penanda mu-annats
3. Na'at Jama'
A. Af'alu
B. Fa'laanu
C. Na'at Komparatif dan Superlatif
D. Maf'uulun - Mafaa'iilu
4. Kata Sifat Boleh Berjajar Banyak


Na'at dan Man'uut

Dalam bahasa Arab, pembentukan kata sifat melibatkan dua hal:
  1. Na’at (نَعَت) = kata sifat, yang dalam bahasa Arab merupakan bagian dari kata benda
  2. Man'uut (مَنعُوت) = kata benda yang disifatinya
Na'at SELALU ditulis SETELAH Man'uut.
Na'at juga HARUS SEJALAN dalam shorof dari Man'uut-nya, yaitu:
  1. Jenis Kelamin: harus sama-sama mu-dzakkar atau mu-annats.
  2. Jumlah: harus sama-sama mufrod, mu-tsanna, atau jama'
  3. I'rob: harus sama-sama marfu', manshub, atau majrur
  4. Ke-definite-an: harus sama-sama ma'rifah atau naqiroh
Dan Na'at lah yang menentukan shorof dari Man'uut, bukan sebaliknya.
Contoh:
  • Mu'allimun (مُعَلِّمٌ) = a male teacher
  • Jayyidun (جَيِّدٌ) = a good (gender: lelaki)
  • Mu'allimun jayyidun (مُعَلِّمٌ جَيِّدٌ) = a good male teacher
  • Mu'allimatun jayyidatun (مُعَلِّمَةٌ جَيِّدَةٌ) = a good female teacher
  • Al-mu'allimul jayyidu (الْمُعَلِّمُ الْجَيِّدُ) = the good male teacher
  • Mu'allimataani jayyidataani (مُعَلِّمَتَانِ جَيِّدَتَانَ) = two good female teachers
  • Al-mu'allimaatul jayyidaatu (الْمُعَلِّمَاتُ الْجَيِّدَاتُ) = the (>2) good female teachers
Perkecualian Cara Memberi Penanda Mu'annats Dalam Na'at

Transformasi Na'at menjadi mu-annats dilakukan dengan memberi penanda mu-annats, kecuali 3 kasus khusus berikut:

A. Na'at yang tidak mungkin mu-dzakkar, TIDAK HARUS punya tak taknits

Contoh:
Zaujatun haamilun (زَوْجَةٌ حَامِلٌ) = a pregnant wife
Imro-atun thooliqun (اِمْرَأَةٌ طَالِقٌ) = a divorced woman

Contoh Na'at jenis ini:
'Aanisun (عَانِسٌ) = a spinster
'Aaqirun (عَاقِرٌ) = a barren
Murdli'un (مُرْضِعٌ) = a nursing
Haa-i-dlun (حَائِضٌ) = Thoomi-tsun (طَامِثٌ) = a menstruating
Bikrun (بِكْرٌ) = Batuulun (بَتُوْلٌ) = a virgin
Tsayyibun (ثَيِّبٌ) = a widowed/a divorced
Naa-syizun (نَاشِزٌ) = a contumacious
Naahidun (نَاهِدٌ) = Kaa'ibun (كَاعِبٌ) = a large-breasted
Qoo'idun (قَاعِدٌ) = an aged menopausal
Waluudun (وَلُوْدٌ) = a fecund
Haluubun (حَلُوْبٌ) = a milch

Tapi kalau penanda mu-annats-nya alif mamdudah atau alif maqshuroh, penanda itu tidak boleh dihilangkan dan tidak boleh diakhiri tanwin. Contoh: 'adzroo-u (عَذْرَاءُ) = a virgin; hublaa (حُبْلَىْ) = a pregnant

B. Na'at mu-annats yang berupa agent noun, passive participle, emphatic, dan verbal noun tidak perlu punya penanda mu-annats

  • Agent noun: Fa'uulun (فَعُوْلٌ). Contoh: Ghoyuurun (غَيُوْرٌ) = a jealous
  • Passive participle: Fa'iilun (فَعِيْلٌ). Contoh: Qotiilun (قَتِيْلٌ) = a killed
  • Emphatic: Mif'aalun (مِفْعَاْلٌ) dan Mif'iilun (مِفْعِيْلٌ). Contoh: Mi'thoo-un (مِعْطَاءٌ) = a very giving; Mi'thiirun (مِعْطِيْرٌ) = a very using of perfume
  • Verbal noun: Fa'lun (فَعْلٌ). Contoh: 'Adlun (عَدْلٌ) = a just
Contoh: Imro-atun ghoyuurun (اِمْرَأَةٌ غَيُوْرٌ) = a jealous woman.

Na'at Jama'

Na'at jama' TIDAK BOLEH berupa jama' taksir, KECUALI yang bentuk mu-dzakkar-nya adalah:

A. Af'alu (أَفْعَلُ)

Merupakan agent noun yang biasanya mengacu pada warna atau ciri fisik (merah, buta, keriting, dll) dan tidak boleh diakhiri tanwin. Bentuk mu-annats-nya adalah fa'laa-u (فَعْلَاءُ). Maka jama' mu-dzakkar dan mu-annats-nya adalah jama' taksir.

Contoh:
Ahmaru (أَحْمَرُ) = a red (mu-dzakkar); Hamroo-u (حَمْرَاءُ) = a red (mu-annats); Humrun (حُمْرٌ) = red (plural)
A'maa (أَعْمَى) = a blind (mu-dzakkar); 'Amyaa-u (عَمْيَاءُ) = a blind (mu-annats); 'Umyun (عُمْيٌ) = blinds

B. Fa'laanu (فَعْلانُ)

Tidak boleh berakhiran tanwin. Bentuk mu-annats-nya adalah fa'laa (فَعْلا), kecuali 13 perkecualian yang mu-annats-nya adalah fa'laanatun.

Contoh:
'Athsyaanu (عَطْشَانُ) = a thirsty (mu-dzakkar); 'Athsyaa (عَطْشَى) = a thirsty (mu-annats); 'I-thoosyun (عِطَاشٌ) = thirsty (plural)

C. Na'at Komparatif dan Superlatif

Yaitu af'alu (أَفْعَلُ), yang artinya "lebih... dari", yang tidak berubah dalam kasus jumlah dan jenis kelamin apapun. Sedangkan fu'laa (فُعْلا) artinya adalahsuperlatif "paling/ter-...", meskipun bentuk mu-annats dari af'alu.

Contoh:
Afdlolu (أَفْضَلُ) = a better (bisa mu-dzakkar, bisa mu-annats, bisa mufrod, bisa mu-tsanna, bisa jama'). Begitu pula Akbaru (أَكْبَرُ) = a bigger.

D. Maf'uulun - Mafaa'iilu

Kalau bentuk mufrodnya berpola maf'uulun (مَفْعُوْلٌ) dan bentuk jama' taksirnya adalah mafaa'iilun (مَفَاْعِيْلُ), maka tidak apa-apa memakai jama' taksir.

Contoh:
Masyhuurun (مَشْهُوْرٌ), jama'nya adalah ma-syaahiiru (مَشَاهِيْرُ) = a famous
Masjuunun (مَسْجُوْنٌ), jama'nya adalah masaajiinu (مَسَاَجِيْنُ) = an imprisoned

Kata Sifat Boleh Berjajar Banyak

Contoh:
Rojulun thowiilun nahiilun (رجُلٌ طَوِيْلٌ نَحِيْلٌ) = a thin, tall man.
Fataataani thoyiibataani jamiilataani dzakiyyataani (فَتَاْتَانِ طَيِّبَتَانِ جَمِيْلَتَانِ ذَكِيَّتَانِ) = two smart, beautiful, good, young girls.

Jumat, 26 September 2008

Artikel

Dalam bahasa Inggris, dikenal definite noun (kata benda definit) dan indefinite noun (kata benda indefinit). Definite noun ditandai dengan kata THE, sedangkan indefinite ditandai dengan A, AN, atau tanpa artikel (karena bendanya jamak). Sayangnya bahasa Indonesia tidak punya artikel.

Definite Noun/Ism Ma'rifah (مَعْرِفَة)

Dalam bahasa Arab, definite noun ditandai dengan 1) awalan AL- (اَلْـ) dan 2) penghilangan akhiran tanwin. Contoh: Al-mu'allimu (اَلْمُعَلِّم) = THE male teacher.

