Jumat, 30 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 38-39

AYAT 38: Qulnah bithuu minhaa jamii'an. Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuuna

I'rob

  • Qoola = he said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Habatho = he descended/dia telah turun → ihbithuu = (you-all) descend!/kalian turunlah! (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Min = from/dari
  • Haa = her/dia (surga)
  • Jama'a = he gathered/dia mengumpulkan → Jamii'an = entirely (sebagai Haal/kata keterangan, maka harus manshub/berakhiran "an")
  • Fa = then/lalu
  • Immaa = if/jika
  • Ataa = he came/dia telah datang → yaktii = he comes (fi'l mudloorik = present tense) → yaktiyanna = he comes (energetic mood)
  • Kum = you-all/kalian
  • Min (=from) + nii (=me) = minnii = from me/dariku
  • Hadaa = he guided/dia telah menunjukkan → hudan = a guidance
  • Man = who → karena tabi'a bersubjek "he", maka man = he who
  • Tabi'a = he followed/dia mengikuti
  • Hudan (a guidance) + akhiran "y" (=my) = hudaaya = my guidance/petunjukku
  • Laa → Laa nafiyah (negasi)
  • Khowafa = he feared/dia telah takut → khoufun = a fear/sebuah ketakutan → laa khoufun = no fear/tiada ketakutan
  • 'Alaa = on/atas
  • Hum = them/mereka → 'alaa adalah preposisi, maka hum majrur jadi him'alaa+him='alaihim
  • Hazana = he grieved/dia telah bersedih → yahzanuuna = they grieve/mereka bersedih (fi'l mu-dloorik = present tense) → laa yahzanuuna = they don't grieve/mereka tidak bersedih
Qulnah bithuu minhaa jamii'an, fa immaa yaktiyannakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuuna

Inggris: *We* said "Descend you-all from her (the garden) entirely, then if there comes to you a guidance from me, then one who followed My guidance then no fear on them and they doesn't grieve."
Indonesia: *Kami* berkata, "Turunlah kalian darinya (surga) semuanya, lalu jika datang kepada kalian sebuah petunjuk dariKu, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, lalu tiada ketakutan atas mereka dan mereka tidak bersedih."

Qulnah bithuu minhaa jamii'an

Tafsir Ibn Katsir: Allah menurunkan Adam, Hawa, dan iblis dari surga ke bumi

Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan

Tafsir Ibn Katsir: Allah mengingatkan mereka bertiga bahwa Dia akan menurunkan kitab-kitab dan mengutus para nabi dan rosul kepada keturunan mereka.

Atsar Abul 'Aliyah: Hudan maksudnya para nabi dan rosul, ayat/tanda-tanda kekuasaan yang jelas, dan penjelasan yang terang.

Faman tabi'a hudaaya

Tafsir Ibn Katsir: yaitu barangsiapa menerima isi kitab-kitab Allah dan menerima para rosul yg diutusNya.

Falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuun

Tafsir Ibn Katsir: ketakutan maksudnya akhirat, kesedihan maksudnya kesedihan dalam kehidupan dunia.

Thoohaa 123: Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan (maka jika datang pada kalian sebuah petunjuk dariku) fa manittaba'a hudaaya fa laa yadlillu wa laa yasyqoo (lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu maka dia takkan tersesat dan dia takkan celaka)


AYAT 39: Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa ulaa-ika ashhaabun naar. Hum fiihaa khooliduun.

I'rob


  • Wa = and/dan
  • Alladziina = those who = yang (ism maushul=relative pronoun) → berarti kalimat berikutnya (yaitu kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa) akan dijadikan kata benda
  • Kafaro = he disbelieved/dia telah tidak percaya → kafaruu = they disbelieved/mereka telah tidak percaya
  • Kadzaba = he lied/dia telah berbohong → kadzdzaba (wazan 2: causative) = he denied/dia telah mengingkari → kadzdzabuu = they denied/mereka telah mengingkari
  • Bi = with/dengan
  • Aayatun = verse/miracle/ayat/tanda-tanda kekuasaan/mukjizat → Aayaatun = bentuk jamaknya/verses/miracles → bi adalah preposisi, maka aayaatun majrur jadi aayaatin
  • -naa = us/kami → aayaatin hilang tanwin jadi aayaati, berarti -naa adalah mudlof ilaih (pemilik) dari aayaati
  • Ulaa-ika = those
  • Shohaba = he companied/dia bersahabat → saahibun = a companion/seorang sahabat → ashhaabu = bentuk jamaknya/companions
  • Naarun = A hell/sebuah neraka (jenis kelamin: perempuan) → an-naaru = THE hell (bentuk definitnya) → an-naaru majrur jadi an-naari, berarti posisinya adalah sebagai mudlof ilaih dari ashhaabu → ashhaabun naari adalah khobar, dan ulaa-ika adalah mubtadak
  • Hum = they/mereka
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia (the hell)
  • Kholida = he remained forever/dia tinggal selamanya → khooliduuna = they remained forever/mereka tinggal selamanya (fi'l ma-dlii)
Jadi, Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa ulaa-ika ashhaabun naari, hum fiihaa khooliduuna = And those who disbelieved and denied with *Our* verses/miracles, they are companions of THE hell, they remained forever in her (the hell) = Dan orang-orang yang tidak percaya (tidak beriman) dan ingkar dengan ayat-ayat/mukjizat-mukjizat *Kami*, mereka adalah sahabat-sahabat neraka, mereka telah tinggal selamanya di dalamnya.

Khooliduuna (kekal)

Tafsir Ibn Katsir: mereka tinggal di neraka selamanya, tidak bisa mencari jalan keluarnya.

Hadits Muslim: dari Ibnu Jarir: dari Abu Sa'id Alkhudri: dari Rosululloh: Ammaa ahlun naaril ladziina hum ahluhaa (adapun penghuni neraka yang memang penghuninya) falaa yamuutuuna fiihaa walaa yahyauna (maka mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup) walaakin aqwaamun a-shoobat humun naaru bi khothooyaa hum (tapi kaum-kaum yang mereka adalah sahabat-sahabat neraka karena dosa-dosa mereka) fa amaatat hum imaatatan (lalu benar-benar matilah mereka) hattaa idzaa shooruu fahmaa u-dzina fisy syafaa'ah (sampai saat mereka jadi arang, lalu mereka diizinkan mendapat syafa'at)

Thoohaa 124: Wa man a'rodlo 'an dzikrii (Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatKu) fa inna lahu ma'ii-syatan dlonkan (maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang susah) wa nahsyuruhu yaumal qiyaamati a'maa (dan kami mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta)

Thoohaa 125-126: Qoola robbi lima hasyartanii a'maa (dia telah berkata, "Robbku, kenapa Engkau mengumpulkanku secara buta) wa qod kuntu ba-shiiron (padahal sesungguhnya aku bisa melihat) qoola kadzaalika atatka aayaatunaa fa nasiitahaa (Dia telah berkata, "Demikianlah, ayat-ayat/mukjizat-mukjizat Kami telah datang kepadamu lalu kamu melupakannya) wa kadzaalikal yauma tunsaa (dan demikianlah pada hari ini kalian dilupakan)

1 komentar:

KutuJenggot mengatakan...

alhamdulilah terus tingkatkan uztad