Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 76

AYAT 76: Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qooluu aamannaa, wa idzaa kholaa ba'dluhum ilaa ba'dlin qooluu a tuhaddi-tsuuna hum bimaa fatahalloohu 'alaikum li yuhaajjuukum bihii 'inda robbikum, a fa laa ta'qiluuna

  • Wa = dan
  • Idzaa = when/saat (present tense)
  • Laqiya = he met/dia telah bertemu → laquu = they met/mereka telah bertemu → tapi karena idzaa, maka terjemahannya menjadi present tense, yaitu they meet/mereka bertemu
  • Alladziina = those who/yang → berarti klausa setelahnya dikatabendakan, yaitu aamanuu
  • Amina = he felt secure/dia telah merasa aman → aamana (wazan 4: causative) = he believed/dia telah percaya → aamanuu = they believed/mereka telah percaya → aamannaa = we believed/kami telah percaya
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata → tapi karena idzaa, terjemahannya menjadi present tense, yaitu they say/mereka berkata
  • Kholaa = he was alone/dia telah sendiri → karena idzaa, maka terjemahannya menjadi present tense, yaitu he is alone/dia sendiri
  • Ba'dlun = a fraction/sebagian → hilang tanwin jadi ba'dlu, berarti hum adalah mudlof ilaih (pemilik) dari ba'dlu
  • Hum = them/mereka
  • Ilaa = to
  • Ba'dlunilaa adalah preposisi, maka ba'dlun majrur jadi ba'dlin
  • A = apakah (ism istifham = kata tanya)
  • Hada-tsa = he came to existence/dia telah muncul → hadda-tsa = he told/dia telah mengatakan → tuhadditsuuna = you-all tell/kalian menceritakan
  • Bi = with/dengan
  • Maa = what/apa yang (ism maushul = relative pronoun)
  • Fataha = he opened/dia telah membuka
  • Allah marfu' jadi alloohu, berarti posisinya adalah fa'il (subjek) dari fataha
  • 'Alaa = upon/atas
  • Kum = you-all/kalian → 'alaa+kum = 'alaikum
  • Li = in order to/agar
  • Haajja = he argued/dia telah berdebat → yuhaajjuu = they argue/mereka berdebat
  • Hu = him/dia → bi adalah preposisi, maka hu majrur jadi hi
  • 'Inda = with/di sisi
  • Robbun = Lord → 'inda adalah preposisi, maka robbun majrur jadi robbinrobbin hilang tanwin jadi robbi, berarti kum adalah mudlof ilaih dari robbi
  • Fa = then/lalu
  • Laa → laa nafiyah (negasi)
  • 'Aqila = he had brain/dia telah punya otak → ta'qiluuna = you-all have brains/kalian punya otak
Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qooluu aamannaa, wa idzaa kholaa ba'dluhum ilaa ba'dlin qooluu a tuhaddi-tsuuna hum bimaa fatahalloohu 'alaikum li yuhaajjuukum bihii 'inda robbikum, a fa laa ta'qiluuna

Inggris: And when they meet those who believed, they say, "We believed", and when some of them are alone towards some (others), they say, "Do you-all tell them with what Allah opened upon you-all, so they argue you with it before your Lord? Then, don't you-all have brains?
Indonesia: Dan saat mereka bertemu orang-orang yang percaya, mereka berkata "Kami telah percaya", dan saat sebagian dari mereka sedang sendiri dengan sebagian (yang lain), mereka berkata "Apakah kalian akan mengatakan (kepada) mereka dengan apa yang Allah telah bukakan atas kalian, agar mereka berargumen dengannya di sisi Robb kalian?" Apakah kalian tidak punya otak?

Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qooluu aamanna

Atsar Muhammad bin Ishaq: dari Ibn 'Abbas: Mereka percaya bahwa Muhammad adalah rosul Allah, tapi dia hanya dikirim untuk kalian (orang Arab). Tapi saat mereka saling berjumpa, mereka berkata, "Jangan kalian sampaikan kabar tentang nabi ini ke orang-orang Arab, karena kalian dulu meminta Allah memenangkan kalian atas mereka saat dia datang, tapi dia malah dikirim untuk mereka, bukan untuk kalian."

Wa idzaa kholaa ba'dluhum ilaa ba'dlin qooluu a tuhaddi-tsuuna hum bimaa fatahalloohu 'alaikum li yuhaajjuukum bihi 'inda robbikum

Tafsir Ibn Katsir: Kalau kamu mengaku kepada mereka bahwa dia adalah nabi, dan mereka tahu bahwa Allah telah mengambil perjanjian dari kalian untuk mengikutinya, mereka akan tahu bahwa Muhammad adalah nabi yang kita tunggu-tunggu dan yang kedatangannya kita temukan dalam ramalan di kitab kita. Maka, jangan percaya dia dan ingkari dia.

Rabu, 14 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 70

AYAT 70: Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, innal baqoro ta-syaabaha 'alaina, wa innaa in syaa-alloohu la muhtaduuna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu serulah/kamu berdoalah
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun = Lord → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih (pemilik) dari robba
  • Bayanu = he separated/dia telah membedakan → bayyanu (wazan 2: causative): he made clear/dia telah membuat jadi jelas → yubayyinu = he makes clear/dia membuat jadi jelas → karena klausa ini adalah jussive, maka yubayyinu berubah menjadi yubayyin
  • Maa = what/apa yang (ism maushul=relative pronoun)
  • Hiya = she/dia → jenis kelamin perempuan, yaitu mengacu pada baqorotun yang berjenis kelamin perempuan.
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti al-baqoro adalah ism inna, tasyaabaha 'alaina adalah khobar inna
  • Baqorotun = a cow/seekor sapi betina → baqorun = a cow/seekor sapi betina (kata benda ini berjenis kelamin lelaki, meskipun sapinya betina) → al-baqoru = THE cow (bentuk definitnya) → karena posisinya sebagai ism inna, maka harus manshub jadi al-baqoro
  • Syabaha = he was alike/dia telah mirip → syaabaha (wazan 6: saling) = he looked like each other/dia telah saling menyerupai → tasyaabaha = he looks like each other/dia saling menyerupai
  • 'Alaa = upon/atas
  • Naa = us/kami → 'alaa+naa = 'alaina
  • Wa = dan
  • Innaa = verily we/sesungguhnya kami → berarti "kami" adalah ism inna, la muhtaduuna adalah khobar inna
  • In = if/jika (ism syaroth = kata syarat)
  • Syaa-a = he willed/menghendaki → sehingga Allah marfu' jadi alloohu, karena sebagai fa'il (subjek) dari syaa-a
  • La = surely/pastilah (partikel empati)
  • Hadaa = he guided/dia telah menunjukkan → ihtadaa (wazan 8: refleksif/pasif) = he was guided/dia telah ditunjukkan → muhtadun = one who is guided/orang yang diberi petunjuk (ism fa'il = yang me-) → al-muhtaduuna = those who are guided (bentuk jamaknya)
Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, innal baqoro ta-syaabaha 'alaina, wa innaa in syaa-alloohu la muhtaduuna

Inggris: They said, "You invoke your Lord for us (that) He made clear for us what is her (the cow)! Verily the cow looked alike upon us, and verily we, if Allah wills, surely be those who are guided."
Indonesia: Mereka telah berkata "Kamu berdoalah kepada Robbmu untuk kami (agar) Dia menjelaskan untuk kami (seperti) apa dia (sapi itu)! Sesungguhnya sapi betina tersebut telah nampak serupa atas kami, dan sesungguhnya kami, jika Allah menghendaki, pastilah menjadi orang-orang yang ditunjukkan (ke jalan yang benar)."

