Tampilkan postingan dengan label (01) Al Fatihah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (01) Al Fatihah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2008

Al Fatihah ayat 7

Ayat 7: صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّينَ

I'rob


  • Shiroo-thun (صِرَٰطٌ) = a path → shiroo-thun manshub jadi shiroo-thon (صِرَٰطًا), berarti shiroothon masih bagian dari objeknya ihdinaa di ayat sebelumnya → lalu shiroothon naqiroh karena memang agar pembaca menerjemahkannya sebagai definite noun → lalu shiroothon hilang tanwin jadi shirootho (صِرَٰطَ), berarti shirootho adalah mudlof dari alladziina an'amta 'alaihim, dan kata "of" harus ditambahkan di terjemahannya.
  • Alladziina (الَّذِينَ) = those who/yang → yaitu ism maushuul untuk jamak
  • Ni'ma (نِعْمَ) = he bestowed/dia telah memberi nikmat → an'amta (أَنْعَمْتَ) = you bestowed/kamu telah memberi nikmat; merupakan bentuk fi'l ma-dlii dengan Form IV
  • 'Alaa (عَلَي) = upon/atas → memakai kaidah preposisi (menjadi 'alai) kalau bertemu dlomaa-ir
  • Hum (هُمْ) = them/mereka → 'alaa adalah preposisi, maka hum majrur jadi him (هِمْ) → him mengacu pada alladziina.
  • Ghoiru (ُغَيْر) = other than/bukan → ghoiru majrur jadi ghoiri (غَيْرِ), berarti ghoiril maghdluubi 'alaihim adalah mudlof ilaih kedua dari shirootho, dan kata "of" harus ditambahkan di terjemahannya.
  • Gho-dliba (غَضِبَ) = he was angry/dia telah marah → maghdluubun (ْمَغْضُوبٌ) = a person who earned anger/yang dimarahi; merupakan passive participleal-maghdluubu (ٱلْمَغْضُوب) adalah bentuk definitnya → lalu ghoiri membuat al-maghdluubu majrur jadi al-maghdluubi (ٱلْمَغْضُوبِ).
  • Wa (وَ) = and/dan
  • La (لاَ) berfungsi menegasikan kalimat.
  • Dlolla (ضَّآلِّ) = he went ashtray/dia telah tersesat → dloollun (ضَّآلِّ) = a person who go ashtray/yang tersesat; merupakan kata benda pelaku dan bukan active participleadl-dloolluuna (ضَلُّوانَ) = bentuk jamak dan ma'rifah dari dloollunadl dloolluuna majrur jadi adl-dloolliina, berarti adl-dloolliina (الضَّآلِّينَ) adalah mudlof ilaih ketiga dari shirootho, jadi kata "of" harus ditambahkan di terjemahannya.
Shiroothol ladziina an'amta 'alaihim, ghoiril maghdluubi 'alaihim wa ladl dloolliina

Inggris: (i.e.) a path OF those You made bestowed on, OF other than of those who earned anger on, and not OF those who go ashtray.
Indonesia: (yaitu) sebuah jalan dari mereka yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) dari yang dimurkai atas mereka, dan bukan (jalan) dari mereka yang tersesat.

SHIROOTHOL LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM


Siapa yang Allah beri nikmat?

An Nisaak 69: Wa man yu-thi’illaaha war rosuula (dan siapapun yang mentaati Allah dan rosulNya (Muhammad)) fa uulaa-ika ma’al ladziina an’amalloohu ‘alaihim (maka mereka itu akan bersama dengan orang-orang yang Allah beri nikmat) minan nabiyyiina wash shiddiiqiina wasy syuhadaa-i wash shoolihiina (dari (golongan) para nabi, para shiddiiqiin (orang2 yg benar), para syuhadaak, dan orang2 soleh). Wa husna uulaa-ika rofiiqon (Dan betapa baiknya (hebatnya) para sahabat itu).

Tafsir Ibnu Katsir: yang diberi nikmat Allah adalah yang mendapat petunjuk, ikhlas, dan taat kepada Allah dan Rosul-Nya, yg mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

GHOIRIL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM


Siapa yang dimurkai Allah?

Yaitu orang2 yg TAHU kebenarannya, tapi MENYIMPANG dari kebenaran itu. Mereka lebih buruk daripada orang sesat. Dasarnya:

Al Maa-idah 60: Qul hal u nabbi-ukum bi syarri min dzaalika ma-tsuubatan 'indallooh (Katakanlah: maukah aku beritahukan kamu tentang yang lebih buruk daripada itu (orang-orang fasik/rebellious?) Man la'anahulloohu wa gho-dliba 'alaihi ((yaitu) mereka yg dilaknat Allah dan dimurkai Allah) wa ja'ala min humul qirodata wal khonaaziiro (dan mereka yang Dia jadikan monyet dan babi) wa 'abadath thooghuut (dan mereka yang beribadah kepada Thoghut (alternatif selain Allah)). Uulaa-ika syarrun makaanan wa a-dlollu ‘an sawaa-is sabiil (Mereka itu terburuk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yg lurus).

Al Mujaadilah 14: A lam taro ilal ladziina tawallau qouman gho-dliballoohu 'alaihim (Apakah kalian tidak pernah melihat mereka yg berkawan dengan orang-orang yg dimurkai Allah?) Maa hum minkum wa laa minhum wa yahlifuuna 'alal kadzibi wa hum ya'lamuuna (Mereka bukan dari kalian dan bukan dari mereka dan mereka bersumpah atas suatu kebohongan padahal mereka (sudah) tahu)

WA LADL DLOOLLIINA


Siapa orang yang tersesat?

"Orang yg dimurkai Allah" SUDAH tahu mana jalan yg benar tapi mereka sengaja ke jalan yg salah. Sedangkan "orang sesat" adalah orang yg TIDAK tahu mana yg benar, sehingga mereka mengembara dalam kesesatannya, tidak menemukan jalan yg benar karena mereka tidak mencarinya di sumber kebenaran yang tepat, padahal mereka ingin tahu mana jalan yg benar.

Al Maa-idah 77: Qul yaa ahlal kitaabi (Katakanlah: Wahai Ahli Kitab (people of Alkitab, yaitu Yahudi dan Nasrani) laa taghluu fii diinikum ghoirol haqqi (janganlah kalian berlebihan (melampaui batas) dalam agamamu secara tidak benar) wa laa tattabi'uu ahwaa-a qoumin qod dlolluu min qoblu wa a-dlolluu ka-tsiiron wa dlolluu 'an sawaa-is sabiil (dan jangan kalian ikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat sebelumnya, dan yang telah menyesatkan banyak (orang), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus)

Al Kahfi 17: Man yahdillaahu fa huwal muhtadi. Wa man yudl-lil fa lan tajida lahu waliyyan mursyidan (Barangsiapa yang Allah tunjukkan (ke jalan lurus), maka dia akan ditunjukkan. Tapi barangsiapa yang Dia sesatkan, maka kamu tidak akan menemukan Wali (kawan) baginya untuk mengarahkannya (ke jalan yg benar))

Al A’roof 186: Man yudl-lilillaahu fa laa haadii lahu (Barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang bisa menunjukkannya). Wa ya-dzaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun (Dan Dia membiarkan mereka mengembara dalam kesesatan)

AL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM = YAHUDI? ADL-DLOOLLIINA = NASRANI?


Beberapa ahli tafsir terkemuka seperti Ibnu Katsir, dll berpendapat seperti itu. Tapi bagi saya, ayat ini TIDAK HANYA merujuk ke Yahudi atau Nasrani atau agama manapun, tapi ke siapa saja (termasuk orang ISLAM) yang dimurkai Allah (yaitu mereka yang sudah tahu seperti apa yang benar, tapi tetap saja menyimpang), dan siapapun (termasuk orang ISLAM) yang sesat (yaitu tidak bisa membedakan mana rule-rule Allah dan mana yang seolah-olah rule-rule Allah padahal bukan, contoh: membaca Surah Yaasiin beramai-ramai saat ada kematian).

Dasar saya adalah:
Al Baqoroh 62: Innal ladziina aamanuu wal ladziina haaduu wan nashoroo wash shobi-iina man aamana billaahi wal yaumil aakhiri wa 'amila shoolihan fa lahum ajruhum 'inda robbihim wa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuuna (Sesungguhnya orang-orang yang percaya (beriman) dan mereka yg Yahudi dan Nasrani dan Shobi-iin, barangsiapa yg percaya kepada Allah dan hari akhir (hari pembalasan) dan beramal soleh (berbuat baik sesuai ajaran Allah, bukan dari budaya nenek moyang atau penalaran, apalagi mengarang sendiri) maka bagi mereka pahala di sisi Robb mereka, dan mereka tidak akan takut, dan mereka tidak akan bersedih)

AAMIIN (HARUSKAH DIBACA?)



Hadits Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi: dari Wa'il bin Hujr: Aku mendengar Rosululloh membaca "ghoiril maghdluubi 'alaihim waladl dloolliin" dan beliau berkata Aamiin dengan diperpanjang. (tambahan dari versi Abu Dawud: dan suaranya ditinggikan) (Hadits ini dihasankan oleh Tirmidzi, ditambahkan Tirmidzi bahwa hadits ini diriwayatkan juga oleh Ali dan Ibnu Mas'ud)

Hadits Abu Dawud, Ibnu Majah, Ad Daruqutni: dari Abu Huroiroh: Setiap Rosululloh membaca "ghoiril maghdluubi 'alaihim wa ladl dloolliin", dia akan berkata Aamiin sampai orang-orang yang di baris pertama di belakangnya bisa mendengarnya. (tambahan dari Abu Dawud dan Ibnu Majah: Maka masjid akan bergetar karena (orang-orang di belakang Nabi) membaca Amin)

Hadits Abu Dawud: dari Bilal bin Robah: Wahai Rosululloh, jangan selesaikan berkata Aamiin sebelum aku bisa bergabung denganmu (membaca Aamin)"

Hadits Bukhori & Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Idzaa ammanal imaamu fa amminuu, fa innahu man waafaqo takmiinuhu takmiinal malaa-ikati ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbihi (Saat imam berkata "Aamiin", maka katakan "Aamiin", karena sesungguhnya barangsiapa berkata amin bersama aminnya para malaikat, dosa2nya terdahulu akan diampuni)