Kalau huruf pertama dari kata benda adalah huruf SYAMSIYAH (ت ، ث ، د ، ذ ، ر ، ز ، س ، ش ، ص ، ض ، ط ، ظ ، ن ، ل), maka L dalam AL hilang dan digantikan oleh tasydid dari huruf pertama kata benda tersebut. Contoh: Asy-syamsyu (اَلشَّمْس), Al-lailu (اَللَّيْل)

Kalau huruf pertama dari kata benda adalah huruf QOMARIYAH (أ ، ب ، ج ، ح ، خ ، ع ، غ ، ف ، ق ، ك ، ل ، م ، هـ ، و ، ي), maka L tetap dibaca dan tidak ada tasydid di huruf pertama kata benda itu. Contoh: Al-qomaru (الْقَمَر), Al-masaa-u (الْمَسَاْء)

Kata benda berikut ini selalu definite noun meskipun tanpa AL-:
1. Proper noun (nama orang, tempat, dll). Contoh: Muhammad (مُحَمَّدٌ), 'Ali (عَلِيٌّ)
2. Kata ganti dan kata tunjuk
3. Kata nidak (yaa...)
4. Mudlof

Indefinite Noun/Ism Naqiroh (نَكِرَة)

Dalam bahasa Arab, indefinite noun ditandai dengan 1) akhiran tanwin dan 2) penghilangan awalan "AL". Contoh: Al-Qiththu (الْقِطُّ) = THE male cat, dan Al-Qiththotu (الْقِطَّةُ) = THE female cat, adalah ism ma'rifah. Bentuk ism naqirohnya adalah Qiththun (قِطٌّ) = A male cat, dan Qiththotun (قِطَّةٌ) = A female cat.

Catatan penting:
  1. Semua ism naqiroh yang manshub selalu ditambahkan alif pemanjang (ا) di akhir, kecuali kalau huruf terakhir adalah tak marbuthoh (ةً) dan hamzah. Contoh: waladan (وَلَدًا) = a boy; madrosatan (مَدْرَسَةً) = a school; maa-an (مَاءً) = a school.
  2. Khusus kata benda jamak lelaki dan dual, bentuk definite dan indefinite hanya berbeda pada ada/tidaknya awalan AL. Contoh: Waladaani (وَلَدَاْنِ) = two children; Al-waladaani (الْوَلَدَاْنِ) = THE two children; mu'allimuuna (مُعَلِّمُوْنَ) = teachers; al-mu'allimuuna (الْمُعَلِّمُوْنَ) = THE teachers.
  3. Kata benda yang berakhiran alif pemanjang (ـا / ـى) selalu berakhiran -an, baik definite, indefinite, marfu', manshub, majrur. Contoh: Fatan (فَتًىْ).
  4. Kata benda defektif yang berakhiran "y" pemanjang (ـِي) selalu berakhiran -in, kecuali nashob. Contoh: qoo-dlin (قَاضٍ) = a judge (marfu' dan majrur); qoo-dliyan (قَاضِيًا) = a judge (manshub)

Kamis, 25 September 2008

Mood

Kata kerja imperfective selalu memiliki mood, yaitu menunjukkan cara suatu kata kerja dilakukan. Mood of Verb ada dalam bahasa Inggris, tapi sayangnya tidak ada dalam bahasa Indonesia.

1. Indicative Mood (المُضَاْرِعُ الْمَرْفُوْعُ) = fakta dan pernyataan, kalimat berita --> tidak ada perubahan.
2. Subjunctive Mood (المُضَاْرِعُ المَنْصُوْبُ) = pengandaian, kejadian yang tidak mungkin terjadi, pendapat, dan saran.
3. Jussive Mood (المُضَاْرِعُ المَجْزُوْمُ) = permintaan, paksaan, keinginan, harapan, maksud, perintah, tujuan, konsekuensi.
4. Energetic Mood: penekanan, dicirikan dengan akhiran nun taukid.
5. Imperative Mood (فِعْلُ الأًمْرِ) = menyuruh orang kedua (tunggal, dual, jamak)

Subjunctive



  • Af'ala (أَفْعَلَ) = I do
  • Naf'ala (نَفْعَلَ) = We do
  • Taf'ala (تَفْعَلَ) = You do
  • Taf'alii (تَفْعَليْ) = You (female) do
  • Taf'alaa (تَفْعَلا) = Both of you do
  • Taf'aluu (تَفْعَلُوْا) = All-of-you do
  • Taf'alna (تَفْعَلْنَ) = All-of-you (female) do
  • Yaf'ala (يَفْعَلَ) = He does
  • Taf'ala (تَفْعَلَ) = She does
  • Yaf'alaa (يَفْعَلا) = Both of them do
  • Taf'alaa (تَفْعَلا) = Both of her do
  • Yaf'aluu (يَفْعَلُوْا) = They do
  • Yaf'alna (يَفْعَلْنَ) = They (female) do
Partikel yang mencirikan subjunctive mood adalah:



  • An (أَنْ) = that --> berfungsi mirip "to" dalam "to-infinitive". An dipakai setelah fi'l (seperti halnya to-infinitive).
    Contoh: Uriidu an ata'allama (أُرِيْدُ أَنْ أَتَعَلَّمَ) = I want that I learn = I want to learn.
  • Lan (لَنْ) = won't --> berfungsi menegasikan kejadian masa depan.
    Contoh: Lan yad-haba (لَنْ يَذْهَبَ) = he won't go.
  • Kai (كَيْ) = in order to
    Contoh: Jaa-uu kai yusaa'iduu (جَاْؤُوْا كَيْ يُساْعِدُوْا) = they came in order to they help = they came to help.
  • Idzan (إِذَنْ) = then --> bisa subjunctive, bisa jussive. Sebagai subjunctive, idzan dipakai di awal kalimat dan tidak boleh dipisahkan dari imperfective oleh kata apapun selain sumpah.
    Contoh:
    Ali: Sa-aazuuruka (سَأَزُوْرُكَ) = I will visit you.
    Mahmud: Idzan ukrimaka (إِذَنْ أُكْرِمَكَ) = Then I honour you.
    atau Mahmud: Idzan walloohi ukrimaka (إِذَنْ وَاللَّهِ أُكْرِمَكَ) = Then I swear to Allah I honour you.
  • Li (لِـ) --> Li selalu berupa preposisi yang diikuti kata benda. Li boleh diikuti kata kerja kalau diikuti kay dan an, sehingga li tidak punya makna. Li boleh diikuti kata kerja karena kay dan an (yang boleh dihilangkan) membuat kalimat berikutnya menjadi infinitif atau verbal noun.
    Contoh:
    Jaa-uu likai yusaa'iduu (جَاْؤُوْا لِكَيْ يُساْعِدُوْا) = they came to help
    Atainaa li narooka (أَتَيْنَاْ لِنَرَاكَ) = we came to see you --> ada an setelah li tapi dihilangkan.
  • Hattaa (حَتَّى) = until --> ini juga preposisi yang diikuti kata benda, tapi kalau diikuti an (yang boleh dihilangkan), maka fi'l setelahnya menjadi subjunctive.
    Contoh: Sa-anta-dhiruhunna hattaa yarja'na (سَأَنْتَظِرُهُنَّ حَتَّىْ يَرْجَعْنَ) = I will wait both of her until both of her return = I will wait for their return.
  • Au (أَوْ) = or, Fa (فَـ) = then, Wa (وَ) = and --> biasanya diikuti indicative, tapi kalau tiba-tiba diikuti subjunctive, berarti ada an yang dihilangkan.
    Contoh:
    Nanta-shiru au namuuta (نَنْتَصِرُ أَوْ نَمُوْتَ) = (either) we win or we die
    Laa tad-habuu fa tahlakuu (لا تَذْهَبُوْا فَتَهْلَكُوْا) = don't go or you will perish
    Laa ta'idh wa tusii-at ta-shurrufa (لا تَعِظْ وَتُسِيْءَ الْتَّصُرُّفَ) = don't preach and offend (with) an act = don't preach and misbehave at the same time
Jussive



