Tampilkan postingan dengan label Iman Kpd Malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman Kpd Malaikat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 34

AYAT 34: Wa idz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa, abaa wastakbaro. Wa kaana minal kaafiriina.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat → idz membuat klausa setelahnya harus past tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata → Qulnaa = we said/kami telah berkata
  • Lii = to/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki → Malakun = an angel/seorang malaikat → al-malaa-ikatu = bentuk definit jamaknya/THE angelS
  • Sajada = he prostrated/dia telah bersujud → Isjuduu = (You-all) prostrate!/(kalian) sujud! (fi'l 'amr = kata kerja perintah) → sajaduu = they prostrated/mereka telah bersujud (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Illaa = except/kecuali → Illaa membuat ibliisu manshub jadi ibliisa. Perhatikan disini, iblis adalah nama (proper name), bukan "golongan".
  • Abaa = he refused/dia telah enggan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Kaburo = he was superior/dia telah besar → istakbaro (wazan 10: berpikir bahwa "kaburo" seharusnya terjadi) = he felt superior/dia telah merasa besar
  • Kaana = he was → ism kaana = "dia", khobar kaana = minal kaafiriin
  • Min = from/dari --> al-kaafiriina berawalan vokal, maka min jadi mina
  • Kafaro = dia telah ingkar → kafarun = orang yang ingkar → al-kaafiruuna = bentuk jamak sekaligus definitnya (THE disbelievers)
Wa idz qulnaa lil malaa-ikatis juduu lii aadama, fa sajaduu illaa ibliis, abaa wastakbaro, wa kaana minal kaafiriina

Inggris: And when *We* said to THE angels, "Prostrate to Adam!" then they prostrated but Iblis, he refused and he felt superior, and he WAS from THE disbelievers.
Indonesia: Dan saat *Kami* telah berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kepada Adam!" Lalu mereka telah bersujud kecuali Iblis. Dia telah enggan dan dia telah merasa besar (takabur). Dan dia adalah dari orang-orang yang tidak percaya.

Wa idz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama

Tafsir Ibn Katsir: Allah menghargai/memuliakan Adam, dan mengingatkan keturunan Adam tentang kisah ini. Allah menyuruh para malaikat bersujud di depan Adam.

Atsar Qotadah: Sujud kepada Adam bukan berarti beribadah kepada Adam. Beribadah kepada Allah, bersujud kepada Adam. Allah menyuruh para malaikat menyembah Adam karena Allah menghormati/memuliakan Adam.

Yusuf 100: Wa rofa'a abawaihi 'alal 'arsyi (Dan dia (Yusuf) telah menaikkan dua orangtuanya ke singgasana) wa khorruu lahu sujjadan (dan mereka telah jatuh di depannya secara bersujud) wa qoola yaa abati haadzaa takwiilu rukyaaya min qoblu qod ja'alahaa robbii haqqon (dan dia telah berkata, "Wahai ayahku, ini adalah takwil (interpretasi) mimpiku yang sebelumnya, sungguh Robbku telah menjadikannya kebenaran)."

Hadits hasan Abu Dawud, Alhakim, Tirmidzi:
Saat Qois bin Sa'd datang kepada Rosululloh, dia berkata "Aku pergi ke Al Hiroh dan melihat mereka bersujud di depan aturan mereka, lalu aku berkata Engkau adalah yang paling berhak disujudi." Dia berkata "Katakan padaku, kalau kamu melewati kuburanku, maukah kamu bersujud di depannya?" Aku berkata "Tidak". Dia lalu berkata "Jangan lakukan itu. Lau kuntu aamiron basyaron an yasjuda li basyarin (seandainya aku menyuruh seseorang bersujud di depan yang lain) la amartul mar-ata an tasjuda li zaujihaa min 'idhomi haqqihi 'alaiha (niscaya aku menyuruh para perempuan untuk bersujud kepada suami mereka dikarenakan hak khusus yang diberikan (oleh Allah) kepada mereka (para suami)).

Fa sajaduu illaa ibliis, abaa wastakbaro, wa kaana minal kaafiriin

Al Kahfi 50: Wa idzaa qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa (dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!", maka mereka telah bersujud kecuali Iblis) kaana minal jinni fa fasaqo 'an amri robbihi (dia adalah dari (golongan) jin, lalu dia telah durhaka atas perintah Robbnya) a fatattakhidzuunahu wa dzurriyyatahu auliyaa-a min duunii (maka apakah kalian mengambil dia dan keturunannya (sebagai) pemimpin dari selainKu) wa hum lakum 'aduwwun (padahal mereka adalah musuh bagi kalian?) biksa lidh dhoolimiina badalan (sangat buruklah sebagai pengganti bagi orang2 dholim/aniaya)

Atsar Qotadah: Iblis iri kepada Adam karena dimuliakan Allah. Iblis berkata "aku diciptakan dari api dan dia diciptakan dari tanah liat." Maka, kesalahan iblis adalah "arogan".