Hadits Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Idzaa qoola ahadukum fish sholaati aamiin, wal malaa-ikatu fis samaa-i aamiin, fawaafaqot ihdaahumal ukhroo ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbihi (Saat kalian berkata Aamiin dalam sholat, dan para malaikat di langit berkata "Amin", maka dosa2nya terdahulu akan diampuni)

Hadits Muslim: dari Abu Musa: Idzaa qoola ya’nil imaama waladl dloolliin, fa quuluu aamiin, yujibkumullooh (Saat imam berkata "waladl-dloolliin", maka katakanlah "Amin", Allah akan menjawab doa kalian)

Hadits Imam Ahmad: dari A'isyah: saat kata Yahudi dikatakan kepada Rosululloh, Rosululloh berkata: Innahum lan yahsuduunaa 'alaa syai-in kamaa yahsuduunaa 'alal jumu’atil latii hadaanalloohu lahaa wa dlolluu 'anhaa (Sesungguhnya mereka tidak hasad (iri) kepada kita atas sesuatupun melebihi dari rasa iri mereka atas hari Jum'at dimana kita telah ditunjukkan oleh Allah, sementara itu mereka disesatkan-Nya (di hari Jum'at)), wa 'alal qiblatil latii hadaanalloohu lahaa wa dlolluu 'anhaa (dan atas qiblah (arah sholat) yang kita ditunjuki Allah) wa 'alaa qoulinaa kholfal imaami aamiin (dan atas pengucapan "Aamiin" di belakang imam)

Hadits Ibnu Majah: Maa hasadatkumul yahuudu 'alaa syai-in maa hasadatkum 'alas salaami wat takmiin (Yahudi tidak pernah hasad (iri) kepada kita atas sesuatupun melebihi dari rasa iri mereka atas salam (Assalaamu 'alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh) dan atas perkataan "amiin")

Senin, 01 September 2008

Al Fatihah ayat 6

Ayat 6: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

I'rob

  • Hadaa (هَدَى) = he guided/dia telah menunjukkan → Ihdi (اهْدِ) = you guide!/kamu tunjukkanlah (fi'l amr)
  • Naa (نَا) = us/kami ( akhiran kata ganti objek dari ihdi)
  • Shiroothun (صِرَٰطٌ) = a path/sebuah jalan → ash-shirootho (ٱلصِّرَٰطَ) = THE path (ma'rifah) → manshub, berarti ash-shirootho adalah objek kedua dari ihdi.
  • Qooma (قَامَ) = he stood/dia telah berdiri → istaqooma (ٱسْتَقَٰمَ) = he made himself straight/dia telah membuat diri sendiri berdiri lurus (wazan X) → mustaqiimun (ْمُسْتَقِيم) = straight/lurus (active participle) → al-mustaqiima (ٱلْمُسْتَقِيمَ) adalah [mu-dzakkar, mufrod, manshub, ma'rifah] seperti ash-shirootho, berarti al-mustaqiima adalah na'at dari ash-shirootho.
Ihdinash shiroothol mustaqiima

Inggris: You guide us the straight path!
Indonesia: Engkau tunjukkanlah kami jalan yang lurus!

Saatnya minta tolong Allah setelah memujiNya

Al Fatihah adalah contoh ADAB minta tolong kepada Allah, yaitu dengan diawali memuji Allah. Cara lain untuk berdoa adalah seperti di bawah ini.

Musa berdoa diawali dengan menyebutkan kondisi orang yg berdoa:
Al Qoshosh 24: Robbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir (Robbku! Sesungguhnya, aku sangat membutuhkan kebaikan (tafsir:makanan) yang Engkau turunkan kepadaku!)

Yunus (Johannes) berdoa menyebutkan sifat yg dimintai tolong:
Al Anbiyaak 87: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhoolimiin (Tidak ada sesembahan yang benar selain Engkau, Mahasuci Engkau! Sesungguhnya aku adalah dari golongan yang dholim/aniaya)

Ihdinaa

Yaitu, tunjukkan petunjuk yang benar.

Al-Balad 10: Wa hadaynaahun najdayni (Dan Kami telah MENUNJUKKAN kepadanya dua jalan (baik dan buruk)).

An-Nahl 121: Ijtabaahu wahadaahu ilaa shiroothim mustaqiim (Dia (Allah) memilihnya (sebagai kawan dekatNya) dan dan MENUNJUKINYA ke jalan yg lurus)

Ash Shooffaat 23: Fahduu hum ilaa shiroothil jahiim (Maka TUNJUKKANLAH mereka ke jalan neraka)

Asy Syuroo 52: Wa innaka latahdii ilaa shiroothin mustaqiim (Dan sesungguhnya, kamu benar2 MENUNJUKKAN (manusia) ke jalan yg lurus)

Al A’roof 43: Alhamdu lillaahil ladzii hadaana li hadzaa (Segala pujian adalah kepada Allah yg telah MENUNJUKKAN kita kepada ini (tafsir:surga))

Ash-shiroothol-mustaqiima

Atsar Ibnu Jarir: yaitu jalan yang jelas tanpa cabang (arti harfiah bhs Arab). Dalam bahasa Arab, shirooth adalah perbuatan dan pernyataan yg bisa benar atau salah. Jalan yg lurus dalam Alqur-an, maksudnya Islam.

Hadits Imam Ahmad: dari An-Nawwas bin Sam'an: dari Rosululloh:

Dloroballoohu ma-tsalan shiroothon mustaqiiman (Allah telah membuat permisalan shirooth (jalan) yg lurus) wa 'alaa janbatayish shiroothi suurooni fiihi maa abwaabun mufattahatun (dan pada kedua sisi shirooth ada 2 tembok yg punya pintu2 terbuka), wa ‘alal abwaabi sutuurun murkhootun (tapi di pintu2 itu ditutupi korden), wa 'alaa baabish shiroothi daa'in yaquulu (dan di pintu shirooth ada yg memanggil-manggil, dia berkata): Yaa ayyuhan naasud khulush shirootho jamii'an wa laa ta'wajjuu (Wahai manusia, masuklah ke shirooth dengan seluruhnya dan jangan berbelok darinya), wa daa'in yad'uu min fauqish shiroothi fa idzaa aroodal insaanu an yaftaha syai-an min tilkal abwaabi qoola (dan seorang pemanggil dari atas shirooth memanggil orang2 yg ingin membuka salah satu pintu itu, berkata) waihaka laa taftahhu fa innaka in fatahtahu talijhu ('Celakalah kamu! Jangan kamu buka, maka (jika kamu buka) sesungguhnya kamu akan masuk ke dalamnya') fash shiroothu al islaamu (Shirooth itu adalah Islam) was suurooni Huduudulloohi (dan kedua tembok itu adalah batasan2 Allah) wal abwaabul mufattahatu mahaarimulloohi (dan pintu2 yg terbuka itu adalah apa yg Allah haramkan) wa dzalikad daa'ii 'alaa roksish shiroothi kitaabulloohi (dan pemanggil di pintu shirooth adalah Kitab Allah (Alqur-an)), wad daa'ii min fauqish shiroothi waa'i-dhulloohi fii qolbi kulli muslimin (dan pemanggil di atas shirooth adalah teguran Allah di hati setiap muslim (orang yg berserah))

Orang membaca Al Fatihah kan sudah di jalan yang lurus, kenapa masih minta ditunjukkan? Bukannya itu tahshilul hashil (redundant = meminta sesuatu yang sudah ada)?

Kalau bukan karena kita selalu memohon hidayah, pasti Allah tidak akan menunjuki kita ke jalan yg lurus. Lihat ayat berikut: Allah menyuruh "beriman" kepada orang yg sudah beriman, bukan kepada orang yg tidak beriman.

An Nisaa' 136: Yaa ayyuhal ladziina aamanuu, aaminuu billaahi wa rosuulihi wal kitaabil ladzii nazzala ‘ala rosuulihi wal kitaabil ladzii anzala min qoblu (Wahai orang2 yg percaya (beriman), percayalah kepada Allah dan Rosul-nya dan kitabNya yg diturunkan sebelumnya)
Jadi perintah untuk "tetap" beriman bukan tahshilul hashil, karena kita masih perlu yg namanya istiqomah.

Doa dalam Alqur-an, agar tetap istiqomah (=konsisten) di jalan yg lurus

Ali 'Imron 8: Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa min ladunka rohmah. Innaka antal wahhaab (Robb kami, jangan kaujadikan hati kami tersesat setelah Engkau menunjukkan kami (jalan yang lurus) dan karuniakan kami rahmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi)

Sabtu, 12 Juli 2008

Al Fatihah ayat 5

Ayat 6: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

I'rob


  • Iyyaaka (إِيَّاكَ) = you/kamu (objek) → iyyaaka adalah maf'ul muqoddam (objek yg didahulukan dlm kalimat inversi) → dalam bahasa Arab, inversi seperti ini bermakna "hanya".
  • 'Abada (عَبَدَ) = he worshipped/dia telah beribadah → na'budu (نَعْبُدُ) = we worshipped/kami beribadah (fi'l mudloorik)
  • Wa (وَ) = and/dan
  • Iyyaaka, disebut dua kali agar pembaca tidak ambigu kepada siapa kita harus meminta tolong.
  • 'Awana/'Aana (عَوَانٌۢ) = he helped/dia telah menolong → ista’aana (wazan 10)= he sought help from/dia telah meminta tolong → nasta’iinu (نَسْتَعِينُ) = we ask for help/kami meminta tolong (fi’l mudloorik)
Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iinu

Inggris: We worship ONLY You and we sought help from ONLY You
Indonesia: Kami beribadah HANYA kepadaMu dan kami mencari pertolongan HANYA dariMu

Na'budu - Orang yg beribadah dinamakan 'abdu


Nabi Muhammad juga 'abdu, terbukti Allah 3x menyebut Rosululloh sebagai 'abdu:

Al Kahfi 1: Alhamdu lillaahil ladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba (Segala puji adalah kepada Allah, yang telah menurunkan Al Kitab (THE Book, yaitu Alqur-an) kepada 'abdiNya (yaitu Muhammad))

Al Jinn 19: Wa annahu lamaa qooma ‘abdulloohi yad’uuhu (Dan saat hamba Allah (Muhammad) berdiri berdoa kepadaNya (sholat))

Al Isrook 1: Subhaanal ladzii asroo bi ‘abdihi lailan minal masjidil haroomi ilal masjidil aqshoo (Mahasuci (Allah) yang meng-isro-kan (isroo = berjalan malam) hambaNya (Muhammad) di malam hari dari Masjid Al-Haroom ke Masjid Al-Aqshoo)

Na'budu - Allah menyuruh Muhammad untuk beribadah kepadaNya saat dia stres karena orang2 yang tidak percaya, menentang dan menolaknya


Al Hijr 97-99: Wa laqod na’lamu annaka ya-dliiqu shodruka bi maa yaquuluun (Dan sesungguhnya Kami tahu bahwa dadamu menjadi sempit karena apa yg mereka katakan). Fa sabbih bi hamdi robbika wa kun minas sajidiin (Maka sucikanlah pujiannya Robbmu dan jadilah golongan yang bersujud (kepada Allah)). Wa’bud robbaka hattaa yaktiyakal yaqiin (Dan beribadahlah kepada Robbmu hingga datang padamu suatu keyakinan (yaitu kematianmu)).

