Tampilkan postingan dengan label Asmaul Husna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asmaul Husna. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 76

AYAT 76: Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qooluu aamannaa, wa idzaa kholaa ba'dluhum ilaa ba'dlin qooluu a tuhaddi-tsuuna hum bimaa fatahalloohu 'alaikum li yuhaajjuukum bihii 'inda robbikum, a fa laa ta'qiluuna

  • Wa = dan
  • Idzaa = when/saat (present tense)
  • Laqiya = he met/dia telah bertemu → laquu = they met/mereka telah bertemu → tapi karena idzaa, maka terjemahannya menjadi present tense, yaitu they meet/mereka bertemu
  • Alladziina = those who/yang → berarti klausa setelahnya dikatabendakan, yaitu aamanuu
  • Amina = he felt secure/dia telah merasa aman → aamana (wazan 4: causative) = he believed/dia telah percaya → aamanuu = they believed/mereka telah percaya → aamannaa = we believed/kami telah percaya
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata → tapi karena idzaa, terjemahannya menjadi present tense, yaitu they say/mereka berkata
  • Kholaa = he was alone/dia telah sendiri → karena idzaa, maka terjemahannya menjadi present tense, yaitu he is alone/dia sendiri
  • Ba'dlun = a fraction/sebagian → hilang tanwin jadi ba'dlu, berarti hum adalah mudlof ilaih (pemilik) dari ba'dlu
  • Hum = them/mereka
  • Ilaa = to
  • Ba'dlunilaa adalah preposisi, maka ba'dlun majrur jadi ba'dlin
  • A = apakah (ism istifham = kata tanya)
  • Hada-tsa = he came to existence/dia telah muncul → hadda-tsa = he told/dia telah mengatakan → tuhadditsuuna = you-all tell/kalian menceritakan
  • Bi = with/dengan
  • Maa = what/apa yang (ism maushul = relative pronoun)
  • Fataha = he opened/dia telah membuka
  • Allah marfu' jadi alloohu, berarti posisinya adalah fa'il (subjek) dari fataha
  • 'Alaa = upon/atas
  • Kum = you-all/kalian → 'alaa+kum = 'alaikum
  • Li = in order to/agar
  • Haajja = he argued/dia telah berdebat → yuhaajjuu = they argue/mereka berdebat
  • Hu = him/dia → bi adalah preposisi, maka hu majrur jadi hi
  • 'Inda = with/di sisi
  • Robbun = Lord → 'inda adalah preposisi, maka robbun majrur jadi robbinrobbin hilang tanwin jadi robbi, berarti kum adalah mudlof ilaih dari robbi
  • Fa = then/lalu
  • Laa → laa nafiyah (negasi)
  • 'Aqila = he had brain/dia telah punya otak → ta'qiluuna = you-all have brains/kalian punya otak
Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qooluu aamannaa, wa idzaa kholaa ba'dluhum ilaa ba'dlin qooluu a tuhaddi-tsuuna hum bimaa fatahalloohu 'alaikum li yuhaajjuukum bihii 'inda robbikum, a fa laa ta'qiluuna

Inggris: And when they meet those who believed, they say, "We believed", and when some of them are alone towards some (others), they say, "Do you-all tell them with what Allah opened upon you-all, so they argue you with it before your Lord? Then, don't you-all have brains?
Indonesia: Dan saat mereka bertemu orang-orang yang percaya, mereka berkata "Kami telah percaya", dan saat sebagian dari mereka sedang sendiri dengan sebagian (yang lain), mereka berkata "Apakah kalian akan mengatakan (kepada) mereka dengan apa yang Allah telah bukakan atas kalian, agar mereka berargumen dengannya di sisi Robb kalian?" Apakah kalian tidak punya otak?

Wa idzaa laqul ladziina aamanuu qooluu aamanna

Atsar Muhammad bin Ishaq: dari Ibn 'Abbas: Mereka percaya bahwa Muhammad adalah rosul Allah, tapi dia hanya dikirim untuk kalian (orang Arab). Tapi saat mereka saling berjumpa, mereka berkata, "Jangan kalian sampaikan kabar tentang nabi ini ke orang-orang Arab, karena kalian dulu meminta Allah memenangkan kalian atas mereka saat dia datang, tapi dia malah dikirim untuk mereka, bukan untuk kalian."

Wa idzaa kholaa ba'dluhum ilaa ba'dlin qooluu a tuhaddi-tsuuna hum bimaa fatahalloohu 'alaikum li yuhaajjuukum bihi 'inda robbikum

Tafsir Ibn Katsir: Kalau kamu mengaku kepada mereka bahwa dia adalah nabi, dan mereka tahu bahwa Allah telah mengambil perjanjian dari kalian untuk mengikutinya, mereka akan tahu bahwa Muhammad adalah nabi yang kita tunggu-tunggu dan yang kedatangannya kita temukan dalam ramalan di kitab kita. Maka, jangan percaya dia dan ingkari dia.