  • Af'al (أَفْعَلْ) = I do
  • Naf'al (نَفْعَلْ) = We do
  • Taf'al (تَفْعَلْ) = You do
  • Taf'alii (تَفْعَليْ) = You (female) do
  • Taf'alaa (تَفْعَلا) = Both of you do
  • Taf'aluu (تَفْعَلُوْا) = All-of-you do
  • Taf'alna (تَفْعَلْنَ) = All-of-you (female) do
  • Yaf'al (يَفْعَلْ) = He does
  • Taf'al (تَفْعَلْ) = She does
  • Yaf'alaa (يَفْعَلا) = Both of them do
  • Taf'alaa (تَفْعَلا) = Both of her do
  • Yaf'aluu (يَفْعَلُوْا) = They do
  • Yaf'alna (يَفْعَلْنَ) = They (female) do
Partikel yang mencirikan jussive mood adalah:




  • Lam (لَمْ) = didn't --> menegasikan kejadian masalalu tapi tidak bisa dipakai dengan kata kerja perfektif.
    Contoh: Lam yadh-hab 'alii (لَمْ يَذْهَبْ عَلِيٌّ) = Ali didn't go.
    Tapi: Lam yakkulil waladu (لَمْ يَأْكُلِ الْوَلَدُ) = the boy didn't eat --> tidak majzum (berakhiran sukun), karena diikuti alif.
  • Lammaa (لَمَّا) = haven't yet
    Contoh: Lammaa ya-shil 'abdulloohi (لَمَّايَصِلْ عَبْدُاللَّهِ) = Abdulloh hasn't arrived yet.
  • Laa (لا) = Dont! --> kadang-kadang bermakna "no", kadang "don't!", tergantung konteks.
    Laa tahzan (لا تَحْزَنْ) = Don't be sad!
  • Li (لِـ) --> berfungsi mengubah kalimat berita jadi kalimat perintah.
    Contoh: Li tadzhab min hunaa (لِتَذْهَبْ مِنْ هُنَاْ) = Go away from here!
  • In (إِنْ) = Idzmaa (إِذمَا) = if --> Kadang-kadang bisa dihilangkan.
    In tadrus tanjah (إِنْ تَدْرُسْ تَنْجَحْ) = If you study, you success.
    I'mal bijiddin tanjah (اِعْمَلْ بِجِدٍّ تَنْجَحْ) = Work hard, you success.

"Jika" bisa berupa kata benda:

  • Man (مَنْ) = who
  • Maa (مَا) = what
  • Mahmaa (مَهْمَا) = whatever
  • Mataa (مَتَى) = Ayyaana (أَيَّانَ) = when
  • Mataamaa (مَتَىمَا) = Ayyaanamaa (أَيَّانَ مَا) = whenever
  • Annaa (أَنَّى) = how/when/where
  • Aina (أَيْنَ) = where
  • Ainamaa (أَيْنَمَا) = haitsumaa (حَيْثُمَا) = wherever
  • Kaifamaa (كَيْفَمَا) = however
  • Ayyu (أَيُّ) = any
  • Ayyumaa (أَيُّمَا) = whichever
Contoh:



  • Man yazro' yahshud (مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ) = he who plants harvests.
  • Maa ta'maluu yajzikumulloohu bihi (مَاتَعْمَلُوْايَجْزِكُمُ اللَّهُ بِهِ) = what you-all do, Allah rewards you-all by it.
  • Mahmaa tuhaawil tafsyal (مَهمَاتُحَاْوِلْ تَفْشَلْ) = whatever you try, you fail.
  • Mataa takti tajidnii (مَتَى تَأْتِ تَجِدْنِيْ) = when you come, you (will) find me.
  • Aina yasqu-thil ma-thoru takhdlorril ardlu (أَيْنَ يَسْقُطِ الْمَطَرُ تَخْضَرِّ الأَرْضُ) = where the rain falls, the earth greens up.
  • Haitsumaa tadzhabii tajidii ashdiqoo-a (حَيْثُمَا تَذْهَبِيْ تَجِدِيْ أَصْدِقَاْءَ) = wherever you go, you (will) find friends.
Imperative

3 langkah menyusun imperative:

  • Tambahkan awalan alif di depan kata kerja dan akhiran yang sesuai
  • Ubah harokat (huruf vokal) huruf kedua dari kata dasarnya (yaitu perfective)
  • Hilangkan hamzah di depan kata kerja
Fa'ala/Fa'ila/Fa'ula = he did

  • If'al (اِفْعَلْ) = If'il (اِفْعِلْ) = Uf'ul (اُفْعُلْ) = you do! = kamu lakukanlah!
  • If'alii (اِفْعَليْ) = If'ilii (اِفْعِليْ) = Uf'ulii (اُفْعُليْ) = you (female) do! = kamu (perempuan) lakukanlah!
  • If'alaa (اِفْعَلا) = If'ilaa (اِفْعِلا) = Uf'ulaa (اُفْعُلا) = both-of-you do! = kalian berdua lakukanlah!
  • If'aluu (اِفْعَلوا) = If'iluu (اِفْعِلوا) = Uf'uluu (اُفْعُلوا) = all-of-you do! = kalian semua lakukanlah!
  • If'alna (اِفْعَلْنَ) = If'ilna (اِفْعِلْنَ) = Uf'ulna (اُفْعُلْنَ) = all-of-you (female) do! = kalian semua (perempuan) lakukanlah!
Berikut ini bentuk imperative dari wazan:

  • Af'ala (أَفْعَلَ) --> Af'il (أَفْعِلْ)
  • Fa''ala (فَعَّلَ) --> Fa''il (فَعِّلْ)
  • Faa'ala (فَاعَلَ) --> Faa'il (فَاعِلْ)
  • Infa'ala (اِنْفَعَلَ) --> Infa'il (اِنْفَعِلْ)
  • Ifta'ala (اِفْتَعَلَ) --> Ifta'il (اِفْتَعِلْ)
  • If'alla (اِفْعَلََّ) --> If'al (اِفْعَلَّ)
  • Tafa''ala (تَفَعَّلَ) --> Tafa''al (تَفَعَّلْ)
  • Tafaa'ala (تَفَاعَلَ) --> Tafaa'al (تَفَاعَلْ)
  • Istaf'ala (اِسْتَفْعَلَ) --> Istaf'il (اِسْتَفْعِلْ)
  • Fa'lala (فَعْلَلَ) --> Fa'lil (فَعْلِلْ)
  • Tafa'lala (تَفَعْلَلَ) --> Tafa'lal (تَفَعْلَلْ)
  • Tafai'ala (تَفَيْعَلَ) --> Tafai'al (تَفَيْعَلْ)
  • Tamaf'ala (تَمَفعَلَ) --> Tamaf'al (تَمَفعَلْ)
  • If'alalla (اِفْعَلَلَّ) --> If'alal (اِفْعَلِلّ)
Imperative dari Kata Kerja Berganda
Sama seperti biasa, tapi tidak pakai penambahan hamzah di awal kecuali perempuan jamak.
Contoh: 'Adda (عَدَّ) = he counted --> 'Udd (عُدّْ) = You count! --> 'Uddii (عُدِّيْ) = You (female) count! --> 'Uddaa (عُدَّا) = Both of you count! --> 'Udduu (عُدُّوْا) = All-of-you count! --> U'dudna (اُعْدُدْنَ) = All-of-you (female) count!

Imperative dari Kata Kerja Lemah
Sama, tidak pakai penambahan hamzah di awal karena huruf pertama (yang lemah) hilang saat jadi imperfective. Contoh:
Wa'ada (وَعَدَ) = he promised --> jussive menjadi ya'id (يَعِدْ) --> imperative menjadi 'id (عِدْ) = You promise!
Wajada (وَجَدَ) = he found --> jussive menjadi yajid (يَجِدْ) --> imperative menjadi jid (جِدْ) = You find!
Wafada (وَفَدَ) = he came to --> jussive menjadi yafid (يَفِدْ) --> imperative menjadi fid (فِدْ) = You come!

Imperative dari Kata Kerja Bergema
Sama, tidak pakai penambahan hamzah di awal. Contoh: Qoola (قَالَ) = he said, menjadi
Qul (قُلْ) = You say!
Quulii (قُوْلِيْ) = You (female) say!
Quulaa (قُوْلاَ) = Both of you say!
Quuluu (قُوْلُوْا) = All-of-you say!
Qulna (قُلْنَ) = All-of-you (female) say!