Kenapa Urutannya Na'budu "Lalu" Nasta'iinu


Tafsir Ibnu Katsir: Perintahnya adalah beribadah, sementara pertolongan Allah adalah alat untuk melaksanakan perintah ini.

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibnu 'Abbas: Iyyaaka na'budu artinya Engkaulah yg kami esakan, yg kami takuti, dan yg kami harapkan, hanya Engkau saja, Robb kami, dan tidak ada yg lain. Iyyaaka nasta'iinu artinya kami menaatiMu dalam semua urusan kami.

Atsar Qotadah: perintah Allah untuk beribadah dengan ikhlas kepadaNya dan mencari pertolongan dariNya mengenai semua urusan kita.

Kenapa Pasangan Na'budu "dan" Nasta'iinu?


Definisi dari Ibnu Katsir:
Iyyaaka na'budu = Iman (percaya kepada Allah) adalah ringkasan dari tauhid uluuhiyah (semua tentang ibadah itu salah kecuali Allah sudah menyuruh).
Iyyaaka nasta'iinu = Tawakkal (mewakilkan semua urusan kepada Allah) adalah ringkasan dari tauhid rubuubiyah (tidak ada yg namanya 'kebetulan' atau kejadian yg alami tanpa campur Tangan Allah. Kita harus mempercayakan bahwa semua yg terjadi di hidup ini adalah grand design dari Allah, dan semua rencana Allah pasti akan atau telah terjadi). Sehingga, buang-buang waktu, dan juga dosa, kalau kita minta perlindungan selain kepada Allah.
Na'buduu iyyaaka artinya kami beribadah kepadaMu, tapi bentuk maf'ul muqoddam (inversi) iyyaaka na'budu artinya kami beribadah HANYA kepadaMu, kami tidak beribadah selain Engkau.

Tafsir Ibnu Katsir: iyyaaka na'budu adalah penyataan bebas dari syirik (polytheism, beribadah kepada Allah dan juga kepada selain Allah), iyyaka nasta'iin adalah tidak percaya kepada kekuatan macam apapun, dan semua urusan dikendalikan oleh Allah SAJA.

Pasangan na'budu-nasta'iin ini juga banyak diulang2 di Alqur-an:

Huud 123: fa'buduhuu (maka beribadahlah kepadaNya) wa tawakkal 'alaihi (dan wakilkanlah (semua urusan) kepada-Nya), wa maa robbuka bi ghoofilin ‘ammaa ta’maluun (dan Robbmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan)

Al Mulk 29: Qul huwar rohmaanu aamannaa bihi wa ‘alaihi tawakkalnaa (Katakanlah: "Dia adalah Ar Rohmaan, padaNya kita percaya (beriman), dan padaNya kita mewakilkan (semua urusan)')

Al Muzzamil 9: Robbul masyriqi wal maghribi laa ilaaha illaa huwa fatta-khidzhu wakiilan ((Allah adalah satu-satunya) Robb (penguasa) timur dan barat; tidak ada sesembahan yg benar selain Dia, maka jadikan Dia (saja) sebagai wakil (pengatur urusan2mu))

Jumat, 11 Juli 2008

Al Fatihah ayat 4

Ayat 4: مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ

I'rob

  • Malaka (مَلَكَ) = he possessed → Maalikun (مَلَٰٓكٌَ) = a king/seorang raja → maaliki sama2 [mu-dzakkar, mufrod, majrur, ma'rifah] dengan Allah di ayat 2, berarti maalikin adalah na'at ketiga dari Allah maaliki adalah ma'rifah karena mudlof ilaihnya juga ma'rifah, sehingga diterjemahkan dengan "The king", kita buktikan kemudian → sehingga terjemahannya harus diawali dengan kata "which/yang".
  • Yaumun (يَوْمٌَ) = a day/satu hari
  • Diinun (دِّينٌَ) = a resurrection/sebuah kebangkitan → ad-diinu (الدِّينُ) = THE resurrection → maaliki yaumid diini (مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ) mengikuti 2 aturan dasar idlofah, maka maaliki adalah mudlof (dari yaumi), yaumi adalah mudlof ilaih (dari maaliki) sekaligus mudlof (dari ad-diini), dan ad-diini adalah mudlof ilaih (dari yaumi). Ad-diini adalah ma'rifah, sehingga yaumi dan maaliki juga ma'rifah.
Maaliki yaumid diini

Inggris: which is THE king of THE day of THE resurrection
Indonesia: yang merupakan Sang Raja dari hari kebangkitan

MAALIKI (PEMILIK, RAJA, YANG BERDAULAT)

Al Mukmin 16: Limanil mulku yaum? Lillaahil waahidil qohhaar. (Milik siapa kerajaan hari ini? Milik Allah, Al Waahid (Mahaesa), Al Qohhar (Maha Mengalahkan))

Al Hasyr 23: Huwalloohul ladzii laa ilaaha illa huwal malikul qudduusus salaam (Dia adalah Allah, yang tiada sesembahan yang benar selain Dia, Al Malik (yang berdaulat), Al Qudduus (Mahasuci), As Salaam (Pemberi Keselamatan)

Hadits shohih Bukhori & Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Akhna’usmin ‘indalloohi rojulun tasammaa bi malikil amlaaki wa laa maalika illalloohu (Nama paling hina di sisi Allah adalah seseorang yang memanggil dirinya sendiri Malikul Amlak (rajanya raja), karena tidak ada raja selain Allah).

Hadits shohih Bukhori & Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Yaqbi-dlulloohul ardlo wa yathwis samaa-a bi yamiinihi ((Di hari kiamat) Allah akan menggenggam bumi dan melipat-lipat langit dengan tangan kanannya) tsumma yaquulu anal maliku, aina muluukul ardli? Ainal jabbaaruuna? Ainal mutakabbiruuna? (Lalu berkata, "Aku adalah Raja, mana raja2 bumi? Mana para tirani (yg merasa perkasa)? Mana orang2 takabur (arogan)?)

TAPI ALLAH PERNAH MENYEBUT MALIK UNTUK SELAIN ALLAH

Al Baqoroh 247: Innallooha qod ba'a-tsa lakum thooluuta malikan (Sesungguhnya Allah telah mengangkat Tholut sebagai seorang raja bagi kalian)

Al Kahfi 79: Wa kaana waroo-ahum malikun (Karena ada raja di belakang mereka)

Al Maa-idah 20: Yaa qoumidz kuruu ni'matalloohi 'alaikum idz ja’ala fiikum anbiyaa-a wa ja’alakum muluukan (Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepada kalian saat Dia menjadikan nabi-nabi dari (suku) kalian, dan menjadikan kalian raja-raja).

DI HARI KIAMAT, ALLAH MAHA BERDAULAT

Di hari itu tidak ada yg bisa mengaku-aku dan tidak ada yg bisa bicara tanpa seizin-Nya.

An Nabak 38: Yauma yaquumur ruuhu wal malaa-ikatu shoffan (Pada hari dimana Ar-Ruh (Jibril) dan para malaikat berdiri bersaf-saf) laa yatakallamuuna illaa man adzina lahur rohmaanu wa qoola showaaban (mereka tidak berbicara kecuali yang Ar-Rohman izinkan, dan dia akan berbicara apa yg benar)

Thoohaa 108: Wa khosya’atil ashwaatu lir rohmaani fa laa tasma’u illaa hamsan (Dan semua suara akan merendah kepada Ar Rohman, dan tidak ada yang kamu dengar selain hamsan (suara halus & samar2))

Huud 105: Yauma yakti laa takallamu nafsun illaa bi idznihi fa minhum syaqiyyun wa sa’iidun (Di saat hari itu datang, tidak ada orang yang bicara kecuali atas izinNya. Maka beberapa dari mereka ada yang celaka dan (ada yang) beruntung)

Atsar Ad-Dhohhak: dari Ibnu 'Abbas: Di hari itu, tidak ada yg punya sesuatupun yg mereka pernah punyai di dunia

YAUMID DIINI

Kebangkitan = perhitungan, pahala dan hukuman.

Atsar Ibnu Abbas: Yaitu hari perhitungan untuk semua makhluk, yaitu hari kiamat. Di hari itu Allah akan menghitung amal makhluknya, jelek dianggap jelek, baik dianggap baik, kecuali mereka yg diampuniNya.

An Nuur 25: Yauma-idzin yuwaffii himulloohu diinahumul haqqo (Di hari itu Allah akan membayar Diina (imbalan perbuatan) mereka dengan sebenar-benarnya).

Ash Shooffaat 53: A idzaa mitnaa wa kunnaa turooban wa’idhooman a innaa lama diinuun? (Apakah saat kita mati dan menjadi tanah dan tulang2, apakah sesungguhnya kita benar2 menerima ganjaran?)

Hadis hasan Tirmidzi: dari Rosululloh: Al-kayyisu man daana nafsahu wa ‘amila lima ba’dal maut (Orang bijak adalah dia yg mau menghitung (mengkoreksi) dirinya sendiri dan bekerja untuk (kehidupan) setelah kematian)

Atsar Umar bin Khoththob: Haasibuu anfusakum qobla an tuhaasabuu, wa zinuu anfusakum qobla an tuuzanuu, wa ta-ahhabuu lil ‘ardlil akbari ‘alaa maa laa takhfaa ‘alaihi a’maalukum (Hisablah diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sendiri sebelum kalian ditimbang, dan bersiaplah untuk perkumpulan terbesar menghadap Dia yg pengetahuanNya meliputi perbuatan2mu)

Al Haaqqoh 18: Yauma-idzin tu’rodluuna laa takhfaa minkum khoofiyah (Di hari itu kamu akan dibawa ke pengadilan, tidak ada rahasiamu yg akan tersembunyi).

Al Fatihah ayat 3

Ayat 3: الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

I'rob

Ar-rohmaani (الرَّحْمَـنِ) & Ar-rohiimi (الرَّحِيمِ) dua-duanya [mu-dzakkar, mufrod, majrur, ma'rifah], berarti dua-duanya adalah na'at kedua dari Allahi dari ayat sebelumnya. Sehingga artinya adalah "yang Ar-Rohmaan Ar-Rohiim".

Tarhib setelah Targhib

Perhatikan, setelah menyatakan kata sifat pertama bahwa "Allah adalah Robb (sang penguasa/pemilik) nya alam", yaitu peringatan (tarhib), lalu disambung dengan kata sifat kedua "Allah adalah Maha Pemberi Rahmat", yaitu kabar gembira (targhib).

Hadits shohih Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Lau ya’lamul mukminu maa 'indalloohi minal 'uquubati (Kalau orang yang percaya (beriman) tahu apa hukuman di sisi Allah) maa thomi’a fii jannatihi ahad (tidak ada yang berharap mendapatkan surgaNya). Wa lau ya'lamul kaafiru maa 'indalloohi minar rohmati (Dan andaikan orang kafir (orang yg ingkar) tahu apa rahmat dari Allah) maa qona-tho min rohmatihi ahad (tidak ada yang putus asa dari (mendapatkan) rahmat-Nya)

Al Fatihah ayat 2

Ayat 2: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ

I'rob

  • Hamida (حَمِدَ) = he praised/dia telah memuji → Hamdun (حَمْدٌ) = a praise/sebuah pujian → Al-hamdu (الْحَمْدُ) = the praise (bentuk definitnya).
  • Li (لِ) = to/kepada → Li adalah preposisi, maka Allah majrur jadi Allaahi → Alhamdu adalah mubtadak, lillaahi adalah khobar, sehingga diterjemahkan "THE praise is to Allah".
  • Robbun (رَبٌّ) = Lordtidak ada terjemahannya di bahasa Indonesia, tapi ada dlm bahasa Inggris yaitu "Lord", seperti dalam landlord (tuan tanah), tapi kalau dibahasa Indonesiakan menjadi Tuan, malah jadi salah → robb bukan tuhan (seperti di Alqur-an versi Indonesia), karena bahasa Arab dari tuhan adalah aliha → robbi [mu-dzakkar, mufrod, majrur, ma'rifah], begitu juga Allaahi, sehingga robbin adalah na'at dari Allahi.
  • 'Aalamun (عَٰلَمٌ) = a universe/sebuah alam → al-'aalamuuna (ٱلْعَٰلَمِينَ) = THE universes (bentuk jamak-definitnya) → robbil 'aalamiina (رَبِّ الْعَـلَمِين) mengikuti 2 aturan dasar idlofah, berarti al-'aalamiina adalah mudlof ilaih, robbi adalah mudlof --> sehingga diterjemahkan "Lord of THE universes". Robbi ma'rifah karena al-'aalamiina adalah ma'rifah.
Alhamdu lillaahi robbil 'aalamiin

Inggris: THE praise is to Allah Lord of THE universes.
Indonesia: Sang pujian adalah kepada Allah yang Robb dari sang alam-alam.

ASY-SYUKRU vs AL HAMDU

Dalam bahasa Arab, al-hamdu (pujian) artinya pernyataan memuji sifat seseorang atau atas apa yg telah dia lakukan, sedangkan asy-syukru (terima kasih) dinyatakan karena apa yg sudah dilakukannya, bukan hanya karena sifatnya.

Tafsir Ibnu Jarir Ath Thobari: ayat ini bermakna bahwa semua rasa terima kasih hanya kepada Allah SAJA, bukan kepada sesembahan lain selain Dia, atas semua nikmat dan rahmat yang "hanya Dia yg tahu jumlahnya". Rahmat Allah meliputi: Adanya sarana yg membantu ciptaannya untuk menyembahNya, fisik agar dapat melaksanakan perintahNya, makanan yang diberikan Allah dalam hidupnya, hidup enak yang diberikan Allah, tanpa ada apapun atau siapapun yang memaksaNya untuk merahmati.

Atsar Ibnu Abi Hatim: dari Ibnu Abbas: Ini adalah pernyataan berterima kasih.

Hati2... ada hadits hasan ghorib (aneh) dari At Tirmidzi, An Nasa-i, dan Ibnu Majah: dari Jabir: Dzikir (mengingat Allah) yg paling afdol adalah Laa ilaaha illallooh, dan doa paling afdol adalah alhamdu lillaah.

Hadits shohih Ibnu Majah: dari Ibnu 'Umar: dari Rosululloh: Sesungguhnya seorang hamba Allah pernah berkata "Yaa Robbi lakal hamdu kamaa yanbaghii li jalaali wajhika wa 'adhiimi sulthoonika" (Wahai Robb, bagiMu adalah pujian yang sesuai untuk kemuliaan wajahMu dan keagungan kekuasaanMu), lalu 2 malaikat bingung menulis kata2nya. Mereka melapor ke Allah dan berkata, "Wahai Robb kami, Sesungguhnya seorang hamba telah mengucapkan suatu pernyataan dan kami tidak yakin bagaimana mencatatnya untuk dia", lalu Allah bertanya, padahal Dia Mahatahu apa yg dikatakan hamba itu, "Apa yg hambaKu katakan?" Salah satu malaikat menjawab, lalu Allah berkata "Tulis apa yg hambaKu telah katakan, hingga dia bertemu denganKu dan aku akan memberinya pahala".

ROBB

Dalam bahasa Inggris, Robb artinya Lord. Landlord artinya tuan tanah, my lord artinya tuanku... tapi jadi aneh kalau Yaa Robbanaa diartikan "Ya Tuanku".... Karena tidak ada bahasa Indonesia yg tepat dari kata Robb, untuk selanjutnya akan saya artikan Robb.

AL-'AALAMUUNA

Al-'aalamuuna adalah jamak dari al-'aalamu (alam), yg artinya semua yg ada selain Allah.

Atsar Qotadah: Al-'aalamu adalah semua jenis ciptaan.

Atsar Az Zajjaj dan Al Qurthubi: Al-'aalamu adalah semua ciptaan Allah, di kehidupan ini dan di akhirat.

Asy Syu'arook 23-24: Qoola fir’aunu wa maa robbul ‘aalamiin (Firaun said, "Dan apa itu Lord Of The Universes?"). Qoola robbus samaawaati wal ardli wa maa bainahumaa in kuntum muuqiniin (He (Musa) said: "Lord of the skies and the earth, and everything between both of them, if you-all are believers").

Al Fatihah ayat 1

AYAT 1 : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

I'rob



  • Bi (بِ) = by/dengan
  • Ismun = a name → bi adalah preposisi, maka ismun majrur jadi ismin. Bi + ismin = Bismin.
  • Ismillaahi (اِسْمِ اللَّهِ) mengikuti 2 aturan dasar idlofah, maka allah adalah mudlof ilaih, ismi adalah mudlof → sehingga diterjemahkan "THE name of Allah", ismun bukan indefinite noun lagi.
  • Ar-rohmaani (الرَّحْمَـنِ) & Ar-rohiimi (الرَّحِيمِ) berasal dari kata dasar yg sama, yaitu rohima (رَحِمَ) = merahmati → jadi, dua-duanya artinya sama, Maha Merahmati berhubung penerjemah Qur-an ke bahasa Indonesia bingung (Depag?), maka mereka karanglah kata "Maha Pengasih dan Maha Penyayang", padahal harusnya dua kata itu sama saja, hanya berbeda di tafsir. Harusnya Depag menerjemahkannya "Maha Merahmati I, Maha Merahmati II".
  • Ar-rohmaani dan Ar-rohiimi adalah [mu-dzakkar, mufrod, majrur, ma'rifah]. Berarti dua-duanya berposisi sebagai na'at dari Allah, sehingga di terjemahannya ditambahkan kata "yang".
Bismillaahir rohmaanir rohiim

Inggris: By the name of Allah that is Ar-Rohmaan Ar-Rohiim
Indonesia: Dengan namanya Allah yang maha merahmati I, maha merahmati II

AYAT PERTAMA AL FATIHAH?



Apakah Bismillaahir rohmaanir rohiimi adalah ayat ini ayat pertama dari Al Fatihah? Berikut ini pro-kontra nya.

  • Hadits Ad-Daruquthni (dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh) dan Ibn Khuzaimah, juga dari 'Ali dan Ibn Abbas: Bismillah adalah satu ayat dlm Surat An Naml, tapi bukan ayat di surat lainnya.
  • Hadis shohih Abu Dawud: dari Ibn Abbas: Rosululloh tidak tahu pemisah surat Qur-an, sehingga turunlah basmalah. Menurut Abu Dawud (disepakati Imam Ahmad dalam suatu riwayat), basmalah itu awal surat tapi bukan bagian darinya.
  • Atsar Ibn 'Abbas, Ibn 'Umar, Ibn Az-Zubair, Abu Huroiroh, 'Ali, 'Atho', Thowus, Sa'id bin Jubair, Makhul, dan az-Zuhri: Basmalah adalah ayat setiap surat kecuali At Taubah.
BISMILLAH DIBACAKAN KERAS/PELAN?



Apakah Bismillah dibacakan keras ataukah pelan? Berikut ini pro dan kontranya.

