Tampilkan postingan dengan label Adam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 38-39

AYAT 38: Qulnah bithuu minhaa jamii'an. Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuuna

I'rob

  • Qoola = he said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Habatho = he descended/dia telah turun → ihbithuu = (you-all) descend!/kalian turunlah! (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Min = from/dari
  • Haa = her/dia (surga)
  • Jama'a = he gathered/dia mengumpulkan → Jamii'an = entirely (sebagai Haal/kata keterangan, maka harus manshub/berakhiran "an")
  • Fa = then/lalu
  • Immaa = if/jika
  • Ataa = he came/dia telah datang → yaktii = he comes (fi'l mudloorik = present tense) → yaktiyanna = he comes (energetic mood)
  • Kum = you-all/kalian
  • Min (=from) + nii (=me) = minnii = from me/dariku
  • Hadaa = he guided/dia telah menunjukkan → hudan = a guidance
  • Man = who → karena tabi'a bersubjek "he", maka man = he who
  • Tabi'a = he followed/dia mengikuti
  • Hudan (a guidance) + akhiran "y" (=my) = hudaaya = my guidance/petunjukku
  • Laa → Laa nafiyah (negasi)
  • Khowafa = he feared/dia telah takut → khoufun = a fear/sebuah ketakutan → laa khoufun = no fear/tiada ketakutan
  • 'Alaa = on/atas
  • Hum = them/mereka → 'alaa adalah preposisi, maka hum majrur jadi him'alaa+him='alaihim
  • Hazana = he grieved/dia telah bersedih → yahzanuuna = they grieve/mereka bersedih (fi'l mu-dloorik = present tense) → laa yahzanuuna = they don't grieve/mereka tidak bersedih
Qulnah bithuu minhaa jamii'an, fa immaa yaktiyannakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuuna

Inggris: *We* said "Descend you-all from her (the garden) entirely, then if there comes to you a guidance from me, then one who followed My guidance then no fear on them and they doesn't grieve."
Indonesia: *Kami* berkata, "Turunlah kalian darinya (surga) semuanya, lalu jika datang kepada kalian sebuah petunjuk dariKu, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, lalu tiada ketakutan atas mereka dan mereka tidak bersedih."

Qulnah bithuu minhaa jamii'an

Tafsir Ibn Katsir: Allah menurunkan Adam, Hawa, dan iblis dari surga ke bumi

Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan

Tafsir Ibn Katsir: Allah mengingatkan mereka bertiga bahwa Dia akan menurunkan kitab-kitab dan mengutus para nabi dan rosul kepada keturunan mereka.

Atsar Abul 'Aliyah: Hudan maksudnya para nabi dan rosul, ayat/tanda-tanda kekuasaan yang jelas, dan penjelasan yang terang.

Faman tabi'a hudaaya

Tafsir Ibn Katsir: yaitu barangsiapa menerima isi kitab-kitab Allah dan menerima para rosul yg diutusNya.

Falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuun

Tafsir Ibn Katsir: ketakutan maksudnya akhirat, kesedihan maksudnya kesedihan dalam kehidupan dunia.

Thoohaa 123: Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan (maka jika datang pada kalian sebuah petunjuk dariku) fa manittaba'a hudaaya fa laa yadlillu wa laa yasyqoo (lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu maka dia takkan tersesat dan dia takkan celaka)


AYAT 39: Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa ulaa-ika ashhaabun naar. Hum fiihaa khooliduun.

I'rob


  • Wa = and/dan
  • Alladziina = those who = yang (ism maushul=relative pronoun) → berarti kalimat berikutnya (yaitu kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa) akan dijadikan kata benda
  • Kafaro = he disbelieved/dia telah tidak percaya → kafaruu = they disbelieved/mereka telah tidak percaya
  • Kadzaba = he lied/dia telah berbohong → kadzdzaba (wazan 2: causative) = he denied/dia telah mengingkari → kadzdzabuu = they denied/mereka telah mengingkari
  • Bi = with/dengan
  • Aayatun = verse/miracle/ayat/tanda-tanda kekuasaan/mukjizat → Aayaatun = bentuk jamaknya/verses/miracles → bi adalah preposisi, maka aayaatun majrur jadi aayaatin
  • -naa = us/kami → aayaatin hilang tanwin jadi aayaati, berarti -naa adalah mudlof ilaih (pemilik) dari aayaati
  • Ulaa-ika = those
  • Shohaba = he companied/dia bersahabat → saahibun = a companion/seorang sahabat → ashhaabu = bentuk jamaknya/companions
  • Naarun = A hell/sebuah neraka (jenis kelamin: perempuan) → an-naaru = THE hell (bentuk definitnya) → an-naaru majrur jadi an-naari, berarti posisinya adalah sebagai mudlof ilaih dari ashhaabu → ashhaabun naari adalah khobar, dan ulaa-ika adalah mubtadak
  • Hum = they/mereka
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia (the hell)
  • Kholida = he remained forever/dia tinggal selamanya → khooliduuna = they remained forever/mereka tinggal selamanya (fi'l ma-dlii)
Jadi, Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa ulaa-ika ashhaabun naari, hum fiihaa khooliduuna = And those who disbelieved and denied with *Our* verses/miracles, they are companions of THE hell, they remained forever in her (the hell) = Dan orang-orang yang tidak percaya (tidak beriman) dan ingkar dengan ayat-ayat/mukjizat-mukjizat *Kami*, mereka adalah sahabat-sahabat neraka, mereka telah tinggal selamanya di dalamnya.

Khooliduuna (kekal)

Tafsir Ibn Katsir: mereka tinggal di neraka selamanya, tidak bisa mencari jalan keluarnya.

Hadits Muslim: dari Ibnu Jarir: dari Abu Sa'id Alkhudri: dari Rosululloh: Ammaa ahlun naaril ladziina hum ahluhaa (adapun penghuni neraka yang memang penghuninya) falaa yamuutuuna fiihaa walaa yahyauna (maka mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup) walaakin aqwaamun a-shoobat humun naaru bi khothooyaa hum (tapi kaum-kaum yang mereka adalah sahabat-sahabat neraka karena dosa-dosa mereka) fa amaatat hum imaatatan (lalu benar-benar matilah mereka) hattaa idzaa shooruu fahmaa u-dzina fisy syafaa'ah (sampai saat mereka jadi arang, lalu mereka diizinkan mendapat syafa'at)

Thoohaa 124: Wa man a'rodlo 'an dzikrii (Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatKu) fa inna lahu ma'ii-syatan dlonkan (maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang susah) wa nahsyuruhu yaumal qiyaamati a'maa (dan kami mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta)

Thoohaa 125-126: Qoola robbi lima hasyartanii a'maa (dia telah berkata, "Robbku, kenapa Engkau mengumpulkanku secara buta) wa qod kuntu ba-shiiron (padahal sesungguhnya aku bisa melihat) qoola kadzaalika atatka aayaatunaa fa nasiitahaa (Dia telah berkata, "Demikianlah, ayat-ayat/mukjizat-mukjizat Kami telah datang kepadamu lalu kamu melupakannya) wa kadzaalikal yauma tunsaa (dan demikianlah pada hari ini kalian dilupakan)

Selasa, 27 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 37

AYAT 37: Fa talaqqoo aadamu min robbihii kalimaatin fataaba ‘alaihi. Innahuu huwat tawwaabur rohiim.

I'rob
  • Fa = then/lalu
  • Laqiya = he met/dia telah bertemu → talaqqoo (wazan V: causative yang dilakukan untuk seseorang, oleh orang lain/dirinya sendiri) = he is received/dia disambut (fi'l mudloorik = present tense)
  • Aadamu → berakhiran "u", berarti subjek dari talaqqoo
  • Robb = Lord → majrur jadi robbi karena preposisi "min"
  • Hi = him/dia
  • Kalama = he conversed/dia telah bercakap-cakap, → Kalimatun = a word → kalmun/kalimaatun = bentuk jamaknya/words -->
  • Taaba = he repented/dia telah bertobat
  • 'Alaa = on
  • Hu = him/dia → preposisi 'alaa membuat hu majrur jadi hi 'alaa+hi = 'alaihi
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna dan at-tawwaabu ar-rohiimu adalah khobar inna (harus marfu')
  • Huwa = dia --> dlorof fashl (penguat)
  • At-Tawwaabu = Oft-Forgiving/maha penerima tobat
  • Ar-Rohiimu = Oft-Merciful Unto THE Universes/maha pemberi rahmat untuk semesta.
Fa talaqqoo aadamu min robbihii kalimaatin fataaba 'alaihi. Innahu huwat tawwaabur rohiimu

Inggris: Then Adam receives words from Allah then He repented on it. Verily, He is Oft-Forgiving Oft-Merciful Unto THE Universes.
Indonesia: Lalu Adam disambut Robbnya dengan kata-kata, lalu dia bertobat atasnya. Sesungguhnya Dia adalah maha pemberi tobat maha pemberi rahmat untuk semesta.

Fa talaqqoo aadamu min robbihii kalimaatin fataaba ‘alaihi

Atsar Mujahid, Sa'id bin Jubair, Abul 'Aliyah, Robi' bin Anas, Al Hasan Al Bashri, Qotadah, Muhammad bin Ka'ab Alqurodzi, Kholid bin Ma'dan, 'Atho' Al Khurosani, dan Abdurrohman bin Zaid bin Aslam: yaitu Al A'roof 23.

Al A'roof 23: Qoolaa robbunaa dhollamnaa anfusanaa (Mereka berdua berkata, "Robb kami, kami telah mendholimi diri kami sendiri) wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriina (dan kalau Engkau tidak memaafkan atas kami dan Engkau tidak merahmati kami, niscaya kami adalah tergolong mereka yang rugi).