Innal baqoro ta-syaabaha 'alaina

Tafsir Ibn Katsir: karena sapi betina ada banyak, maka deskripsikan sapi ini lebih jauh lagi.

Wa innaa insyaa-alloohu

Tafsir Ibn Katsir: yaitu, jika Allah mendeskripsikan lebih jauh kepada kami.

Al Baqoroh ayat 69

AYAT 69: Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa launuhaa, qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa tasurrun naa-dhiriina
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu serulah/kamu berdoalah (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun = Lord → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih (pemilik) dari robba
  • Bayanu = he separated/dia telah membedakan → bayyanu (wazan 2: causative): he made clear/dia telah membuat jadi jelas → yubayyinu = he makes clear/dia membuat jadi jelas → karena klausa ini adalah jussive, maka yubayyinu berubah menjadi yubayyin
  • Maa = what/apa yang (ism maushul=relative pronoun)
  • Launun = a color/suatu warna (jamaknya = alwaanun)
  • Haa = her/dia → jenis kelamin perempuan, mengacu pada baqorotun yang berjenis kelamin perempuan → launun hilang tanwin jadi launu, berarti haa adalah mudlof ilaih (pemilik) dari launu
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna, yaquulu adalah khobar inna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → yaquulu = he says/dia berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti haa adalah ism inna, baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa tasurrun nadhiriina adalah khobar inna
  • Baqorotun = a cow/seekor sapi betina
  • Shofroo-u = yellow/kuning → sama-sama naqiroh (definit noun), mufrod (tunggal), mudzakkar (lelaki), dan marfu' dengan baqorotun, berarti shofroo-u adalah na'at (sifat) dari baqorotun
  • Faaqi'un = bright/cerah → sama-sama naqiroh, mufrod, mudzakkar, dan marfu' dengan shofroo-u, berarti faaqi'un adalah na'at kedua dari shofroo-u
  • Sarro = he pleased/dia telah menarik → tasurru = she pleases/dia menarik
  • Nadhoro = he observed/dia telah mengamati → nadhirun = an observer/yang memandang → an-nadhiruuna = THE observers (bentuk jamak definitnya)
Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa launuhaa, qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa tasurrun naa-dhiriina

Inggris: They said "You invoke your Lord for us (that) He makes clear for us what is her color." He said, "Verily He said: Verily she is a bright yellow colored cow, she pleases THE observers.
Indonesia: Mereka telah berkata "Kamu berdoalah kepada Robbmu untuk kami (agar) Dia menjelaskan untuk kami apa warnanya. Dia telah berkata, "Sesungguhnya Dia berkata: Sesungguhnya dia adalah sapi betina yang warnanya kuning cerah, dia menarik (bagi) orang-orang yang mengamati.

Innahaa baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa

Atsar Al 'Aufi: dari Ibn 'Abbas: putih yang sangat kekuning-kuningan.

Tafsir Ibn Katsir: Taurot modern mengatakan warna sapinya merah, dan ini salah.

Tasurrun naa-dhiriina

Atsar As Suddi, Abul 'Aliyah, Qotadah, dan Ar Robi' bin Anas: sapi itu menarik bagi orang-orang yang melihatnya.

Atsar Wahb bin Munabbih: Kalau kulitnya dilihat, kamu akan mengira sinar matahari memancar melalui kulitnya.

Al Baqoroh ayat 68

AYAT 68: Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun, 'awaanun baina dzaalika, faf'aluu maa tukmaruuna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/kami telah berkata
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu serulah/kamu berdoalah
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun = Lord → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih (pemilik) dari robba
  • Bayanu = he separated/dia telah membedakan → bayyanu (wazan 2: causative): he made clear/dia telah membuat jadi jelas → yubayyinu = he makes clear/dia membuat jadi jelas → karena klausa ini adalah jussive, maka yubayyinu berubah menjadi yubayyin
  • Maa = what/apa yang (ism maushul=relative pronoun)
  • Hiya = she/dia → jenis kelamin perempuan, yaitu mengacu pada baqorotun yang berjenis kelamin perempuan.
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna, yaquulu adalah khobar inna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → yaquulu = he says/dia berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti haa adalah ism inna, baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun 'awaanun baina dzaalika adalah khobar inna.
  • Haa = her/dia → jenis kelamin perempuan, yaitu baqorotun
  • Baqorotun = a cow/seekor sapi betina
  • Laa → laa nafiyah (negasi)
  • Farodlo = he ordained/dia telah mewajibkan → fariidlotun = an obligation/suatu kewajiban, sedangkan faaridlun = an old/tua
  • Wa = dan
  • Bukrotun = morning/pagi (setelah fajar shiddiq, sebelum matahari terbit) → bikrun = young/muda
  • 'Awaanun = a middle age/suatu usia pertengahan
  • Bayanu = he separated/dia telah memisahkan → bainun = between (dlorof makaan = kata keterangan tempat) → majrur jadi bainan, karena sebagai dlorof
  • Dzaalika = that/itu → bainan hilang tanwin jadi baina, berarti dzaalika adalah mudlof ilaih dari baina
  • Fa = then/lalu
  • Fa'ala = he did/dia telah melakukan → if'aluu = you-all do!/kalian lakukanlah! (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Maa = what/apa yang
  • Amaro = he commanded/dia telah menyuruh → takmuruuna = you-all command/kalian menyuruh → tukmaruuna = you-all are commanded/kalian disuruh
Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, qoola innahu yaquulu innahaa baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun, 'awaanun baina dzaalika, faf'aluu maa tukmaruuna

Inggris: They said, "You invoke your Lord for us, (that) he makes clear for us what is her (what kind of cow)!" He said, "Verily He says: Verily she is a cow, not old and not young, middle-aged between that. Then you-all do what you-all are commanded!"
Indonesia: Mereka telah berkata "Kamu berdoalah kepada Robbmu untuk kami (agar) Dia menjelaskan bagi kami (seperti) apa dia (sapinya)." Dia berkata, "Sesungguhnya Dia berkata: Sesungguhnya dia adalah seekor sapi betina, tidak tua dan tidak muda, usia pertengahan antara itu. Lalu kalian kerjakanlah apa yang kalian disuruh!"

Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya

Tafsir Ibn Katsir: yaitu sapi betina apa ini dan seperti apa deskripsinya.

Atsar Ibn Abbas dan 'Ubaidah: Allah menyebutkan keras kepalanya Bani Isroil dan banyaknya pertanyaan tidak penting yang mereka tanyakan kepada rosul-rosul mereka. Saat mereka keras kepala, Allah membuat ketetapan yang sulit untuk mereka. Kalau mereka menyembelih sembarang sapi betina, itu sudah cukup bagi mereka. Tapi mereka membuat permasalahannya jadi sulit, dan inilah kenapa Allah membuatnya lebih sulit bagi mereka.

Qoola innahu yaquulu innahaa baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun

Atsar Abul 'Aliyah, As Suddi, Mujahid, 'Ikrimah, 'Atiyah Al 'Afwi, 'Atho', Al Khurosani, Wahb bin Munabbih, Adh Dhohhak, Al Hasan Al Bashri, Qotadah, dan Ibn 'Abbas: yaitu sapi yang tidak tua, dan tidak di bawah usia reproduksi.

'Awaanun baina dzaalika

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: tidak tua dan tidak muda, tapi di usia saat sapi betina itu paling kuat dan paling sehat.

Minggu, 04 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 60

Nikmat Allah kepada Bani Isroil: 7. Memancarnya 12 mata air dari batu

AYAT 60: Wa idzis tasqoo muusaa li qoumihii faqulnadlrib bi 'ashookal hajaro, fanfajarot minhuts nataa'asyrota 'ainan. Qod 'alima kullu unaasin masyrobahum. Kuluu wasyrobuu min rizqillaahi walaa ta'tsau fil ardli mufsidiina

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat (untuk past tense)
  • Saqoo = he watered/dia telah memberi minum → istasqoo (wazan 10: meminta agar saqoo terlaksana) = he asked for water/dia telah minta minum
  • Muusaa → sebagai fa'il (subjek) dari istasqoo
  • Li = for/untuk
  • Qoumun = a people/suatu kaum → li adalah preposisi, maka qoumun majrur jadi qoumin
  • Hu = he/dia → hu majrur jadi hi dan qoumin hilang tanwin jadi qoumi, berarti hu adalah mudlof ilaih (pemilik) dari qoumi
  • Fa = then/lalu
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami telah berkata
  • Dluriba = he set forth/dia telah mengemukakan → idlrib = you strike!/kamu pukullah (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Bi = with/dengan
  • 'Ashoo (akhiran "y" memanjangkan "sho") = he disobey/dia telah durhaka → 'Ashoo (dalam penulisan yang sama) = sebuah staff/tongkat → bi adalah preposisi, maka 'ashoo (akhiran "y") majrur jadi 'ashoo (akhiran "a", meskipun bacanya sama-sama 'ashoo, beda di penulisan)
  • Ka = you/kamu → ka adalah mudlof ilaih dari 'ashoo (dengan akhiran "a") meskipun 'ashoo tidak bisa hilang tanwin
  • Hajarun = a stone/sebuah batu → al-hajaru = THE stone (bentuk definitnya) → manshub jadi al-hajaro, berarti posisinya adalah sebagai maf'ul (objek) dari idlrib
  • Fajaro = he gushed forth/dia telah muncrat → Infajarot (wazan 7: pasif) = SHE was gushed forth/dia telah terpancar
  • Min = from/dari
  • Hu = he/dia
  • Itsnaa 'asyaro = 12 (jenis kelamin: lelaki) → itsnataa 'asyarota = 12 (jenis kelamin: wanita) → menjadi fa'il, yaitu "she", dari infajarot
  • 'Ainun = a spring/sebuah mata air → jenis kelamin: wanita, sehingga cocok dengan itsnataa 'asyarota (wanita) → 'ainun manshub jadi 'ainan, berarti posisinya adalah sebagai Haal (kata keterangan)
  • Qod = indeed/sungguh
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu (fi'l ma-dlii = kata kerja past tense)
  • Kullun = every/setiap → tetap marfu' (berakhiran "u") berarti posisinya adalah fa'il dari 'alima
  • Insanun = a mankind/seorang manusia → unaasun = mankinds (bentuk jamaknya) → unaasun majrur jadi unaasin, kullun hilang tanwin jadi kullu, berarti unaasin adalah mudlof ilaih dari kullu
  • Syariba = he drank/dia telah minum → masyrobun = drinking place (ism makan, kata benda tempat) → manshub jadi masyroban, berarti posisinya adalah maf'ul dari 'alima
  • Hum = they/mereka → masyroban hilang tanwin jadi masyroba, berarti hum adalah mudlof ilaih dari masyroba
  • Akala = he ate/dia telah makan → kuluu = you-all eat!/kalian makanlah
  • Syariba = he drank/dia telah minum → isyrobuu = you-all drink!/kalian minumlah
  • Rizqun = a provision/suatu rizqi → min adalah preposisi, maka rizqun majrur jadi rizqin
  • Allah majrur jadi alloohi dan rizqin hilang tanwin jadi rizqi, berarti alloohi adalah mudlof ilaih dari rizqi
  • Laa → laa nahiyah (larangan)
  • 'Atsaa (akhiran "w" yang memanjangkan "tsa") = he acted wickedly/dia telah berbuat jahat → ta'tsau = you-all act wickedly/kalian berbuat jahat (fi'l mudloorik = kata kerja present tense) → karena ada laa, maka berubah jadi jussive, sehingga ta'tsau ditambahkan alif di akhir (yang tetap dibaca ta'tsau)
  • Fii = in/di dalam
  • Al-ardlu = THE earth (bentuk definit) → fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli
  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan → mufsiduuna = mischief-makers/pembuat kerusakan (ism fa'il = yang me-) → manshub jadi mufsidiina, berarti posisinya adalah haal (kata keterangan), artinya mischief-makersly/secara pembuat kerusakan
Wa idzis tasqoo muusaa li qoumihii faqulnadlrib bi 'ashookal hajaro, fanfajarot minhuts nataa 'asyrota 'ainan, qod 'alima kullu unaasin masyrobahum. Kuluu wasyrobuu min rizqillaahi walaa ta'tsau fil ardli mufsidiina

Inggris: And (remember) when Musa asked for water for his people, then *We* said "You strike THE stone with your staff", then 12 springs gushed forth from him (the stone), indeed every mankinds knew their drinking place. You all eat and you-all drink from Allah's provision! And don't you-all act wickedly in THE earth mischief-makersly
Indonesia: Dan (ingatlah) saat Musa telah minta minum untuk kaumnya, lalu *Kami* berkata "Kamu pukullah batu tersebut dengan tongkatmu," lalu 12 mata air memancar darinya (batu itu), sungguh setiap orang telah tahu tempat minum mereka. Kalian makanlah dan kalian minumlah dari rizqi Allah, dan kalian jangan berbuat jahat di bumi dengan berbuat kerusakan.