DALIL YANG MENUNJUKKAN BISMILLAH HARUS DIBACA KERAS:


  • Hadits shohih An-Nasa'i, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim: Abu Huroiroh pernah sholat dan membacakan Bismillah keras. Setelah sholat, dia berkata, "Di antara kalian, aku menjalankan sholat yg paling dekat dengan sholatnya Rosululloh''.
  • Hadits shohih Bukhari: Anas bin Malik pernah bertanya tentang membacanya Rosululloh. Dia berkata, "Membacanya dia tidak terburu-buru.'' Dia lalu mencontohkannya dan membacakannya, dengan memanjangkan bacaan bismillahir rohmaanir rohiim.
  • Hadits shohih Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan al Hakim: dari Ummu Salamah: Rosululloh memutus-mutus tiap ayat saat membacakannya, pelan dan jelas, kata per kata.
  • Hadits Imam Abu 'Abdullah Asy-Syafi'ii & Al-Hakim: Mu'awiyah pernah mengimami sholat di Al-Madinah dan tidak membacakan Bismillah. Kaum Muhajirin (emigran dari Makkah) yang hadir dlm sholatnya mengkritiknya. Saat Mu'awiyah mengimami sholat berikutnya, dia membacakan Bismillah dengan keras.
DALIL YANG MENUNJUKKAN BISMILLAH TIDAK DIBACA KERAS:

  • Hadits shohih Bukhori: dari Anas bin Malik: Rosululloh, Abu Bakr, dan 'Umar biasanya mengawali sholat dengan Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin.
  • Hadits shohih Bukhori dan Muslim: dari Anas bin Malik: Aku sholat di belakang Rosululloh dan Abu Bakr dan 'Umar dan 'Utsman. Mereka memulai dengan Alhamdulillahi robbil 'aalamiin (dibaca pelan) dan aku tidak pernah mendengar siapapun diantara mereka membacakan Bismillaahir rohmaanir rohiim dengan keras di awal pembacaan atau di akhirnya.
BACALAH BISMILLAH DI AWAL MELAKUKAN PERBUATAN



Sebelum wudlu, harus membaca Bismillaah.

  • Hadis hasan Imam Ahmad: dari Abu Huroiroh, Sa'id bin Zaid, dan Abu Sa'id: dari Rosululloh: Laa wudluu-a li man lam yadzkurismalloohi ‘alaih (tidaklah sempurna wudlu bagi barangsiapa yg tidak menyebutkan Nama Allah di dalamnya)
Berikut ini keutamaan membaca Bismillaah sebelum bersenggama:

  • Hadits shohih Bukhori & Muslim: dari Ibnu Abbas: dari Rosululloh: Jika seseorang dari kalian saat hendak berhubungan sex dengan istrinya membaca "Bismillah, Allohumma jannabnasy syaithoon, wajannabisy syaithoonamaa rozaqtanaa (Dengan nama Alloh, Ya Alloh, lindungilah kami dari setan dan lindungilah apa yang Kaurizkikan kepada kami (anak kami nantinya) dari setan), maka jika mereka ditakdirkan untuk punya anak, setan tidak akan pernah bisa membahayakan anak itu).
Sebelum makan, kita harus membaca Bismillaah.

  • Hadits shohih Muslim: dari Umar bin Abi Salamah: dari Rosululloh: Qul bismillaahi wa kul bi yamiinika wa kul mimmaa yaliika (ucapkan Bismillaah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apapun yg dekat darimu)
Hati-hati, doa sebelum makan yg populer di buku pelajaran anak2 SD (dari buku2 Depag) itu berasal dari hadits yg Dloo-if (lemah):

Dari Abdullah bin Amr, bahwa Rosululloh biasa mengucapkan "Alloohummaa baariklana fimaa rozaqtana waqina 'adzabannar" jika didekatkan makanan kepadanya. Lalu beliau mengucapkan bismillah.

Penulis kitab Hadits-Hadist Dloo-if dan Maudhu menyatakan bahwa hadits ini adalah SANGAT DLOIF.

  • Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Sunni di kitabnya Amalula Yaum Wa Lailah dan Imam Ibnu Adiydi di kitabnya Al Kaamil, dari sanad Muhammad bin Abi Az Zu'aizi'ah, dari bapaknya, dari kakeknya (yaitu Abdullah bin Amr): Saya (Abdul Hakim) berkata: Sanad hadits ini sangat dloo-if karena Muhammad bin Az Zu'aizi'ah.
  • Imam Bukhori dan Imam Abu Hatim telah berkata tentangnya,"Mungkarul Hadits jiddan (Hadits yg Sangat Munkar)."
Setelah kita tahu bahwa doa yang sangat populer ini berasal dari sebuah hadits yang sangat lemah (sebaiknya tidak diamalkan), timbul pertanyaan, bagaimana doa yang seharusnya? Inilah doa yang shohih:

  • Hadits shohih Abu Dawud, At Tirmidzi: dari Rosululloh: Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, hendaklah membaca bismillah. Apabila lupa pada permulaannya, hendaklah membaca bismillahi fii awwalihi wa akhirihi.
SIAPA ITU ALLAH?




Bismillaah artinya "Dengan nama ALLAH". Lalu siapakah Allah itu? Apa definisi Allah?

Al Hasyr 22-24:
  • Huwalloohul ladzii laa ilaaha illa huwa 'aalimul ghoibi wasy syahadati, huwar rohmanur rohiim (Dia adalah Allah, yang tiada yg berhak disembah selain Dia saja, yang Mahatahu tentang Al-Ghoib (yang tidak nampak) dan yg nampak, Dia adalah Ar-Rohmaan Ar-Rohiim)
  • Huwalloohul ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salamul mukminul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul mutakabbiru (Dia adalah Allah, yang tiada yang berhak disembah selain Dia saja)
  • Al Malik (Sang Maharaja), Al Qudduus (Sang Mahasuci), As Salam (Yang tidak punya kekurangan), Al Mukmin (Sang Pemberi keamanan), Al Muhaimin (Sang Pengawas makhlukNya), Al 'Aziiz (Sang Mahaperkasa), Al Jabbaar (Maha Pemaksa) Al Mutakabbiru (Maha Takabur/Sombong))
  • Subhanalloohi ‘ammaa yusyrikuun (Mahasuci Allah dari apa yg mereka persekutukan (dari apa yg mereka jadikan partnernya Allah))
  • Huwalloohul khooliqul baari-ul mushowwiru lahul asmaa-ul husnaa (Dia adalah Allah, Al Khooliq (Sang Pencipta), Al Baarik (Sang Inventor dari segalanya), Al Mushowwir (Sang Pemberi Rupa), bagiNya adalah Asmaa-ul Husnaa (Nama2 Terbaik))
  • Yusabbihu lahu maa fis samaawaati wal ardli wa huwal ‘aziizul hakiim (semua yang di langit dan bumi bertasbih kepadaNya (mensucikan Dia) dan Dia adalah Al Aziiz (Mahaperkasa) Al Hakiim (Mahabijaksana)).
Tadi sempat disebutkan tentang Asmaa-ul Husna sebagai nama Allah. Apa itu Asmaa-ul Husna?

  • Al A’roof 180: Wa lillaahil asmaa-ul husnaa fad’uuhu bihaa (Dan Nama2 Terbaik adalah milik Alloh, maka berdoalah padaNya dengannya (memakai nama2Nya))
Berapakah jumlah Asmaa-ul Husna yang benar?


  • Hadits Bukhori & Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Inna lillaahi tis’atan wa tis’iina isman, mii-atan illaa waahidan, man ahshoohaa dakholal jannah (Sesungguhnya 99 Nama adalah milik Allah, 100 minus 1, barangsiapa menghitungnya (dan memeliharanya) akan masuk surga)
AR ROHMAAN VS AR ROHIIM



Bismillaahir Rohmaanir Rohiimi. Apa persamaan dan perbedaan Ar Rohmaan & Ar-Rohiim?

  • Atsar Al Qurthubi: Ar-Rohmaan & Ar-Rohiim sama2 berasal dari kata Ar-Rohmah (Maha Pemberi Rahmat), tapi Rohmaan lebih pemberi rahmat daripada Ar-Rohiim.
  • Hadis shohih Tirmidzi: dari Abdurrohman bin 'Auf: dari Rosululloh: Qoolalloohu ta’aalaa (Allah Ta'ala berkata) Anar rohmaanu kholaqtur rohiima (Aku adalah Ar-rohmaan, Aku telah menciptakan rohiim (rohim = rahim/kerabat)) wa syaqoqtu lahaa isman min ismii (dan aku telah menjadikan untuknya nama dari namaKu) fa man washolahaa washoltuhu wa man qotho’ahaa qotho’tuhu (maka barangsiapa memutusnya, maka Akupun akan memutusnya)
  • Atsar Abu 'Ali Alfarisi: Ar-rohmaan, yg eksklusif hanya namanya Allah, adalah nama yg menunjukkan segala macam rahmat yg dimiliki Allah, sementara Ar-rohiim hanya rahmat kepada orang beriman saja, seperti di Al Ahzaab 43
  • Atsar Ibnu 'Abbas: "Dua-duanya adalah dua nama yg lembut, salah satunya lebih lembut (yaitu lebih membawa implikasi rahmat) dari yg lainnya"
  • Atsar Ibnu Jarir: dari Al 'Azromi: Dia adalah Ar-Rohmaan kepada semua ciptaan dan Ar-Rohiim dengan orang2 mukmin
  • Al Ahzab 43: Wa kaana bil mukminiina rohiiman (Dan Dia adalah Rohiim (pemberi rahmat) kepada orang2 mukmin (orang2 yg percaya))
  • Atsar Ibnu Al Mubarok: Ar-Rohman artinya "kalau kamu minta Dia, Dia akan memberimu", Ar-Rohiim artinya "kalau kamu tidak minta Dia, Dia akan marah"
  • Hadits At Tirmidzi & Ibnu Majah: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Man lam yas-a lillaaha yaghdlob ‘alaihi (Barangsiapa tidak meminta kepada Alloh, maka Dia akan marah kepada orang itu)
Allah menyebutkan Istawa -bersinggasana di atas TahtaNya- sambil menyebut namaNya Ar-Rohmaan, artinya bahwa rahmatNya meliputi semua ciptaanNya.