Atsar shohih Al Hakim: dari As Suddi, Al Aufi, Sa'id bin Jubair, dan Sa'id bin Ma'bad: dari Ibnu Abbas: Adam berkata "Wahai Robb, apakah Engkau yang menciptakanku dengan TanganMu sendiri?" Dia berkata, "Ya", Adam berkata "Dan Engkau meniupkan kehidupan kedalamku?" Dia berkata "Ya", Adam berkata, "Dan saat aku bersin, Engkau berkata 'Semoga Allah merahmatimu'. Bukankah rahmatmu mendahului kemarahanmu?", Dia berkata, "Ya", Adam berkata, "Dan Engkau menakdirkanku melakukan perbuatan jahat ini?" Dia berkata "Ya". Dia berkata "Jika aku bertobat, apakah Engkau mengirimku kembali ke surga?" Allah berkata, "Ya".
Innahu huwat tawwaabur rohiimu

Tafsir Ibn Katsir: Allah mengampuni mereka yang menyesali kesalahannya dan kembali kepadaNya dalam keadaan bertobat. Dia mengampuni dosa-dosa mereka yang bertobat. Ini menunjukkan Dia maha baik dan maha merahmati ciptaanNya dan hambaNya.

At Taubah 104: A lam ya'lamuu annallooha huwa yaqbalut taubata 'an 'ibaadihi (Apakah mereka tidak tahu bahwa Dia, Allah, menerima tobat dari hamba-hambaNya)

An Nisaak 110: Wa man ya'mal suu-an au yadhlim nafsahu (Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan atau mendholimi dirinya sendiri) tsumma yastaghfirillaaha yajidillaaha ghofuuron rohiiman (lalu dia meminta maaf (pada) Allah, dia mendapati Allah maha pengampun maha pemberi rahmat kepada semesta).

Al Furqoon 71: Wa man taaba wa 'amila shoolihan fa innahu yatuubu ilalloohi mataaban (Dan barangsiapa yang bertobat dan berbuat baik maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya).

Al Baqoroh ayat 36

AYAT 36: Fa azallahumasy syaithoonu ‘anhaa fa akhrojahumaa mimmaa kaanaa fiihi. Wa qulnah bithuu ba’dlukum li ba’dlin ‘aduwwun. Wa lakum fil ardli mustaqorrun wa mataa’un ilaa hiinin.

I'rob

  • Fa = then/maka
  • Zalla = he slipped/dia telah tergelincir → azalla (wazan 4: causative) = he made slipped/dia telah menggelincirkan
  • Humaa = both of them/mereka berdua
  • Syaatho = he was burnt/dia telah terbakar → syaithoonun = A satan → asy-syaithoonu = bentuk definitnya/THE satan → Asy-syaithoonu tetap marfu' (berakhiran "u"), berarti posisinya adalah subjek, menggantikan "dia" dari akhroja. Sehingga humaa adalah objeknya.
  • 'An = from/dari
  • Haa = she/dia (yaitu surga)
  • Fa = then/lalu
  • Khoroja = he went out/dia telah keluar → akhroja (wazan 4: causative) = he made go out/dia telah mengeluarkan
  • Mimmaa = from what/dari apa yang (dari kata min + maa)
  • Kaanaa = both of them were --> kaana dengan ism kaana "mereka berdua" dan khobar kaana fiihi
  • Fii = in/di dalam
  • Hi = him/dia (felicity)
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami telah berkata
  • Habatho = he got down/dia telah turun → ahbithuu = you all get down!/turunlah kalian (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Ba'dlun = some/sebagian
  • Kum = you-all/kalian
  • Li = to/untuk
  • 'Adaa = he transgressed/dia telah melampaui batas → 'aduwwun = an enemy/musuh → a'daa-un = bentuk jamaknya/enemies
  • Wa = dan
  • La = for/bagi
  • Kum = you-all/kalian
  • Fii = in/di dalam
  • Al-Ardli = THE earth
  • Qorro = he dwelt/dia telah tinggal → mustaqorrun = a dwelling place/sebuah tempat tinggal (ism makan = kata benda tempat)
  • Mata'a = he enjoyed/dia telah menikmati → Mataa'un = enjoyment/kenikmatan → amti'atun = bentuk jamaknya
  • Ilaa = to/sampai
  • Haana = he has arrived/dia telah datang → Hiina = a time/satu waktu

Fa azallahumasy syaithoonu ‘anhaa fa akhrojahumaa mimmaa kaanaa fiihi, wa qulnah bithuu ba’dlukum li ba’dlin ‘aduwwun, wa lakum fil ardli mustaqorrun wa mataa’un ilaa hiin

Inggris: Then satan made both of them slipped from her (from the garden) then He made both of them go out from what they were in him (in the felicity). And *We* said "Get down you-all (Adam, Hawwak, and satan), some of you-all to some other are an enemy. And for you in THE earth is a dwelling place and an enjoyment to a time.
Indonesia: Lalu setan telah menggelincirkan mereka berdua darinya (surga) lalu Dia telah mengeluarkan mereka berdua dari apa yang mereka berdua adalah di dalamnya (kebahagiaan). Dan *Kami* telah berkata "Turunlah kalian (Adam, Hawwak, dan setan), sebagian kalian adalah musuh untuk sebagian lain. Dan bagi kalian di bumi adalah sebuah tempat tinggal dan suatu kesenangan sampai satu waktu.

Fa azallahumasy syaithoonu ‘anhaa

Atsar 'Aasim ibn Abi An-Najud (salah satu Qiro-ah Sab-ah = seven readers): setan membuat Adam dan Hawwak keluar dari surga.

Al A'roof 20-21: Fa waswasa lahumasy syaithoonu (lalu setan telah membisikkan saran kepada mereka berdua) li yubdiya lahumaa maa wuuriya 'anhumaa min sau-aatihimaa (agar nampak bagi mereka berdua apa yang tersembunyi dari keburukan (aurot) mereka berdua) wa qoola maa nahaakumaa robbukumaa 'an haadzihisy syajaroti illaa an takuunaa malakaini au takuunaa minal khoolidiina (dan dia (setan) telah berkata "Robb kalian berdua tidak melarang kalian berdua dari pohon ini kecuali agar kalian berdua menjadi dua malaikat atau menjadi tergolong mereka yang kekal) wa qoosamahumaa innii lakumaa la minan naa-shihiina (dan dia telah bersumpah (kepada) mereka berdua, "Sesungguhnya aku benar-benar tergolong mereka yang menasehati, bagi kalian".

Thoohaa 120: Fa waswasa ilaihisy syaithoonu (lalu setan telah membisikkan kepadanya) qoola yaa aadamu hal adulluka 'alaa syajarotil khuldi wa mulkin laa yablaa (dia telah berkata "Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kamu atas Syajarotil Khuld (pohon keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?")

Tafsir Ibn Katsir: Setan iri kepada Adam, menyusun tipudaya, membisikkan dan menyarankan pengkhianatan, karena ingin menghilangkan nikmat dan pakaian indah Adam.

Atsar Qotadah: Setan bersumpah "Demi Allah, aku diciptakan sebelum kalian, maka aku lebih tahu dari kalian, maka ikuti aku, aku akan menunjukkan kalian"

Atsar Al Hasan & Qotadah: setan menjebak Adam dan Hawwak untuk mendekati pohon terlarang.

Menurut Taurot (kisah isroiliyah), Iblis bersembunyi dalam mulut ular lalu masuk surga.

Fa akhrojahumaa mimmaa kaana fiihi

Tafsir Ibn Katsir: yaitu pakaian, tempat tinggal yang luas, rizki yang menyenangkan.

Al A’roof 22: Wa dallaahumaa bi ghuruurin (Dan dia (setan) membujuk mereka berdua dengan tipudaya). Fa lammaa dzaaqosy syajarota badat lahumaa sau-aatuhumaa wa thofiqoo (lalu saat mereka berdua merasakan pohon tersebut, tampaklah bagi keduanya kemaluan mereka berdua dan keduanya mulai menutupi atas mereka berdua dari daun surga. Dan Tuhan mereka berdua memanggil keduanya, “Bukankah telah Aku cegah kalian berdua dari pohon itu dan telah Aku katakan pada kalian berdua sesungguhnya setan itu musuh yg nyata bagi kalian berdua.

Hadits Ibnu Abi Hatim: dari Ubay bin Ka'b: dari Rosululloh: Innallaha kholaqo aadama rojulan thuwaalan katsiiron sya’rir roksi (sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam sebagai lelaki yang tinggi yang rambut kepalanya banyak) ka-annahu nakhlatun sahuuqun (seperti pohon kurma yang bercabang-cabang) fa lammaa dzaaqosy syajarota saqotho ‘anhu li baasuhu (maka saat dia telah merasakan pohon itu, pakaiannya jatuh) fa awwalu maa badaa minhu ‘aurotuhu (lalu apa yang pertama nampak darinya adalah aurotnya) fa lammaa nadhoro ilaa ‘aurotihi ja’ala yasytaddu fil jannati (lalu saat dia telah melihat aurotnya, dia melarikan diri dalam surga) fa akhodzat sya’rohu syajarotun fa naaza ‘ahaa (lalu rambutnya pohon itu menangkap rambutnya, lalu dia membebaskan diri) fa naadaahur rohman: yaa aadamu minnii tafirru (lalu Ar-Rohman memanggilnya "Wahai Adam, kamu lari dariku.") Fa lammaa sami’a kalaamar rohmani qoola: yaa robbi laa wa lakinis tihyaak (lalu saat dia telah mendengar perkataan Ar-Rohman, dia berkata "Wahai Robb, tidak, tapi aku malu).