Rabu, 14 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 70

AYAT 70: Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, innal baqoro ta-syaabaha 'alaina, wa innaa in syaa-alloohu la muhtaduuna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu serulah/kamu berdoalah
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun = Lord → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih (pemilik) dari robba
  • Bayanu = he separated/dia telah membedakan → bayyanu (wazan 2: causative): he made clear/dia telah membuat jadi jelas → yubayyinu = he makes clear/dia membuat jadi jelas → karena klausa ini adalah jussive, maka yubayyinu berubah menjadi yubayyin
  • Maa = what/apa yang (ism maushul=relative pronoun)
  • Hiya = she/dia → jenis kelamin perempuan, yaitu mengacu pada baqorotun yang berjenis kelamin perempuan.
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti al-baqoro adalah ism inna, tasyaabaha 'alaina adalah khobar inna
  • Baqorotun = a cow/seekor sapi betina → baqorun = a cow/seekor sapi betina (kata benda ini berjenis kelamin lelaki, meskipun sapinya betina) → al-baqoru = THE cow (bentuk definitnya) → karena posisinya sebagai ism inna, maka harus manshub jadi al-baqoro
  • Syabaha = he was alike/dia telah mirip → syaabaha (wazan 6: saling) = he looked like each other/dia telah saling menyerupai → tasyaabaha = he looks like each other/dia saling menyerupai
  • 'Alaa = upon/atas
  • Naa = us/kami → 'alaa+naa = 'alaina
  • Wa = dan
  • Innaa = verily we/sesungguhnya kami → berarti "kami" adalah ism inna, la muhtaduuna adalah khobar inna
  • In = if/jika (ism syaroth = kata syarat)
  • Syaa-a = he willed/menghendaki → sehingga Allah marfu' jadi alloohu, karena sebagai fa'il (subjek) dari syaa-a
  • La = surely/pastilah (partikel empati)
  • Hadaa = he guided/dia telah menunjukkan → ihtadaa (wazan 8: refleksif/pasif) = he was guided/dia telah ditunjukkan → muhtadun = one who is guided/orang yang diberi petunjuk (ism fa'il = yang me-) → al-muhtaduuna = those who are guided (bentuk jamaknya)
Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, innal baqoro ta-syaabaha 'alaina, wa innaa in syaa-alloohu la muhtaduuna

Inggris: They said, "You invoke your Lord for us (that) He made clear for us what is her (the cow)! Verily the cow looked alike upon us, and verily we, if Allah wills, surely be those who are guided."
Indonesia: Mereka telah berkata "Kamu berdoalah kepada Robbmu untuk kami (agar) Dia menjelaskan untuk kami (seperti) apa dia (sapi itu)! Sesungguhnya sapi betina tersebut telah nampak serupa atas kami, dan sesungguhnya kami, jika Allah menghendaki, pastilah menjadi orang-orang yang ditunjukkan (ke jalan yang benar)."

Innal baqoro ta-syaabaha 'alaina

Tafsir Ibn Katsir: karena sapi betina ada banyak, maka deskripsikan sapi ini lebih jauh lagi.

Wa innaa insyaa-alloohu

Tafsir Ibn Katsir: yaitu, jika Allah mendeskripsikan lebih jauh kepada kami.

Al Baqoroh ayat 69

AYAT 69: Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa launuhaa, qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa tasurrun naa-dhiriina
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu serulah/kamu berdoalah (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun = Lord → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih (pemilik) dari robba
  • Bayanu = he separated/dia telah membedakan → bayyanu (wazan 2: causative): he made clear/dia telah membuat jadi jelas → yubayyinu = he makes clear/dia membuat jadi jelas → karena klausa ini adalah jussive, maka yubayyinu berubah menjadi yubayyin
  • Maa = what/apa yang (ism maushul=relative pronoun)
  • Launun = a color/suatu warna (jamaknya = alwaanun)
  • Haa = her/dia → jenis kelamin perempuan, mengacu pada baqorotun yang berjenis kelamin perempuan → launun hilang tanwin jadi launu, berarti haa adalah mudlof ilaih (pemilik) dari launu
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna, yaquulu adalah khobar inna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → yaquulu = he says/dia berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti haa adalah ism inna, baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa tasurrun nadhiriina adalah khobar inna
  • Baqorotun = a cow/seekor sapi betina
  • Shofroo-u = yellow/kuning → sama-sama naqiroh (definit noun), mufrod (tunggal), mudzakkar (lelaki), dan marfu' dengan baqorotun, berarti shofroo-u adalah na'at (sifat) dari baqorotun
  • Faaqi'un = bright/cerah → sama-sama naqiroh, mufrod, mudzakkar, dan marfu' dengan shofroo-u, berarti faaqi'un adalah na'at kedua dari shofroo-u
  • Sarro = he pleased/dia telah menarik → tasurru = she pleases/dia menarik
  • Nadhoro = he observed/dia telah mengamati → nadhirun = an observer/yang memandang → an-nadhiruuna = THE observers (bentuk jamak definitnya)
Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa launuhaa, qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa tasurrun naa-dhiriina

Inggris: They said "You invoke your Lord for us (that) He makes clear for us what is her color." He said, "Verily He said: Verily she is a bright yellow colored cow, she pleases THE observers.
Indonesia: Mereka telah berkata "Kamu berdoalah kepada Robbmu untuk kami (agar) Dia menjelaskan untuk kami apa warnanya. Dia telah berkata, "Sesungguhnya Dia berkata: Sesungguhnya dia adalah sapi betina yang warnanya kuning cerah, dia menarik (bagi) orang-orang yang mengamati.