  • Al Furqoon 59: Tsummastawaa ‘alal ‘arsyir rohmanu (Lalu Ar-Rohmaan Istawa (bersinggasana) di atas Tahta)
  • Thoohaa 5: Arrohmaanu ‘alal ‘arsyistawaa (Ar-Rohmaan Istawa (bersinggasana) di atas Tahta)
Nama Ar-Rohmaan hanya milik Allah:

  • Al Isrook 110: Qulid’ullooha awid’ur rohmana ayyan maa tad’uu fa lahul asmaa-ul husnaa (Katakanlah "Sebutlah Allah atau sebutlah Ar Rohmaan, dengan nama yg mana saja kalian sebut, karena Dia memiliki Asmaa-ul Husnaa (Nama2 Terbaik)).
  • Az Zukhruf 45: Was-al man arsalnaa min qoblika min rusulinaa a ja’alnaa min duunir rohmani aalihatan yu’baduuna (Dan tanyakanlah barangsiapa dari (rosul2) yg kami kirimkan (ke dunia) sebelum kamu: "Apakah Kami pernah menunjuk alihah (tuhan) untuk disembah selain Ar-Rohmaan?)
  • Saat Musailamah menyebut dirinya dengan Ar Rohmaan dari Yamamah, Alloh membuatnya terkenal dengan nama Si Pendusta dan membongkarnya ke orang2. Sehingga dia dipanggil Musailamah Al Kadzdzab (Musailamah si pendusta).
Tapi untuk nama Ar-Rohiim, Allah pernah memakainya untuk selain nama-Nya:

  • Al Ahzaab 43: Wakaana bil mukminiina rohiima (Dan Dialah Ar Rohiim kepada orang2 mukmin)
  • At Taubah 128: Laqod jaa-akum rosuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum harii-shun ‘alaikum bil mukminiina ro-uufun rohiimun (Sungguh seorang rosul telah datang kepadamu dari kaummu sendiri (yg telah kalian ketahui dengan baik), berat terasa olehnya penderitaanmu, dia sangat menginginkan (untuk mendapat petunjuk yg benar dan untuk diselamatkan) atas kalian, baik dan Rohiim kepada orang2 mukmin)
Asmaa-ul Husna tertentu juga pernah dipakai untuk selain Allah:

  • Al Insan 2: Innaa kholaqnaal insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi fa ja’alnahu samii’an bashiiron (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari campuran Nuthfah (setetes sperma) untuk Kami mengujinya, maka Kami membuatnya Samii'un (mendengar) dan Ba-shiirun (bisa melihat))
Tapi beberapa Asmaa-ul Husna memang tidak pernah dipakai untuk selain Allah: Ar Rohman, Al Kholiq, Ar Rozzaq, dll.

Surat Al Fatihah

Arti dan Nama Lain Al Fatihah

Al Fatihaah artinya sang pembuka (the opener), dari kata fataha artinya dia telah membuka (he opened).
Sebutan lain dari Al Fatihah:




  1. ASH SHOLAH [1][2]: Al Fatihah disebut Ash Sholah karena sholat yang tidak membacakan Al Fatihah adalah sholat yang tidak dianggap oleh Allah. Kita TIDAK APA-APA tidak membacakan ayat pendek, tapi Al Fatihah HARUS dibacakan. Bahkan makmum pun HARUS membacakan Al Fatihah dalam hati.
  2. AR RUQYAH [3]: Al Fatihah disebut Ar Ruqyah (the remedy) karena Al Fatihah pernah dipakai Sahabat untuk menyembuhkan sengatan ular berbisa, dan disetujui oleh Rosululloh.
  3. ASY SYIFA [4]: Al Fatihah disebut Asy Syifa (the cure) karena bisa menyembuhkan racun.
  4. AS-SAB'UL MA-TSANII [5][6][7][8]: Alqur-an disebut Assab'ul Ma-tsanii (7 yang diulang-ulang)
  5. UMMUL QUR-AN dan UMMUL KITAB [1][6][7][10][13]: yaitu ibu dari Alqur-an dan Alkitab
Tahukah kamu, bahwa Al Fatihah dan penutup Al Baqoroh tidak disampaikan ke nabi-nabi sebelum Rosululloh. [9]

Apa yang Allah lakukan saat kita membacakan Al Fatihah?

Setiap ayat yang kita bacakan, akan dibalas oleh Allah satu per satu [1]:




  • Saat kita membacakan "Sang pujian adalah untuk Allah, pemilik dari semua jenis alam", Allah berkata: "hambaKu telah memujiKu"
  • Saat kita membacakan "yang Ar-Rohmaan Ar-Rohiim", Allah berkata "hambaKu telah menyanjungKu"
  • Saat kita membacakan "pemilik hari pembalasan", Allah berkata "hambaKu telah memuliakanKu, hambaKu telah menyerahkan semua urusan kepadaKu"
  • Saat kita membacakan "Kami hanya beribadah kepadaMu dan kami hanya minta pertolongan kepadaMu", Allah berkata "Ini adalah antara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu adalah apa yang dia minta"
  • Saat kita membacakan "Kautunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan yang engkau beri nikmat, bukan jalan yang Engkau murkai, dan bukan jalannya orang yang tersesat", Allah berkata "Ini adalah untuk hambaKu, dan untuk hambaKu adalah apa yang dia minta"
Apakah makmum tidak perlu baca Al Fatihah?

Makmum HARUS membacakan Al Fatihah dalam hati [1] dan menyimak (arti dari) setiap apa yang dibacakan imam [14].

Apakah imam harus memperdengarkan bacaan Al Fatihah?

Ya. Rosululloh selalu memperdengarkan Al Fatihah di roka'at pertama dan kedua dari sholat fardlu selain Dhuhur dan 'Ashr. Lalu bagaimana kita tahu Rosululloh membacakan Al Fatihah? Kadang Rosululloh memperdengarkan bacaan dalam sholat Dhuhur dan 'Ashr [10][11][12][13].

Haruskah membacakan A'uudzubillahi minasy syaithoonir rojiimi sebelum membacakan Al Fatihah?
Kalau setan mendatangi kita, hanya kepada Allah kita bisa berlindung, dan kita tidak tahu kapan setan datang. Maka dari itu, KAPANPUN (tidak harus sebelum membacakan Al Fatihah) kita HARUS meminta perlindungan kepada Allah kalau-kalau setan itu datang [15][16], khususnya kalau akan membacakan Alqur-an (agar tidak malas untuk menerjemahkan per kata, agar tidak salah tafsir, dll) [17], karena setan memang selalu menghancurkan semua keturunan Adam [18][19][20][21]. Dan TENTUNYA kita harus mengerti arti dari apa yang sedang kita bacakan (yaitu a'udzubillah), kalau tidak, sama saja bohong, sama saja dengan membacakan mantra sulap.

Bahkan, doa sebelum sholat malam sudah otomatis mengandung doa memohon perlindungan dari godaan setan [22].

Obat marah BUKAN istighfar seperti yang dilakukan orang-orang, tapi A'uudzubillaah adalah obat marah [23].

Syaithoon

A'uudzu billaahi minasy syaithooni. Lalu apa itu syaithon? Dalam bahasa Arab, syaithoon berasal dari kata syathona artinya "melakukan dengan cara yg salah" atau dari kata syaatho artinya "terbakar", dan setan terbuat dari api/neraka. Mayoritas ulama setuju dengan arti pertama. Setan bisa berupa manusia dan jin.

Al An’aam 112: Wa kadzalika ja’alnaa likulli nabiyyin ‘aduwwan (Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi) syayathiinal insi wal jinniyuuhii ba’dluhum ilaa ba’dlin zukhrufal qouli ghuruuron ((yaitu) setan2, (dari golongan) manusia dan jin, membisikkan sebagian mereka kepada sebagian yg lain (dengan) perkataan zukhruf (palsu tapi indah2) (sebagai) tipuan).

Hadits Imam Ahmad: Abu Dhorr melihat Rosululloh berkata Yaa abaa dzar, ta’awwadz billaahi min syayaathiinil insi wal jinni (Ya Abu Dzar! Berlindunglah kepada Allah dari setan manusia dan (setan) jin). Abu Dhorr lalu tanya "Apa ada setan manusia?" Dia berkata "Ya".

Hadits shohih Imam Muslim: dari Abu Dhorr: dari Rosululloh: Yaqtho’ush sholaatal mar-atu wal himaaru wal kalbul aswadu (Wanita, keledai, dan anjing hitam mengganggu sholat (kalau mereka lewat di depan orang yg sholat tidak di belakang Sutroh (barrier)) Lalu Abu Dhorr bertanya, "Apa bedanya anjing hitam dan anjing merah atau kuning?" Dia berkata "Anjing hitam adalah setan".

Hadits shohih Imam Muslim: dari Jabir bin Abdulloh: Amaronaa rosuululloohi SAW bi qotlil kilaabi (Rosululloh SAW menyuruh kami untuk membunuh anjing) Hattaa innal mar-ata taqdamu minal baadiyati bi kalbihaa fa naqtuluhu (Sampai sesungguhnya anjing milik seorang wanita badui yang selalu mengiringinya lalu kami bunuh (juga)) Tsumma nahan nabiyyu SAW 'an qotlihaa wa qoola 'alaikum bil aswadil bahiimi dzin nuqthotaini fa innahu syaithoonun (Lalu Nabi SAW melarang untuk membunuhnya dan dia berkata kepada kalian untuk membunuh hewan hitam yang punya dua noktah di keningnya, maka sesungguhnya dia adalah setan).

SETAN ITU TERKUTUK

Dalam bahasa Arab, Ar Rojiim artinya "keluar dari segala macam kebaikan".




Al Mulk 5: Wa laqod zayyannas samaa-ad dun-yaa bi ma-shobiiha wa ja’alnahaa rujuuman lisy syayaathiini (Dan sungguh Kami telah menghiasi langit dunia dengan lampu2 (bintang2), dan Kami telah menjadikannya Rujuman (misil) terhadap setan2).