Shohih Muslim dan Imam Ahmad: dari 'Aisyah: dari Rosululloh: Khuliqotil malaa-ikatu min nuurin (malaikat telah diciptakan dari suatu cahaya), wa khuliqo ibliisu min maarijin min naarin (dan iblis telah diciptakan dari suatu api tanpa asap) wa khuliqo aadamu mimmaa wu-shifa lakum (dan Adam telah diciptakan dari apa yang telah diceritakan kepada kalian)

Ar Rohmaan 14-15: Kholaqol insaana min sholshoolin kal fakhkhoor (Dia telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah kering seperti tembikar) Wa kholaqol jaanna min maarijin min naari (dan Dia telah menciptakan jin dari nyala (tanpa asap) dari api)

Shood 76: Qoola anaa khoirun minhu, kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiin (dia (iblis) telah berkata, "aku lebih baik dari dia, aku telah diciptakan Engkau dari api dan dia telah diciptakan Engkau dari tanah)

Tafsir Ibn Katsir: Iblis juga diperintahkan untuk sujud di depan Adam, meskipun Iblis bukan malaikat. Meskipun iblis bukan malaikat, dia mencoba meniru perilaku dan perbuatan malaikat, sehingga juga disuruh menyembah Adam. Iblis dikutuk Allah karena tidak mau sujud kepada Adam. Alasan iblis adalah karena merasa api lebih baik daripada tanah liat, sehingga Allah mengusirnya, mempermalukannya, menjauhkannya dari rahmat. Iblis mensimbolkan Ablasa min Ar Rohmah (tidak ada harapan untuk mendapat rahmat)

Atsar Muhammad bin Ishaq: dari Ibn Abbas: Sebelum mengambil jalan dosa, Iblis adalah golongan malaikat, dinamakan 'Azazil. Dia penghuni bumi dan ahli ibadah yang paling tekun dan berilmu di antara malaikat lain. Tapi perintah ini membuatnya arogan. Iblis adalah dari bangsa jin.

Atsar shohih Ibn Jarir: dari Al Hasan Al Bashri: Iblis sama sekali bukan malaikat, tapi dari bangsa jin, seperti Adam dari bangsa manusia".

Al Hijr 28-42: Wal jaanna kholaqnaahu min qoblu min naaris samuumi (dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya (sebelum manusia) dari api yang sangat panas) Wa idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii kholiqun basyaron min sholshoolin min hama-in masnuunin (Dan (ingatlah) saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku telah adalah pencipta manusia dari sholshoolun (tanah liat kering), dari lumpur hitam yang dibentuk) Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhii fa qo'uu lahu saajidiina (lalu saat Aku menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dengan ruhKu, maka tunduklah kalian kepadanya secara bersujud") Fa sajadal malaa-ikatu kulluhum ajma'uuna (Maka para malaikat bersujud setiap mereka secara berjamaah) Illaa ibliisa abaa an yakuuna ma'as saajidiina (kecuali iblis, dia telah enggan untuk bersama-sama mereka yang bersujud) Qoola yaa ibliisu maa laka allaa takuuna ma'as saajidiina (Dia telah berkata "Wahai iblis, kenapa kamu tidak bersama-sama mereka yang bersujud?") Qoola lam akun li asjuda li basyarin kholaqtahu min sholshoolin min hamaa-i masnuunin (Dia berkata "Aku takkan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk") Qoola fakhruj minhaa fa innaka rojiimun (Dia berkata "Keluarlah darinya (surga) maka sesungguhnya kamu adalah terkutuk) Wa inna 'alaikal la'nata ilaa yaumid diini (dan sesungguhnya laknat atasmu adalah sampai hari kiamat) Qoola robbi fa andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia berkata "Robb, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola fa innaka minal mundhoriina (Dia berkata, maka sesungguhnya kamu adalah tergolong yang ditangguhkan) Ilaa yaumil waqtil ma'luumi (sampai hari yang waktunya telah ditentukan) Qoola robbi bimaa aghwaitanii la uzayyinanna lahum fil ardli wa la ughwiyannahum ajma'iina (Dia berkata "Robb, karena Engkau telah menyesatkanku, niscaya aku memperindah (maksiat) kepada mereka di bumi dan niscaya aku sesatkan mereka berjamaah) Illaa 'ibaadaka min humul mukhlashiina (kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas (menaati perintah dan menjauhi larangan)) Qoola haadzaa shiroothun 'alayya mustaqiimun (Dia berkata ini adalah jalan atasKu yang lurus) Inna 'ibaadii laisa laka 'alaihim sulthoonun illaa manit taba'aka minal ghoowiina (sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu atas hamba-hambaKu kecuali barangsiapa yang mengikutimu dari orang-orang yang sesat) Wa inna jahannama lamau'iduhum ajma'iina (dan sesungguhnya jahanam niscaya dijanjikan (kepada) mereka secara berjamaah)