Innahaa baqorotun shofroo-u faaqi'un launuhaa

Atsar Al 'Aufi: dari Ibn 'Abbas: putih yang sangat kekuning-kuningan.

Tafsir Ibn Katsir: Taurot modern mengatakan warna sapinya merah, dan ini salah.

Tasurrun naa-dhiriina

Atsar As Suddi, Abul 'Aliyah, Qotadah, dan Ar Robi' bin Anas: sapi itu menarik bagi orang-orang yang melihatnya.

Atsar Wahb bin Munabbih: Kalau kulitnya dilihat, kamu akan mengira sinar matahari memancar melalui kulitnya.

Al Baqoroh ayat 68

AYAT 68: Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, qoola innahuu yaquulu innahaa baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun, 'awaanun baina dzaalika, faf'aluu maa tukmaruuna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/kami telah berkata
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu serulah/kamu berdoalah
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun = Lord → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih (pemilik) dari robba
  • Bayanu = he separated/dia telah membedakan → bayyanu (wazan 2: causative): he made clear/dia telah membuat jadi jelas → yubayyinu = he makes clear/dia membuat jadi jelas → karena klausa ini adalah jussive, maka yubayyinu berubah menjadi yubayyin
  • Maa = what/apa yang (ism maushul=relative pronoun)
  • Hiya = she/dia → jenis kelamin perempuan, yaitu mengacu pada baqorotun yang berjenis kelamin perempuan.
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna, yaquulu adalah khobar inna
  • Qoola = he said/dia telah berkata → yaquulu = he says/dia berkata
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti haa adalah ism inna, baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun 'awaanun baina dzaalika adalah khobar inna.
  • Haa = her/dia → jenis kelamin perempuan, yaitu baqorotun
  • Baqorotun = a cow/seekor sapi betina
  • Laa → laa nafiyah (negasi)
  • Farodlo = he ordained/dia telah mewajibkan → fariidlotun = an obligation/suatu kewajiban, sedangkan faaridlun = an old/tua
  • Wa = dan
  • Bukrotun = morning/pagi (setelah fajar shiddiq, sebelum matahari terbit) → bikrun = young/muda
  • 'Awaanun = a middle age/suatu usia pertengahan
  • Bayanu = he separated/dia telah memisahkan → bainun = between (dlorof makaan = kata keterangan tempat) → majrur jadi bainan, karena sebagai dlorof
  • Dzaalika = that/itu → bainan hilang tanwin jadi baina, berarti dzaalika adalah mudlof ilaih dari baina
  • Fa = then/lalu
  • Fa'ala = he did/dia telah melakukan → if'aluu = you-all do!/kalian lakukanlah! (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Maa = what/apa yang
  • Amaro = he commanded/dia telah menyuruh → takmuruuna = you-all command/kalian menyuruh → tukmaruuna = you-all are commanded/kalian disuruh
Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya, qoola innahu yaquulu innahaa baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun, 'awaanun baina dzaalika, faf'aluu maa tukmaruuna

Inggris: They said, "You invoke your Lord for us, (that) he makes clear for us what is her (what kind of cow)!" He said, "Verily He says: Verily she is a cow, not old and not young, middle-aged between that. Then you-all do what you-all are commanded!"
Indonesia: Mereka telah berkata "Kamu berdoalah kepada Robbmu untuk kami (agar) Dia menjelaskan bagi kami (seperti) apa dia (sapinya)." Dia berkata, "Sesungguhnya Dia berkata: Sesungguhnya dia adalah seekor sapi betina, tidak tua dan tidak muda, usia pertengahan antara itu. Lalu kalian kerjakanlah apa yang kalian disuruh!"

Qoolud'u lanaa robbaka yubayyin lanaa maa hiya

Tafsir Ibn Katsir: yaitu sapi betina apa ini dan seperti apa deskripsinya.

Atsar Ibn Abbas dan 'Ubaidah: Allah menyebutkan keras kepalanya Bani Isroil dan banyaknya pertanyaan tidak penting yang mereka tanyakan kepada rosul-rosul mereka. Saat mereka keras kepala, Allah membuat ketetapan yang sulit untuk mereka. Kalau mereka menyembelih sembarang sapi betina, itu sudah cukup bagi mereka. Tapi mereka membuat permasalahannya jadi sulit, dan inilah kenapa Allah membuatnya lebih sulit bagi mereka.

Qoola innahu yaquulu innahaa baqorotun laa faari-dlun wa laa bikrun

Atsar Abul 'Aliyah, As Suddi, Mujahid, 'Ikrimah, 'Atiyah Al 'Afwi, 'Atho', Al Khurosani, Wahb bin Munabbih, Adh Dhohhak, Al Hasan Al Bashri, Qotadah, dan Ibn 'Abbas: yaitu sapi yang tidak tua, dan tidak di bawah usia reproduksi.

'Awaanun baina dzaalika

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: tidak tua dan tidak muda, tapi di usia saat sapi betina itu paling kuat dan paling sehat.