Adam tinggal di surga selama 1 jam

Hadis shohih Muslim dan Nasa-i: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Khoiru yaumin thola’at fiihisy syamsu yaumul jumu’ati (hari terbaik yang matahari terbit di dalamnya adalah Jumat) fiihi khuliqo aadamu wa fiihi udkhilal jannata wa fiihi ukhrija minhaa (Adam diciptakan di dalamnya (di hari Jumat), dan dia dimasukkan surga di dalamnya (di hari Jumat), dan dia dikeluarkan darinya (dari surga) di dalamnya (di hari Jumat)).

Hadits shohih Al-Hakim: dari Ibnu Abbas: dari Rosululloh: Adam diizinkan tinggal di surga selama antara waktu sholat Ashr sampai matahari tenggelam.

Wa qulnah bithuu

Atsar Ibnu Abi Hatim: dari Ibn 'Abbas: Allah menurunkan Adam ke bumi ke daerah bernama Dahna, antara Mekah dan Tho'if.

Atsar Ibnu Abi Hatim: dari Al-Hasan Al-Bashri: Adam diturunkan di India, Hawwak diturunkan di Jeddah, Iblis diturunkan di Dustumaisan, beberapa mil dari Basra. Ular dikirim ke Asbahan.

Wa lakum fil ardli mustaqorrun wa mataa’un ilaa hiinin

Tafsir Ibn Katsir: yaitu tempat tinggal, rizqi, dan hidup yang terbatas, sampai datangnya hari kiamat.

Sabtu, 24 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 35

AYAT 35: Wa qulnaa yaa aadamus kun anta wa zaujukal jannata wa kulaa minhaa roghodan haitsu syiktumaa. Wa laa taqrobaa haadzihisy syajarota fa takuunaa minadh dhoolimiina

I'rob


  • Wa = dan
  • Qoola = He said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami telah berkata (fi'l ma-dlii = past tense) → *kami* di sini adalah mutakallim muadhdhim lii nafsihi ("aku", sambil mengagungkan dirinya sendiri), yaitu Allah (dilihat dari konteksnya)
  • Yaa = O/wahai
  • Sakana = he was quiet/he inhabited/dia telah tenang/dia telah mendiami → iskun = (you) inhabit!/(kamu) berdiamlah (fi'l 'amr = kata kerja perintah) → iskun adalah kata kerja perintah yang ditujukan kepada "kamu" → maka, wa zaujukal bukan sebagai orang yang dituju oleh iskun, tapi wa disini berfungsi sebagai "additionally" atau "begitu pula".
  • Anta = you/kamu
  • Zaujun = a mate/seorang pasangan → Azwaajun = bentuk jamaknya/mates
  • Ka = you/kamu
  • Jannatun = a garden/sebuah kebun (tunggal, pakai tak marbuthoh) → jinaanun/jannaatun = gardens (jamak, pakai tak taknis) → al-jannatu = THE garden (definit tunggal) → al-jannatu manshub jadi al-jannata, berarti al-jannata adalah maf'ul (objek) kedua dari iskun, setelah anta
  • Akala = he ate/dia telah makan → kulaa = (both of you) eat!/makanlah kalian berdua (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Min = dari
  • Haa = her/dia → yaitu surga (surga berjenis kelamin perempuan)
  • Roghida = he abounded in good thing/dia telah puas → roghodan = in abundance/sepuasnya → maf'ul (objek) mutlak, sehingga harus berakhiran "an"
  • Haitsu = dimanapun/kapanpun → bisa bermakna dlorof makan (keterangan tempat)/zaman (keterangan waktu)
  • Syaa-a = he willed/dia telah menghendaki → syiktumaa = both of you willed/kalian berdua telah menghendaki (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Wa = but/tapi --> karena bertentangan dengan kalimat sebelumnya.
  • Laa → Laa nahiyah (larangan)
  • Qoruba = he approached/dia telah mendekati → Laa taqrobaa = both of you don't approach!/kalian berdua jangan mendekati (fi'l nahiyah)
  • Haadzihi = this (female)/ini (perempuan) → yaitu syajaroh
  • Syajarotun = a tree/sebuah pohon → Asy-syajarotu = bentuk definitnya/THE tree → haadzihisy syajarotu manshub jadi haadzihisy syajarota, berarti haadzihisy syajarota adalah maf'ul (objek) dari laa taqrobaa.
  • Fa = lalu
  • Takuuna = both of you are --> kaana present tense, dengan ism kaana "kalian berdua" dan khobar kaana minadh-dhoolimiina
  • Min = from/tergolong → adh-dhoolimiina berawalan huruf vokal, sehingga min berubah menjadi mina.
  • Dholamu = he did wrong/dia telah dholim → adh-dhoolimu = a wrongdoer/orang dholim → adh-dhoolimuuna = bentuk jamaknya/wrongdoers → min adalah preposisi, maka adh-dhoolimuuna majrur jadi adh-dhoolimiina.

Wa qulnaa yaa aadamus kun anta wa zaujukal jannata wa kulaa minhaa roghodan haitsu syiktumaa. Wa laa taqrobaa haadzihisy syajarota fa takuunaa minadh dhoolimiin

Inggris: And *We* said "O Adam, inhabit you, as well as your wife (in) THE garden! And both of you eat from her (the garden) comfortably/in abundance wherever/whenever both of you willed! But both of you don't approach this tree! Then both of you are from wrongdoers
Indonesia: Dan *Kami* berkata "Wahai Adam, tinggallah kamu dan istrimu (di) kebun tersebut! Dan makanlah kalian berdua darinya (surga) sepuasnya dimanapun/kapanpun kalian berdua mau, tapi kalian berdua jangan mendekati pohon ini, lalu kalian berdua adalah tergolong mereka yang dholim."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Allah memuliakan Adam dengan menyuruh para malaikat bersujud kepada Adam, lalu mereka menurut kecuali iblis, lalu iblis diusir. Lalu Allah mengizinkan Adam tinggal dimanapun dan makan apapun yang dia ingin di surga.

Wa qulnaa yaa aadamus kun anta wa zaujukal jannata

Hadits Ibn Marduwyah: dari Abu Dhorr: Aku bertanya, "Ya Rosululloh, apakah Adam seorang Nabi?", Rosululloh berkata: Na'am, nabiyyan rosuulan kallamahullahu qubulan (Ya, dia adalah seorang nabi dan seorang rosul yang Allah berbicara-langsung padanya).

Tafsir Muhammad bin Ishaq: dari Taurot dan Ibn Abbas: setelah mengutuk iblis, Allah mengajarkan Adam nama-nama semuanya kepada para malaikat. Lalu Adam tertidur dan Allah mengambil salah satu rusuk kiri Adam, lalu menjadikan daging tumbuh di tempat itu saat Adam masih tidur. Lalu Allah menciptakan Hawwak dari rusuknya dan membuatnya seorang wanita, agar Adam tenang bersamanya. Saat Adam bangun dan melihat Hawwak di sebelahnya, Adam berkata "darah dan dagingku, istriku", lalu Adam bersandar kepada Hawwak. Lalu Allah mengawinkan mereka dan berkata seperti ayat ini.

Wa laa taqrobaa haadzihisy syajarota

Tafsir Ibnu Jarir: Allah melarang Adam dan Hawwak makan dari pohon tertentu di surga, tapi mereka memakannya. Nama pohon tidak disebutkan di Qur-an maupun hadis shohih.

Kamis, 22 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 34

AYAT 34: Wa idz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa, abaa wastakbaro. Wa kaana minal kaafiriina.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat → idz membuat klausa setelahnya harus past tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata → Qulnaa = we said/kami telah berkata
  • Lii = to/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki → Malakun = an angel/seorang malaikat → al-malaa-ikatu = bentuk definit jamaknya/THE angelS
  • Sajada = he prostrated/dia telah bersujud → Isjuduu = (You-all) prostrate!/(kalian) sujud! (fi'l 'amr = kata kerja perintah) → sajaduu = they prostrated/mereka telah bersujud (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Illaa = except/kecuali → Illaa membuat ibliisu manshub jadi ibliisa. Perhatikan disini, iblis adalah nama (proper name), bukan "golongan".
  • Abaa = he refused/dia telah enggan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Kaburo = he was superior/dia telah besar → istakbaro (wazan 10: berpikir bahwa "kaburo" seharusnya terjadi) = he felt superior/dia telah merasa besar
  • Kaana = he was → ism kaana = "dia", khobar kaana = minal kaafiriin
  • Min = from/dari --> al-kaafiriina berawalan vokal, maka min jadi mina
  • Kafaro = dia telah ingkar → kafarun = orang yang ingkar → al-kaafiruuna = bentuk jamak sekaligus definitnya (THE disbelievers)
Wa idz qulnaa lil malaa-ikatis juduu lii aadama, fa sajaduu illaa ibliis, abaa wastakbaro, wa kaana minal kaafiriina

Inggris: And when *We* said to THE angels, "Prostrate to Adam!" then they prostrated but Iblis, he refused and he felt superior, and he WAS from THE disbelievers.
Indonesia: Dan saat *Kami* telah berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kepada Adam!" Lalu mereka telah bersujud kecuali Iblis. Dia telah enggan dan dia telah merasa besar (takabur). Dan dia adalah dari orang-orang yang tidak percaya.

Wa idz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama

Tafsir Ibn Katsir: Allah menghargai/memuliakan Adam, dan mengingatkan keturunan Adam tentang kisah ini. Allah menyuruh para malaikat bersujud di depan Adam.

Atsar Qotadah: Sujud kepada Adam bukan berarti beribadah kepada Adam. Beribadah kepada Allah, bersujud kepada Adam. Allah menyuruh para malaikat menyembah Adam karena Allah menghormati/memuliakan Adam.

Yusuf 100: Wa rofa'a abawaihi 'alal 'arsyi (Dan dia (Yusuf) telah menaikkan dua orangtuanya ke singgasana) wa khorruu lahu sujjadan (dan mereka telah jatuh di depannya secara bersujud) wa qoola yaa abati haadzaa takwiilu rukyaaya min qoblu qod ja'alahaa robbii haqqon (dan dia telah berkata, "Wahai ayahku, ini adalah takwil (interpretasi) mimpiku yang sebelumnya, sungguh Robbku telah menjadikannya kebenaran)."