Imperative dari Kata Kerja Terbungkus
Contoh: Wafaa (وَفَى) = he was loyal
Fi (فِ) = You be loyal! --> kalau diikuti dengan pembicaraan lain
Fih (فِهْ) = You be loyal! --> kalau tidak diikuti dengan pembicaraan lain
Fii (فِيْ) = You (female) be loyal!
Fiyaa (فِيَا) = Both-of-you be loyal!
Fuu (فُوْا) = All-of-you be loyal!
Fiina (فِيْنَ) = All-of-you (female) be loyal!

Kamis, 10 Juli 2008

Wazan / Verb Form

Form I (bentuk asli) = ada 3: fa'ala (فَعَلَ), fa'ila (فَعِلَ), atau fa'ula (فَعُلَ).

Kataba (كَتَبَ) = he wrote
Akala (أَكَلَ) = he ate
Damaro (دَمَرَ) = he vanished
'Alima (عَلِمَ) = he knew
Ta'iba (تَعِبَ) = he became tired
Fariha (فَرِحَ) = he became happy
Shoghuro (صَغُرَ) = he was/became small
Kaburo (كَبُرَ) = he was/became bigger
Sahula (سَهُلَ) = he was/became easy
NB: Tidak semua root harus punya wazan lengkap I-XV.

FORM II = fa''ala ( فَعَّلَ)


A. Makna causative: subyek menyebabkan kata kerja Form I dilakukan atau terjadi
Kattaba (كَتَّبَ) = he made someone to write
Akkala (أَكَّلَ) = he made someone/something eat
Dammaro (دَمَّرَ) = he destroyed
'Allama (عَلَّمَ) = he taught
Ta''aba (تَعَّبَ) = he made someone/something tired
Farroha (فَرَّحَ) = he made someone/something happy
Shoghghuro (صَغَّرَ) = he made someone/something small
Kabbaro (كَبَّرَ) = he made someone/something bigger
Sahhala (سَهَّلَ) = he made something easy

B. Transformative: NOUN+ized (contoh: crystal → he crystallized, bright → he brightened) → hanya terjadi jika asal katanya adalah NOUN
'Arobun (عَرَبٌ) = Arab → 'Arroba (عَرَّبَ) = he Arabized
Mishrun (مِصْرٌ) = Mesir → Mashshoro (مَصَّرَ) = he Egyptianized
Hajarun (حَجَرٌ) = a stone → Hajjaro (حَجَّرَ) = he petrified
Ghoirun (غَيْرٌ) = an other than → ghoyyaro (غَيَّرَ) = he otherized

C. Factitious Transformative: [He made someone/something look]+NOUN+[whereas it is not] ATAU [He made someone/something look more]+NOUN+[than it was]
Jamiilun (جَمِيْلٌ) = a beautiful → Jammala (جَمَّلَ) = he exaggerated the beauty of ...
Kabiirun (كَبِيْرٌ) = a big → Kabbaro (كَبَّرَ) = he exaggerated the size of ...
Khoo-inun (خَائِنٌ) = a traitor → Khowwana (خَوَّنَ) = he accused with treason
Kaafirun (كَاْفِرٌ) = a disbeliever → Kaffaro (كَفَّرَ) = he accused with disbelief

D. Time/Place Expression: [He headed] + time/place
Syarqun (شَرْقٌ) = east → Syarroqo (شَرَّقَ) = he headed eastward
Ghorbun (غَرْبٌ) = west → Ghorroba (غَرَّبَ) = he headed westward
Shubhun (صُبْحٌ) = morning → Shobbaha (صَبَّحَ) = he spent morning
Shoifun (صَيْفٌ) = summer → Shoyyafa (صَيَّفَ) = he spent summer

E. Intensive: He did much
Kasaro (كَسَرَ) = Ha-thoma (حَطَمَ) = he broke → Kassaro (كَسَّرَ) = Haththoma (حَطَّمَ) = he smashed
Qo-tho'a (قَطَعَ) = he cut → Qoththo'a (قَطَّعَ) = he chopped
Haroqo (حَرَقَ) = he burned → Harroqo (حَرَّقَ) = he burned much
Qotala (قَتَلَ) = he killed → Qottala (قَتَّلَ) = he massacred
Gholaqo (غَلَقَ) = he closed → Ghollaqo (غَلَّقَ) = he closed much
Fajaro (فَجَرَ) = he burst → Fajjaro (فَجَّرَ) = he blew up

F. Reflexive Transformative: made himself became+noun → jarang terjadi

G. Perkecualian
Qobala (قَبَلَ) = he fronted → Qobbala (قَبَّلَ) = he kissed
Jariba (جَرِبَ) = he had scabies → Jarroba (جَرَّبَ) = he tried
Ghoniya (غَنِيَ) = he became rich → Ghonnaa (غَنَّىْ) = he sang
Harro (حَرَّ) = he became hot → Harroro (حَرَّرَ) = he edited/he freed
Qorro (قَرَّ) = he became cold/he stayed still → Qorroro (قَرَّرَ) = he decided
Rokaza (رَكَزَ) = he poised → Rokkaza (رَكَّزَ) = he concentrated/he poised well
Salima (سَلِمَ) = he was safe → Sallama (سَلَّمَ) = he handed/he greeted/he made safe
Qodima (قَدِمَ) = he came/he became old → Qoddama (قَدَّمَ) = he presented/he brought to front

Form III = faa'ala (فَاعَلَ)

Menentukan makna dari Form III adalah tugas yang sangat sulit. Form III sama dengan Form II, yaitu causative+noun, tapi noun di sini adalah participle (sayang, bahasa Indonesia tidak punya participle). Dalam bahasa Inggris, active participle adalah present participle, yaitu kata sifat yang berupa [verb I]+[ing] (contoh: a walking bear, a talking girl). Passive participle adalah past participle, yaitu kata sifat yang berupa [verb III] (contoh: an angered mother, a killed person)

A. Causative (He made one BE DOING that)
Bandingkan dengan Form II "he made one do that" (causative) atau "he made someone/something be someone/something else" (transformative). Form III ada yg transitif, ada yg intransitif, tergantung konteks, tidak bisa dipastikan. Kalau transitif, tinggal menambahkan with/at/to/... hanya untuk tujuan penerjemahan (memperjelas transitif/tidak), meski tidak ada preposisi di bahasa Arabnya.

Sa'ida (سَعِدَ) = he was happy → Saa'ada (سَاعَدَ) = he was helped
'Afaa (عَفَى) = he left → 'Aafaa (عَافَى) = he saved from harm
Jaaba (جَابَ) = he went through → Jaawaba (جَاوَبَ) = he answered

Kalau belum bisa membedakan "I made her read that" dan "I made her be reading that"... belajarlah bahasa Inggris dulu baru belajar bahasa Arab!

B. Reflexive Causative/Conative (He became DOING that/He sought to do that)
Yaitu ada unsur keikhlasannya dalam melakukannya. Lebih sering daripada point A di atas.
Contoh:
Mana'a (مَنَعَ) = he prevented → Maana'a (مَانَعَ) = he minded/he objected
Nashoro (نَصَرَ) = he supported → Naashoro (نَاصَرَ) = he made himself supporting
Dafa'a (دَفَعَ) = he repelled → Daafa'a (دَافَعَ) = he defended
Washola (وَصَلَ) = he connected → Waashola (وَاصَلَ) = he sought to connect
Hajaro (هَجَرَ) = he left → Haajaro (هَاجَرَ) = he migrated
Safaro (سَفَرَ) = he cleared out → Saafaro (سَافَرَ) = he traveled
Haroba (حَرَبَ) = he robbed → Haaroba (حَارَبَ) = he warred with
Syarika (شَرِكَ) = he partnered with → Syaaroka (شَارَكَ) = he sought to partner with somebody in something
'Aana (عَاْنَ) = he assisted → 'Aawana (عَاوَنَ) = he sought to assist

C. Mutual (He initiated mutual doing with)
Contoh:
Roqosho (رَقَصَ) = he danced → Rooqosho (رَاقَصَ) = he danced with (simplifikasi dari he initiated mutual dancing)
Jalasa (جَلَسَ) = he sat → Jaalasa (جَالَسَ) = he sat with
Kataba (كَتَبَ) = he wrote → Kaataba (كَاتَبَ) = he corresponded with
Hasaba (حَسَبَ) = he calculated → Haasaba (حَاسَبَ) = he held responsible for
Wa'ada (وَعَدَ) = he promised → Waa'ada (وَاعَدَ) = he made appointment with
Qobala (قَبَلَ) = he fronted → Qoobala (قَابَلَ) = he met with
'Amila (عَمِلَ) = he worked → 'Aamala (عَامَلَ) = he treated/he behaved toward
Nazala (نَزَلَ) = he descended → Naazala (نَازَلَ) = he fought with ... (in battle)
Baa'a (بَاْعَ) = he transacted business → Baaya'a (بَايَعَ) = he pleged allegiance to