Ash Shoffat 6-10: Innaa zayyannas samaa-ad dun-yaa bi ziinatil kawaakib (Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit2 dunia dengan hiasan bintang2) Wa hifdhon min kulli syaithoonin maaridin (Dan Kami (memberi) penjagaan dari setiap setan yg durhaka). Laa yassamma’uuna ilal malaa-il a’laa wa yuqdzafuuna min kulli jaanibin (Mereka tidak dapat mendengarkan kepada kelas tinggi (pembicaraan para malaikat) dan mereka dilempari dari segala penjuru). Duhuuron wa lahum ‘adzaabun waa-shibun (Untuk mengusir mereka dan bagi mereka adzab (siksaan) yg kekal). Illaa man khothifal khothfata fa atba’ahu syihaabun tsaaqibun (Kecuali
barangsiapa yg menyambar (mencuri dengar percakapan ilahi), maka mereka dikejar nyala apa yg cemerlang)

Al Hijr 16-18: Wa laqod ja’alnaa fis samaa-i buruujan wa zayyannahaa linnadhiriin (Dan sungguh Kami telah menjadikan Al Buruuj (gugusan bintang) di langit dan Kami menghiasinya (menjadikannya indah) bagi orang2 yg memandang). Wa hafidhnahaa min kulli syaithoonin rojiim (Dan Kami menjaganya dari setiap setan yg terkutuk). Illaa manistaroqos sam’a fa atba’ahu syihaabun mubiin (Kecuali barangsiapa (setan) yg mencuri pendengaran (berita ilahi dari para malaikat) lalu dikejar nyala api yg terang)
REFERENCES:




