Sabtu, 28 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 59

AYAT 59: Fa baddalal ladziina dholamuu qoulan ghoirol ladzii qiila lahum fa anzalnaa ‘alal ladziina dholamuu rijzan minas samaa-i bimaa kaanuu yafsuquun.

Baddala = mengganti
Dholamuu = mereka dholim/mereka aniaya
Qoulan = perkataan
Qiila = dikatakan
Anzalnaa = kami turunkan
‘ala = atas
Rijzan = petaka
Bimaa = karena
Kaanuu = mereka adalah
Yafsuquun = orang2 yg berbuat kefasikan

Arti: Maka orang2 yg dholim mengganti (dengan) kata2 yg tidak (disuruh) dikatakan bagi mereka maka Kami turunkan petaka dari langit atas orang2 dholim karena mereka orang2 yg berbuat fasik.

Ayat kembar

Al A’roof 162: Fa baddalal ladziina dholamuu minhum (maka orang2 yg dholim diantara mereka mengganti) qoulan ghoirol ladzii qiila lahum ((dengan) kata2 yg tidak (disuruh) dikatakan bagi mereka) fa arsalnaa ’alaihim rijzan minas samaa-i bimaa kaanuu yadhlimuun (maka Kami kirimkan atas mereka petaka dari langit karena mereka orang2 dholim).

Alladziina Dholamuu (orang2 yg dholim)

Al Baqoroh 142: Sayaquulus sufahaa-u minan naasi (orang2 bodoh dari kalangan manusia akan berkata) maa wallaahum 'an qiblatihimul latii kaanuu 'alaiha (apa yg memalingkan mereka dari kiblat mereka yg (dulu) mereka (berkiblat) atasnya)

Menurut tafsir Sufyan Atstsauri: dari Abu Ishaq: dari Al Barro: Ayat 59 ini adalah penjelasan dari Al Baqoroh 142. Mereka dikatakan bodoh karena mereka sudah diperintah untuk masuk pintu gerbang dengan bersujud dan diperintah berkata "ampuni kesalahan2 kami" ternyata mereka memasukinya dengan mengesot dan memplesetkannya dengan "Hinthothun Hamroo Fiihaa Sya’irooh“ (gandum merah di dalamnya ada sehelai rambut)

Mengganti kata2

Hadits Bukhori, Muslim, Nasa-i (dan dihasanshohihkan Tirmidzi) (dari Muhammad: dari Abdurrohman bin Mahdi: dari Ibnul Mubarok) dan Abdur Rozzaq: dari Ma’mar: dari Hamman bin Munabbih: dari Abu Huroiroh: dari Rasulullah: Qiila li banii isro-iila (Dikatakan kepada Bani Isroil) udkhulul baaba sujjadan wa quuluu “hiththoh“ (masuki pintu (gerbang) sambil bersujud dan katakan “ringankan dosa kami“), fa da-kholuu yazhafuuna ’alaa astaahihim (maka mereka masuk dengan mengesot) fa baddaluu wa qooluu “habbah fii sya’roh“ (lalu mereka mengganti (ucapan itu) dan berkata “biji-bijian dalam rambut“).

Menurut tafsir Muhammad bin Ubaid bin Muhammad: dari Ibnul Mubarok (secara musnad): mereka menggantinya dengan kata habbah (biji-bijian).

Hadits Muhammad bin Ishaq: dari Sholeh bin Kaisan: dari Sholeh Maula Tau-amah: dari Abu Huroiroh dan Ibnu Abbas: dari Rasulullah: mereka mengatakan hinthoh fii sya’iiroh.

Menurut tafsir Asbath: dari As Suddi: dari Murroh: dari Ibnu Mas’ud: sesungguhnya mereka (Bani Isroil) mengatakan "huththon sam’aanan azbatan mazabba" (biji gandum merah berlubang, di dalamnya terdapat rambut hitam).

Ar Rijzu (Adzab), berupa apa?

Menurut tafsir Adh Dhohhak: dari Ibnu Abbas: setiap kata Ar Rijzu dalam Alqur-an artinya adzab.

Menurut tafsir Abul ’Aliyah: Ar Rijzu artinya Al Gho-dlob (marah/murka)

Menurut Asy Sya’bi: Ar Rijzu artinya Ath Thoo’uun (wabah) atau Al Bardu (hawa dingin)

Menurut tafsir Sa’id bin Jubair: artinya Ath Thoo’uun.

Hadits Bukhori Muslim: dari Ibnu Jarir: dari Yunus bin Abdul A’la: dari Ibnu Wahb: dari Yunus: dari Az Zuhri: dari Amir bin Sa’d bin Abu Waqqots: dari Usamah bin Zaid: dari Rasulullah: Inna haadzal waja’a was saqoma rijzun (sesungguhnya penyakit dan derita ini (adalah) adzab) a-dzaaba bihii ba’dlul umami qoblakum (ditimpakan kepada mereka sebagian umat sebelum kalian)

Hadits Ibnu Abu Hatim: dari Abu Sa’id Al Asyaj: dari Waki’: dari Sufyan: dari Habib bin Abu Tsabit: dari Ibnu Abu Waqqosh: dari Sa’d bin Malik: dari Usamah bin Zaid dan Khuzaimah bin Tsabit: dari Rasulullah:
Ath thoo’uunu rijzu 'adzaabin 'udziba bihi man kaana qoblakum (Thoo’uun adalah adzab yg ditimpakan pada orang2 sblm kalian).

Kesimpulan:
  1. Ayat ini adalah balasan jahat dari Bani Isroil kepada Allah setelah Allah
    memberikan nikmat kemenangan atas kota Jerusalem kepada mereka (lihat Al Baqoroh ayat 58).
  2. Mereka diperintahkan masuk pintu gerbang Jerusalem sambil bersujud dan berdoa mohon dihapuskan dosa mereka (hiththoh), tapi mereka malah memplesetkan doa itu dan masuk gerbang sambil ngesot.
  3. Bani Isroil membangkang secara perkataan (memplesetkan bunyi doa) dan perbuatan (mengesot)
  4. Doa yang harusnya hiththoh (hapuskan dosa kami), mereka plesetkan menjadi hinthothun hamroo fiihaa sya’irooh (gandum merah di dalamnya ada sehelai rambut) atau habbah fii sya'roh (biji-bijian dalam rambut) atau huththon sam’aanan azbatan mazabba (biji gandum merah berlubang, di dalamnya terdapat rambut hitam). Ada beberapa versi mengenai kata2 yg mereka plesetkan itu.
  5. Perbuatan mereka itu adalah dholim (aniaya) karena Allah sudah pasti akan menurunkan adzab atas mereka.

0 komentar: