Tampilkan postingan dengan label Hubungan Sesama Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hubungan Sesama Manusia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 48

AYAT 48: Wat taquu yauman laa tajzii nafsun 'an nafsin syai-an wa laa yuqbalu minhaa syafaa'atun wa laa yuk-khodzu minhaa 'adlun wa laa hum yunshoruun

I'rob

  • Wa = dan
  • Taqoo = he feared/dia telah takut → ittaquu = (you-all) fear!/kalian takutlah
  • Yaumun = a day → yaumun manshub jadi yauman, berarti yauman adalah maf'ul (objek) dari ittaquu
  • Laa = tidak → laa nafiyah (negasi)
  • Jazaa (akhiran "y" yang memanjangkan "a") = he availed/dia telah berguna→ tajziy = she avails/dia berguna
  • Nafsun = self/diri → tetap marfu' (berakhiran "u"), berarti nafsun adalah fa'il (subjek) dari tajziy, menempati posisi "she" dari tajziy, karena nafsun bergender perempuan
  • 'An = from/dari
  • Nafsun = self/dari → 'an adalah preposisi, maka nafsun majrur jadi nafsin
  • Syai-un = a thing/sesuatu → syai-un manshub jadi syai-an, berarti syai-an adalah maf'ul dari tajziy
  • Laa = tidak → laa nafiyah
  • Qobila = he accepted/dia telah menerima → yuqbalu = he is accepted/dia diterima (fi'l mudloorik majhul = present tense pasif)
  • Min = from/dari
  • Haa = her/dia (nafsun)
  • Syafa'a = he interceded/dia memberi syafa'at → syafaa'atun = intercession/syafa'at → tetap marfu', berarti syafaa'atun adalah naa-ibun faa'il (subjek dari kata kerja pasif) dari yuqbalu
  • Laa = tidak → laa nafiyah
  • Akhodza = he received/dia telah menerima → yukkhodzu = he is received/dia diterima (fi'l mudloorik majhul=present tense pasif)
  • 'Adala = he acted justly/dia telah adil → 'adlun = a ransom/suatu tebusan
  • Laa = tidak → laa nafiyah
  • Hum = they/mereka
  • Nashoro = he assisted/dia telah menolong → yunshoruuna = they are helped/mereka ditolong
Wat taquu yauman laa tajzii nafsun 'an nafsin syai-an wa laa yuqbalu minhaa syafaa'atun wa laa yuk-khodzu minhaa 'adlun wa laa hum yunshoruuna

Inggris: And (you-all) fear a day (that) a self doesn't avails anything to (another) self, and an intercession from the self isn't accepted, and a ransom from the self isn't received, and they aren't helped.
Indonesia: Dan kalian takutlah (pada) suatu hari (saat) suatu diri tidak berguna sesuatupun pada diri yang lain, dan suatu syafa'at darinya (orang lain) tidak diterima, dan suatu tebusan darinya (orang lain) tidak diterima dan mereka tidak ditolong.

Tujuan ayat

Setelah Bani Isroil diingatkan atas nikmatnya, mereka diingatkan tentang lamanya siksaan di hari kiamat.

Wat taquu yauman

Tafsir Ibn Katsir: yaitu hari kiamat

Laa tajzii nafsun 'an nafsin syai-an

Tafsir Ibn Katsir: di hari kiamat, tidak ada yang bisa saling membantu.

Al An’aam 164: Wa laa taksibu kullu nafsin illaa ’alaihaa (dan setiap seseorang tidak mengerjakan kecuali atas (diri) nya (sendiri)), wa laa taziru waazirotun wizro ukhroo (dan dia tidak memikul beban dosa orang lain)

Fathiir 18: Wa laa taziru waazirotun wizro ukhroo (dan dia tidak memikul beban dosa orang lain), wa in tad’u mutsqolatun (dan jika orang yg berat (dosanya) memanggil (orang lain)) ilaa himlihaa (untuk memikulnya) laa yuhmal minhu syai-un (takkan (mau) dipikul sedikitpun darinya) wa lau kaana dzaa qurbaa (meskipun dia punya hubungan kerabat)

'Abasa 37: Likullim ri-in minhum yaumaidzin syaknun yughniihi (Bagi setiap seseorang dari mereka pada hari itu adalah urusan (masing-masing) yang menyibukkannya)

Luqman 33: Yaa ayyuhan naasut taquu robbakum (wahai manusia takutlah (pada) Robb kalian) wakhsyau yauman (dan takutlah (pada) suatu hari (dimana)) laa yajzii waalidun ’an waladihii (seorang bapak tidak berguna (untuk menolong) kepada anaknya), wa laa mauluudun huwa jaazin ’an waalidihii syai-an (dan anaknya bukan penolong dari bapaknya sedikitpun)

Al Baqoroh 254: Min qobli an yaktiya yaumun (sebelum datangnya hari dimana) laa bai'un fiihi (tidak ada jual beli di dalamnya) wa laa khullatun (dan tidak ada persahabatan) wa laa syafaa'ah (dan tidak ada syafa'at).

Ibrohim 31: Min qobli an yaktiya yaumun laa bai'un fiihi wa laa khilaalun (sebelum datangnya hari dimana tidak ada jual beli di dalamnya dan tidak ada persahabatan)

Wa laa yuqbalu minhaa syafaa'atun

Tafsir Ibn Katsir: syafa'at orang yang ingkar tidak akan diterima. Kalau mereka tidak percaya kepada Rosululloh dan tidak mengikuti ajarannya, maka di hari kiamat syafa'at dari kerabat dan tuannya tidak akan menolongnya.

Al Mudatstsir 48: Famaa tanfa’uhum syafaa’atusy syaafi’iin (Maka syafaatnya pemberi syafa'at tidak bermanfaat bagi mereka)

Asy Syu’aroo 100-101: Famaa lanaa min syaafi’iina (Maka kami (penyembah berhala dan orang sesat yang dimasukkan neraka) tidak punya pemberi syafa’at). Wa laa shodiiqin hamiim (Dan tidak ada teman yang akrab (yang akan membantu))

Wa laa yukkhodzu minhaa 'adlun

Tafsir Ibn Katsir: Allah tidak menerima tebusan dari orang yang tidak percaya/beriman, meskipun mereka membayar emas sepenuh bumi sebagai tebusan.

Hadits shohih Ibn Jarir: dari Amr bin Qois Al Mala-i: dari seorang lelaki Bani Umayyah di Syam: pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW: Yaa rosuulallooh, Mal 'Adl? Qoola Al 'Adlul fidyah (Ya Rasulullah, apa itu Al 'Adl? Al 'Adl adalah tebusan)

Ali 'Imron 91: Innalladziina kafaruu (sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya) wa maatuu wa hum kaffaarun (dan mati dalam keingkaran) fa lan yuqbala (maka takkan diterima) min ahadihim (dari seorang diantara mereka) mil-ul ardli dzahaban (emas sepenuh bumi) wa lawif tadaa bihii (walaupun dia menebus (diri) dengannya). Ulaa-ika lahum 'adzaabun aliimun (bagi mereka adalah siksa yg pedih) wa maa lahum min naashiriin (dan bagi mereka tidak ada penolong)

Al Maa-idah 36: Innal ladziina kafaru (sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya) lau anna (kalau sekiranya) lahum maa fil ardli jamii'an (bagi mereka apa yg di bumi seluruhnya) wa mitslahuu (dan semisalnya) ma'ahuu (ada bersamanya) liyaftaduu bihii (untuk menebus diri dengannya) min 'adzaabi yaumil qiyaamati (dari siksaan hari kiamat) maa taqubbila minhum ((pasti) tidak diterima dari mereka). Wa lahum ‘adzaabun aliim (Dan bagi mereka adalah siksa yg pedih).

Al An’aam 70: Laisa lahaa (baginya tiada) min duunillaahi (selain dari Allah) waliyyun walaa syafii'un (pelindung dan tiada pemberi syafa'at). Wa in ta’dil (dan jika dia menebus) kulla 'adlin (segala tebusan) laa yukkhodz minhaa (pasti tidak diambil darinya).

Al Hadiid 15: Fal yauma (maka (pada) hari tersebut) laa yuk-khodzu minkum fidyatun (takkan diambil tebusan dari kalian) wa laa minal ladziina kafaruu (dan tidak (pula) dari orang2 yg kafir), mak wa waakumun naar (tempat tinggal kalian adalah neraka). Hiyaa maulaakum (itu adalah kawan kalian)

Wa laa hum yunshoruun

Tafsir Ibn Katsir: tidak ada seorangpun yang akan marah atau cemas membelanya, atas namanya, atau menawarkan bantuan atau menyelamatkannya dari hukuman Allah.

Al Mukminuun 88: Wa huwa yujiiru (dan Dia melindungi) wa laa yujaaru ‘alaihi (dan tidak ada yang melindungi atasnya)

Al Fajr 25-26: Fa yaumaidzin laa yu’adzdzibu 'adzaabahuu ahadun (Maka pada hari itu tidak ada seseorang yang menyiksa (seperti) siksaNya). Wa laa yuu-tsiqu watsaaqohuu ahadun (Dan tiada seseorang yg mengikat (seperti) ikatanNya)

Ash Shooffaat 25-26: Maa lakum laa tanaashoruun ((Mengapa) bagi kalian tidak ada tolong menolong?) Bal humul yauma mustaslimuun (Bahkan mereka pada hari itu berserah diri)

Tafsir Adh Dhohhak: dari Ibnu Abbas: Maa lakum laa tanaashoruun, artinya di hari kiamat kalian takkan tolong menolong. Tidak di hari kiamat.

Tafsir Ibnu Jarir: di hari kiamat mereka tidak ditolong atau diberi syafa'at, tidak ada tebusan yang akan diterima, semua haknya akan hilang bersama dengan pertolongan-pertolongan, tidak ada bantuan atau kerja sama bagi mereka di hari itu. Pengadilan akan terserah pada Allah Mahabesar Mahaadil, tidak ada penolong yang bisa membantu. Dia akan membalas perbuatan buruk dan melipatgandakan perbuatan baik.

Al Ahqoof 28: Fa lau laa nashoro humul ladziinat takhodzuu min duunillaahi qurbaanan aalihah (lalu mengapa mereka yang mereka jadikan sesembahan selain dari Allah untuk mendekatkan diri tidak menolong?) Bal dlulluu ‘anhum (bahkan mereka telah lenyap dari mereka), wa dzaalika ifkuhum (dan itulah kebohongan mereka) wa maa kaanuu yaftaruun (dan itu adalah apa yang mereka ada-adakan)

Ath Thooriq 9-10: Yauma tublas saroo-ir (Pada hari dibuka semua rahasia), famaa lahuu min quwwatin wa laa naashir (Maka tiada baginya kekuatan dan tiada (seorangpun) penolong)

Sabtu, 10 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 27

AYAT 27: Alladziina yanqudluuna ‘ahdalloohi mim ba’di miitsaaqihi. Wa yaqtho’uuna maa amarolloohu bihii an yuushola wa yufsiduuna fil ardl. Ulaa-ika humul khoosiruun.

I'rob

  • Alladziina = those who/yang → berarti kalimat setelahnya dirubah jadi kata benda, mengikuti kata sebelumnya, kemungkinan kalimat setelahnya adalah haal (kata keterangan) dari al-faasiqiina dari ayat sebelumnya.
  • Naqodlo = he violated/dia telah melanggar → yanqudluuna = they violate/mereka melanggar (fi'l mudloorik = present tense)
  • 'Ahdun = Wa'dun = a covenant/sebuah perjanjian → 'ahdun manshub jadi 'ahdan, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari yanqudluuna
  • Allah majrur (berakhiran "i") dan 'ahdan hilang tanwin jadi 'ahda, berarti Allah adalah mudlof ilaih (pemilik) dari 'ahda
  • Min = from/dari
  • Ba’dun = after/sesudah → min adalah preposisi, maka ba'dun majrur jadi ba'din
  • Wa-tsaqo = he put trust/dia telah mempercayakan → miitsaaqun = 'ahdun = a covenant → ba'din hilang tanwin jadi ba'di dan miitsaaqun majrur (berakhiran "i"), berarti miitsaaqun adalah mudlof ilaih dari ba'di
  • Hu = him/dia → hu majrur jadi hi, dan miitsaaqin hilang tanwin jadi miitsaaqi, berarti hi adalah mudlof ilaih dari miitsaaqi
  • Wa = dan
  • Qotho'a = he cut/dia telah memotong → yaqtho'uuna = they cut/mereka memutus (fi'l mudloorik = present tense)
  • Maa = what/apa yang (relative pronoun)
  • Amaro = he ordered/dia telah menyuruh
  • Allah marfu' (berakhiran "u") berarti Allah adalah fa'il (subjek) dari amaro.
  • Bi = with/dengan
  • Hu = him/dia
  • An = to/untuk
  • Washola = he connected/dia telah menghubungkan → yashilu = he connects/dia menghubungkan (fi'l mudloorik) → yuushola = he is connected/dia dihubungkan (fi'l majhul = pasif)

  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan → yufsiduuna = they make mischief/mereka berbuat kerusakan (fi'l mudloorik)
  • Fii = in/di dalam
  • Al Ardlu = THE earth → fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli.
  • Ulaa-ika = those
  • Hum = mereka → sebagai penguat saja
  • Khosiro = he lost/dia telah rugi → khoosirun = a loser/orang yang merugi → al-khoosiruuna = bentuk definit jamaknya/THE losers → ulaa-ika adalah mubtadak,

Alladziina yanqudluuna 'ahdallahi mim ba'di miitsaaqihii. Wa yaqtho'uuna maa amarollohu bihii an yuushola wa yufsiduuna fil ardl. Ulaa-ika humul khoosiruun

Inggris: (the rebellious people are) those who break Allah's covenant after His covenant, and they cut what Allah ordered with him (His covenant) to be connected, and they make mischief in THE earth. They are THE losers.
Indonesia: (orang fasiq adalah) mereka yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjianNya, dan mereka telah memutuskan apa yang Allah telah menyuruh dengannya (dengan perjanjian Allah) untuk dihubungkan, dan mereka berbuat kerusakan di bumi. Mereka adalah orang-orang yang merugi.

3 ciri orang fasiq

Tafsir Ibnu Katsir: 3 ciri orang fasiq ini adalah juga ciri orang kafir, dan sama sekali bukan ciri orang beriman.

Ciri orang fasiq disebutkan lagi di ayat berikut, plus hukuman mereka:
Ar Ro'd 25: Walladziina yanqudluuna 'ahdalloohi min ba'di miitsaaqihi (dan mereka yang melanggar perjanjian Allah dari setelah janji setianya), wa yaqtho'uuna maa amarolloohu bihi an yuushola (dan memutus apa yang Allah suruh dengannya untuk disambung) wa yufsiduuna fil ardli (dan mereka berbuat kerusakan di bumi) ulaa-ika lahumul la'natu wa lahum suu-ud daar (mereka itulah, laknat adalah untuk mereka dan tempat tinggal yang buruk adalah untuk mereka)

Yanqudluuna 'ahdalloohi

Tafsir Ibn Katsir: 'Ahdalloohi berupa menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, yang semuanya tertulis di semua Kitab Allah dan perkataan semua rosulNya. Yanqudluuna 'ahdalloohi adalah tidak menaati perintah Allah dan tidak menjauhi laranganNya.

Atsar Muqotil bin Hayyan dan Az Zamakhsyari: 'Ahdalloohi berupa perjanjian dalam Tauroh untuk mengamalkan isinya, percaya kepada Muhammad sebagai nabi dan percaya dengan apa yang dibawakan Muhammad (ajaran Allah). Yanqudluuna 'ahdalloohi adalah mengingkari Muhammad sebagai nabi setelah mereka tahu Muhammad itu benar Rosul Allah, dan menyembunyikan hal ini dari orang-orang, padahal mereka sudah berjanji pada Allah untuk menjelaskan kepada orang-orang dan tidak menyembunyikannya. Maka Allah memberitahu bahwa mereka telah mengingkari perjanjian itu dan menjualnya dengan harga yg sangat murah (memilih untuk tidak percaya). 'Ahdalloohi juga meliputi mukjizat nabi-nabi (yaitu bukti yang orang munafik/kafir/penyembah berhala lihat, yang membuktikan Allah itu satu), Yanqudluuna 'ahdalloohi adalah mengingkarinya meskipun sudah melihat mukjizat itu.

Wa yaqtho’uuna maa amarollohu bihii ayyuushola

Atsar Ibnu Jarir: dari Qotadah: yaitu menjaga hubungan dengan kerabat.
Pendapat kedua lebih luas lagi, mencakup semua perintah Allah untuk menyambung dan melakukannya tapi mereka memutuskan dan mengabaikannya.

Muhammad 22: Maka apakah jika sekiranya kalian berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi (tufsiduu fil ardli) dan memutuskan hubungan kekeluargaan (tuqoththi’uu arhaama)?

Ulaa-ika humul khoosiruun

Atsar Muqotil bin Hayyan: yaitu merugi di akhirat.

Ar Ro'd 25 → yaitu dilaknat dan mendapat tempat tinggal yang buruk (jahanam)

Atsar Ad Dhohhak: dari Ibnu Abbas: Kalau "humul khoosiruun" mengacu pada orang non-Islam, maka perbuatan tersebut adalah keingkaran. Kalau mengacu pada orang Islam, perbuatan tersebut adalah perbuatan dosa.

Tafsir Ibnu Jarir: yaitu mereka yang mengurangi rahmat Allah yang akan diterimanya di akhirat, akibat dari tidak menaatiNya, bagaikan pedagang yang rugi. Karena orang kafir dan munafik akan kehilangan "tabungan" rahmatNya, padahal di hari kiamat semua orang butuh rahmatNya.