D. Mutual+Conative (He initiated mutual seeking to do something with)
Dloroba (ضَرَبَ) = he hit → Dlooroba (ضَارَبَ) = he fought
Qotala (قَتَلَ) = he killed → Qootala (قَاتَلَ) = he fought
Shoro'a (صَرَعَ) = he threw one down → Shooro'a (صَارَعَ) = he wrestled
Lakama (لَكَمَ) = he punched → Laakama (لاكَمَ) = he boxed with

E. Intensive (he did much)
Balagho (بَلَغَ) = he reached → Baalagho (بَالَغَ) = he exaggerated
Jahida (جَهِدَ) = he struggled → Jaahada (جَاهَدَ) = he struggled much
Sa-ala (سَأَلَ) = he asked → Saa-ala (سَائَلَ) = he interrogated
Syahida (شَهِدَ) = he witnessed → Syaahada (شَاهَدَ) = he watched
Tholaba (طَلَبَ) = he requested → Thoolaba (طَالَبَ) = he demanded from

FORM IV = Af'ala (أَفْعَلَ)

A. Causative (He made one do something)
Kataba (كَتَبَ) = he wrote → Aktaba (أَكْتَبَ) = he made one write
Dzahaba (ذَهَبَ) = he went → Adzhaba (أَذْهَبَ) = he made one go
Hadloro (حَضَرَ) = he was present → Ahdloro (أَحْضَرَ) = he brought one
Khoroja (خَرَجَ) = he went out → Akhroja (أَخْرَجَ) = he drove out
'Alima (عَلِمَ) = he knew → A'lama (أَعْلَمَ) = he informed
Khoburo (خَبُرَ) = he was told → Akhbaro (أَخْبَرَ) = he told
Labisa (لَبِسَ) = he wore → Albasa (أَلْبَسَ) = he dressed
Tho'ima (طَعِمَ) = he ate → Ath'ama (أَطْعَمَ) = he fed
Karuma (كَرُمَ) = he dignified → Akroma (أَكْرَمَ) = he dignified
Maata (مَاتَ) = he died → Amaata (أَمَاتَ) = he caused one to die
Ro-aa (رَأَى) = he saw → Aroo (أَرَى) = he showed

B. Reflexive Causative (He made himself do something)
Habba (حَبَّ) = he liked → Ahabba (أَحَبَّ) = he made himself like
Rooda (رَادَ) = he wanted → Arooda (أَرَادَ) = he made himself want
Syaroqo (شَرَقَ) = he rose (terbit) → asyroqo (أَشْرَقَ) = he shined

C. Transformative (He NOUNized)
Tsamarun (ثَمَرٌ) = a fruit → Atsmaro (أَثْمَرَ) = he yielded
Zahrun (زَهْرٌ) = a flower → Azharo (أَزْهَرَ) = he bloomed
Syajarun (شََجَرٌ) = a tree → Asyjaro (أَشْجَرَ) = he bloomed
Shubhun (صُبْحٌ) = a morning → Ashbaha (أَصْبَحَ) = he was in the morning
Masaa-un (مَسَاْءٌ) = an evening → Amsaa (أَمْسَىْ) = he was in the evening
Bahrun (بَحْرٌ) = a sea → Abharo (أَبْحَرَ) = he sailed

FORM V = Tafa''ala (تَفَعَّلَ) → yaitu Form II + Himself

A. Reflexive Causative (He made himself do something)
'Allama (عَلَّمَ) = he taught → Ta'allama (تَعَلَّمَ) = he learned
'Arrofa (عَرَّفَ) = he made know → Ta'arrofa (تَعَرَّفَ) = he recognized
Sallama (سَلَّمَ) = he handed → Tasallama (تَسَلَّمَ) = he received
Washshola (وَصَّلَ) = he delivered → Tawashshola (تَوَصَّلَ) = he found out
Fahhama (فَهَّمَ) = he made understand → Tafahhama (تَفَهَّمَ) = he showed understanding
Akhkhoro (أَخَّرَ) = he made late → Ta-akhkhoro (تَأَخَّرَ) = he was late
Hawwala (حَوَّلَ) = he transformed something → Tahawwala (تَحَوَّلَ) = he transformed
Ghorroba (غَرَّبَ) = he made stranger → Taghorroba (تَغَرَّبَ) = he lived abroad
Nabbaha (نَبَّهَ) = he drew attention → Tanabbaha (تَنَبَّهَ) = he became alerted

B. Reflexive Transformative (He became NOUNized)
Nashshoro (نَصَّرَ) = he christianized → Tanashshoro (تَنَصَّرَ) = he became christian
Hawwada (هَوَّدَ) = he judaized → Tahawwada (تَهَوَّدَ) = he became jewish
Ghoyyaro (غَيَّرَ) = he changed someone/something→ Taghoyyaro (تَغَيَّرَ) = he changed

C. Reflexive Intensive (He did himself much)
Kassaro (كَسَّرَ) /Haththoma (حَطَّمَ) = he smashed someone/something → Takassaro (تَكَسَّرَ) /Tahaththoma (تَحَطَّمَ) = he smashed.
Qoththo'a (قَطَّعَ) = he chopped → Taqoththo'a (تَقَطَّعَ) = he became pieces

FORM VI = Tafaa'ala (تَفَاعَلَ) → yaitu Form III + himself

A. Reflexive Causative to be Active Participle (He became doing that)
Jika Form III bermakna causative (lihat Form III makna A), maka Form VI-nya bermakna sama dengan Form III makna reflexive causative (lihat Form III makna B).

B. Reflexive Reflexive Causative to be Active Participle (He became doing for/as/to/.. himself)
Jika Form III bermakna reflexive causative (lihat Form III makna B), maka Form VI-nya bermakna double-reflexive.

Contoh:
Form I: Samaha (سَمَحَ) = he was generous/he allowed → Form III: Saamaha (سَامَحَ) = he forgave → Form VI: Tasaamaha (تَسَامَحَ) = he tolerated
Form I: Sa-ala (سَأَلَ) = he asked → Form III: Saa-ala (سَاْئَلَ) = he interrogated → Form VI: Tasaa-ala (تَسَاْءَلَ) = he wondered

C. Pure Mutual (He engaged in mutual doing that)
Terjadi hanya jika Form III bermakna "He initiated mutual doing with" (lihat Form III makna C)

Kaataba (كَاتَبَ) = he corresponded with → Takaataba (تَكَاْتَبَ) = he corresponded
Qootala (قَاتَلَ) = he fought (transitive) → Taqootala (تَقَاْتَلَ) = he fought (intransitive)
Baadala (بَادَلَ) = he initiated mutual changing of something with someone → Tabaadala (تَبَادَلَ) = he was in mutual exchanging of something
'Aanaqo (عَانَقَ) = he embraced (transitive) → Ta'aanaqo (تَعَانَقَ) = he embraced (intransitive)
Maazaha (مَازَحَ) = he joked with → Tamaazaha (تَمَازَحَ) = he exchanged joking
Laathofa (لاطَفَ) = he was gentle with → Talaathofa (تَلاطَفَ) = he was in mutual gentle
Aamaro (آمَرَ) = he consulted (transitive) → Ta-aamaro (تَآمَرَ) = he conspired (intransitive)
'Aawana (عَاوَنَ) = he assisted → Ta'aawana (عَاوَنَ) = he assisted (intransitive)
Naaqo-sya (نَاقَشَ) = he discussed something with someone → Tanaaqo-sya (تَنَاقَشَ) = he discussed something
Haawaro (حَاوَرَ) = he conversed with → Tahaawaro (تَحَاوَرَ) = he conversed

D. Factitious Reflexive (He sought to do that)/Pretension (He pretended to do that)
Terjadi hanya jika Form III bermakna "He sought to do that" (lihat Form III makna B). Makna di Form III ini bukan bersungguh-sungguh, tapi di Form VI, bisa bersungguh-sungguh (Factitious Reflexive, maknanya sama persis dengan Form III), ataupun pura-pura (Pretension, menipu diri sendiri).

Jahila (جَهِلَ) = he didn't know → Tajaahala (تَجَاهَلَ) = he ignored
Sahula (سَهُلَ) = he was easy → Tasaahala (تَسَاهَلَ) = he went easy on somebody
Mari-dlo (مَرِضَ) = he was sick → Tamaaro-dlo (تَمَارَضَ) = he malingered
'Amiya (عَمِيَ) = he was blind → Ta'aamaa (تَعَامَىْ) = he pretended to be blind (pura-pura) ATAU he turned his back on (sungguh-sungguh)
Nasiya (نَسِيَ) = he forgot → Tanaasaya (تَنَاسَىْ) = he pretended to forget (pura-pura) ATAU he ignored (sungguh-sungguh)

E. Reflexive Intensive (He did that by himself very much)
Terjadi hanya jika Form III bermakna Intensive (lihat Form III makna E)

Saa-ala (سَاْئَلَ) = he interrogated → Tasaa-ala (تَسَاءَلَ) = he wondered
Zaayada (زَايَدَ) / Kaa-tsaro (كَاْثَرَ) = he bid more than someone → Tazaayada (تَزَايَدَ) / Takaatsaro (تَكَاْثَرَ) = he increased more and more
Naamaa (نَاْمَىْ) = he grew something much → Tanaamaa (تَنَامَىْ) = he grew more and more

FORM VII = Infa'ala (اِنْفَعَلَ) → selalu bermakna pasif (yaitu subjek adalah korban)

A. Reflexive (he did himself)
Subjek adalah pelaku sekaligus korban.

Kasaro (كَسَرَ) = he broke → Inkasaro (اِنْكَسَرَ) = he broke himself
Fajaro (فَجَرَ) = he split/he burst (transitive) → Infajaro (اِنْفَجَرَ) = he split/burst himself
Khofa-dlo (خَفَضَ) = he lowered → Inkhofa-dlo (اِنْخَفَضَ) = he descended
Qotho'a (قَطَعَ) = he cut → Inqotho'a (اِنْقَطَعَ) = he cut himself
Tholaqo (طَلَقَ) = he sat free → Intholaqo (اِنْطَلَقَ) = he sat himself free

B. Agentless Passive (he was done)

Kataba (كَتَبَ) = he wrote → Inkataba (اِنْكَتَبَ) = he was written
Ja-dzaba (جَذَبَ) = he attracted → Inja-dzaba (اِنْجَذَبَ) = he was attracted
Daharo (دَحَرَ) = he repelled → Indaharo (اِنْدَحَرَ) = he was repelled

FORM VIII = Ifta'ala (اِفْتَعَلَ)

A. Reflexive (He did that himself) → sama dengan Form VII

Naharo (نَحَرَ) = he slaughtered → Intaharo (اِنْتَحَرَ) = he committed suicide
Nahaa (نَهَىْ) = he forbid → Intahaa (اِنْتَهَىْ) = he quit doing
Rofa'a (رَفَعَ) = he raised → Irtafa'a (اِرْتَفَعَ) = he rose

B. Reflexive Causative (He made himself do that)

Ka-syafa (كَشَفَ) = he uncovered → Form VII: Inka-syafa (اِنْكَشَفَ) = he uncovered himself → Form VIII: Ikta-syafa (اِكْتَشَفَ) = he made himself uncover
Jahida (جَهِدَ) = he was tired → Ijtahada (اِجْتَهَدَ) = he struggled
Na-dhoro (نَظَرَ) = he expected → Inta-dhoro (اِنْتَظَرَ) = he waited for
Sami'a (سَمِِعَ) = he heard → Istama'a (اِسْتَمَعَ) = he listened
Kholafa (خَلَفَ) = he was away → Ikhtalafa (اِخْتَلَفَ) = he disagreed
Syarika (شَرِكَ) = he partnered with (yaitu syirik) → Isytaroka (اِشْتَرَكَ) = he participated

C. Reflexive Connative (He sought to do himself)

'Adzaro (عَذَرَ) = he excused → I'tadzaro (اِعْتَذَرَ) = he apologized
Hamaa (حَمَى) = he protected → Ihtamaa (اِحْتَمَىْ) = he sought protection
Khodama (خَدَمَ) = he served → Ikhtadama (اِخْتَدَمَ) = he appointed a servant

Perubahan pola ifta'ala
1. Itsta'ala → Itstsa'ala: Tsa-aro (ثَأَرَ) → Itstsa-aro (اِثَّأَرَ)
2. Idta'ala, Idzta'ala, Izta'ala → Idda'ala, Idda'ala, Izda'ala: Da'aa (دَعَاْ) → Idda'aa (اِدَّعَى); Dzakaro (ذَكَرَ) → Iddakaro (اِدَّكَرَ); Zaada (زَادَ) → Izdaada (اِزْدَادَ)
3. Ishta'ala, Idlta'ala, Ithta'ala, Idhta'ala → Ishtho'ala, Idltho'ala, Iththo'ala, Idhdho'ala → Shohiba (صَحِبَ) → Ishthohaba (اِصْطَحَبَ); Dloroba (ضَرَبَ) → Idlthoroba (اِضْطَرَبَ); Thola'a (طَلَعَ) → Iththola'a (اِطَّلَعَ); Dholama (ظَلَمَ) → Idhdholama (اِظَّلَمَ)

FORM IX = If'alla (اِفْعَلََّ) → Makna: He was color/bodily-defect

Ahmaru (أَحْمَرُ) = a red → Ihmarro (اِحْمَرَّ) = he was red(der)
Akhdloru (أَخْضَرُ) = a green → Ikhdlorro (اِخْضَر) = he was green(er)
Aswadu (أَسْوَدُ) = a black → Iswadda (اِسْوَدَّ) = he was black(er)
A'waru (أَعْوَرُ) = a one eyed → I'warro (اِعْوَرَّ) = he was one-eyed
A'roju (أَعْرَجُ) = a lame → I'rojja (اِعْرَج) = he was lame
A'waju (أَعْوَجُ) = a crooked → I'wajja (اِعْوَجَّ) = he was crooked

FORM X = Istaf'ala (اِسْتَفْعَلَ)

A. Causative (He effortfully made do that/he asked someone to do that)

Kataba (كَتَبَ) = he wrote → Istaktaba (اِسْتَكْتَبَ) = he effortfully made write
Khoroja (خَرَجَ) = he went out → Istakhroja (اِسْتَخْرَجَ) = he extracted
Katsuro (كَثُرَ) = he was plentiful → Istaktsoro (اِسْتَكْثَرَ) = he sought to increase
Nafaro (نَفَرَ) = he headed to battle → Istanfaro (اِسْتَنْفَرَ) = he encouraged people to head to battle

B. Transformative [He thought to be]+NOUN

Hasanun (حَسَنٌ) = a nice → Istahsana (اِسْتَحْسَنَ) = he thought to be nice
'Adhiimun (عَظِيْمٌ) = a great → Ista'dhoma (اِسْتَعْظَمَ) = he thought to be great

C. Reflexive Causative (He made himself do that) → sama dengan Form VII

Qooma (قَامَ) = he stood up/he straightened → Istaqooma (اِسْتَقَامَ) = he made himself straight
Qorro (قَرَّ) = he stayed still → istaqorro (اِسْتَقَرَّ) = he dwelled
'Adda (عَدَّ) = he counted → Ista'adda (اِسْتَعَدَّ) = he prepared
Hataro (هَتَرَ) = he tore → Istahtaro (اِسْتَهْتَرَ) = he was irresponsible
'Alima (عَلِمَ) = he knew → Ista'lama (اِسْتَعْلَمَ) = he inquired
Salima (سَلِمَ) = he was safe → Istaslama (اِسْتَسْلَمَ) = he surrendered

D. Reflexive Transformative [He made himself be]+NOUN

'Arobun (عَرَبٌ) = an Arab → Ista'roba (اِسْتَعْرَبَ) = he became Arab-like
Hajarun (حَجَرٌ) = a stone → Istahjaro (اِسْتَحْجَرَ) = he became stone-like
Kalbun (كَلَبٌ) = a dog → Istaklaba (اِسْتَكْلَبَ) = he became dog-like