Rabu, 07 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 62

AYAT 62: Innal ladziina aamanuu wal ladziina haaduu wan nashooroo wash shoobi-iina man aamana billaahi wal yaumil aakhiri wa 'amila shoolihan fa lahum ajruhum 'inda robbihim, wa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuuna
  • Inna = sesungguhnya → berarti alladziina aamanuu adalah ism inna
  • Alladziina = those who/yang → berarti kalimat setelahnya akan dikatabendakan, yaitu aamanuu
  • Amina = he felt secure/dia telah mempercayakan → aamana (wazan 4: causative) = he believed/dia telah percaya → aamanuu = they believed/mereka telah percaya
  • Wa = dan
  • Alladziina = those who/yang → berarti kalimat setelahnya akan dikatabendakan, yaitu haaduu
  • Haada = he became Jews/dia telah menjadi Yahudi → haaduu = they became Jews/mereka telah menjadi Yahudi
  • Nashoro = he helped/dia telah menolong → nashrooniyyan = a Christian/seorang Nasrani → nashooroo = Christians (bentuk jamak) → an-nashooroo = THE Christians (jamak definit)
  • As-shoobi-uuna = THE Sabians
  • Man = who/yang (ism maushul/relative pronoun)
  • Aamana (wazan 4 dari amina) = he believed/dia telah percaya
  • Bi = with/dengan → bi adalah preposisi, maka Allah majrur jadi Allaahi
  • Yaumun = a day/suatu hari → al-yaumu = THE day → bi adalah preposisi, maka al-yaumu majrur jadi al-yaumi
  • Al-aakhiru = the last/yang terakhir → sama-sama majrur (berakhiran "i" jadi al-aakhiri), definit (berawalan "al"), maskulin, dan singular seperti al-yaumi, berarti al-aakhiru adalah na'at (sifat) dari al-yaumi
  • 'Amila = he did/dia telah melakukan
  • Sholaha = he were righteous/dia telah saleh → shoolihan = righteous deeds
  • Fa = then/maka
  • La = for/bagi
  • Hum = them/mereka
  • Ajrun = a reward/sebuah ganjaran → ajrun hilang tanwin jadi ajru, berarti hum adalah mudlof ilaih dari ajru → lahum adalah mubtadak, ajruhum adalah khobar, sehingga di terjemahannya ditambahkan "adalah"
  • 'Inda = with/di sisi
  • Robbun = lord → 'inda adalah preposisi, maka robbun majrur jadi robbin → robbin hilang tanwin jadi robbi, dan hum majrur jadi him, berarti him adalah mudlof ilaih dari robbi
  • Laa = laa nafiyah (negasi)
  • Khoofa = he feared/dia telah takut → khoufun = a fear/sebuah ketakutan
  • 'Alaa = upon/atas → 'alaa adalah preposisi, maka hum majrur jadi him'alaa+him = 'alaihim
  • Hum = they/mereka
  • Hazana = he grieved/dia telah bersedih → yahzanuuna = they grieve/mereka bersedih (fi'l mudloorik = kata kerja present tense)
Innal ladziina aamanuu wal ladziina haaduu wan nashooroo wash shoobi-iina man aamana billaahi wal yaumil aakhiri wa 'amila shoolihan fa lahum ajruhum 'inda robbihim, wa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuuna

Inggris: Verily, those who believed and those who became Jews and Christians and Sabians, he who believed in Allah and the last day and he did good deeds, then for them is their rewards with Allah, and no fear upon them and they don't grieve.
Indonesia: Sesungguhnya, orang-orang yang telah percaya dan orang-orang yang menjadi Yahudi dan Nasrani dan Shobi'in, dia yang percaya kepada Allah dan hari akhir dan berbuat baik maka bagi mereka adalah ganjaran di sisi Robb mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak bersedih.

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Setelah Allah menjelaskan seperti apa dan apa hukumannya orang-orang yang melanggar perintah dan laranganNya, dan melampaui batas dengan melakukan yang diharamkanNya, Dia menyatakan bahwa bangsa sebelumnya (dan bangsa-bangsa sampai hari kiamat) yang saleh dan taat mendapat ganjaran karena perbuatan baiknya. Maka siapa yang mengikuti nabi dan rosul yang ummii (butahuruf) akan mendapat kebahagiaan abadi dan takkan pernah takut terhadap masa depan dan takkan sedih terhadap masa lalu.

Yunus 62: Alaa inna auliyaa-allaahi (ingatlah sesungguhnya wali (sahabat, orang yang menuruti nasehat) Allah) laa khoufun 'alaihim (tidak ada rasa takut atas mereka) wa laa hum yahzanuun (dan mereka tidak bersedih).

Para malaikat berkata kepada orang beriman saat akan dicabut nyawanya:
Fushshilat 30: Innal ladziina qooluu robbunallaahu (sesungguhnya orang yg berkata "Robb kami adalah Allah") tsummas taqoomuu (lalu mereka konsisten) tatanazzalu 'alaihimul malaa-ikatu (malaikat turun kepada mereka malaikat) an laa takhoofuu wa laa tahzanuu (bahwa "Jangan kalian takut dan jangan kalian bersedih) wa absyiruu bil jannatil latii kuntum tuu'aduuna (dan kalian kabarkanlah berita gembira dengan surga yang kalian dijanjikan)

Innal ladziina aamanuu

Atsar 'Ali bin Abi Tholhah: dari Ibn 'Abbas: ayat ini turun sebelum Allah menurunkan Ali 'Imroon 85:
Ali Imron 85: Wa man yabtaghi ghoirol islaami diinan (dan dia yang mencari selain agama Islam) fa lan yuqbala minhu (maka dia tidak diterima darinya). Wa huwa fil aakhiroti minal khoosiriina (dan dia adalah tergolong orang-orang yang merugi di akhirat).

Tafsir Ibn Katsir: Allah takkan menerima perbuatan apapun dari siapapun kecuali jika sesuai dengan syari'at Muhammad, yaitu setelah Allah mengirim Muhammad. Sebelumnya, setiap orang yang mengikuti petunjuk rosulnya, maka dia berada dalam jalan yang benar, mengikuti petunjuk yang benar, dan terselamatkan.

Wal ladziina haaduu

Tafsir Ibn Katsir: Yahudi adalah pengikut Musa yang berhukum pada Taurot.

Al A'roof 156: Innaa hudnaa ilaika (sesungguhnya kami (Bani Isroil) bertobat kepada-Mu)

Wan Nashooroo

Asal kata nasrani adalah dari kata anshor, artinya penolong:
Ali Imron 52: Fa lamma ahassa 'iisaa minhumul kufro (lalu saat Isa telah menyadari keingkaran dari mereka (Bani Isroil)) qoola man anshoorii ilallaah (dia berkata "Siapa yang menjadi penolongku untuk Allah)? Qoolal hawaariyyuuna nahnu anshoorullaah (orang-orang Hawariyyun (sahabat Isa) berkata "Kamilah penolong Allah"), aamannaa billaahi (kami percaya kepada Allah), wasyhad bi annaa muslimuuna (dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berlapang dada)).

Atsar Qotadah, Ibn Juroij dan Ibn 'Abbas: mereka dipanggil Nashooroo karena mereka tinggal di daerah bernama An-Nashiroh (Nazareth).

Tafsir Ibn Katsir: Saat Allah mengirim Muhammad sebagai nabi dan rosul terakhir kepada semua keturunan Adam, seluruh manusia diwajibkan percaya kepadanya, menaatinya, dan menjauhi apa yang dilarangnya. Mereka yang melakukannya adalah orang yang percaya.

Wash Shoobi-iina

Atsar Mujahid, Wahb bin Munabbih, Ibn Abi Najih, 'Atho', dan Sa'id bin Jubair: Shobi-in bukan Majusi, Yahudi, Nasrani, dan bukan politheis, tapi mereka tidak punya agama tertentu karena mereka hidup dalam fitrah mereka (insting alam). Itulah kenapa orang musyrik memanggil pemeluk Islam sebagai Shobi-in, artinya mengabaikan semua agama yang ada saat itu.

Atsar Abul Aliyah, Ar Robi’ bin Anas, As Suddi, Jabir bin Zaid, Adh Dhohhak, dan Ishaq bin Rohawaih: Shobi-in adalah kelompok Ahli Kitab yang membaca kitab Psalm (Zabur).

Atsar Abdurrohman bin Mahdi: dari Mu'awiyah bin Abdul Karim: dari Al Hasan Al Bashri: Shobi-in adalah kaum penyembah malaikat.

Atsar Ar Rozi: Shobi-in adalah kaum penyembah bintang karena menurut mereka Allah menjadikan bintang sebagai kiblat untuk ibadah dan doa, Allah menyerahkan pengaturan urusan alam ini kepada bintang.

Senin, 05 Juli 2010

Al Baqoroh ayat 61

AYAT 61: Wa idz qultum yaa muusaa lan nashbiro 'alaa thoo'amin waahidin, fad'u lanaa robbaka yukhrij lanaa mimmaa tunbitul ardlu min baqlihaa wa qitstsaa-ihaa wa fuumihaa wa adasihaa wa ba-shoolihaa, qoola a tastabdiluunal ladzii huwa adnaa billadzii huwa khoirun, ihbithuu mishron, fa inna lakum maa sa-altum, wa dluribat 'alaihimudz dzillatu wal maskanatu wa baa-uu bi gho-dlobin minalloohi, dzaalika bi annahum kaanuu yakfuruuna bi aayaatillaahi wa yaqtuluunan nabiyyiina bi ghoiril haqq, dzaalika bimaa 'a-shou wa kaanuu ya'taduuna
  • Wa = dan
  • Idz = when/saat (untuk past tense)
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qultum = you-all said/kalian telah berkata
  • Yaa = O/wahai → kata nidak, untuk memanggil dalam bahasa Arab
  • Lan = will never/takkan
  • Shobaro = he endured/dia telah bersabar → nashbiru = we endure/kami bersabar (fi'l mudloorik) → karena ada lan, maka kalimatnya menjadi subjunctive, sehingga menjadi nashbiro
  • 'Alaa = on/atas
  • Tho'ima = he ate/dia telah makan → tho'aamun = an eater/seorang pemakan (ism fa'il = yang me-) → 'alaa adalah preposisi, maka tho'aamun majrur jadi tho'aamin
  • Waahidan = wahiidan = one/satu → majrur jadi waahidin (sama dengan tho'aamin), sama-sama berjenis kelamin lelaki, dan sama-sama naqiroh (indefinit) dengan tho'aamin, berarti waahidin adalah na'at dari tho'aamin
  • Fa = then/lalu
  • Da'aa = he invoked/dia telah menyeru/dia telah berdoa → ud'u = you invoke!/kamu doakanlah
  • La = for/bagi
  • Naa = us/kami
  • Robbun → manshub jadi robban, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ud'u
  • Ka = you/kamu → robban hilang tanwin jadi robba, berarti ka adalah mudlof ilaih dari robba
  • Khoroja = he came out/dia telah keluar → akhroja (wazan 4: causative) = he brought forth/dia telah mengeluarkan → yukhriju = you bring forth/kamu mengeluarkan → karena posisinya dalam kalimat adalah jussive, maka harus berubah jadi yukhrij
  • Min = from/dari
  • Maa = what/apa yang → min + maa = mimmaa
  • Nabata = he produces/dia telah menghasilkan → anbata (wazan 4: causative) = he grew/dia telah tumbuh → tunbitu = she grows/dia telah tumbuh
  • Al-ardlu = THE earth → jenis kelamin = wanita, dan marfu' (berakhiran "u"), sehingga posisinya adalah fa'il (subjek) dari tunbitu
  • Baqlun = a herb/sebuah sayuran → min adalah preposisi, maka baqlun majrur jadi baqlin
  • Haa = her/dia → berjenis kelamin wanita, berarti mengacu pada al-ardlu → baqlin hilang tanwin jadi baqli, berarti haa adalah mudlof ilaih dari baqli
  • Qitstsaa-un = a cucumber/sebuah mentimun → min adalah preposisi, maka qitstsaa-un majrur jadi qitstsaa-inqitstsaa-in hilang tanwin jadi qitstsaa-i, berarti haa adalah mudlof ilaih dari qitstsaa-i
  • Fuumun min adalah preposisi, maka fuumun majrur jadi fuumin fuumin hilang tanwin jadi fuumi, berarti haa adalah mudlof ilaih dari fuumi
  • 'Adasun = a lentil/sebuah kacang adas → min adalah preposisi, maka 'adasun majrur jadi 'adasin'adasin hilang tanwin jadi 'adasi, berarti haa adalah mudlof ilaih dari 'adasi
  • Basholun = an onion/sebuah bawang berah → min adalah preposisi, maka basholun majrur jadi basholinbasholin hilang tanwin jadi basholi, berarti haa adalah mudlof ilaih dari basholi
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii = kata kerja past tense)
  • A = apakah → ism istifhaam/kata tanya: mengubah kalimat selanjutnya jadi kalimat tanya
  • Badala = he changed/dia telah berubah → istabdilu (wazan 10: meminta agar badala dilakukan) = he exchanged/dia telah menukar → tastabdiluuna = you-all exchange (fi'l mudloorik = kata kerja present tense)
  • Alladzii = one which/yang → berarti kalimat setelahnya dikatabendakan
  • Huwa = he/dia
  • Danaa (akhiran "a" yang memanjangkan "na") = he approached/dia telah menjangkau → adnaa (akhiran "y" yang memanjangkan "na") = an inferior/suatu yang lebih rendah → adnaa adalah khobar, dan huwa adalah mubtadak
  • Bi = upon/atas
  • Khoirun = better/lebih baik → khoirun adalah khobar, huwa adalah mubtadak
  • Habathu = he went down/dia telah pergi turun → ihbithuu = you-all go down!/kalian pergi turunlah
  • Mishrun = a city/sebuah kota, sedangkan Mishro artinya Mesir → mishrun manshub jadi mishron, berarti posisinya adalah maf'ul (objek) dari ihbithuu
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti lakum adalah ism inna, maa sa-altum adalah khobar inna → sehingga di terjemahannya diberikan "adalah" di tengah-tengahnya
  • Kum = you-all/kalian
  • Sa-ala = he asked/dia telah meminta → sa-altum = you-all asked/kalian telah meminta
  • Dloroba = he set forth/dia telah menimpakan → dluriba = he was set forth/dia telah ditimpakan → dluribat = she was set forth/dia telah ditimpakan
  • Hum = they/mereka → 'alaa adalah preposisi, maka hum majrur jadi him 'alaa+him='alaihim
  • Dzulila = he was humiliated/dia telah mempermalukan → dzillatun = a humiliation/sebuah kehinaan (jenis kelamin: wanita) → adz-dzillatu = THE humiliation (bentuk definitnya) → menduduki posisi naa'ibun fa'il (subjek) dari dluribat
  • Sakana = he dwelt/dia telah tinggal → maskanun = a poor/seorang miskin (jenis kelamin: lelaki) → maskanatun = a poverty/suatu kemiskinan (jenis kelamin: wanita) → al-maskanatu = THE poverty (bentuk definitnya)
  • Baa-a = he drew/dia telah menarik → baa-uu = they drew/mereka telah menarik
  • Bi = with/dengan
  • Ghodliba = he was angry/dia telah marah → ghodlobun = an anger/sebuah kemarahan → bi adalah preposisi, maka ghodlobun majrur jadi ghodlobin
  • Allah diawali huruf vokal, maka min berubah jadi mina → mina adalah preposisi, maka Allah majrur jadi alloohi
  • Dzaalika = that/itu → dzaalika adalah mubtadak, bi annahum kaanuu yakfuruuna bi aayaatillaahi adalah khobarnya, sehingga diberikan kata "adalah" di terjemahannya.
  • Bi = because/karena
  • Anna (semacam inna)= that/bahwa → hum adalah ism inna, kaanuu yakfuruuna bi aayaatillaahi adalah khobar inna
  • Kaana = he was/dia → kaanuu = they were
  • Kafaro = he disbelieve/dia telah tidak percaya → yakfuruuna = they disbelieve/mereka tidak percaya
  • Bi = with/dengan
  • Aayatun = a sign/a miracle/sebuah tanda/sebuah mukjizat → aayaatun = signs/miracles (bentuk jamaknya) → bi adalah preposisi, maka aayaatun majrur jadi aayaatin
  • Allah majrur jadi Allaahi, dan aayaatin hilang tanwin jadi aayaati, berarti Allaahi adalah mudlof ilaih dari aayaati
  • Qotala = he killed/dia telah membunuh → yaqtuluuna = they kill/mereka membunuh
  • Nabaa = he informed/dia telah memberitahu → nabiyyun = a prophet/seorang nabi → an-nabiyyuuna = THE prophets (jamak definit) → manshub jadi an-nabiyyiina, berarti posisinya adalah sebagai maf'ul (objek) dari yaqtuluuna
  • Bi (with) + ghoirun (no) = bi ghoirin (without), ghoirun majrur jadi ghoirin karena bi adalah preposisi
  • Haqqun = a right/sebuah hak → al-haqqu = THE right (bentuk definitnya) → al-haqqu majrur jadi al-haqqi, ghoirin hilang tanwin jadi ghoiri, berarti al-haqqi adalah mudlof ilaih dari ghoiri
  • Bimaa = because/karena → dzaalika adalah mubtadak, bimaa 'ashou adalah khobar, sehingga di terjemahannya, ditambahkan "adalah"
  • 'Ashoo (akhiran "y" memanjangkan "sho") = he disobeyed/dia telah durhaka → 'ashouu (akhiran "a" memanjangkan "w") = they disobeyed/mereka telah durhaka
  • 'Aduu = he transgressed/dia telah melampaui batas → i'tadaa (wazan 8: refleksif/pasif) = he transgressed/dia telah melampaui batas → ya'taduuna = they transgress/mereka melampaui batas
Wa idz qultum yaa muusaa lan nashbiro 'alaa thoo'amin waahidin, fad'u lanaa robbaka yukhrij lanaa mimmaa tunbitul ardlu min baqlihaa wa qitstsaa-ihaa wa fuumihaa wa adasihaa wa ba-shoolihaa, qoola a tastabdiluunal ladzii huwa adnaa billadzii huwa khoirun, ihbithuu mishron, fa inna lakum maa sa-altum, wa dluribat 'alaihimudz dzillatu wal maskanatu wa baa-uu bi gho-dlobin minalloohi, dzaalika bi annahum kaanuu yakfuruuna bi aayaatillaahi wa yaqtuluunan nabiyyiina bi ghoiril haqq, dzaalika bimaa 'a-shou wa kaanuu ya'taduuna