Hadits hasan Abu Dawud, Alhakim, Tirmidzi:
Saat Qois bin Sa'd datang kepada Rosululloh, dia berkata "Aku pergi ke Al Hiroh dan melihat mereka bersujud di depan aturan mereka, lalu aku berkata Engkau adalah yang paling berhak disujudi." Dia berkata "Katakan padaku, kalau kamu melewati kuburanku, maukah kamu bersujud di depannya?" Aku berkata "Tidak". Dia lalu berkata "Jangan lakukan itu. Lau kuntu aamiron basyaron an yasjuda li basyarin (seandainya aku menyuruh seseorang bersujud di depan yang lain) la amartul mar-ata an tasjuda li zaujihaa min 'idhomi haqqihi 'alaiha (niscaya aku menyuruh para perempuan untuk bersujud kepada suami mereka dikarenakan hak khusus yang diberikan (oleh Allah) kepada mereka (para suami)).

Fa sajaduu illaa ibliis, abaa wastakbaro, wa kaana minal kaafiriin

Al Kahfi 50: Wa idzaa qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa (dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!", maka mereka telah bersujud kecuali Iblis) kaana minal jinni fa fasaqo 'an amri robbihi (dia adalah dari (golongan) jin, lalu dia telah durhaka atas perintah Robbnya) a fatattakhidzuunahu wa dzurriyyatahu auliyaa-a min duunii (maka apakah kalian mengambil dia dan keturunannya (sebagai) pemimpin dari selainKu) wa hum lakum 'aduwwun (padahal mereka adalah musuh bagi kalian?) biksa lidh dhoolimiina badalan (sangat buruklah sebagai pengganti bagi orang2 dholim/aniaya)

Atsar Qotadah: Iblis iri kepada Adam karena dimuliakan Allah. Iblis berkata "aku diciptakan dari api dan dia diciptakan dari tanah liat." Maka, kesalahan iblis adalah "arogan".

Shohih Muslim dan Imam Ahmad: dari 'Aisyah: dari Rosululloh: Khuliqotil malaa-ikatu min nuurin (malaikat telah diciptakan dari suatu cahaya), wa khuliqo ibliisu min maarijin min naarin (dan iblis telah diciptakan dari suatu api tanpa asap) wa khuliqo aadamu mimmaa wu-shifa lakum (dan Adam telah diciptakan dari apa yang telah diceritakan kepada kalian)

Ar Rohmaan 14-15: Kholaqol insaana min sholshoolin kal fakhkhoor (Dia telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah kering seperti tembikar) Wa kholaqol jaanna min maarijin min naari (dan Dia telah menciptakan jin dari nyala (tanpa asap) dari api)

Shood 76: Qoola anaa khoirun minhu, kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiin (dia (iblis) telah berkata, "aku lebih baik dari dia, aku telah diciptakan Engkau dari api dan dia telah diciptakan Engkau dari tanah)

Tafsir Ibn Katsir: Iblis juga diperintahkan untuk sujud di depan Adam, meskipun Iblis bukan malaikat. Meskipun iblis bukan malaikat, dia mencoba meniru perilaku dan perbuatan malaikat, sehingga juga disuruh menyembah Adam. Iblis dikutuk Allah karena tidak mau sujud kepada Adam. Alasan iblis adalah karena merasa api lebih baik daripada tanah liat, sehingga Allah mengusirnya, mempermalukannya, menjauhkannya dari rahmat. Iblis mensimbolkan Ablasa min Ar Rohmah (tidak ada harapan untuk mendapat rahmat)

Atsar Muhammad bin Ishaq: dari Ibn Abbas: Sebelum mengambil jalan dosa, Iblis adalah golongan malaikat, dinamakan 'Azazil. Dia penghuni bumi dan ahli ibadah yang paling tekun dan berilmu di antara malaikat lain. Tapi perintah ini membuatnya arogan. Iblis adalah dari bangsa jin.

Atsar shohih Ibn Jarir: dari Al Hasan Al Bashri: Iblis sama sekali bukan malaikat, tapi dari bangsa jin, seperti Adam dari bangsa manusia".

Al Hijr 28-42: Wal jaanna kholaqnaahu min qoblu min naaris samuumi (dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya (sebelum manusia) dari api yang sangat panas) Wa idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii kholiqun basyaron min sholshoolin min hama-in masnuunin (Dan (ingatlah) saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku telah adalah pencipta manusia dari sholshoolun (tanah liat kering), dari lumpur hitam yang dibentuk) Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhii fa qo'uu lahu saajidiina (lalu saat Aku menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dengan ruhKu, maka tunduklah kalian kepadanya secara bersujud") Fa sajadal malaa-ikatu kulluhum ajma'uuna (Maka para malaikat bersujud setiap mereka secara berjamaah) Illaa ibliisa abaa an yakuuna ma'as saajidiina (kecuali iblis, dia telah enggan untuk bersama-sama mereka yang bersujud) Qoola yaa ibliisu maa laka allaa takuuna ma'as saajidiina (Dia telah berkata "Wahai iblis, kenapa kamu tidak bersama-sama mereka yang bersujud?") Qoola lam akun li asjuda li basyarin kholaqtahu min sholshoolin min hamaa-i masnuunin (Dia berkata "Aku takkan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk") Qoola fakhruj minhaa fa innaka rojiimun (Dia berkata "Keluarlah darinya (surga) maka sesungguhnya kamu adalah terkutuk) Wa inna 'alaikal la'nata ilaa yaumid diini (dan sesungguhnya laknat atasmu adalah sampai hari kiamat) Qoola robbi fa andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia berkata "Robb, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola fa innaka minal mundhoriina (Dia berkata, maka sesungguhnya kamu adalah tergolong yang ditangguhkan) Ilaa yaumil waqtil ma'luumi (sampai hari yang waktunya telah ditentukan) Qoola robbi bimaa aghwaitanii la uzayyinanna lahum fil ardli wa la ughwiyannahum ajma'iina (Dia berkata "Robb, karena Engkau telah menyesatkanku, niscaya aku memperindah (maksiat) kepada mereka di bumi dan niscaya aku sesatkan mereka berjamaah) Illaa 'ibaadaka min humul mukhlashiina (kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas (menaati perintah dan menjauhi larangan)) Qoola haadzaa shiroothun 'alayya mustaqiimun (Dia berkata ini adalah jalan atasKu yang lurus) Inna 'ibaadii laisa laka 'alaihim sulthoonun illaa manit taba'aka minal ghoowiina (sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu atas hamba-hambaKu kecuali barangsiapa yang mengikutimu dari orang-orang yang sesat) Wa inna jahannama lamau'iduhum ajma'iina (dan sesungguhnya jahanam niscaya dijanjikan (kepada) mereka secara berjamaah)

Shood 71-85: Idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii khooliqun basyaron min thiinin ((Ingatlah) saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah pencipta manusia dari tanah) Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhii fa qo'uu lahu saajidiina (maka saat Aku menyempurnakannya dan Aku meniupkannya ke dalamnya dengan ruhKu, maka tunduklah kalian secara bersujud") Fa sajadal malaa-ikatu kulluhum ajma'uuna (maka malaikat telah bersujud setiap mereka secara berjamaah) Illaa iblisa, istakbaro wa kaana minal kaafiriina (kecuali iblis, dia telah takabur dan dia tergolong mereka yang kafir) Qoola yaa ibliisu maa mana'aka an tasjuda li maa kholaqtu bi yadayya, astakbarta am kunta minal 'aaliina (Dia telah berkata "Wahai iblis, apa yang mencegahmu untuk kamu bersujud kepada apa yang Aku telah ciptakan dengan tanganKu? Apakah kamu takabur atau kamu tergolong mereka yang lebih tinggi?) Qoola anaa khoirun minhu kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiinin (Dia telah berkata "Aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api dan Engkau telah menciptakannya dari tanah") Qoola fakhruj minhaa fa innaka rojiimun (Dia telah berkata "Keluarlah darinya (surga) maka sesungguhnya kamu adalah terkutuk) Wa inna 'alaika la'natii ilaa yaumid diini (dan sesungguhnya laknat atasmu adalah sampai hari kiamat) Qoola robbi fa andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia telah berkata "Robb, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola fa innaka minal mundhoriina (Dia telah berkata "Maka sesungguhnya kamu tergolong mereka yang ditangguhkan") Ilaa yaumil waqtil ma'luum (sampai hari yang waktunya telah ditentukan) Qoola fa bi'izzatika la ughwiyannahum ajma'iina (Dia telah berkata maka demi kemuliaanMu niscaya aku akan menyesatkan mereka secara berjamaah) Illaa 'ibaadaka min humul mukhlashiina (kecuali hamba-hambaMu dari mereka yang ikhlas) Qoola fal haqqu, wal haqqo aquulu (Dia telah berkata "Maka kebenaran, dan kebenaran adalah yang Aku katakan) La amla-anna jahannama minka wa mimman tabi'aka minhum ajma'iina (niscaya Aku akan memenuhi jahanam darimu dan dari barangsiapa yang mengikutimu dari mereka secara berjamaah)