Makna ayat

Tafsir Ibn Katsir: Ingatlah nikmatKu kepada kalian saat Aku menjawab doa rosul kalian, Musa, saat dia memintaKu air untuk kalian. Aku menjadikan air tersedia untuk kalian membuatnya memancar lewat sebuah batu. 12 mata air memancar dari batu itu, masing-masing untuk setiap suku kalian. Kalian makan Al-Manna dan burung puyuh dan minum dari air yang Aku sediakan untuk kalian, tanpa kalian perlu berupaya atau kesulitan. Maka, beribadahlah kepada Yang Mahaesa yang melakukannya untuk kalian.

Faqulnadlrib bi 'ashookal hajaro, fanfajarot minhuts nataa 'asyrota 'ainan, qod 'alima kullu unaasin masyrobahum

Atsar An Nasa-i, Ibn Jarir, dan Ibn Abi Hatim: dari Ibn 'Abbas: Musa diperintah memukul sebuah batu kotak dengan tongkatnya, dan hasilnya 12 mata air memancar dari batu itu, 3 di setiap sisinya. Setiap suku menunjuk mata air tertentu, dan mereka biasanya minum dari mata air mereka.

Al A'roof 160: Wa qoththo’naa humuts natai 'asyrota (dan Kami membagi mereka 12) asbaathon umaman (suku yg (masing2) berjumlah besar), wa auhainaa ilaa muusaa (dan Kami mewahyukan kepada Musa) idzis tasqoohu qoumuhuu (saat kaumnya minta air kepadanya) anidlrib bi ashookal hajaro (agar memukul batu dengan tongkatmu), fanbajasat minhuts nataa 'asyrota 'ainan (maka 12 mata air memancar darinya), qod 'alima kullu unaasin masyrobahum (sungguh setiap orang telah tahu tempat minum mereka)

Al A'roof 160 diturunkan di Makkah, sehingga Allah menyebut Bani Isroil sebagai mereka (orang ketiga). Sedangkan Al Baqoroh diturunkan di Madinah dan ditujukan untuk Yahudi Madinah sehingga menyebut Bani Isroil sebagai kalian (orang kedua).

Wa laa ta'tsau fil ardli mufsidiina

Tafsir Ibn Katsir: yaitu, jangan membalas kebaikan ini dengan berbuat maksiat yang membuat kebaikan itu dicabut.

Sabtu, 28 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 59

Nikmat Allah kepada Bani Isroil : 6. Dimudahkan menaklukkan Jerusalem, diampuni dosanya kalau mau menyesal

AYAT 59: Fa baddalal ladziina dholamuu qoulan ghoirol ladzii qiila lahum fa anzalnaa ‘alal ladziina dholamuu rijzan minas samaa-i bimaa kaanuu yafsuquuna

  • Fa = then/lalu
  • Badala = he changed/dia telah berganti → baddala (wazan 2 : causative) = he changed/dia telah mengganti
  • Alladziina = those who/yang (ism maushul = relative pronoun) → berarti kalimat setelahnya adalah ingin dikatabendakan, yaitu dholamuu qoulan
  • Dholama = he wronged/dia telah medholimi → dholamuu = they wronged/mereka telah mendholimi
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qoulun = a word/suatu perkataan → manshub jadi qoulan, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari dholamuu alladziina dholama qoulun tidak mungkin sebagai fa'il (subjek) dari baddala, karena subjek baddala adalah "he", berarti alladziina dholama qoulun adalah maf'ul (objek) dari baddala
  • Ghoirun = not/bukan (sebagai kata benda) → ghoirun manshub jadi ghoiron, berarti sebagai badal (pengganti) dari qoulan ghoiron hilang tanwin jadi ghoiro, berarti alladzii qiila lahum adalah mudlof ilaih dari ghoiro
  • Alladzii = one which/yang → berarti kalimat setelahnya dikatabendakan, yaitu qiila lahum → one disini adalah qoulan, karena alladzii adalah untuk singular.
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qiila = it was said by him/dikatakan olehnya
  • La = unto/kepada
  • Hum = them/mereka
  • Nazala = he descend/dia telah turun → anzala (wazan 4: causative) = he sent down/dia telah menurunkan → anzalnaa = we sent down/kami telah menurunkan
  • 'Alaa = upon/atas
  • Alladziina = those who/yang → berarti kalimat setelahnya dholamuu (jamak) dikatabendakan
  • Rijzun = a punishment → manshub jadi rijzan, berarti posisinya adalah maf'ul dari anzalnaa
  • Min = from/dari → as-samaa-i berawalan huruf vokal, maka min jadi mina
  • As-samaa-u = THE sky/sang langit → min adalah preposisi, maka as-samaa-u majrur jadi as-samaa-i
  • Bimaa = karena
  • Kaana = he was/dia → kaanuu = they were/mereka → berarti "mereka" adalah ism kaana, dan yafsuquuna adalah khobar kaana
  • Fasaqu = he rebelled/dia telah fasiq → yafsuquuna = they rebel/mereka fasiq → tapi karena kaanuu, kembali menjadi past tense: they rebelled.
Fa baddalal ladziina dholamuu qoulan ghoirol ladzii qiila lahum fa anzalnaa ‘alal ladziina dholamuu rijzan minas samaa-i bimaa kaanuu yafsuquuna

Inggris: Then he changed those who wronged a word, (into) not one which is said to them, then *We* sent down a punishment from the sky upon those who wronged, because they rebelled.
Indonesia: Lalu dia merubah orang-orang yang mendholimi sebuah kata (menjadi) yang tidak dikatakan kepada mereka, lalu Kami menurunkan suatu hukuman dari sang langit atas orang-orang yang dholim, karena mereka telah fasik.

Ayat serupa

Al A'roof 162: Fa baddalal ladziina dholamuu minhum qoulan ghoirol ladzii qiila lahum (lalu dia mengganti orang-orang yang dholim diantara mereka sebuah kata yang tidak dikatakan kepada mereka) fa arsalnaa 'alaihim rijzan minas samaa-i bimaa kaanuu yadhlimuuna (lalu *Kami* mengirimkan atas mereka suatu hukuman dari sang langit karena mereka telah dholim).