Shood 71-85: Idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii khooliqun basyaron min thiinin ((Ingatlah) saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah pencipta manusia dari tanah) Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhii fa qo'uu lahu saajidiina (maka saat Aku menyempurnakannya dan Aku meniupkannya ke dalamnya dengan ruhKu, maka tunduklah kalian secara bersujud") Fa sajadal malaa-ikatu kulluhum ajma'uuna (maka malaikat telah bersujud setiap mereka secara berjamaah) Illaa iblisa, istakbaro wa kaana minal kaafiriina (kecuali iblis, dia telah takabur dan dia tergolong mereka yang kafir) Qoola yaa ibliisu maa mana'aka an tasjuda li maa kholaqtu bi yadayya, astakbarta am kunta minal 'aaliina (Dia telah berkata "Wahai iblis, apa yang mencegahmu untuk kamu bersujud kepada apa yang Aku telah ciptakan dengan tanganKu? Apakah kamu takabur atau kamu tergolong mereka yang lebih tinggi?) Qoola anaa khoirun minhu kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiinin (Dia telah berkata "Aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api dan Engkau telah menciptakannya dari tanah") Qoola fakhruj minhaa fa innaka rojiimun (Dia telah berkata "Keluarlah darinya (surga) maka sesungguhnya kamu adalah terkutuk) Wa inna 'alaika la'natii ilaa yaumid diini (dan sesungguhnya laknat atasmu adalah sampai hari kiamat) Qoola robbi fa andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia telah berkata "Robb, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola fa innaka minal mundhoriina (Dia telah berkata "Maka sesungguhnya kamu tergolong mereka yang ditangguhkan") Ilaa yaumil waqtil ma'luum (sampai hari yang waktunya telah ditentukan) Qoola fa bi'izzatika la ughwiyannahum ajma'iina (Dia telah berkata maka demi kemuliaanMu niscaya aku akan menyesatkan mereka secara berjamaah) Illaa 'ibaadaka min humul mukhlashiina (kecuali hamba-hambaMu dari mereka yang ikhlas) Qoola fal haqqu, wal haqqo aquulu (Dia telah berkata "Maka kebenaran, dan kebenaran adalah yang Aku katakan) La amla-anna jahannama minka wa mimman tabi'aka minhum ajma'iina (niscaya Aku akan memenuhi jahanam darimu dan dari barangsiapa yang mengikutimu dari mereka secara berjamaah)

Al A’roof 11-16: Wa laqod kholaqnakumtsumma showwarnakum tsumma qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa iblisa lam yakun minas sajidiina (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian lalu Kami telah membentuk kalian lalu Kami telah berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam" maka mereka telah bersujud kecuali Iblis, dia tidak termasuk mereka yg bersujud). Qoola maa mana'aka allaa tasjuda idz amartuka (Dia telah berkata "Apa yang mencegahmu untuk tidak sujud saat Aku telah menyuruhmu?") Qoola anaa khoirun minhu, kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiinin (Dia telah berkata aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api dan Engkau telah menciptakannya dari tanah) Qoola fahbith minhaa famaa yakuunu laka an tatakabbaro fiihaa fakhruj innaka minash shooghiriina (Dia telah berkata "Maka turunlah kamu darinya (surga) maka tidaklah (pantas) bagimu untuk kamu takabur di dalamnya, maka keluarlah kamu, sesungguhnya kamu tergolong mereka yang kecil/hina") Qoola andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia telah berkata "Tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola innaka minal mundhoriina (Dia telah berkata "Sesungguhnya kamu adalah dari mereka yang ditangguhkan") Qoola fa bimaa aghwaitanii la aq'udanna lahum shiroothokal mustaqiima (Dia telah berkata "maka karena Engkau menyesatkan aku, niscaya aku menghalangi bagi mereka jalanMu yang lurus")