Al A’roof 11-16: Wa laqod kholaqnakumtsumma showwarnakum tsumma qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa iblisa lam yakun minas sajidiina (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian lalu Kami telah membentuk kalian lalu Kami telah berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam" maka mereka telah bersujud kecuali Iblis, dia tidak termasuk mereka yg bersujud). Qoola maa mana'aka allaa tasjuda idz amartuka (Dia telah berkata "Apa yang mencegahmu untuk tidak sujud saat Aku telah menyuruhmu?") Qoola anaa khoirun minhu, kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiinin (Dia telah berkata aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api dan Engkau telah menciptakannya dari tanah) Qoola fahbith minhaa famaa yakuunu laka an tatakabbaro fiihaa fakhruj innaka minash shooghiriina (Dia telah berkata "Maka turunlah kamu darinya (surga) maka tidaklah (pantas) bagimu untuk kamu takabur di dalamnya, maka keluarlah kamu, sesungguhnya kamu tergolong mereka yang kecil/hina") Qoola andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia telah berkata "Tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola innaka minal mundhoriina (Dia telah berkata "Sesungguhnya kamu adalah dari mereka yang ditangguhkan") Qoola fa bimaa aghwaitanii la aq'udanna lahum shiroothokal mustaqiima (Dia telah berkata "maka karena Engkau menyesatkan aku, niscaya aku menghalangi bagi mereka jalanMu yang lurus")

Al Isroo 61: Wa idz qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa iblisa qoola a asjudu li man kholaqta thiinan (dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada para malaikat "Sujudlah kepada Adam, maka mereka telah bersujud kecuali iblis, dia berkata "Apakah aku bersujud kepada barangsiapa yang Engkau ciptakan dari tanah?") Qoola aro-aitaka haadzal ladzii karromta 'alayya la in akhkhortani ilaa yaumil qiyaamati la ahtanikanna dzurriyyatahu illaa qoliilan (dia telah berkata "Jelaskan (kepada) aku, (kenapa makhluk) ini adalah yang Engkau muliakan atasku? Niscaya jika Engkau menangguhkanku sampai hari kiamat, niscaya aku akan menyesatkan keturunannya kecuali sedikit).

Sabtu, 17 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 33

AYAT 33: Qoola yaa aadamu anbikhum bi asmaa-ihim. Fa lammaa anba-ahum bi asmaa-ihim, qoola a lam aqul lakum innii a’lamu ghoibas samaawaati wal ardl. Wa a’lamu maa tubduuna wamaa kuntum taktumuun.

I'rob

  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Yaa = O/wahai
  • Naba-a = he informed/dia telah mengabarkan → Anba-a (wazan 4: causative) = he made informed --> anbik = (you) inform! (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Hum = them/mereka
  • Bi = with/dengan
  • Asmaa-un = names/nama-nama → Bi adalah preposisi, maka asmaa-un majrur jadi asmaa-in → asmaa-in hilang tanwin jadi asmaa-i, dan setelahnya ada hum yang majrur jadi him, menandakan bahwa hum adalah mudlof ilaih (pemilik) dari asmaa-in.
  • Lammaa = when/saat
  • A = apakah
  • Lam → lam nafiyah (negasi) → maka aqoola (wazan dari qoola) harus jazm jadi aqul.
  • La = bagi
  • Kum = kalian
  • Inna = verily/sesungguhnya → Innii = Inna + yy artinya "aku"
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → a'lamu = knower/knowest (ism tafdlil = lebih/paling)
  • Ghoibun = an unseen/sesuatu yang ghoib
  • Samaa-un = a sky/sebuah langit → samaawaatu/samawaatu = bentuk jamaknya/skies → as-samaawaatu = THE skies (bentuk definitnya)
  • Wa = dan
  • Al-ardlu = THE earth
  • Badaa = he revealed/dia telah nyata → tubduuna = you-all reveal/kalian menyatakan (fi'l mudloorik = present tense)
  • Kuntum = you-all were --> kaana, mengandung subjek "kalian" → "kalian" adalah ism kaana, taktumuuna adalah khobar kaana.
  • Katama = he concealed/dia telah menyembunyikan → taktumuuna = you-all conceal/kalian menyembunyikan (fi'l mudloorik) --> kuntum membuat klausa setelahnya jadi past-tense, sehingga taktumuuna (meskipun present tense) harus berubah jadi past tense = you-all concealed.

Qoola yaa aadamu anbikhum bi asmaa-ihim. Fa lammaa anba-ahum bi asmaa-ihim, qoola a lam aqul lakum innii a'lamu ghoibas samaawaati wal ardli, wa a'lamu maa tubduuna wa maa kuntum taktumuuna

Inggris: He said "O Adam, inform them with their names!" Then, when he informed them with their names, He said, "Haven't I said to you, verily I'm more knowledgeable about an unseen of THE skies and THE earth?" And He is most knowledgeable about what you-all reveal and what you-all concealed
Indonesia: Dia telah berkata "Wahai Adam, kabarkan mereka dengan nama-nama mereka!" Lalu saat dia telah memberitahu mereka dengan nama-nama mereka, Dia berkata "Bukankah aku sudah berkata, sesungguhnya Aku lebih tahu sesuatu yang ghoib dari langit dan bumi?" Dan Dia paling tahu apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian telah sembunyikan.

Qoola yaa aadamu anbikhum bi asmaa-ihim

Atsar Zaid bin Aslam: Adam berkata kamu adalah Jibril, kamu Mikail, kamu Isrofil, sampai menyebut burung gagak".

Atsar Mujahid, Sa'id bin Jubair, Al Hasan, Qotadah: merpati, burung gagak, dan semuanya.

Fa lammaa anba-ahum bi asmaa-ihim, qoola a lam aqul lakum innii a’lamu ghoibas samaawaati wal ardl

Tafsir Ibn Katsir: Setelah kelebihan Adam diperlihatkan pada para malaikat, Allah berkata kepada mereka "Aku tahu hal yang nampak dan yang tidak nampak".

Wa a’lamu maa tubduuna wamaa kuntum taktumuun

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibnu Abbas: Allah tahu rahasia-rahasia, sebagaimana Allah tahu hal yang terang-terangan, seperti apa yang iblis sembunyikan dalam hatinya.

Atsar Abu Ja’far Arrozi: dari Arrobi’ bin Anas: Kuntum taktumuuna adalah pertanyaan malaikat "Apakah Engkau akan menciptakan kholifah yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Maa tubduuna adalah dalam hati malaikat "kami lebih tahu banyak daripada ciptaan yang Allah akan buat".

Thoohaa 7: Wa in tajhar bil qouli (dan kalau kamu keras dengan kata-katamu (doa teriak-teriak)), fa innahu ya'lamus sirro wa akhfaa (maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi).

Tafsir Ibn Katsir: Rahasia adalah apa yang disembunyikan tiap manusia dalam hatinya. Yang lebih tersembunyi adalah perbuatan manusia yang disembunyikan Allah sebelum mereka melakukannya.

An Naml 25: Wa ya'lamu maa tukhfuuna wa maa tu'linuuna (dan Dia tahu apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan)

Atsar 'Ali bin Abi Tholhah: dari Ibn Abbas: Allah tahu apa yang hambaNya katakan dan lakukan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Jumat, 16 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 31-32

AYAT 31: Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati fa qoola anbi-uunii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiina

I'rob

  • Wa = dan
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'allama (wazan 2: causative) = he taught/dia telah mengajarkan
  • Aadam manshub (berakhiran "a") → berarti berposisi sebagai maf'ul (objek) dari 'allama.
  • Ismun = a name/sebuah nama → asmaa-un = bentuk jamaknya/names → al-asmaa-u = THE names (definit jamak) → al-asmaa-u manshub menjadi Al-asmaa-a → berarti berposisi sebagai maf'ul (objek) kedua dari 'allama.
  • Kullun = every/setiap
  • Haa = her/dia → Kullun + haa = Kullahaa → berarti kullun adalah mudlof, haa adalah mudlof ilaih, sehingga kullun menghilangkan tanwin jadi kullu, dan kullu menjadi kulla karena posisinya sebagai Haal (kata keterangan) → sehingga, al-asmaa-a kullahaa (nama-nama, setiapnya) diterjemahkan sebagai semua nama.
  • Tsumma = then/lalu
  • 'Arodlo = he showed/dia telah memperlihatkan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Hum = them/mereka
  • 'Alaa = upon/atas
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki → malakun = an angel/seorang malaikat → al-malaa-ikatu = THE angels (jamak definit) → 'alaa adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Fa = then/lalu
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Naba-a = he informed/dia telah memberitahu → Anbi-uu = (you all) inform! (fi'l amr = kata kerja perintah) → "kalian" = para malaikat
  • -Nii = me/aku
  • Bi = with/dengan → bi adalah preposisi, maka asmaa-un majrur jadi asmaa-in
  • Haa-ulaa-i = these/ini semua → Asmaa-in jadi asmaa-i, lalu ada haa-ulaa-i, berarti haa-ulaa-i adalah mudlof ilaih dari asmaa-i → maka, asmaa-i haa-ulaa-i diterjemahkan dengan menambahkan kata OF: names OF these.
  • In = if/jika
  • Kuntum = you-all were --> yaitu kaana dengan ism kaana "kalian" dan khobar kaana shoodiqiina.
  • Shodaqo = he was truthful → shoodiqun = truthful person (ism fa'il = pelaku) → shoodiquuna = bentuk jamaknya/truthful people → shoodiquuna adalah khobar kaana, maka manshub jadi shoodiqiina.
Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati fa qoola anbi-uunii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiina

Inggris: And He taught Adam THE names of everything, then He showed them to THE angels, then He said "(You-all) inform me with the names of these if you are truthful people!"
Indonesia: Dan Dia telah mengajarkan Adam nama-nama setiapnya, lalu dia telah memperlihatkan mereka kepada para malaikat, lalu Dia berkata "Kalian beritahu Aku nama-nama ini semua, jika kalian adalah orang-orang yang benar!"

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di ayat ini Allah menyatakan Adam lebih mulia daripada para malaikat, karena Dia mengajarkan Adam nama-nama semuanya, bukan kepada para malaikat. Ayat ini juga untuk memberi tahu para malaikat bahwa Dia tahu apa yang tidak mereka tahu.

Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa

Atsar Ibn 'Abbas: yaitu nama segala benda, dzat, sifat, dan af'alnya (perbuatannya).

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: Nama yang dipakai orang, seperti: manusia, hewan, langit, bumi, tanah, laut, kuda, keledai, dll, termasuk nama spesies lain.

Atsar Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir: dari 'Asim bin Kulaib: dari Sa'id bin Ma'bad: Ibnu Abbas pernah ditanya "Apakah Allah mengajarkannya nama-nama piring dan bejana?", dia menjawab "Ya, bahkan istilah-istilah untuk buang angin".

Hadits shohih Bukhori, Muslim, An Nasa-i dan Ibnu Majah: dari Anas bin Malik: dari Rosululloh: Yajtami'ul mukminuuna yaumal qiyaamati, fa yaquuluuna (orang-orang beriman (akan) berkumpul pada hari kiamat lalu mereka berkata) lawis tasyfa'naa ilar robbinaa ("Kita harus mencari syafaat kepada Rabb kita") fa yaktuunaa adama fa yaquuluuna (lalu mereka mendatangi Adam lalu mereka berkata) anta abunnaasi kholaqokalloohu baidihi wa asjada laka malaa-ikatahu wa 'allamaka asmaa-a kulli syai-in ("Kamu adalah ayah dari manusia, Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan para malaikatNya telah bersujud kepadamu dan Dia telah mengajarkanmu nama-nama setiap sesuatu") fasyfa' lanaa 'inda robbika, hattaa yuriihanaa min makaaninaa haadzaa (maka berilah syafaat bagi kami di sisi Robbmu, sehingga Dia membebaskan kami dari tempat kami ini") fa yaquulu lastu hunaa kum wa yadzkuru dzanbahu (lalu dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian" dan dia mengingat dosa-dosanya) fa yastahyiktuu nuuhan fa innahu awwalu rosuulin ba'atsahulloohu ilaa ahlil ardl (lalu dia malu "Pergilah (ke) Nuh, karena sesungguhnya dia rosul Allah pertama yang dikirim untuk orang-orang bumi") fa yaktuunahu fa yaquulu lastu hunnaa kum wa yadzkuru su-aalahu robbahu maa laisa lahu bihi 'ilmun (lalu mereka pergi ke dia lalu dia berkata, "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian", dan dia teringat meminta Allah apa yang dia tidak punya ilmunya) fa yastahyii fa yaquulu iktuu kholiilar rohmaan (lalu dia malu lalu dia berkata "Pergilah (ke) Kholil (kekasih) Ar-Rohman") fa yaktuunahu fa yaquulu lastu hunaa kum (lalu mereka pergi ke dia dan dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian") fa yaquuluktuu muusaa 'abdan kallamahulloohu wa a'thoohut taurooh (lalu dia berkata, "Pergilah (ke) Musa, seorang hamba yang Allah berbicara kepadanya dan Dia memberinya Tauroh") fa yaquulu lastu hunaa kum fa yadzkuru qotlan nafsi bi ghoiri nafsin fa yastahyii min robbihi (lalu dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian", lalu dia teringat dia telah membunuh seseorang tanpa justifikasi lalu dia malu dengan Robbnya) fa yaquuluktuu iisaa 'abdalloohi wa rosuulahu wa kalimataloohi wa ruuhahu, fa yaktuunahu (lalu dia berkata, "Pergilah (ke) Isa, hamba Allah dan rasulNya dan firman Allah dan ruhNya" lalu mereka pergi ke dia) fa yaquulu lastu hunaa kum, iktuu muhammadan 'abdan ghufiro lahu maa taqoddam min dzanbi wa maa ta-akhkhor (lalu dia berkata, "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian. Pergilah (ke) Muhammad, hamba yang diampuni dosa masalalunya dan yang di masa depannya.") fa yaktuunii fa antholiqu hattaa astakdzina 'alaa robbii fa yakdzanu lii (lalu mereka mendatangiku lalu aku pergi sehingga aku minta izin kepada Robbku lalu Dia mengizinkan kepadaku) fa idzaa ro-aitu robbii waqo'tu saajidan fa yada'unii maasyaa-alloohu (lalu saat aku melihat Robbku, aku bersujud lalu Allah mengizinkanku (bersujud) sampai kapan yang Allah kehendaki) tsumma yaquulurfa' roksaka wasal tu'thoh waqul yusma' wasyfa' tusyaffa' (lalu Dia berkata, "Angkat kepalamu, karena kamu diberikan apa yang kamu minta, dan berilah syafa'at karena syafa'atmu diterima.") fa arfa'u roksii fa ahmaduhu bi tahmiidin yu'allimuniihi (maka aku mengangkat kepala lalu memujinya dengan tahmid (pujian) yang Dia ajarkanku) tsumma asyfa'u fa yuhaddu lii haddan fa udkhiluhumul jannata (lalu aku memberi syafa'at lalu Dia membatasinya lalu Dia memasukkan mereka ke surga) tsumma a'uudu ilaihi fa idzaa ro-aitu robbii mitslahu tsumma asyfa'u fa yuhaddu lii haddan fa udkhiluhumul jannah (lalu aku kembali kepadaNya lalu saat aku melihat Robbku seperti itu) tsumma a'uuduts tsaalitsata tsumma a'uudur roobi'ata (lalu aku kembali ketiga (kalinya) lalu aku kembali keempat (kalinya)) fa aquulu maa baqiya fin naari ilaa man habasahul qur-aanu wa wajaba 'alaihil khuluud (lalu aku berkata "Tidak ada yang tersisa dalam neraka kecuali yang Qur-an telah memenjarakannya dan mereka kekal di dalamnya")

Tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati

Atsar 'Abdurrozzaq: dari Ma'mar: dari Qotadah: Allah memperlihatkan benda-benda atau makhluk-makhlukNya di depan para malaikat.

In kuntum shoodiqiin

Tafsir Ibn Katsir: Allah berkata: Katakan padaku nama benda-benda ini, wahai para malaikat yang berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya orang-orang yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Kalau kamu berkata benar (bahwa kalau aku menunjuk kholifah dari bukan kalangan malaikat ke bumi, mereka akan tidak taat kepadaKu, berbuat kerusakan, menumpahkan darah), maka Aku akan menjadikan kalian khalifah yang selalu menaatiKu, mengikuti perintahKu, selalu mengagungkanKu. Tapi karena kalian tidak tahu nama benda-benda ini, kalian tidak lebih tahu apa yang akan terjadi di bumi yang belum tercipta ini.

AYAT 32: Qooluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa. Innaka antal 'aliimul hakiimu

I'rob
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan → Subhaana = Glory/Mahasuci
  • Ka = you/kamu
  • 'Ilmun = knowledge/ilmu → Laa + kata benda nakiroh (indefinit) → berarti Laa = no, dan 'ilmun harus manshub dan hilang tanwin jadi 'ilma.
  • La = bagi
  • -naa = us/kami
  • Illaa = except/kecuali
  • Maa = what/apa yang (relative pronoun)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'allama (wazan 2: causative) = he taught/dia telah mengajarkan → 'allamta = you taught/kamu telah mengajarkan (fi'l ma-dlii)
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti ka adalah ism inna, al-'aliimul hakiimu adalah khobar inna → khobar inna harus marfu' (berakhiran u).
  • Anta = you/kamu → Anta sebagai dlorof fashl/penguat
  • Al-'aliimu = The Most Knowledgeable/Mahatahu
  • Al-Hakiimu = The Most Wise/Mahabijaksana
Qooluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa, innaka antal 'aliimul hakiimu

Inggris: They said "Glory (is to) you! no knowledge with us but what you taught us. Verily you are The Most Knowledgeable The Most Wise."
Indonesia: Mereka telah berkata "Mahasuci Engkau! Tiada ilmu bagi kami selain apa yang Engkau telah ajarkan kami. Sesungguhnya Engkau adalah Mahatahu Mahabijaksana."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat memuji kesucian dan kesempurnaan Allah, tidak punya kekurangan, tidak ada makhluk yang bisa mendapatkan ilmu sedikitpun kecuali atas izin Allah atau diajarkan oleh Allah. Allah Mahatahu, Mahabijaksana (keputusanNya) atas semua ciptaanNya.

Al Baqoroh ayat 30

Ayat 30-39 bercerita tentang penciptaan manusia dan sejarah Nabi Adam.