Inggris: And (remember) when you-all said "O Musa, we will never be patient on one (type of food) eater, then invoke your Lord to us, 'you bring forth to us from what THE earth grows from her (the earth's) herbs, and her cucumber, and her Fuum, and her lentil, and her onion'." He said "Do you-all exchange one which is inferior for one which is better? You all go down to a town! Then verily for you-all are what you-all asked." And THE humiliation, as well as poverty, WAS set forth upon you, and you-all drew with an anger from Allah, that is because that you-all disbelieved with Allah's signs/miracles and you-all killed THE prophets without the right, that is because you disobeyed and you transgressed".

Indonesia: Dan (ingatlah) saat kalian berkata "Wahai Musa, kami takkan bersabar atas makanan yang satu (macam saja), maka serulah Robbmu untuk kami 'kamu keluarkan untuk kami dari apa yang bumi tumbuh dari sayurannya, dan mentimunnya, dan Fuumnya, dan kacang adasnya, dan bawang merahnya'." Dia berkata "Apakah kalian mengganti dengan yang lebih rendah dari yang lebih baik? Turunlah kalian ke sebuah kota! Lalu sesungguhnya bagi kalian adalah apa yang kalian telah minta." Dan sang kehinaan, dan juga sang kemiskinan, ditimpakan atas mereka, dan mereka telah menarik sebuah kemarahan dari Allah, itu karena mereka telah tidak percaya dengan tanda-tanda/mukjizat-mukjizat Allah dan mereka telah membunuh para nabi tanpa sang kebenaran. Itu adalah karena mereka telah tidak taat dan mereka telah melampaui batas.

Wa idz qultum yaa muusaa lan nashbiro 'alaa thoo'amin waahidin, fad'u lanaa robbaka yukhrij lanaa mimmaa tunbitul ardlu min baqlihaa wa qitstsaa-ihaa wa fuumihaa wa adasihaa wa ba-shoolihaa

Tafsir Ibn Katsir: Allah mengingatkan Bani Isroil saat Dia menurunkan al-manna dan burung puyuh kepada mereka, makanan yang baik, asli, bermanfaat, dan mudah didapat, tapi mereka tidak bersyukur atas itu, malah meminta Musa menukar makanan ini dengan makanan yang lebih inferior seperti sayuran, dll.