Al Isroo 61: Wa idz qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa iblisa qoola a asjudu li man kholaqta thiinan (dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada para malaikat "Sujudlah kepada Adam, maka mereka telah bersujud kecuali iblis, dia berkata "Apakah aku bersujud kepada barangsiapa yang Engkau ciptakan dari tanah?") Qoola aro-aitaka haadzal ladzii karromta 'alayya la in akhkhortani ilaa yaumil qiyaamati la ahtanikanna dzurriyyatahu illaa qoliilan (dia telah berkata "Jelaskan (kepada) aku, (kenapa makhluk) ini adalah yang Engkau muliakan atasku? Niscaya jika Engkau menangguhkanku sampai hari kiamat, niscaya aku akan menyesatkan keturunannya kecuali sedikit).

Jumat, 16 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 31-32

AYAT 31: Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati fa qoola anbi-uunii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiina

I'rob

  • Wa = dan
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'allama (wazan 2: causative) = he taught/dia telah mengajarkan
  • Aadam manshub (berakhiran "a") → berarti berposisi sebagai maf'ul (objek) dari 'allama.
  • Ismun = a name/sebuah nama → asmaa-un = bentuk jamaknya/names → al-asmaa-u = THE names (definit jamak) → al-asmaa-u manshub menjadi Al-asmaa-a → berarti berposisi sebagai maf'ul (objek) kedua dari 'allama.
  • Kullun = every/setiap
  • Haa = her/dia → Kullun + haa = Kullahaa → berarti kullun adalah mudlof, haa adalah mudlof ilaih, sehingga kullun menghilangkan tanwin jadi kullu, dan kullu menjadi kulla karena posisinya sebagai Haal (kata keterangan) → sehingga, al-asmaa-a kullahaa (nama-nama, setiapnya) diterjemahkan sebagai semua nama.
  • Tsumma = then/lalu
  • 'Arodlo = he showed/dia telah memperlihatkan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Hum = them/mereka
  • 'Alaa = upon/atas
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki → malakun = an angel/seorang malaikat → al-malaa-ikatu = THE angels (jamak definit) → 'alaa adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Fa = then/lalu
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Naba-a = he informed/dia telah memberitahu → Anbi-uu = (you all) inform! (fi'l amr = kata kerja perintah) → "kalian" = para malaikat
  • -Nii = me/aku
  • Bi = with/dengan → bi adalah preposisi, maka asmaa-un majrur jadi asmaa-in
  • Haa-ulaa-i = these/ini semua → Asmaa-in jadi asmaa-i, lalu ada haa-ulaa-i, berarti haa-ulaa-i adalah mudlof ilaih dari asmaa-i → maka, asmaa-i haa-ulaa-i diterjemahkan dengan menambahkan kata OF: names OF these.
  • In = if/jika
  • Kuntum = you-all were --> yaitu kaana dengan ism kaana "kalian" dan khobar kaana shoodiqiina.
  • Shodaqo = he was truthful → shoodiqun = truthful person (ism fa'il = pelaku) → shoodiquuna = bentuk jamaknya/truthful people → shoodiquuna adalah khobar kaana, maka manshub jadi shoodiqiina.
Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati fa qoola anbi-uunii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiina

Inggris: And He taught Adam THE names of everything, then He showed them to THE angels, then He said "(You-all) inform me with the names of these if you are truthful people!"
Indonesia: Dan Dia telah mengajarkan Adam nama-nama setiapnya, lalu dia telah memperlihatkan mereka kepada para malaikat, lalu Dia berkata "Kalian beritahu Aku nama-nama ini semua, jika kalian adalah orang-orang yang benar!"

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di ayat ini Allah menyatakan Adam lebih mulia daripada para malaikat, karena Dia mengajarkan Adam nama-nama semuanya, bukan kepada para malaikat. Ayat ini juga untuk memberi tahu para malaikat bahwa Dia tahu apa yang tidak mereka tahu.

Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa

Atsar Ibn 'Abbas: yaitu nama segala benda, dzat, sifat, dan af'alnya (perbuatannya).

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: Nama yang dipakai orang, seperti: manusia, hewan, langit, bumi, tanah, laut, kuda, keledai, dll, termasuk nama spesies lain.