AYAT 30: Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa’ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a’lamu maa laa ta’lamuun.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat --> idz menandakan past tense, idzaa menandakan present tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Robb --> marfu' (berakhiran "u"), berarti subjek dari qoola
  • Ka = you/kamu
  • Li = unto/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki --> malakun = an angel/seorang malaikat --> malaa-ikatun = bentuk jamaknya/angels --> Al-malaaikatu = THE angels (bentuk definitnya) --> li adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Inna = verily/sesungguhnya --> akhiran -y (artinya aku) pada inna (sehingga menjadi innii), adalah ism inna, dan jaa'ilun adalah khobar inna --> di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> Jaa’ilun = maker/pencipta (ism fa'il = yang me-)
  • Fii = in/di dalam
  • Al-Ardlu = THE earth --> fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli.
  • Kholafa = he succeeded/dia telah menggantikan --> kholiifatun = a successor/seorang pengganti/seorang penerus --> Khulafaa-u = bentuk jamaknya/successors --> kholiifatun manshub (berakhiran "a"), berarti sebagai objek dari jaa'ilun --> harusnya ja'ala, tapi karena inna harus berupa ism inna dan khobar inna (mubtadak-khobar), maka kholiifatan adalah objeknya, seandainya berupa jumlah fi'liyah (kalimat berkata kerja).
  • Qoola = he said/dia telah berkata --> qooluu = they said/mereka telah berkata
  • A = apakah (merubah klausa berikutnya jadi kalimat tanya)
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> taj’alu = you make/kamu menjadikan (fi'l mudloorik = present tense)
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia
  • Man = who/barangsiapa yang
  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan--> yafsudu = yufsidu = he makes mischief/dia berbuat kerusakan (fi'l mudloorik)
  • Safaka = he spilled/dia telah menumpahkan --> yasfiku = he spills/dia menumpahkan (fi'l mudloorik)
  • Damiya = he blooded/dia telah berdarah --> dammaa = a blood/darah --> dimaa-un = bentuk jamaknya/bloods --> ad-dimaa-u = THE bloods (bentuk definitnya)
  • Wa --> multitafsir, ada yang menafsirkan "dan" (meskipun begitu), ada yang "padahal"
  • Nahnu = we/kami
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan --> nusabbihu = we glorify/kami memahasucikan (fi'l mudloorik) --> dipakai hanya untuk Allah, yaitu ucapan Subhaanalloh, berupa kekaguman terhadap Allah dan rasa humble yang ekstrim di hadapan Allah
  • Bi = dengan
  • Hamida = he praised/dia telah memuji --> Hamdun = a praise/sebuah pujian (ism mashdar = gerund)
  • Ka = you/kamu
  • Qoddasa = he holified/dia telah mengkuduskan --> nuqoddisu = we holify/kami mengkuduskan (fi'l mudloorik)
  • La = for/bagi
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Inna + y = innii --> akhiran -y berarti "aku", dan "aku" sebagai ism inna, a'lamu adalah khobar inna, dan di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Laa = laa nafiyah (negasi)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu --> A'lamu = more/most knowledgeable/lebih tahu/paling tahu(ism tafdlil = lebih/paling) --> ta'lamuuna = you-all know/kalian tahu (fi'l mudloorik) --> laa ta'lamuuna = you-all don't know/kalian tidak tahu
  • Maa = apa yang
Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa'ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a'lamu maa laa ta’lamuun

Inggris: And when your Lord said to THE angels "Verily I am a Maker of a successor in THE earth," we said "Do you make in her (the earth) he (a successor) who makes mischief in it and spill the bloods, whereas/and we glorify-with-a-praise You and we holify You?" He said "Verily, I am more knowledgeable (on) what you-all don't know."
Indonesia: Dan saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah seorang pencipta dari seorang kholifah di bumi", mereka berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya (bumi) dia (seorang kholifah) yang berbuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal/dan kami memahasucikan dengan pujian (kepada) Mu dan kami mengkuduskanMu?" Dia telah berkata "Sesungguhnya, Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di sini Allah menceritakan-ulang kebaikan Allah atas penciptaan Adam, memuliakan manusia di depan malaikat sebelum diciptakanNya.

Wa idz qoola robbuka lil malaaikati

Tafsir Ibn Katsir: Ini adalah perintah Allah kepada Muhammad untuk menceritakannya kepada umatnya.

Innii jaa’ilun fil ardli kholiifah

Kholifah = generasi

Tafsir Ibnu Katsir: kholifah adalah kaum yg menggantikan satu kaum lainnya, generasi demi generasi. Kholifah di ayat ini bukan hanya Adam (meskipun kholifatan adalah bentuk tunggal), tapi juga semua keturunannya, karena setelahnya, diceritakan "berbuat kerusakan dan menumpahkan darah".

Al An’aam 165: Wa huwal ladzii ja'alakum kholaa-ifal ardli (dan Dia adalah yang menjadikan kalian kholifah-kholifah bumi) wa rofa'a ba'dlokum fauqo ba'dlin darojaatin (dan Dia meninggikan sebagian kalian melebihi sebagian lainnya beberapa derajat) li yabluwakum fii maa aataakum (karena Dia ingin menguji kalian didalam apa yang Dia telah berikan pada kalian)

Tafsir Ibn Zaid: kalian dijadikan kholifah di bumi, artinya Allah menjadikan kalian tinggal di bumi, generasi demi generasi abad demi abad.

Az Zukhruf 60: Wa lau nasyaa-u la ja'alnaa min kum malaa-ikatan fil ardli yakhlufuuna (dan kalau Kami menghendaki, benar-benar Kami menjadikan malaikat-malaikat yang menggantimu di bumi).

An Naml 62: Wa yaj’alukum khulafaa-al ardli (dan Dia menjadikan kalian kholifah-kholifah di bumi).

Perbedaan derajat dalam sesama manusia

Tafsir Ibn Katsir: derajat sebagian orang ditinggikan, sebagian lain direndahkan (rizqi, tabiat, kualitas, jahat/baiknya, bentuk tubuh, warna kulit dll) sebagai ujian atas apa yang diterimanya tersebut.

Az Zukhruf 32: Nahnu qosamnaa bainahum ma'ii-syatahum fil hayaatid dun-yaa (Kami telah membagi di antara mereka penghidupan mereka di kehidupan dunia) wa rofa'naa ba'dlohum fauqo ba'dlin darojaatin li yattakhidza ba'dluhum ba'dlon sukhriyyan (dan Kami telah meninggikan derajat sebagian orang melebihi sebagian lain agar sebagian mereka memanfaatkan (mempekerjakan) yang lain).

Tafsir As Suddi: saling memberdayakan, karena saling membutuhkan

Al An'aam 133: In yasyaak yudzhibkum wa yastakhlif min ba'di kum maa yasyaak (kalau Dia berkehendak, Dia (bisa) menghancurkan kalian dan menggantikan (yastakhlif dari kata kholifah) dari setelah kalian barangsiapa yang Dia kehendaki) kamaa ansya-akum min dzurriyati qoumin aakhoriina (seperti barangsiapa yang Dia jadikan kalian dari keturunan kaum yang lain)

Tafsir Ibn Katsir: yaitu hancurnya suatu bangsa, digantikan oleh bangsa penerusnya.

Al A’roof 169: Fa kholafa min ba'dihim kholfun wari-tsul kitaaba (lalu dia (generasi soleh maupun tidak soleh di zaman sebelumnya) digantikan setelahnya oleh generasi yang mewarisi Alkitab) yakkhudzuuna 'arodlo haadzal adnaa (mereka memilih harta dunia ini) wa yaquuluuna sayughfaru lanaa (dan mereka berkata "Dia akan mengampuni atas kami")

Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat berpendapat "tabiat manusia khan biasanya berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Malaikat tahu itu karena Allah mencipta manusia dari tanah liat, bukan karena menentang Allah atau iri dengan Bani Adam.

Tafsir Al Qurthubi: Malaikat tahu itu karena mendengar kata kholifah yang artinya "orang yang memutuskan pertikaian di antara sesamanya, melarang ketidakadilan dan dosa"

Atsar Qotadah: Pertanyaan ini muncul karena malaikat ingin mempelajari apa kebijaksanaan Allah di balik itu, karena kalau alasannya agar Allah disembah, para malaikat memuji, mengagungkanNya, tidak pernah berbuat kerusakan.

Innii a’lamu maa laa ta’lamuun

Atsar Qotadah: Malaikat tidak tahu bahwa penciptaan kholifah (manusia) lebih banyak manfaat daripada mudlorotnya. Allah akan mengirim nabi dan rosul kepada manusia, juga orang jujur, syuhadak, orang beriman, ahli ibadah, orang zuhud, orang soleh, para pelajar yang mengimplementasikan ilmunya, orang tawadluk, dan yang cinta Allah dan mengikuti rosul-rosulNya.

Hadits berikut menjelaskan arti penggalan ayat ini:
Hadits shohih Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Para malaikat bergantian terhadap kalian, malam dan siang, mereka berkumpul saat sholat Shubuh dan 'Ashr. Mereka yang menghabiskan malam dengan kalian, lalu naik, dan Robb mereka menanyai mereka, meskipun Dia Mahatahu (jawabannya), "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaKu?" Mereka berkata "Kami meninggalkan mereka saat mereka sedang sholat dan kami mendatangi mereka saat mereka sedang sholat."

Atsar Ar Rozi: yaitu malaikat me-request untuk diizinkan menempati bumi, daripada ditempati manusia. Lalu Allah berkata "Aku lebih tahu dari kalian, bahwa kalian tinggal di langit itu lebih baik atau lebih buruk untuk kalian".

Minggu, 11 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 28

Ayat 28 dan 29 bercerita tentang bukti bahwa Allah Mahakuasa.

AYAT 28: Kaifa takfuruuna billahi wa kuntum amwaatan fa ahyaakum. Tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilaihi turja’uun.

I'rob

  • Kaifa = how/bagaimana → ism istifhaam (kata tanya)
  • Kafaro = he disbelieved/dia telah ingkar → takfuruuna = you-all disbelieve/kalian ingkar (fi'l mudloorik = present tense)
  • Bi = with/dengan → bi adalah preposisi, maka allah majrur jadi allahi.
  • Wa = whereas/padahal → karena ada dua klausa bertentangan
  • Kuntum = you-all were → yaitu kaana dengan "kalian" adalah ism kaana dan amwaatun adalah khobar kaana
  • Maata = he passed away/dia telah mati → mautun/mayyitun = a dead person → amwaatun = mautaa = mayyituuna = mayyitatun = mayyitaatun = bentuk jamaknya/dead people
  • Fa = then/lalu
  • Hayiya = he was alive/dia telah hidup → ahyaa (wazan 4: causative) = he gave life to/dia telah menghidupkan → yuhyii = (were/was) given life by him/telah dihidupkan olehnya (fi'l majhul)
  • Kum = you-all/kalian
  • Tsumma = then/lalu
  • Maata = he passed away/dia telah mati → yamuutu = he passes away (fi'l mudloorik) → yumiitu = is/are/am passed away by him/dimatikan olehnya (fi'l majhul = kata kerja pasif)
  • Ilaa = kepada
  • Hu = he/dia → ilaa adalah preposisi, maka hu majrur jadi hi ilaa+hi = ilaihi → sebagai maf'ul (objek) dari turja'uuna
  • Roja'a = he returned/dia telah kembali → tarji'uuna = you-all return/kalian kembali (fi'l mudloorik) → turja'uuna = you-all are returned/kalian dikembalikan (fi'l majhul)
Kaifa takfuruuna billaahi, wa kuntum amwaatan fa ahyaakum, tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilaihi turja'uuna

Inggris: How do you-all disbelieve in Allah whereas you-all were dead people and then He gave you-all life, and then you-all are passed away by Him and then you-all are given life by Him and then to Him you-all are returned
Indonesia: Bagaimana kalian ingkar dengan Allah padahal kalian tadinya orang-orang mati lalu Dia telah menghidupkan kalian lalu kalian dimatikanNya lalu kalian dihidupkanNya lalu kalian dikembalikan kepadaNya.