E. Causative to do the self (He made someone/something do himself, he sought to be done by something/someone)

Ghofaro (غَفَرَ) = he forgave/he pardoned → Istaghfaro (اِسْتَغْفَرَ) = he sought forgiveness from
A-dzina (أَذِنَ) = he permitted → Istakdzana (اِسْتَأْذَنَ) = he sought permission from
Khodama (خَدَمَ) = he served → Istakhdama (اِسْتَخْدَمَ) = he used
Nashoro (نَصَرَ) = he supported → Istanshoro (اِسْتَنْصَرَ) = he sought support from

FORM XI = If'aalla (اِفْعَاْلَّ) → sama dengan Form IX

Ahmaru (أَحْمَرُ) = a red → Ihmaarro (اِحْمَارَّ) = he was red(der)
Aswadu (أَسْوَدُ) = a black → Iswaadda (اِسْوَادَّ) = he was black(er)
A'waru (أَعْوَرُ) = a one eyed → I'waarro (اِعْوَارَّ) = he was one-eyed
A'roju (أَعْرَجُ) = a lame → I'roojja (اِعْرَاجَّ) = he was lame

FORM XII = If'aw'ala (اِفْعَوْعَلَ) → he became more

Ghoriqo (غَرِقَ) = he drenched → Ighrouroqo (اِغْرَوْرَقَ) = he become more drenched
Halaa (حَلا) = he was sweet → Ihlaulaa (اِحْلَوْلَى) = he became more sweet

Kata Kerja (Fi'lun) dan Kata Kerja Perfective (Fi'l Ma-dlii)

Daftar Isi
1. Kata Dasar dan Kata Turunan
2. Jumlah Hurufnya Kata Dasar
3. Penulisan Rumus Kata Dasar dan Kata Turunan

4. Kata Kerja /Fi'l dan Jenisnya
5. Akhiran Kata Ganti
6. Kata Kerja Berganda/Mudlo'-'af
7. Kata Kerja Lemah/Mu'tallul Mi-tsaal
8. Kata Kerja Bergema/Mu'tallul Ajwaaf
9. Kata Kerja Defektif/Mu'tallul Naaqish
10. Kata Kerja Terbungkus/Mu'tallul Lafiif


Kata Dasar dan Kata Turunan
Dalam Bahasa Inggris: kata dasar (root) adalah berupa to-infinitive. Contoh: kata dasar "to eat" adalah sumber dari berbagai kata turunan seperti eating, ate, eaten, eater, dan eat.

Dalam Bahasa Indonesia
: kata dasar adalah berupa kata yang tidak diberi imbuhan. Contoh: kata dasar "makan" bisa menghasilkan kata turunan seperti memakan, dimakan, termakan, pemakan.

Dalam Bahasa Arab
: kata dasar (jadru' fi'l) selalu berupa kalimat sederhana dan selalu mengandung subjek orang ketiga lelaki tunggal (Inggris: he), dan berpredikat kata kerja lampau (Inggris: past tense). Semua kata bahasa Arab punya kata dasar atau merupakan kata dasar, kecuali preposisi. Contoh:
  • كَتَبَ (kataba) = he wrote/dia telah menulis → kata dasarnya
  • كُتِبَ (kutiba) = he was written/dia telah ditulis
  • كَتْب (katbun) = a writing/sebuah tulisan
  • كِتاب (kitaabun) = a book/sebuah buku
  • مَكْتَب (maktabun) = desk (writing place)/sebuah meja
Jumlah Hurufnya Kata Dasar

Hampir semua kata dasar bahasa Arab berupa 3 konsonan Arab, dan sisanya adalah 4 dan 5 konsonan. 3, atau 4, atau 5 konsonan Arab itu dinamakan huruf ashliyyah, sedangkan huruf tambahannya dinamakan huruf zaa-idah. Huruf zaa-idah ada 10: أ ا ت س ل م ن هـ و ي
Ada beberapa perkecualian kata Arab yang hanya terdiri dari 2 konsonan Arab:
  1. أَب (abun) = ayah
  2. أَخ (a-khun) = brother/saudara lelaki
  3. اِبْن (ibnun) = son/anak lelaki
  4. اِسْم (ismun) = nama
  5. فَم (famun) = mulut
  6. يَد (yadun) = tangan
  7. دَم (damun) = darah
Kata dasar yang terdiri dari 4 huruf Arab, biasanya adalah:
  • Suara/gerakan terus menerus: tamtama/hamhama/waswasa (he muttered), takta-a/fakfa-a (he stammered), sholshola (he jangled), walwala (he howled), jaljala (he quaked/he thundered), zalzala (he made quake), sarbala (he dressed (somebody)), zakhrofa (he embroidered), qolnasa (he put a cap on), dahroja (he rolled (something)), ba'tsaro (he scattered (something)), hasyroja (he choked), thom-ana (he reassured)
  • Serapan asing: amroka (he americanized, dari kata amiirikaa), sa'wada (he Saudized, dari kata as-su'uudiyyatun), talfana (he telephoned, dari kata taliifuunun)
  • Penambahan huruf atas kata dasar yang terdiri dari 3 huruf Arab: jalbaba (he put jilbab on (someone)), hawqola (he became impotent), rahwala (he hurried up), bai-thoro (he treated (an animal)), syaryafa (he cut), sanbala ((a plant) eared), qolnasa (he put cap on (someone)), salqoo (he laid down)
Penulisan Rumus Kata Dasar dan Kata Turunan

Dalam bahasa Arab, untuk menuliskan rumus kata turunan dari kata dasar, biasanya menggunakan kata fa'ala (فعل) sebagai contoh kata dasarnya, artinya he did/dia telah melakukan. Untuk kata dasar yang terdiri dari 4 huruf, biasanya memakai kata fa'lala (فَعْلَلَ).

Kata Kerja/Fi'l (فعل) dan Jenisnya


Dalam bahasa Indonesia, kata kerja tidak mengenal tenses. Dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab, kata kerja selalu memiliki tenses. Ada 2 jenis:
  1. فعل ماضي (fi'l maa-dlii) = perfective/kata kerja lampau
  2. فعل مضارع (fi'l mu-dloori') = imperfective/kata kerja masa kini atau masa depan
Fi'l dalam bahasa Arab selalu BERUPA KALIMAT, yaitu punya subjek dan kata kerja.
Ada 3 macam dasar (perfective tentunya):
  1. Fa'ala (فَعَلَ) = tindakan. Misal: kataba (he wrote), qoro-a (he read), akala (he ate), sa-ala (he asked), dzahaba (he went)
  2. Fa'ila (فَعِلَ) = status subjeknya (yaitu "became"); untuk keadaan, bukan sifat. Misal: 'alima (he knew), fahima (he understood), fariha (he became happy), ghodliba (he became angry), salima (he became safe)
  3. Fa'ula (فَعُلَ) = status subjeknya (yaitu "was"); untuk sifat, dan selalu intransitif. Misal: shoghuro (he was small), kaburo (he was big), sahula (he was easy), sho'uba (he was difficult)
Beberapa perkecualian, pemakaian fa'ala terbalik dengan fa'ila: 'arofa (he knew), malaka (he owned), 'amila(he worked), syariba (he drank), dlohika (he laughed)

Akhiran kata ganti

Dalam kata kerja, akhiran kata ganti menunjukkan pelaku (dalam kata kerja aktif) atau korban (dalam kata kerja pasif).
  1. Fa'altu (فعلتُ) = I did = saya telah melakukan
  2. Fa'alnaa (فعلنا) = we did = kami telah melakukan
  3. Fa'alta (فعلتَ) = you did = kamu telah melakukan
  4. Fa'alti (فعلتِ) = you (female) did = kamu (perempuan) telah melakukan
  5. Fa'altumaa (فعلتما) = both of you did = kalian berdua telah melakukan
  6. Fa'altum (فعلتم) = you all did = kalian telah melakukan
  7. Fa'altunna (فعلتنَّ) = you (female) all did = kalian (perempuan) telah melakukan
  8. Fa'ala (فعل) = he did = dia telah melakukan
  9. Fa'alat (فعلتْ) = she did = dia (perempuan) telah melakukan
  10. Fa'alaa (فعلا) = both of them did = keduanya telah melakukan
  11. Fa'alataa (فعلتا) = both of her did = keduanya (perempuan) telah melakukan
  12. Fa'aluu (فعلوا) = they did = mereka telah melakukan
  13. Fa'alna (فعلنَ) = they (female) did = mereka (perempuan) telah melakukan
PENTING:
  • Dalam jumlah fi'liyah (kalimat verbal), semua 13 akhiran kata ganti di atas TIDAK AKAN DIPAKAI selain no. 8 (untuk subjek pria) dan no. 9 (untuk subjek wanita), kecuali subjeknya berupa kata ganti yang berdiri sendiri (misal: huwa, anta, anaa)
  • Grup berisi lelaki dan perempuan, dianggap lelaki, dan grup yang jenis kelaminnya tidak disebutkan atau tidak diketahui, dianggap lelaki.
Kata Kerja Berganda/Mudlo'-'af (المُضَعَّفُ)