Fa baddalal ladziina dholamuu minhum qoulan ghoirol ladzii qiila lahum

Hadits Bukhori, Muslim, Nasa-i (dan dihasanshohihkan Tirmidzi): dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Qiila li banii isro-iila (Telah dikatakan kepada Bani Isroil) udkhulul baaba sujjadan wa quuluu hiththoh ("Kalian masuklah gerbang tersebut secara bersujud dan kalian katakanlah penyesalan), fa da-kholuu yazhafuuna 'alaa astaahihim (lalu mereka masuk dengan mengesot) fa baddaluu wa qooluu Habbah Fii Sya'roh (lalu mereka merubah dan mereka berkata "biji-bijian dalam rambut") → versi An Nasa-i, habbah saja, tanpa fii sya'roh

Tafsir Ibn Katsir: Bani Isroil mendistorsikan perintah Allah kepada mereka utk berlapang dada kepadaNya secara lidah dan perbuatan. Mereka disuruh masuk kota itu dengan rukuk tapi mereka masuk dengan mengesot dan mendongakkan kepala. Mereka disuruh berkata Hiththoh artinya "hapuskan kesalahan-kesalahanku dan dosa-dosaku", tapi mereka mengolok perintah ini dengan berkata "Hinthoh (biji gandum) fii Sya'iroh (dalam barley)". Ini menunjukkan jenis penentang terburuk dan orang yang tidak taat, itulah kenapa Allah menimpakan marahNya dan hukumanNya ke mereka, karena mereka menantang perintahNya.

Fa anzalnaa 'alal ladziina dholamuu rijzan minas samaa-i bimaa kaanuu yafsuquuna

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: setiap kata Rijzun dalam Alqur-an artinya hukuman.

Atsar Mujahid, Abu Malik, As Suddi, Al Hasan Al Bashri, dan Qotadah: Rijzun artinya siksaan.

Hadits Bukhori Muslim: dari Ibnu Jarir: dari Yunus bin Abdul A’la: dari Ibnu Wahb: dari Yunus: dari Az Zuhri: dari Amir bin Sa’d bin Abu Waqqots: dari Usamah bin Zaid: dari Rasulullah: Inna haadzal waja’a was saqoma rijzun (sesungguhnya penyakit dan derita ini (adalah) adzab) a-dzaaba bihii ba’dlul umami qoblakum (ditimpakan kepada mereka sebagian umat sebelum kalian)

Hadits Ibnu Abu Hatim, An Nasa-i: dari Sa'd bin Malik, Usamah bin Zaid, dan Khuzaimah bin Tsabit: dari Rosululloh: Ath thoo'uunu rijzu 'adzaabin 'udziba bihi man kaana qoblakum (Thoo'uun (=wabah) adalah Rijzun yang dengannya Allah menghukum orang-orang sebelum kalian).

Hadits shohih Bukhori dan Muslim: dari Usamah bin Zaid dan Sa'ud: Wabah adalah Rijzun yang dikirimkan kepada sekelompok Bani Isroil (atau selain Bani Isroil juga). Maka jika kalian mendengarnya menyebar di suatu negeri, jangan mendekatinya, dan jika suatu wabah muncul di negeri dimana kamu berada, lalu jangan tinggalkan negeri itu untuk melarikan diri darinya.

Hadits shohih Bukhori: dari 'Aisyah: aku bertanya kepada Rosululloh tentang wabah, dan dia memberitahunya, berkata: Wabah adalah Rijzun yang Allah biasanya kirim kepada siapa yang Dia mau, tapi Allah membuatnya sebuah barokah bagi orang-orang beriman. Tidak ada yang bisa sabar (istiqomah terhadap perintah Allah) di suatu negeri yang didalamnya wabah telah menyebar dan tidak ada yang menganggap bahwa "tidak ada yang akan menimpanya kecuali Allah sudah menakdirkannya" kecuali bahwa Allah akan memberinya suatu ganjaran yang serupa dengan seorang syuhadaak.

Selasa, 17 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 55

Nikmat Allah kepada Bani Isroil : 4. Allah mengampuni dosa mereka "ingin melihat Allah" dan mereka menyaksikan teman-temannya mati dihidupkan lagi

AYAT 55: Wa idz qultum yaa muusaa lan nukmina laka hattaa narollooha jahrotan fa akhodzatkumush shoo'iqotu wa antum tandhuruuna

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat (untuk past tense)
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qultum = you-all said/kalian telah berkata
  • Yaa = O/wahai → kata nidak, untuk memanggil dalam bahasa Arab
  • Lan = will never/takkan
  • Amina = he felt secure/dia merasa aman → aamana (wazan 4: causative) = he believed/dia telah percaya → nukminu = we believe/kami percaya (fi'l mudloorik = present tense) → karena ada lan, maka berubah jadi nukmina (bentuk subjunctive)
  • La = unto/kepada
  • Ka = you
  • Hattaa = until/sampai
  • Ro-aa (akhiran 'y' untuk memanjangkan 'a') = he saw/dia telah melihat → naroo = we see/kami melihat (fi'l mudloorik) → bentuk subjunctive-nya (karena lan) tetap naroo → Allah manshub jadi Allooha, berarti Allah sebagai maf'ul (objek) dari naroo
  • Jaharo = he publicized/dia menyatakan → jahrotan = publicly/dengan jelas (manshub, karena posisinya sebagai Haal/kata keterangan)
  • Fa = then/lalu
  • Akhodza = he seized/dia telah mengambil → Akhodzat = she seized/dia telah mengambil
  • Kum = you-all/kalian
  • Shoo'iqotun = a thunderbolt/sebuah halilintar → ash-shoo'iqotu = THE thunderbolt bentuk definitnya) → marfu' (berakhiran 'u') dan jenis kelamin perempuan (akhiran tak marbuthoh), berarti berposisi sebagai "she" dalam akhodzat
  • Antum = you-all/kalian
  • Nadhoro = he looked/dia telah mengamati → Tandhuruuna = you-all look/kalian mengamati
Wa idz qultum yaa muusaa lan nukmina laka hattaa narollooha jahrotan fa akhodzatkumush shoo'iqotu wa antum tandhuruuna

Inggris: And (remember) when you-all said "O Musa, We will never believe unto you until we see Allah publicly, then THE thunderbolt seized you-all and you-all look.
Indonesia: Dan (ingatlah) saat kalian berkata "Wahai Musa, kami takkan percaya kepadamu sampai kami melihat Allah dengan nyata", lalu halilintar telah mengambil (nyawa) kalian dan kalian mengamati.

Wa idz qultum yaa muusaa lan nukmina laka hattaa narollooha jahrotan

Atsar Ibn Juroij: Ingatlah nikmatKu kepada kalian saat membangkitkan kalian setelah kalian disambar halilintar saat kalian meminta melihatku langsung, dan kalian atau siapapun tidak akan menyaksikan atau melakukannya.

Atsar Ibn Abbas: yaitu sampai kami bisa menatap Allah.