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: ayat ini adalah pernyataan Allah bahwa Dia Pencipta dan Maha Pemelihara hamba-hambaNya.

Kaifa takfuruuna billahi, wa kuntum amwaatan fa ahyaakum

Tafsir Ibn Katsir: yaitu, kenapa kalian mengingkari bahwa Allah itu ada, atau kenapa kalian mempartnerkan Allah (dalam beribadah), padahal Allah membawa mereka dari tidak ada menjadi ada (hidup).

Al Mukmin 11: Qooluu robbanats nataini wa ahyaitanaats nataini (Mereka berkata: Robb kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan Engkau telah menghidupkan kami dua kali) fa'tarofnaa bi dzunuubinaa (lalu kami mengakui dosa-dosa kami) fa hal ilaa khuruujin min sabiil (maka adakah jalan untuk keluar?)

Ath Thuur 35-36: Am khuliquu min ghoiri syai-in am humul khooliquun (ataukah mereka diciptakan bukan dari sesuatu, ataukah mereka yang menciptakan?) Am kholaqus samaawaati wal ardl (ataukah mereka menciptakan langit dan bumi?) bal laa yuuqinuuna (bahkan mereka tidak yakin).

'Abasa 17-22: Qutilal insaanu maa akfarohu (matilah manusia-manusia yang ingkar!) Min ayyi syai-in kholaqohu (dari apa Dia menciptakannya?) Min nuthfatin kholaqohu fa qoddarohu (Allah menciptakannya dari satu sperma lalu Dia menentukannya (umur, jalan hidupnya, perbuatannya, hidupnya bahagia/sedih) Tsummas sabiila yassarohu (Lalu Dia memudahkan jalannya). Tsumma amaatahu fa aqbarohu (lalu Dia mematikannya lalu Dia menguburkannya). Tsumma idzaa syaa-a ansyarohu (lalu jika Dia menghendaki (lalu) Dia membangkitkannya)

Islam Esoteris → Anand Khrisna

Mereka menafsirkan ayat ini sebagai bukti Reinkarnasi.(http://www.anandkrishna.org/english/books.php?isi=books/reinkarnasi.lbi)

Saya punya bukunya, dan berikut ini pandangan saya terhadap isi bukunya:


Anand Khrisna di mata saya adalah orang yang berupaya mencampur-adukkan agama. Dia menulis buku yg mengulas tentang Bhagawat Gita, Kamasutra, Tao Te Ching, Zen, Sabda Pencerahan, Ulasan Khotbah Yesus di Atas Bukit, dan Wedhatama, terakhir dia baru berani menyentuh Islam dan membuat aliran baru bernama Islam Esoteris, bersama salah seorang tokoh JIL Achmad Chodjim (yang sekaligus eksekutif di perusahaan Jepang), dan seorang ulama reformis dari India bernama Wahiduddin Khan. Buku Reinkarnasi ini dipuji oleh Gus Dur (yang sangat berterima kasih dengan pandangan Anand), Letjen Purn. Hendro Priyono, Dewa Budjana (gitaris Gigi), Syaharani, Dewi Lestari (pengarang Supernova), Ayu Dyah Pasha.

Okey, sejenak kita lupakan biografi dan latar belakang mereka dan pendukung mereka untuk objektifitas hujjah (argumen) saya.

Di buku reinkarnasi tersebut, Achmad Chodjim menafsirkan Al Baqoroh ayat 28 dan Mukmin 11 tersebut sebagai pembenaran atas adanya reinkarnasi. Berikut ini cuplikannya: "Tentu saja ini sesuatu yang baru, karena beberapa kitab tafsir klasik dan modern terkemuka tak memberi penafsiran seperti itu. Begitu rasionalnya, sebagian ahli ilmu Al-Quran menilai tafsir ini terlampau jauh memberi tafsiran, hingga ada yang menilainya rusak dan bid'ah (mengada-ada). Namun tafsiran atas ayat di atas tetap sama dengan tafsir Al-Thabari."

Dijelaskan juga, bahwa yang dimaksud Achmad Chodjim adalah Tafsir Ibnu Jarir Ath Thobari, Tafsir Mahmud bin Umar Al Zamakhsyari, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Munir. Jelas-jelas Achmad Chodjim memfitnah para ulama tafsir terdahulu yang biografinya jauh lebih terpercaya daripada biografi dia (siapa elo??!), dengan mengatakan tanpa alasan "terlampau jauh memberi tafsiran hingga dinilai rusak dan bid'ah".

Anand mengambil Al Baqoroh ayat 28 untuk pembelaan adanya reinkarnasi dengan menafsirkannya sebagai "mati-hidup-mati-hidup-mati".

  1. "Padahal kamu tadinya mati" → ditafsirkan Anand sebagai mati di kehidupan sebelumnya → padahal ini adalah masa sebelum manusia dibuat dari sebuah sperma

    Al Insaan 1: Hal ataa 'alal insaani hiinun minad dahri (Bukankah satu waktu dari masa telah datang atas manusia), lam yakun syai-an madzkuuroo (dia bukan sesuatu yang (bisa) disebut?)
  2. "Lalu Dia menghidupkan kalian" → ditafsirkan Anand sebagai reinkarnasi (hidup setelah mati) → padahal ini maksudnya saat Allah menciptakan manusia dari sebuah sperma

    Al Insaan 2: Innaa kholaqnal insaana min nuthfatin amsyaaj (sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) Nabtaliihi faja'alnaahu samii'an ba-shiiro (Kami mengujinya, maka Kami menjadikannya (bisa) mendengar dan melihat)

    Al Hajj 5: Fa innaa kholaqnaakum min turoobin (Maka sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari tanah (kesimpulan silogisme dari :Adam diciptakan dari tanah), tsumma min nuthfah (lalu (keturunan Adam) dari setetes mani), tsumma min 'alaqotin (lalu dari segumpal darah), tsumma min mudlghotin mukhollaqotin wa ghoiri mukhollaqotin (lalu dari segumpal daging (yang sempurna) kejadiannya dan yg tidak sempurna) li nubayyina lakum (nantinya Kami menjelaskan kepada kalian) wa nuqirru fil arhaami maa nasyaa-u ilaa ajalin musamman (dan Kami menetapkan dalam rahim-rahim apa yang Kami menghendaki sampai "term" yang ditentukan) tsumma nuhrijukum thiflan (lalu Kami mengeluarkan kalian (berupa) anak kecil) tsumma li tablughuu asyuddakum (lalu nantinya kalian sampai kedewasaan kalian)
  3. "Lalu Dia mematikan kalian" → ditafsirkan Anand sebagai mati setelah reinkarnasi tersebut → padahal maksudnya kematian setelah tadinya dihidupkan.

    Al Hajj 5: Wa min kum man yutawaffaa (dan dari kalian ada yang diwafatkan) wa min kum man yuroddu ilaa ardzalil 'umuuri li kailaa ya'lama min ba'di 'ilmin syai-an (dan dari kalian ada yang dipanjangkan umurnya sampai pikun sampai dia tidak tahu sedikitpun yang tadinya dia punya ilmunya)

    'Abasa 21: Tsumma amaatahu fa aqbarohu (Lalu Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur).
  4. "Lalu Dia menghidupkan kalian" → ditafsirkan Anand sebagai reinkarnasi setelah reinkarnasi → padahal artinya adalah dibangkitkan di hari kiamat.

    'Abasa 22: Tsumma idzaa syaa-a ansyarohu (lalu jika Dia menghendaki, (lalu) Dia membangkitkannya)

    Al 'Aadiyat 9: A fa laa ya'lamu idzaa bu'tsiro maa fil qubuuri (Maka apakah dia tidak tahu kalau dibangkitkan apa yang didalam kubur?)
  5. "Lalu kepada-Nyalah kalian dikembalikan", artinya setelah kiamat, manusia pasti menghadap Allah, mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita.

    Al 'Aadiyat 10: Wa hushshila maa fish shuduur (dan apa yang didalam dada dinampakkan). Innaa robbahum bihim yauma-idzin la khobiirun (sesungguhnya Robb mereka Mahatahu atas (keadaan) mereka pada hari itu)

    Al Haaqqoh 18: Yauma-idzin tu'rodluuna laa takhfaa minkum khoofiyah (Pada hari itu kalian dihadapkan kepadaNya, tidak ada dari kalian yang tersembunyi).

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud sudah cukup untuk menegasikan ide reinkarnasi dari Anand: Dulu sebelum Dia menghidupkan kamu, kamu adalah tanah, dan inilah kematian. Lalu Dia menghidupkan kamu sehingga terciptalah kamu, dan inilah kehidupan. Lalu Dia mematikan kamu kembali sehingga kamu ke alam kubur, dan itulah kematian yg kedua. Lalu Dia membangkitkan kamu di hari kiamat nanti, dan inilah kehidupan yg kedua.

Atsar ini juga digunakan di dua kitab tafsir terbesar: Ibn Jarir Ath-Thobari dan Ibnu Katsir.