Yaitu fi'l yang kata dasarnya berakhiran 2 konsonan yang sama, tanpa huruf vokal di antaranya karena memakai tasydid. Contoh: madda (مَدَّ) = he extended, 'adda (عَدَّ) = he counted, marro (مَرَّ) = he passed.
Kalau mengandung akhiran kata ganti, mudlo'-'af vokal yang hilang diganti huruf "a". Contoh: marro = he passed menjadi marortu (مَرَرْتُ) = I passed, marornaa (مَرَرْنَا) = we passed, marorta (مَرَرْتَ) = you passed, marorti (مَرَرْتِ) = you (female) passed, marortumaa (مَرَرْتُمَا) = both of you passed, marortum (مَرَرْتُمْ) = you-all passed, marortunna (مَرَرْتُنَّ) = you-all (female) passed; tapi marrot (مَرَّتْ) = she passed, marroo (مَرَّا) = both of them passed, marrotaa (مَرَّتَا) = both of them (female) passed, marroo (مَرُّوْا) = they passed, dan marorna (مَرَرْنَ) = they (female) passed
Kata Kerja Lemah/Mu'tallul Mi-tsaal (المُعْتَلُّ الْمِثَاْلُ)

Yaitu fi'l yang huruf pertama dari kata dasarnya adalah w (و) atau y (ي), tapi bukan a (أ), bedakan alif lemah dan alif hamzah. Catatan: dalam bahasa Arab, tidak pernah ada alif lemah, semua alif lemah pasti transformasi dari w atau y. Contoh: yabisa (يَبِسَ) = he hardened, wajada (وَجَدَ) = he found, wa'ada (وَعَدَ) = he promised, waqqo'a (وَقَّعَ) = he signed, waashola (وَاصَلَ) = he continued, yana'a (َينَعَ) = he ripened, walwala (وَلْوَلَ) = he howled.

Kata Kerja Bergema/Mu'tallul Ajwaf
(المُعْتَلُّ الأَجْوَفُ)

Yaitu fi'l yang huruf kedua dari kata dasarnya adalah w (و) atau y (ي) atau alif lemah (berfungsi memanjangkan huruf pertama), tapi bukan a (أ). Contoh: maata (مَاتَ) = he died, qoola (قَالَ) = he said, qooda (قَادَ) = he drove/he led, saaro (سَارَ) = he moved on/he walked, baa'a (بَاعَ) = he sold, naama (نَامَ) = he slept, khoofa (خَافَ) = he feared.
Kalau mengandung akhiran kata ganti, mu'tallul ajwaf kadang menghilangkan huruf kedua, dan mengganti vokal huruf pertama dengan vokal huruf lemah aslinya (berganti "u" dan "i" kalau huruf lemah aslinya "w" dan "y", respectively). Jadi alif yang kita lihat (ا) adalah alif tipuan, dan tidak pernah menjadi bagian dari kata dasar. Contoh: qoola (قَالَ) = he said, menjadi qultu (قُلْتُ) = I said, qulnaa (قُلْنَا) = we said, qulta (قُلْتَ) = you said, qulti (قُلْتِ) = you (female) said, qultumaa (قُلْتُمَا) = both of you said, qultum (قُلْتُمْ) = you all said, qultunna (قُلْتُنَّ) = you all (female) said, tetapi yang ini tetap: qoolat (قَالَتْ) = she said, qoolaa (قَالا) = both of them said, qoolataa (قَالَتَا) = both of her said, qooluu (قَالُوْا) = they said, dan qulna (قُلْنَ) = they (female) said.
Perkecualian:
1. maata (مَاتَ) = he died, huruf aslinya adalah mawita (مَوِتَ) tapi kalau ada kata ganti tertentu, memakai substitusi "y": mittu (مِتُّ) = I died.
2. selain Form I, alif lemah selalu diganti dengan "a". Contoh: arooda (أَرَادَ) = he wanted, menjadi arodtu (أَرَدْتُ) = I wanted.

Kata Kerja Defektif/Mu'tallun Naaqish
(المُعْتَلُّ النَّاْقِصُ)

Yaitu fi'l yang huruf terakhir dari kata dasarnya adalah w (و) atau y (ي), tapi bukan a (أ). Contoh: masyaa (مَشَى) = he walked (m-sy-y), baqiya (بَقِيَ) = he remained (b-q-y), ro-dlii (رَضِي) = he approved (r-dl-w), nahuu (نَهُي) = he reached mental maturity (n-h-w), 'amii (عَمِيَ) = he became blind ('a-m-y), nasiya (نَسِيَ) = he forgot (n-s-y). Kalau berakhiran w, akan jadi alif berdiri (ا), kalau berakhiran y, akan jadi alif lembut (ى). Untuk huruf yang lebih dari suku kata, alif lemah SELALU berupa alif lembut (ى).

Khusus "they" (>2 orang) yang kata dasarnya berakhiran -iya (ـِي) atau -uwa (ـُو), bentuk perfective-nya adalah menghilangkan huruf terakhir dan mengganti harokat sebelum huruf terakhir. Kata ganti sisanya: tetap. Contoh: nasiya menjadi nasuu (نَسُوْا) = they forgot.

Khusus Form I yang kata dasarnya berakhiran -aa (ـَا atau ـَى): maka alif lemah (ا) harus kembali ke bentuk semula (yaitu w (و) atau y (ي)) kalau Form I itu mengandung akhiran kata ganti: 1) orang pertama, 2) orang kedua, 3) orang ketiga feminin plural (all of those women), 4) orang ketiga maskulin dual (both of them). Contoh: namaa (نَمَا) = he grew (n-m-w) menjadi namautu (نَمَوْتُ) = I grew; bakaa (بَكَى) = he cried (b-k-y) menjadi bakaitu (بَكَيْتُ) = I cried. Tapi kalau untuk akhiran kata ganti yg sisanya (yaitu orang ketiga feminin singular/dual, orang ketiga maskulin plural), maka alif lemah (ا) harus dihilangkan, dan harus diingat bahwa orang ketiga maskulin plural tidak mengubah harokat huruf sebelum alif lemah. Contoh: namaa menjadi namat (نَمَتْ), namataa (نَمَتَا), dan namau (نَمَوْا); bakaa menjadi bakat (بَكَتْ), bakataa (بَكَتَا), dan bakau (بَكَوْا).

Selain Form I yang kata dasarnya berakhiran -aa (ـَا atau ـَى): maka alif lemah (ا) diganti dengan alif lembut (ى), meskipun bacanya sama. Contoh: Intahaa (اِنْتَهَى) = he finished menjadi Intahaitu (اِنْتَهَيْتُ) = I finished, Intahat (اِنْتَهَتْ) = she finished, Intahataa (اِنْتَهَتَا) = both of her finished, dan Intahauu (اِنْتَهَوْا) = all of them finished.

Kata Kerja Terbungkus/Mu'tallul Lafiif
(الْمُعْتَلُّ اللَّفِيْفُ)

Yaitu fi'l yang kata dasarnya punya 2 huruf lemah, yang satu pasti di akhir, dan yang satu di awal/tengah. Kalau diberikan akhiran kata ganti, selalu diperlakukan sebagai defektif. Contoh: hawaa (هَوَى) = he fell menjadi hawaitu (هَوَيْتُ) = I fell, hawat (هَوَتْ) = she fell, hawataa (هَوَتَا) = both of her fell, hawauu (هَوَوْا) = all of them fell; wafaa ( وَفَى) = he fulfilled menjadi wafaitu (وَفَيْتُ) = I fulfilled, wafat (وَفَتْ) = she fulfilled, wafataa (وَفَتَا) = both of her fulfilled, dan wafauu (وَفَوْا) = all of them fulfilled.