Atsar Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir: dari 'Asim bin Kulaib: dari Sa'id bin Ma'bad: Ibnu Abbas pernah ditanya "Apakah Allah mengajarkannya nama-nama piring dan bejana?", dia menjawab "Ya, bahkan istilah-istilah untuk buang angin".

Hadits shohih Bukhori, Muslim, An Nasa-i dan Ibnu Majah: dari Anas bin Malik: dari Rosululloh: Yajtami'ul mukminuuna yaumal qiyaamati, fa yaquuluuna (orang-orang beriman (akan) berkumpul pada hari kiamat lalu mereka berkata) lawis tasyfa'naa ilar robbinaa ("Kita harus mencari syafaat kepada Rabb kita") fa yaktuunaa adama fa yaquuluuna (lalu mereka mendatangi Adam lalu mereka berkata) anta abunnaasi kholaqokalloohu baidihi wa asjada laka malaa-ikatahu wa 'allamaka asmaa-a kulli syai-in ("Kamu adalah ayah dari manusia, Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan para malaikatNya telah bersujud kepadamu dan Dia telah mengajarkanmu nama-nama setiap sesuatu") fasyfa' lanaa 'inda robbika, hattaa yuriihanaa min makaaninaa haadzaa (maka berilah syafaat bagi kami di sisi Robbmu, sehingga Dia membebaskan kami dari tempat kami ini") fa yaquulu lastu hunaa kum wa yadzkuru dzanbahu (lalu dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian" dan dia mengingat dosa-dosanya) fa yastahyiktuu nuuhan fa innahu awwalu rosuulin ba'atsahulloohu ilaa ahlil ardl (lalu dia malu "Pergilah (ke) Nuh, karena sesungguhnya dia rosul Allah pertama yang dikirim untuk orang-orang bumi") fa yaktuunahu fa yaquulu lastu hunnaa kum wa yadzkuru su-aalahu robbahu maa laisa lahu bihi 'ilmun (lalu mereka pergi ke dia lalu dia berkata, "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian", dan dia teringat meminta Allah apa yang dia tidak punya ilmunya) fa yastahyii fa yaquulu iktuu kholiilar rohmaan (lalu dia malu lalu dia berkata "Pergilah (ke) Kholil (kekasih) Ar-Rohman") fa yaktuunahu fa yaquulu lastu hunaa kum (lalu mereka pergi ke dia dan dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian") fa yaquuluktuu muusaa 'abdan kallamahulloohu wa a'thoohut taurooh (lalu dia berkata, "Pergilah (ke) Musa, seorang hamba yang Allah berbicara kepadanya dan Dia memberinya Tauroh") fa yaquulu lastu hunaa kum fa yadzkuru qotlan nafsi bi ghoiri nafsin fa yastahyii min robbihi (lalu dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian", lalu dia teringat dia telah membunuh seseorang tanpa justifikasi lalu dia malu dengan Robbnya) fa yaquuluktuu iisaa 'abdalloohi wa rosuulahu wa kalimataloohi wa ruuhahu, fa yaktuunahu (lalu dia berkata, "Pergilah (ke) Isa, hamba Allah dan rasulNya dan firman Allah dan ruhNya" lalu mereka pergi ke dia) fa yaquulu lastu hunaa kum, iktuu muhammadan 'abdan ghufiro lahu maa taqoddam min dzanbi wa maa ta-akhkhor (lalu dia berkata, "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian. Pergilah (ke) Muhammad, hamba yang diampuni dosa masalalunya dan yang di masa depannya.") fa yaktuunii fa antholiqu hattaa astakdzina 'alaa robbii fa yakdzanu lii (lalu mereka mendatangiku lalu aku pergi sehingga aku minta izin kepada Robbku lalu Dia mengizinkan kepadaku) fa idzaa ro-aitu robbii waqo'tu saajidan fa yada'unii maasyaa-alloohu (lalu saat aku melihat Robbku, aku bersujud lalu Allah mengizinkanku (bersujud) sampai kapan yang Allah kehendaki) tsumma yaquulurfa' roksaka wasal tu'thoh waqul yusma' wasyfa' tusyaffa' (lalu Dia berkata, "Angkat kepalamu, karena kamu diberikan apa yang kamu minta, dan berilah syafa'at karena syafa'atmu diterima.") fa arfa'u roksii fa ahmaduhu bi tahmiidin yu'allimuniihi (maka aku mengangkat kepala lalu memujinya dengan tahmid (pujian) yang Dia ajarkanku) tsumma asyfa'u fa yuhaddu lii haddan fa udkhiluhumul jannata (lalu aku memberi syafa'at lalu Dia membatasinya lalu Dia memasukkan mereka ke surga) tsumma a'uudu ilaihi fa idzaa ro-aitu robbii mitslahu tsumma asyfa'u fa yuhaddu lii haddan fa udkhiluhumul jannah (lalu aku kembali kepadaNya lalu saat aku melihat Robbku seperti itu) tsumma a'uuduts tsaalitsata tsumma a'uudur roobi'ata (lalu aku kembali ketiga (kalinya) lalu aku kembali keempat (kalinya)) fa aquulu maa baqiya fin naari ilaa man habasahul qur-aanu wa wajaba 'alaihil khuluud (lalu aku berkata "Tidak ada yang tersisa dalam neraka kecuali yang Qur-an telah memenjarakannya dan mereka kekal di dalamnya")

Tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati

Atsar 'Abdurrozzaq: dari Ma'mar: dari Qotadah: Allah memperlihatkan benda-benda atau makhluk-makhlukNya di depan para malaikat.

In kuntum shoodiqiin

Tafsir Ibn Katsir: Allah berkata: Katakan padaku nama benda-benda ini, wahai para malaikat yang berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya orang-orang yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Kalau kamu berkata benar (bahwa kalau aku menunjuk kholifah dari bukan kalangan malaikat ke bumi, mereka akan tidak taat kepadaKu, berbuat kerusakan, menumpahkan darah), maka Aku akan menjadikan kalian khalifah yang selalu menaatiKu, mengikuti perintahKu, selalu mengagungkanKu. Tapi karena kalian tidak tahu nama benda-benda ini, kalian tidak lebih tahu apa yang akan terjadi di bumi yang belum tercipta ini.

AYAT 32: Qooluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa. Innaka antal 'aliimul hakiimu

I'rob
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan → Subhaana = Glory/Mahasuci
  • Ka = you/kamu
  • 'Ilmun = knowledge/ilmu → Laa + kata benda nakiroh (indefinit) → berarti Laa = no, dan 'ilmun harus manshub dan hilang tanwin jadi 'ilma.
  • La = bagi
  • -naa = us/kami
  • Illaa = except/kecuali
  • Maa = what/apa yang (relative pronoun)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'allama (wazan 2: causative) = he taught/dia telah mengajarkan → 'allamta = you taught/kamu telah mengajarkan (fi'l ma-dlii)
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti ka adalah ism inna, al-'aliimul hakiimu adalah khobar inna → khobar inna harus marfu' (berakhiran u).
  • Anta = you/kamu → Anta sebagai dlorof fashl/penguat
  • Al-'aliimu = The Most Knowledgeable/Mahatahu
  • Al-Hakiimu = The Most Wise/Mahabijaksana
Qooluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa, innaka antal 'aliimul hakiimu

Inggris: They said "Glory (is to) you! no knowledge with us but what you taught us. Verily you are The Most Knowledgeable The Most Wise."
Indonesia: Mereka telah berkata "Mahasuci Engkau! Tiada ilmu bagi kami selain apa yang Engkau telah ajarkan kami. Sesungguhnya Engkau adalah Mahatahu Mahabijaksana."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat memuji kesucian dan kesempurnaan Allah, tidak punya kekurangan, tidak ada makhluk yang bisa mendapatkan ilmu sedikitpun kecuali atas izin Allah atau diajarkan oleh Allah. Allah Mahatahu, Mahabijaksana (keputusanNya) atas semua ciptaanNya.

Al Baqoroh ayat 30

Ayat 30-39 bercerita tentang penciptaan manusia dan sejarah Nabi Adam.