  1. Hadits shohih Muslim dan An-Nasa-i: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh:
    • Man sholaa sholaatan lam yaqrok fiihaa ummal qur-aani, fa hiya khidaajun tsalaatsan ghoiru tamaamin. (Barangsiapa sholat tidak membacakan Ummul Qur-an, maka itu, diucapkannya 3x, (sholatnya) tidak sempurna!!).
    • Fa qiila li abii huroiroh innaa nakuunu waroo-al imaami (lalu dikatakan kepada Abu Huroiroh, "Sesungguhnya kami adalah di belakang imam")
    • Fa qoolaqrok bihaa fii nafsika fa inna sami'tu rosuulallohi SAW yaquulu (lalu dia berkata: "Bacakanlah dia dalam dirimu (dalam hati) dan sesungguhnya aku mendengar Rosululloh SAW berkata:)
    • Qoolalloohu 'azza wa jalla, qosamtush sholaata bainii wa baina aabdii nishfaini wa li 'abdii maa sa-ala(Allah 'Azza wa Jalla berkata: Aku telah membagi sholat (Al Fatihah) menjadi 2 bagian, antara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu adalah apa yg dia minta.)
    • Fa idzaa qoola alhamdulillaahi robbil ‘aalamiina, qoolalloohu hamidanii ‘abdii (Lalu saat dia berkata "Sang pujian adalah untuk Allah, pemilik semua jenis alam", Allah berkata "HambaKu telah memujiKu")
    • Fa idzaa qoola arrohmaanir rohiimi qoolalloohu atsnii 'alayya 'abdii (Dan saat dia berkata "yang Ar-Rohmaan Ar-Rohiim", Allah berkata "HambaKu telah menyanjungKu")
    • Wa idzaa qoola maliki yaumid diini, qoolalloohu majjadanii 'abdii wa qoola marrotan fawwadlo ilayya 'abdii (Dan saat dia berkata "pemilik hari pembalasan", Allah berkata "HambaKu telah memuliakanKu" dan Dia berkata "HambaKu telah menyerahkan semua urusan kepadaKu")
    • Fa idzaa qoola iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iinu, qoola haadzaa bainii wa baina 'abdii wa li 'abdii maa sa-ala (Dan saat dia berkata "kami hanya beribadah kepadaMu dan kami hanya minta pertolongan kepadaMu", Allah berkata "Ini adalah antara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu adalah apa yang dia minta")
    • Fa idzaa qoola ihdinash shiroothol mustaqiima shirootholladziina an'amta 'alaihim ghoiril maghdluubi 'alaihim wa ladl dloolliina, qoolalloohu haadzaa li 'abdii wa li 'abdii maa sa-ala. (Dan saat dia berkata "Kautunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan yang engkau beri nikmat, bukan jalan yang Engkau murkai, dan bukan jalannya orang yang tersesat", Allah berkata "Ini adalah untuk hambaKu, dan untuk hambaKu adalah apa yg dia minta")
  2. Hadits shohih Muslim: dari 'Ubaadah bin Shoomit: dari Rosululloh:
    • Laa sholaata liman lam yaqrok bi faatihatil kitaabi (Tidak dianggap sholat bagi siapapun yang tidak membaca pembuka Alkitab (Al Fatihah)).
  3. Hadits Shohih Bukhori dan Muslim: dari Abu Sa'id Al Khudri:
    • Anna rohthon min ash-haabi rosuulillaahi sholalloohu 'alaihi wa sallaman tholaquu fii safrotin saafaruuhaa (Bahwa beberapa dari sahabat Rosululloh SAW pergi dalam suatu perjalanan)
    • Hattaa nazaluu bi hayyin min ahyaa-il 'arobi (hingga mereka singgah di sebuah perkampungan dari perkampungan Arab)
    • Fasta-dloofuu hum fa abau an yu-dloyyifuu hum (lalu mereka meminta dijamu lalu mereka menolak menjamu mereka)
    • Fa ludi-gho sayyidu dzaalikal hayyin, fa-sa'au lahu bi kulli syai-in laa yanfa'uhu syai-un (Lalu seorang petinggi di perkampungan mereka tersengat bisa, lalu mereka berjuang dengan segala cara, tidak memberi manfaat sedikitpun)
    • Fa qoola ba'dluhum lau ataitum haa-ulaa-ir rohthol ladziina qod nazaluu bi kum la'allahu an yakuuna 'inda ba'dlihim syai-un (Lalu setelah itu dia berkata: maukah kalian mendatangi sebagian mereka yang sesungguhnya sedang singgah di tempat kalian, semoga di antara mereka ada sesuatu).
    • Fa atauhum fa qooluu yaa ayyuhar rohthu inna sayyidanaa ludi-gho fa sa'ainaa lahu bi kulli syai-in laa yanfa'uhu syai-un, fa hal 'inda ahadin minkum syai-un? (Lalu mereka mendatangi mereka dan mereka berkata "Wahai sekelompok orang, sesungguhnya petinggi kami tersengat bisa lalu kami sudah berjuang dengan segala cara, tidak memberi manfaat sedikitpun, lalu adakah seorang disisi kalian (yang bisa mengobati)?"
    • Fa qoola ba'dluhum: na'am, wallohi innii larooqin, walaakin walloohi laqod ista-dlofnaa kum fa lam tu-dloyyifuunaa fa maa anaa bi rooqin lakum hattaa taj'aluu lanaa ju'lan (Lalu dia berkata setelahnya, "Ya, Demi Allah sesungguhnya aku bisa meruqyah, tapi Demi Allah sesungguhnya kami meminta dijamu kalian lalu kalian tidak menjamu kami, maka aku tidak akan meruqyah kalian hingga kalian memberi imbalan pada kami)
    • Fa shoolahu hum 'alaa qo-thii'in minal ghonami fa antholaqo fa ja'ala yatfulu wa yaqro-ul hamdulillaahi robbil 'aalamiina hattaa la ka-annamaa nu-syi-tho min 'iqoolin fan tholaqo yamsyii maa bihi qolabatun (Lalu mereka menjamunya lamb chop, lalu dia pergi lalu memercikkan ludah dan membacakan "the praise is for Allah, the Lord of the universes", hingga seolah dia terlepas dari tali yang membelenggunya, lalu dia bisa jalan seperti tidak pernah sakit)
    • Fa aufauhum ju'lahumulladzii shoolahuuhum 'alaihi fa qoola ba'dluhumuqshimuu (Lalu mereka memberi imbalan atas kebaikan mereka, lalu setelahnya mereka (sahabat Nabi) berkata "Bagilah kami"
    • Fa qoolal ladzii roqoo laa taf'aluu hattaa naktiya rosuulalloohi SAW fa nadzkuro lahulladzii kaana fa nandhuro maa yakmurunaa (Lalu dia yang meruqyah berkata "kita jangan melakukan (apapun) hingga menemui Rosululloh SAW lalu memberitahukan kepadanya apa yang terjadi dan dia perintahkan).
    • Fa qodimuu 'alaa rosuulillaahi SAW fa dzakaruu lahu fa qoola wa maa yudriika annahaa ruqyatun a-shobtum iqshomuu wadlribuu lii ma'akum bi sahmin (Lalu mereka mendatangi Rosululloh lalu mereka menceritakannya kepadanya lalu dia berkata "Dan bagaimana kamu tahu bahwa itu adalah Ruqyah? Kalian melakukan hal yang benar. Dan bagikan (kambingnya) di antara kalian dan aku.")
    • Fa dlohika rosuululloohi SAW (lalu Rasulullah SAW tertawa)
  4. Hadis marfu' Ad-Darimi: dari Abu Sa’id: Fatihatul kitab adalah syifa’ (penyembuh) dari segala racun.
  5. Surat Al Hijr 87:
    • Wa laqod aatainaka sab'an minal ma-tsaaniy (Dan sesungguhnya Kami telah memberimu tujuh dari yang dibaca berulang-ulang).
  6. Hadits shohih Bukhori: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Ummul qur-aani hiyas sab'ul ma-tsaanii wal qur-aanu 'adhiimu (Ummul Qur-an adalah 7 yang dibaca berkali-kali dan (dia adalah) bacaan yang agung)
  7. Hadits shohih Ahmad, Tirmidzi, : dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Alhamdulillaahi ummul qur-aani wa ummul kitaabi was sab'ul ma-tsaani (Alhamdulillah adalah Ummul Qur-an, Ummul Kitab dan 7 yang berulang)
  8. Hadits shohih Bukhori, Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, Ibnu Majah: dari Abu Sa'id bin Al Mu'alla:
    • Marrobiyan nabiyyu SAW wa anaa a-shollii fa da'aanii fa lam aatihi hatta sholaitu (Nabi SAW lewat dan aku sholat, lalu dia memanggilku, lalu aku tidak menjawabnya hingga aku selesai sholat)
    • Tsumma ataitu fa qoola maa mana'aka an taktiyanii (Lalu aku mendatangi dia, lalu dia berkata "Apa yang menghalangimu untuk mendatangiku?")
    • Fa qultu ushollii (Lalu aku berkata, "Aku sholat")
    • Fa qoola a lam yaqulloohu: Yaa ayyuhal ladziina aamanus tajiibuu lillaahi wa lirrosuuli idzaa da'aakum lima yuhyiikum (Lalu dia berkata, "Bukankah Allah berkata: Wahai orang-orang yang percaya (beriman), responlah Allah (dengan menaati-Nya) dan rosul saat dia memanggil kalian kepada yang apa yang menghidupkan kalian (Al Anfaal 24)").
    • Tsumma qoola a lam u-'allimuka a'dhoma suurotin fil qur-aani qobla an takhruja minal masjidi (Lalu dia berkata, "Maukah kamu aku ajari surat teragung dalam Alqur-an sebelum kamu keluar dari masjid?")
    • Fa dzahaban nabiyyu SAW li yakhruja minal masjidi (Lalu Nabi SAW pergi keluar dari masjid)
    • Fa dzakkartuhu fa qoolal hamdulillaahi robbil 'aalamiina, hiyas sab'u ma-tsaanii wal qur-aanul 'adhiimul ladzii uutituhu (Lalu aku mengingatkannya, lalu dia berkata "Sang pujian adalah kepada Allah penguasa semua jenis alam, itulah 7 yang berulang dan bacaan agung yang diberikan kepadaku)
  9. Hadits Muslim: dari Ibn Abbas:
    • Bainamaa jibriilu qoo'idun 'indan nabiyyi SAW sami'a naqii-dlon min fauqihi fa rofa'a roksahu (Saat Jibril duduk di sisi Nabi SAW dia mendengar sesuatu dari atas kepalanya)
    • Fa qoola haadzaa baabun minas samaa-i futihal yauma lam yuftah qo-thun illal yauma (lalu dia (Jibril) berkata ini adalah suatu pintu dari langit yang dibuka, dia tidak pernah dibuka sebelumnya, kecuali hari ini)
    • Fa nazala minhu malakun fa qoola haadzaa malakun nazala ilal ardli lam yanzil qo-thun illal yauma (lalu malaikat turun darinya, lalu dia berkata "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi, dia tidak pernah turun sebelumnya, kecuali hari ini)
    • Fa sallama wa qoola absyir bi nuurooni uutiitahumaa lam yuktahumaa nabiyyun qoblaka faatihatul kitaabi wa khowaatiimu suurotil baqoroti (Lalu dia mendoakan keselamatan (=memberikan greeting) dan dia berkata "Bergembiralah atas dua cahaya yang diberikan kepadamu, keduanya tidak pernah diberikan ke nabi-nabi sebelummu: pembukaan Alkitab (Al Fatihah) dan penutup Surat Al Baqoroh)
    • Lan taqro-a bi harfin minhumaa illaa u'thiitahu (Kamu takkan membacakan satu huruf dari keduanya kecuali akan diberikan (pahala) kepadamu)
  10. Hadits shohih Bukhori dan Muslim: dari Abu Qotadah:
    • Annan nabiyya SAW kaana yaqro-u fidh dhuhri fil uulayaini bi ummil kitaabi wa suurotaini (Bahwa Nabi SAW membacakan Ummul Kitab dan dua surat di Dhuhur (roka'at) awal)
    • Wa fir rok'atainil ukhroyaini bi ummil kitaabi wa yusmi'unal aayaata (dan Ummul Kitab di dua roka'at terakhir dan dia memperdengarkan ayat)
    • Wa yu-thowwilu fir rok'atil uulaa maa laa yu-thowwilu fir rok'atits tsaaniyati wa hakadzaa fil 'ashri wa hakadzaa fish shubhi (dan dia memanjangkan di rokaat pertama tapi dia tidak memanjangkan di rokaat kedua, dan ini adalah (dilakukannya) pada sholat 'Ashr dan begitu pula pada Shubuh)
  11. Hadits shohih Bukhori dan Muslim: dari Abu Qotadah:
    • Kaanan nabiyyu SAW yaqro-u fir rok'ataini minadh dhuhri wal 'ashri bi faatihatil kitaabi wa suurotin suurotin (Nabi SAW membacakan pembukaan Alkitab (Al Fatihah) dan surat masing-masing di dua rokaat pertama dari Dhuhur dan 'Ashr)
    • Wa yusmi'unal aayaata ahyaanan (dan kadang memperdengarkan ayat-ayat)
  12. Hadits shohih Bukhori: dari Tholhah bin 'Abdillah bin 'Auf:
    • Shollaitu kholfabni 'abbaasin RA 'alaa janaazatin fa qoro-a bi faatihatil kitaabi (Aku sholat di belakang Ibn 'Abbas RA pada sholat jenazah lalu dia membacakan pembuka Alkitab)
    • Qoola li ya'lamuu annahaa sunnatun (dia berkata agar mereka tahu bahwa itu adalah tuntunan)
  13. Hadits shohih Bukhori: dari Abu Huroiroh:
    • Fii kulli sholaatin yuqro-u fa maa asma'anaa rosuululloohi SAW asma'naakum (Pada setiap sholat kita membacakan, dan apa yang Rosululloh SAW perdengarkan ke kami, kami memperdengarkan ke kalian)
    • Wa maa akhfaa 'annaa akhfainaa 'ankum (dan apa yang dia sembunyikan (tidak mengeraskan) ke kami, kami menyembunyikan ke kalian)
    • Wa in lam tazid 'alaa ummil qur-aani ajza-at wa in zidta fa huwa khoirun (dan jika kalian tidak menambah (selain) Ummul Qur-an itu tidak apa-apa, dan jika kalian menambahnya maka itu lebih baik)
  14. Hadits shohih Muslim: dari Qotadah:
    • Wa idzaa qoro-a fa anshotuu (Dan saat dia (imam) membacakan (ayat dalam sholat), maka kalian dengarkanlah)
  15. Al A'roof 200 & Al Fushshilat 36:
    • Wa immaa yanzaghonnaka minasy syaithooni nazghun fasta'idz billaah. Innahu samii’un ‘aliim (Dan jika setan menggodamu/menipumu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar, Mahatahu)
  16. Al Mukminuun 96-98:
    • Idfa' billatii hiya ahsanus sayyi-ah (Tolaklah kejahatan dengan (cara) yang lebih baik)
    • Nahnu a'lamu bimaa ya-shifuun (Kami Lebih Tahu dengan apa yang mereka sifatkan)
    • Wa qul robbi a'uudzu bika min hamazaatisy syayaathiin (Dan katakanlah, "Robb! Aku berlindung kepadaMu dari bisikan2 setan)
    • Wa a’uudzu bika robbi an yahdluruun (Dan aku berlindung kepadaMu, Robbku, kalau-kalau mereka hadir kepadaku")
  17. An Nahl 98-100:
    • Fa idzaa qoroktal qur-aana fasta’idz billaahi minasy syaithoonir rojiim (Maka saat kamu membacakan Alqur-an, maka berlindunglah kepada Allah dari setan yg terkutuk).
    • Innahu laisa lahu sulthoonun 'alal ladziina aamanuu wa ‘alaa robbihim yatawakkaluun (Sesungguhnya, tidak ada kekuasaan baginya atas mereka yg percaya (beriman) dan mereka yg bertawakal (mewakilkan semua urusan) kepada Robb mereka)
    • Innamaa sulthoonuhu ‘alal ladziina yatawallaunahu walladziina hum bihi musyrikuun (Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanya atas mereka yg menjadikannya wali (kawan setia yang diikuti nasihatnya) dan mereka yang syirik (mempartnerkan Allah)).
  18. Al A'roof 27:
    • Ya banii aadama laa yaftinanna kumusy syaithonu kamaa akhroja abawaikum minal jannah (Wahai keturunan Adam! Jangan (biarkan) setan menipu kalian seperti dia mengeluarkan kedua orang tua kalian (Adam & Hawa) dari surga)
  19. Faathir 6:
    • Innasy syaithoona lakum ‘aduwwun fattakhidzuuhu 'aduwwan (Sesungguhnya, setan adalah satu musuh bagi kalian, maka kalian jadikanlah dia sebagai musuh)
    • Innamaa yad'uu hizbahuu li yakuunuu min ashhaabis sa'iir (Sesungguhnya, mereka hanya mengajak hizbnya (pengikutnya) agar mereka menjadi penghuni neraka yg menyala-nyala)
  20. Al Kahfi 50:
    • A fatattakhidzuunahu wa dzurriyyatahu auliyaa-a min duunii (Apakah kalian mengambilnya (iblis) dan keturunan2nya sebagai wali (kawan setia) dari selainku)
    • Wa hum lakum 'aduwwu (padahal mereka adalah musuh bagi kalian)
    • Biksa lidh dhoolimiina badalan (Betapa sangat buruk pengganti bagi orang2 yg dholim)
  21. Shood 82-83:
    • Qoola fa bi 'izzatika la ughwiyannahum ajma'iin (Dia (iblis) berkata, "Maka demi kemuliaanMu, sungguh aku (akan) menyesatkan mereka semuanya) Illaa 'ibaadaka minhumul mukhlashiin (kecuali hambaMu yang ikhlas (dalam berserah kepada semua aturan Allah)")
  22. Hadits shohih Imam Ahmad (dan juga dari 4 kitab yang namanya "Sunan", yaitu oleh Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan Ash Shughro (dari Imam Nasa-i), dan Sunan Ibnu Majah): dari Abu Sa'id Al Khudri:
    • Kaana rosuululloohi SAW idzaa qooma minal laili wastaftah sholaatahu (Rosululloh SAW saat bangun malam hari, lalu dia membuka sholatnya, dan dia takbir (mengakbarkan nama Allah), dia mengatakan)
    • Wa kabbaro, qoola: Subhaanakalloohumma wa bihamdika tabaarokasmuka wa ta'aalaa jadduka wa laa ilaha ghoiruka (Dan dia bertakbir (mengakbarkan nama Allah), dia mengatakan: Ya Allah Kamu adalah Mahasuci dan dengan segala puji kepadaMu, dan keberkahan atasMu, dan kedaulatanmu adalah satu-satunya, dan tidak ada sesembahan lain (yg benar) selain Engkau)
    • Tsumma yaquulu: Laa ilaaha illallooh tsalaa-tsan (Lalu dia berkata "Tidak ada sesembahan lain (yg benar) selain Allah" tiga kali)
    • Tsumma yaquulu: A'uudzu billaahis samii'il 'aliimi minasy syaithoonir rojiimi min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi (Lalu dia berkata: "Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar, Mahatahu, dari setan yang terkutuk, dari hamz (umpatan) nya, dan nafkh (bisikan kesombongan) nya dan nafts (semburan puisi) nya.
  23. Hadits Bukhori, Muslim, Abu Dawud: dari Sulaimaan bin Shurod:
    • Istabba rojulaani 'indan nabiyyi SAW (Dua lelaki saling berseteru di sisi nabi SAW)
    • Fa ja'ala ahadu humaa yaghdlobu wa yahmarru wajhuhu (lalu salah seorang dari keduanya menjadi marah dan merah wajahnya)
    • Fa na-dhoro ilaihin nabiyyu SAW (lalu Nabi SAW melihatnya)
    • Fa qoola: Innii la a'lamu kalimatan lau qoolahaa la dzahaba 'anhul ladzii yajidu: A'uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiimi (Lalu dia berkata "Sesungguhnya aku tahu beberapa kata kalau dia mengatakannya, pasti pergilah apa yang dia rasakan: 'Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk')
    • Fa qoolar rojulu wa hal taroo bii min junuunin? (Lalu lelaki itu berkata "Apa kamu menganggap saya sudah gila?")