An Nisaak 153: Fa qooluu arinallaaha jahrotan (Lalu mereka telah berkata "Perlihatkan kami Allah secara nyata!") fa akho-dzathumush shoo’iqotu bi dhulmihim (lalu mereka tertimpa petir karena kedholiman mereka).

Al A'roof 155: Wakhtaaro muusaa qoumahuu (dan Musa memilih (dari) kaumnya) sab'iina rojulan li miiqootinaa (70 lelaki untuk perjanjian Kami)

Tafsir Ibn Katsir: Allah memberitahu Musa, 70 orang itu adalah orang-orang yang menyembah anak sapi.

Atsar As Suddi: Allah menyuruh Musa datang dengan 70 lelaki Bani Isroil, meminta maaf karena menyembah anak sapi, dan Allah menjanjikan (appointment) mereka waktu dan tempat. Lalu mereka berkata ingin melihat Allah dengan nyata, lalu mereka disambar halilintar dan mati, Musa berdiri menangis, berdoa kepada Allah, "Wahai Robb, apa yang sebaiknya aku katakan kepada Bani Isroil saat aku kembali kepada mereka setelah Engkau menghancurkan orang-orang terbaik mereka?"

Atsar Abdurrohman bin Zaid bin Aslam: Musa kembali dari pertemuan dengan Robbnya, membawa lauh-lauh dimana dia menulis Taurot. Dia melihat mereka menyembah anak sapi saat dia tidak ada. Maka dia menyuruh mereka membunuh di antara mereka sendiri, lalu mereka menurut, dan Allah memaafkan mereka. Dia berkata kepada mereka, "Lauh-lauh ini berisi Kitab/Ketetapan Allah, berisi apa yang Dia perintah kepada kalian, dan apa yang Dia larang kepada kalian" Mereka berkata "Apakah kami sebaiknya percaya kalimat ini karena kamu mengatakan Demi Allah? Kami tidak akan percaya sampai kami melihat Allah secara nyata, sampai Dia menunjukkan diriNya sendiri dan berkata 'Ini adalah kitab/ketetapanKu, maka, taatilah dia'. Kenapa Dia tidak berkata kepada kami seperti Dia berkata kepadamu, wahai Musa?" Lalu Allah menurunkan murkanya kepada mereka, sebuah halilintar menyambar mereka, dan mereka semua mati. Lalu Allah menghidupkan mereka setelah Dia membunuh mereka. Lalu Musa berkata kepada mereka "Ambillah buku/ketetapan Allah!" Mereka berkata "Tidak!" Dia berkata "Ada apa dengan kamu?" Mereka berkata "Masalahnya, kami telah mati dan telah kembali hidup." Dia berkata "Tidak", lalu Allah mengirim beberapa malaikat yang membuat gunung berada di atas mereka.

Fa akhodzatkumush shoo'iqotu

Al A'roof 155: Fa lammaa akhodzathumur rojfatu (lalu saat mereka mengalami gempa bumi)qoola robbi lau syikta ahlakta hum min qoblu wa iyyaya (dia berkata "Robbku, seandainya Engkau mau, Engkau telah menghancurkan mereka dari sebelumnya dan aku) a tuhlikunaa bi maa fa'alas sufahaa-u minnaa (apakah Engkau menghancurkan kami karena apa yang orang-orang bodoh di antara kami itu telah lakukan?) In hiyaa illaa fitnatuka (itu bukanlah melainkan cobaanMu) tudlillu bihaa min tasyaa-u wa tahdi man tasyaa-u (Engkau menyesatkan dengannya barangsiapa yang Engkau mau, dan Engkau menunjukkan (ke jalan benar) dengannya barangsiapa yang Engkau mau) anta waliyyunaa (Engkau adalah kawan panutan yang didengarkan) faghfir lanaa warhamnaa wa anta khoirul ghoofiriina (lalu ampunilah kami dan rahmati kami dan Engkau adalah maha pemaaf yang terbaik)
Atsar Muhammad bin Ishaq: Musa memilih 70 lelaki terbaik Bani Isroil. Dia berkata kepada mereka "Pergilah kepada pertemuan dengan Allah, dan bertobatlah terhadap apa yang telah kalian lakukan. Mohonlah ampunanNya untuk mereka yang kalian tinggalkan. Puasalah, sucikan diri kalian, dan cucilah pakaian kalian." Lalu dia pergi dengan mereka ke Gunung Thur di Sinai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan Robbnya. Dia pergi ke sana hanya atas izin dan pengetahuan Allah. Saat 70 ini melakukan apa yang diperintahkan Musa, dan pergi dengannya untuk perjumpaan Musa dengan Robbnya, mereka berkata "Mintalah agar kami juga bisa mendengar kata-kata Robb kami!" Lalu dia menjawab "Oke". Saat Musa mencapai gunung, awan-awan semakin menutupi. Musa mendekatinya dan memasukinya. Dia berkata kepada orang-orang "Mendekatlah", tapi saat Allah berkata kepada Musa, jubahnya dikelilingi cahaya terang yang tidak ada manusia yang kuat melihatnya, maka dibawahnya diletakkan penghalang dan orang-orang mendekat. Saat mereka masuk awan, mereka jatuh tersujud dan mereka mendengarNya saat Dia berbicara kepada Musa, menyuruhnya, melarangnya, mengatakan apa yang harus dilakukan, apa yang jangan. Saat Dia selesai menyuruhnya, dan menghilangkan awan dari Musa, dia menghadap orang-orang dan mereka berkata "Wahai Musa, kami tidak akan percaya sama kamu kecuali kalau kami melihat Allah langsung." Lalu petir menyambar mereka, arwah mereka diambil dan mereka mati semua. Musa berdiri berdoa, memohon kepada Robbnya seperti Al A'roof 155 yang artinya "Mereka itu bodoh. Apakah Engkau akan menghancurkan barangsiapa yang datang setelahku dari Bani Isroil?"
Atsar Ibn Abbas, Qotadah, Mujahid, Ibn Jarir: Mereka disambar kilat karena mereka tidak menghindar maupun melarang kaum mereka yang menyembah anak sapi.

Atsar 'Ali bin Abi Tholhah: dari Ibn 'Abbas: Allah menyuruh Musa memilih 70 lelaki, lalu dia memilih mereka dan berjalan bersama mereka agar mereka berdoa kepada Robb mereka. Doa mereka salah satunya adalah "Ya Allah, berikan kami apa yang Engkau belum pernah beri kepada siapapun sebelum kami dan tidak akan beri kepada siapapun setelah kami!", lalu Allah tidak suka dengan doa ini dan mereka disambar gempa bumi yang dahsyat, lalu Musa mengatakan Al A'roof 155 ini.