AYAT 30: Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa’ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a’lamu maa laa ta’lamuun.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat --> idz menandakan past tense, idzaa menandakan present tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Robb --> marfu' (berakhiran "u"), berarti subjek dari qoola
  • Ka = you/kamu
  • Li = unto/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki --> malakun = an angel/seorang malaikat --> malaa-ikatun = bentuk jamaknya/angels --> Al-malaaikatu = THE angels (bentuk definitnya) --> li adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Inna = verily/sesungguhnya --> akhiran -y (artinya aku) pada inna (sehingga menjadi innii), adalah ism inna, dan jaa'ilun adalah khobar inna --> di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> Jaa’ilun = maker/pencipta (ism fa'il = yang me-)
  • Fii = in/di dalam
  • Al-Ardlu = THE earth --> fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli.
  • Kholafa = he succeeded/dia telah menggantikan --> kholiifatun = a successor/seorang pengganti/seorang penerus --> Khulafaa-u = bentuk jamaknya/successors --> kholiifatun manshub (berakhiran "a"), berarti sebagai objek dari jaa'ilun --> harusnya ja'ala, tapi karena inna harus berupa ism inna dan khobar inna (mubtadak-khobar), maka kholiifatan adalah objeknya, seandainya berupa jumlah fi'liyah (kalimat berkata kerja).
  • Qoola = he said/dia telah berkata --> qooluu = they said/mereka telah berkata
  • A = apakah (merubah klausa berikutnya jadi kalimat tanya)
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> taj’alu = you make/kamu menjadikan (fi'l mudloorik = present tense)
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia
  • Man = who/barangsiapa yang
  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan--> yafsudu = yufsidu = he makes mischief/dia berbuat kerusakan (fi'l mudloorik)
  • Safaka = he spilled/dia telah menumpahkan --> yasfiku = he spills/dia menumpahkan (fi'l mudloorik)
  • Damiya = he blooded/dia telah berdarah --> dammaa = a blood/darah --> dimaa-un = bentuk jamaknya/bloods --> ad-dimaa-u = THE bloods (bentuk definitnya)
  • Wa --> multitafsir, ada yang menafsirkan "dan" (meskipun begitu), ada yang "padahal"
  • Nahnu = we/kami
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan --> nusabbihu = we glorify/kami memahasucikan (fi'l mudloorik) --> dipakai hanya untuk Allah, yaitu ucapan Subhaanalloh, berupa kekaguman terhadap Allah dan rasa humble yang ekstrim di hadapan Allah
  • Bi = dengan
  • Hamida = he praised/dia telah memuji --> Hamdun = a praise/sebuah pujian (ism mashdar = gerund)
  • Ka = you/kamu
  • Qoddasa = he holified/dia telah mengkuduskan --> nuqoddisu = we holify/kami mengkuduskan (fi'l mudloorik)
  • La = for/bagi
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Inna + y = innii --> akhiran -y berarti "aku", dan "aku" sebagai ism inna, a'lamu adalah khobar inna, dan di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Laa = laa nafiyah (negasi)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu --> A'lamu = more/most knowledgeable/lebih tahu/paling tahu(ism tafdlil = lebih/paling) --> ta'lamuuna = you-all know/kalian tahu (fi'l mudloorik) --> laa ta'lamuuna = you-all don't know/kalian tidak tahu
  • Maa = apa yang
Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa'ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a'lamu maa laa ta’lamuun

Inggris: And when your Lord said to THE angels "Verily I am a Maker of a successor in THE earth," we said "Do you make in her (the earth) he (a successor) who makes mischief in it and spill the bloods, whereas/and we glorify-with-a-praise You and we holify You?" He said "Verily, I am more knowledgeable (on) what you-all don't know."
Indonesia: Dan saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah seorang pencipta dari seorang kholifah di bumi", mereka berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya (bumi) dia (seorang kholifah) yang berbuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal/dan kami memahasucikan dengan pujian (kepada) Mu dan kami mengkuduskanMu?" Dia telah berkata "Sesungguhnya, Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di sini Allah menceritakan-ulang kebaikan Allah atas penciptaan Adam, memuliakan manusia di depan malaikat sebelum diciptakanNya.

Wa idz qoola robbuka lil malaaikati

Tafsir Ibn Katsir: Ini adalah perintah Allah kepada Muhammad untuk menceritakannya kepada umatnya.

Innii jaa’ilun fil ardli kholiifah

Kholifah = generasi

Tafsir Ibnu Katsir: kholifah adalah kaum yg menggantikan satu kaum lainnya, generasi demi generasi. Kholifah di ayat ini bukan hanya Adam (meskipun kholifatan adalah bentuk tunggal), tapi juga semua keturunannya, karena setelahnya, diceritakan "berbuat kerusakan dan menumpahkan darah".

Al An’aam 165: Wa huwal ladzii ja'alakum kholaa-ifal ardli (dan Dia adalah yang menjadikan kalian kholifah-kholifah bumi) wa rofa'a ba'dlokum fauqo ba'dlin darojaatin (dan Dia meninggikan sebagian kalian melebihi sebagian lainnya beberapa derajat) li yabluwakum fii maa aataakum (karena Dia ingin menguji kalian didalam apa yang Dia telah berikan pada kalian)

Tafsir Ibn Zaid: kalian dijadikan kholifah di bumi, artinya Allah menjadikan kalian tinggal di bumi, generasi demi generasi abad demi abad.