Wa antum tandhuruun

Atsar 'Urwah bin Ruwaim: sebagian disambar kilat, sisanya menyaksikan. Allah membangkitkan mereka, dan menyambar yang lainnya dengan kilat.

Sabtu, 10 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 27

AYAT 27: Alladziina yanqudluuna ‘ahdalloohi mim ba’di miitsaaqihi. Wa yaqtho’uuna maa amarolloohu bihii an yuushola wa yufsiduuna fil ardl. Ulaa-ika humul khoosiruun.

I'rob

  • Alladziina = those who/yang → berarti kalimat setelahnya dirubah jadi kata benda, mengikuti kata sebelumnya, kemungkinan kalimat setelahnya adalah haal (kata keterangan) dari al-faasiqiina dari ayat sebelumnya.
  • Naqodlo = he violated/dia telah melanggar → yanqudluuna = they violate/mereka melanggar (fi'l mudloorik = present tense)
  • 'Ahdun = Wa'dun = a covenant/sebuah perjanjian → 'ahdun manshub jadi 'ahdan, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari yanqudluuna
  • Allah majrur (berakhiran "i") dan 'ahdan hilang tanwin jadi 'ahda, berarti Allah adalah mudlof ilaih (pemilik) dari 'ahda
  • Min = from/dari
  • Ba’dun = after/sesudah → min adalah preposisi, maka ba'dun majrur jadi ba'din
  • Wa-tsaqo = he put trust/dia telah mempercayakan → miitsaaqun = 'ahdun = a covenant → ba'din hilang tanwin jadi ba'di dan miitsaaqun majrur (berakhiran "i"), berarti miitsaaqun adalah mudlof ilaih dari ba'di
  • Hu = him/dia → hu majrur jadi hi, dan miitsaaqin hilang tanwin jadi miitsaaqi, berarti hi adalah mudlof ilaih dari miitsaaqi
  • Wa = dan
  • Qotho'a = he cut/dia telah memotong → yaqtho'uuna = they cut/mereka memutus (fi'l mudloorik = present tense)
  • Maa = what/apa yang (relative pronoun)
  • Amaro = he ordered/dia telah menyuruh
  • Allah marfu' (berakhiran "u") berarti Allah adalah fa'il (subjek) dari amaro.
  • Bi = with/dengan
  • Hu = him/dia
  • An = to/untuk
  • Washola = he connected/dia telah menghubungkan → yashilu = he connects/dia menghubungkan (fi'l mudloorik) → yuushola = he is connected/dia dihubungkan (fi'l majhul = pasif)

  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan → yufsiduuna = they make mischief/mereka berbuat kerusakan (fi'l mudloorik)
  • Fii = in/di dalam
  • Al Ardlu = THE earth → fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli.
  • Ulaa-ika = those
  • Hum = mereka → sebagai penguat saja
  • Khosiro = he lost/dia telah rugi → khoosirun = a loser/orang yang merugi → al-khoosiruuna = bentuk definit jamaknya/THE losers → ulaa-ika adalah mubtadak,

Alladziina yanqudluuna 'ahdallahi mim ba'di miitsaaqihii. Wa yaqtho'uuna maa amarollohu bihii an yuushola wa yufsiduuna fil ardl. Ulaa-ika humul khoosiruun

Inggris: (the rebellious people are) those who break Allah's covenant after His covenant, and they cut what Allah ordered with him (His covenant) to be connected, and they make mischief in THE earth. They are THE losers.
Indonesia: (orang fasiq adalah) mereka yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjianNya, dan mereka telah memutuskan apa yang Allah telah menyuruh dengannya (dengan perjanjian Allah) untuk dihubungkan, dan mereka berbuat kerusakan di bumi. Mereka adalah orang-orang yang merugi.

3 ciri orang fasiq

Tafsir Ibnu Katsir: 3 ciri orang fasiq ini adalah juga ciri orang kafir, dan sama sekali bukan ciri orang beriman.

Ciri orang fasiq disebutkan lagi di ayat berikut, plus hukuman mereka:
Ar Ro'd 25: Walladziina yanqudluuna 'ahdalloohi min ba'di miitsaaqihi (dan mereka yang melanggar perjanjian Allah dari setelah janji setianya), wa yaqtho'uuna maa amarolloohu bihi an yuushola (dan memutus apa yang Allah suruh dengannya untuk disambung) wa yufsiduuna fil ardli (dan mereka berbuat kerusakan di bumi) ulaa-ika lahumul la'natu wa lahum suu-ud daar (mereka itulah, laknat adalah untuk mereka dan tempat tinggal yang buruk adalah untuk mereka)

Yanqudluuna 'ahdalloohi

Tafsir Ibn Katsir: 'Ahdalloohi berupa menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, yang semuanya tertulis di semua Kitab Allah dan perkataan semua rosulNya. Yanqudluuna 'ahdalloohi adalah tidak menaati perintah Allah dan tidak menjauhi laranganNya.

Atsar Muqotil bin Hayyan dan Az Zamakhsyari: 'Ahdalloohi berupa perjanjian dalam Tauroh untuk mengamalkan isinya, percaya kepada Muhammad sebagai nabi dan percaya dengan apa yang dibawakan Muhammad (ajaran Allah). Yanqudluuna 'ahdalloohi adalah mengingkari Muhammad sebagai nabi setelah mereka tahu Muhammad itu benar Rosul Allah, dan menyembunyikan hal ini dari orang-orang, padahal mereka sudah berjanji pada Allah untuk menjelaskan kepada orang-orang dan tidak menyembunyikannya. Maka Allah memberitahu bahwa mereka telah mengingkari perjanjian itu dan menjualnya dengan harga yg sangat murah (memilih untuk tidak percaya). 'Ahdalloohi juga meliputi mukjizat nabi-nabi (yaitu bukti yang orang munafik/kafir/penyembah berhala lihat, yang membuktikan Allah itu satu), Yanqudluuna 'ahdalloohi adalah mengingkarinya meskipun sudah melihat mukjizat itu.

Wa yaqtho’uuna maa amarollohu bihii ayyuushola

Atsar Ibnu Jarir: dari Qotadah: yaitu menjaga hubungan dengan kerabat.
Pendapat kedua lebih luas lagi, mencakup semua perintah Allah untuk menyambung dan melakukannya tapi mereka memutuskan dan mengabaikannya.

Muhammad 22: Maka apakah jika sekiranya kalian berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi (tufsiduu fil ardli) dan memutuskan hubungan kekeluargaan (tuqoththi’uu arhaama)?

Ulaa-ika humul khoosiruun

Atsar Muqotil bin Hayyan: yaitu merugi di akhirat.

Ar Ro'd 25 → yaitu dilaknat dan mendapat tempat tinggal yang buruk (jahanam)

Atsar Ad Dhohhak: dari Ibnu Abbas: Kalau "humul khoosiruun" mengacu pada orang non-Islam, maka perbuatan tersebut adalah keingkaran. Kalau mengacu pada orang Islam, perbuatan tersebut adalah perbuatan dosa.