Az Zukhruf 60: Wa lau nasyaa-u la ja'alnaa min kum malaa-ikatan fil ardli yakhlufuuna (dan kalau Kami menghendaki, benar-benar Kami menjadikan malaikat-malaikat yang menggantimu di bumi).

An Naml 62: Wa yaj’alukum khulafaa-al ardli (dan Dia menjadikan kalian kholifah-kholifah di bumi).

Perbedaan derajat dalam sesama manusia

Tafsir Ibn Katsir: derajat sebagian orang ditinggikan, sebagian lain direndahkan (rizqi, tabiat, kualitas, jahat/baiknya, bentuk tubuh, warna kulit dll) sebagai ujian atas apa yang diterimanya tersebut.

Az Zukhruf 32: Nahnu qosamnaa bainahum ma'ii-syatahum fil hayaatid dun-yaa (Kami telah membagi di antara mereka penghidupan mereka di kehidupan dunia) wa rofa'naa ba'dlohum fauqo ba'dlin darojaatin li yattakhidza ba'dluhum ba'dlon sukhriyyan (dan Kami telah meninggikan derajat sebagian orang melebihi sebagian lain agar sebagian mereka memanfaatkan (mempekerjakan) yang lain).

Tafsir As Suddi: saling memberdayakan, karena saling membutuhkan

Al An'aam 133: In yasyaak yudzhibkum wa yastakhlif min ba'di kum maa yasyaak (kalau Dia berkehendak, Dia (bisa) menghancurkan kalian dan menggantikan (yastakhlif dari kata kholifah) dari setelah kalian barangsiapa yang Dia kehendaki) kamaa ansya-akum min dzurriyati qoumin aakhoriina (seperti barangsiapa yang Dia jadikan kalian dari keturunan kaum yang lain)

Tafsir Ibn Katsir: yaitu hancurnya suatu bangsa, digantikan oleh bangsa penerusnya.

Al A’roof 169: Fa kholafa min ba'dihim kholfun wari-tsul kitaaba (lalu dia (generasi soleh maupun tidak soleh di zaman sebelumnya) digantikan setelahnya oleh generasi yang mewarisi Alkitab) yakkhudzuuna 'arodlo haadzal adnaa (mereka memilih harta dunia ini) wa yaquuluuna sayughfaru lanaa (dan mereka berkata "Dia akan mengampuni atas kami")

Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat berpendapat "tabiat manusia khan biasanya berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Malaikat tahu itu karena Allah mencipta manusia dari tanah liat, bukan karena menentang Allah atau iri dengan Bani Adam.

Tafsir Al Qurthubi: Malaikat tahu itu karena mendengar kata kholifah yang artinya "orang yang memutuskan pertikaian di antara sesamanya, melarang ketidakadilan dan dosa"

Atsar Qotadah: Pertanyaan ini muncul karena malaikat ingin mempelajari apa kebijaksanaan Allah di balik itu, karena kalau alasannya agar Allah disembah, para malaikat memuji, mengagungkanNya, tidak pernah berbuat kerusakan.

Innii a’lamu maa laa ta’lamuun

Atsar Qotadah: Malaikat tidak tahu bahwa penciptaan kholifah (manusia) lebih banyak manfaat daripada mudlorotnya. Allah akan mengirim nabi dan rosul kepada manusia, juga orang jujur, syuhadak, orang beriman, ahli ibadah, orang zuhud, orang soleh, para pelajar yang mengimplementasikan ilmunya, orang tawadluk, dan yang cinta Allah dan mengikuti rosul-rosulNya.

Hadits berikut menjelaskan arti penggalan ayat ini:
Hadits shohih Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Para malaikat bergantian terhadap kalian, malam dan siang, mereka berkumpul saat sholat Shubuh dan 'Ashr. Mereka yang menghabiskan malam dengan kalian, lalu naik, dan Robb mereka menanyai mereka, meskipun Dia Mahatahu (jawabannya), "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaKu?" Mereka berkata "Kami meninggalkan mereka saat mereka sedang sholat dan kami mendatangi mereka saat mereka sedang sholat."

Atsar Ar Rozi: yaitu malaikat me-request untuk diizinkan menempati bumi, daripada ditempati manusia. Lalu Allah berkata "Aku lebih tahu dari kalian, bahwa kalian tinggal di langit itu lebih baik atau lebih buruk untuk kalian".