Tafsir Ibnu Jarir: yaitu mereka yang mengurangi rahmat Allah yang akan diterimanya di akhirat, akibat dari tidak menaatiNya, bagaikan pedagang yang rugi. Karena orang kafir dan munafik akan kehilangan "tabungan" rahmatNya, padahal di hari kiamat semua orang butuh rahmatNya.

Sabtu, 06 Desember 2008

Al Baqoroh ayat 8

Ayat 8: Waminan naasi man yaquulu aamannaa billaahi wabil yaumil aakhiri wamaa hum bimukminiin.

I'rob

  • Wa = dan
  • Min = a portion of/sebagian
  • Naasun = a human being/seorang manusia → an-naasu = THE human being → min adalah preposisi, maka an-naasu majrur jadi an-naasi → an-naasi diawali huruf vokal, maka min harus berubah menjadi mina.
  • Man = who/barangsiapa yang (ism maushul = relative pronoun)
  • Qoola = he said/dia telah berkata → yaquulu = he says/dia berkata (fi’l mudloorik = present tense).
  • Aamana = he believed/dia telah percaya → aamannaa = we believed/kami telah percaya (fi’l ma-dlii = past tense)
  • Bi = with/dengan
  • Allah → bi adalah preposisi, maka Allah majrur jadi Alloohi, dan karena ada huruf vokal "i" sebelum Allooh, maka kita bacanya Allaah.
  • Wa → berarti bil yaumil aakhiri adalah maf'ul (objek) kedua dari aamannaa, setelah billaahi
  • Yaumun = a day/suatu hari → al-yaumu = the day → bi adalah preposisi, maka al-yaumu majrur jadi al-yaumi.
  • Aakhirun = a last → al-aakhiru = the last/yang terakhir → al-aakhiru ternyata majrur juga jadi al-aakhiri, berarti al-aakhiri dan al-yaumi sama-sama majrur dan ma'rifah (definite noun), maka al-aakhiri adalah na'at (sifat) dari al-yaumi, maka di terjemahannya ditambahkan kata "yang" → al-yaumil aakhiri = the last day → man qoola aamana billaahi wa bil yaumil aakhiri adalah khobar dari mubtadak minan naasi → sehingga di terjemahannya, ditambahkan "adalah" antara khobar dan mubtadak
  • Wa = tetapi → karena bertentangan dengan klausa (subjek-predikat) sebelumnya.
  • Maa maa nafiyah (negasi)
  • Hum = they/mereka
  • Bi = from/tergolong
  • Aamana = he believed/dia telah percaya → mukminu = believer (ism fa'il = yang me-) → mukminuuna = believers (bentuk jamaknya) → bi adalah preposisi, maka mukminuuna majrur jadi mukminiina → bi mukminiina adalah khobar dari mubtadak hum → sehingga di terjemahannya ditambahkan "adalah" → tapi berhubung ada negator "maa", maka "adalah" berubah jadi "bukan" (yaitu are menjadi aren't)
Wa minan naasi man yaquulu aamannaa billaahi wa bil yaumil aakhiri wa maa hum bi mukminiina

Inggris: And a portion of THE human being is one who said "We believed in Allah and in THE last day" but they are not believers.
Indonesia: Dan sebagian manusia adalah yang telah berkata "Kami telah percaya kepada Allah dan kepada hari akhir" tapi mereka bukan orang-orang yang percaya.

Orang munafik (Tafsir Ibnu Katsir)

Nifaq artinya menampakkan kesepakatan (terhadap Islam) dan menyembunyikan kelicikan (cuma pura2 sepakat demi niat jahat). Ada 2 jenis nifaq, nifaq i'tiqodi (pura2 percaya Islam padahal hatinya ingkar, mereka akan masuk neraka) dan nifaq 'amali (pura2 tidak percaya Islam padahal hatinya percaya, mereka mendapat dosa besar). Munafiq adalah orang yg nifaq.

Ayat tentang orang munafik diturunkan di Madinah, karena di Mekah tidak ada orang munafik, malah orang2 terpaksa pura2 kafir. Lalu Rosululloh dan orang Islam (yaitu kaum Muhajirin/Emigran) hijrah ke Madinah, tempatnya suku Aus dan Khozroj (yaitu kaum Anshor/Penyelamat) yg menyembah berhala sebelum datangnya Islam. Di Madinah, ada 3 suku Yahudi: Bani Qoinuqo' (sekutunya Khozroj), Bani Nadlir, dan Bani Quroidhoh (sekutunya Aus). Banyak suku Aus dan Khozroj yg lalu memeluk Islam, tapi sedikit Yahudi yg memeluk Islam (seperti 'Abdulloh bin Salam).

Saat awal kedatangan Muhajirin, tidak ada orang munafik, karena Islam belum ditakuti. Malah Rosululloh membuat perjanjian damai dengan Yahudi dan suku Arab lainnya di sekitar Madinah. Lalu Islam menang perang Badar. 'Abdulloh bin Ubay bin Salul adalah pemimpin suku Khozroj, yg sekaligus dituakan oleh suku Aus. Penduduk Aus dan Khozroj hampir memilih dia jadi raja, tapi malah orang2 memeluk Islam dan lupa dengan dia, sehingga dia dendam dengan Islam. Maka, saat perang Badar, dia berkata "agama Allah semakin jelas", sehingga dia dan beberapa Ahli Kitab pura2 Muslim. Itulah awal mula lahirnya kemunafikan.

Muhajirin tidak ada yg munafik karena mereka hijrah lillaahi Ta'ala dan harus meninggalkan hartanya, anak2nya, dan tanahnya demi pahala Allah di hari akhir.

Wa maa hum bi mukminiina

Atsar Muhammad bin Ishaq, Abul 'Aliyah, Al Hasan, Qotadah, dan As Suddi: dari Ibnu 'Abbas: ayat ini tentang orang munafik dari Aus dan Khozroj dan yg berperilaku seperti mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menceritakan ciri orang munafik dengan panjang lebar, sehingga orang beriman tidak tertipu oleh mereka.

Surat Al Munaafiquun 1: Idzaa jaa-akal munaafiquuna qooluu nasyhadu innaka la rosuulullooh (Jika datang kepadamu orang2 munafik berkata "Kami bersaksi sesungguhnya kamu benar2 rosul Allah) walloohu ya’lamu innaka la rosuuluhu (dan Allah Mahatahu bahwa sesungguhnya kamu benar2 rosul Allah") walloohu yasyhadu innal munaafiqiina la kaadzibuun (dan Allah menyaksikan sesungguhnya orang munafik itu benar-benar pendusta)