Atsar Al Hasan Al Bashri: Bani Isroil bosan dan tidak sabar dengan tipe makanan yang dirizqikan kepada mereka. Mereka teringat dulunya mereka hidup dengan makan kacang adas, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.

Tafsir Ibn Katsir: 'alaa tho'aamin waahidin, yaitu al-manna dan burung puyuh, karena setiap hari mereka makan itu.

Fuum

Atsar Ibn Mas'ud, Ibn Abi Hatim, Al Hasan Al Bashri: maksudnya tsuum (bawang putih)

Atsar Ibn Abbas: maksudnya bawang putih, tapi bisa juga berarti dalam bahasa kuno, Fuumuulanaa artinya "buatkan roti untuk kami".

Tafsir Ibnu Jarir: kalau fuum artinya tsuum, maka dalam Arab Klasik, huruf "f" bisa diubah-ubah. Contohnya
Wa qo'uu fii 'aa-tsuurin syarri = Wa qo'uu fii 'aafuurin syarri (mereka terlibat dalam perkara kejahatan)
A-tsaafii = A-tsaa-syi (batu penyangga untuk memasak)
Maghoofiirun = Maghoo-tsiirun (pelapis topi perang dari besi)

Atsar Ibn Jarir, Ibn Abu Hatim, Ali bin Abu Tholhah, Adh Dhohhak, dan 'Ikrimah: dari Ibn 'Abbas: Fuum artinya gandum.

Atsar 'Atho' dan Qotadah: Fuum artinya setiap biji-bijian yg bisa dibuat roti.

Tafsir Al Bukhori: Fuum adalah semua biji-bijian yang bisa dimakan.

Qoola a tastabdiluunal ladzii huwa adnaa billadzii huwa khoiru

Tafsir Ibn Katsir: Musa menyindir Bani Isroil karena meminta makanan yang kualitas rendah, meskipun mereka menjalani hidup enak, makan enak, bergizi, dan asli.

Ihbithuu mishron

Atsar Ibn 'Abbas: Mishron artinya suatu kota.

Atsar Ibn Jarir: dari Abul 'Aliyah dan Ar Robi' bin Anas: Mishro adalah Mesir, kotanya Fir’aun. Ini berdasarkan qiroah (cara membaca) Ubay bin Ka'b dan Ibnu Mas’ud, yang tanpa tanwin (dibaca Mishro, bukan Mishron).

Tafsir Ibn Katsir: Musa berkata, "Apa yang kalian minta itu mudah, karena tersedia berlimpah di kota manapun yang kamu masuki. Karena itu, aku tidak akan minta Allah untuk memberikannya, terutama karena semua itu adalah makanan yang lebih rendah." Permintaan mereka adalah karena bosan dan arogan dan ini tidak perlu dipenuhi, maka permintaan ini ditolak.

Wa dluribat 'alaihimudz dzillatu wal maskanatu

Tafsir Ibn Katsir: Bani Isroil dilanda kehinaan oleh siapapun, dan tidak akan pernah berhenti. dan kemiskinan ditimpakan dan ditetapkan atas mereka sesuai takdir dan syari’at. Mereka akan selalu dihinakan. Tiap orang yg bertemu mereka akan memandang mereka hina dan rendah.

Atsar Al Hasan Al Bashri: Allah mempermalukan mereka, mereka tidak punya pelindung. Allah meletakkan mereka di bawah kaki kaum Muslim, dan sempat kaum Majusi (Zorroaster) memungut jizyah (pajak) dari Yahudi.

Atsar Abul 'Aliyah, Ar Robi' bin Anas, dan As Suddi: Al maskanah artinya kemiskinan.

Atsar 'Athiyah al-'Aufi: Al maskanah artinya membayar khorroj (pajak).

Wa baa-uu bi gho-dlobin minalloohi

Atsar Adh Dhohhak: mereka berhak mendapat kemarahan Allah.

Tafsir Ibn Jarir: mereka kembali dengan kemarahan Allah.

Dzaalika bi annahum kaanuu yakfuruuna bi aayaatillaahi wa yaqtuluunan nabiyyiina bi ghoiril haqqi

Tafsir Ibn Katsir: Kehinaan dan kemiskinan adalah ganjaran dari Allah kepada Bani Isroil. Kemarahan Allah kepada mereka adalah sebagian dari kehinaan yang mereka dapat, karena mereka mengingkari kebenaran, tidak percaya dengan tanda-tanda/mukjizat Allah, dan meremehkan pembawa syariah Allah, yaitu para nabi dan pengikutnya. Bani Isroil menolak para rosul dan membunuhnya. Tidak percaya kepada tanda-tanda/mukjizat Allah dan membunuh para nabi adalah bentuk kafir yang paling buruk.

Hadits Bukhori Muslim: dari Rasulullah: Al kibru bathorul haqqi wa ghomthun naas (Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan (meremehkan) orang lain)

Hadits Imam Ahmad: dari Ibn Mas'ud: Saat datang menemui Rasulullah, Ibnu Mas'ud menemui akhir pembicaraan Rosululloh dengan Malik Bin Maroroh Ar Rohawai, Malik berkata, "Wahai Rosululloh, aku telah mendapat bagian ternak unta seperti yang engkau lihat sendiri, maka aku tidak suka kalau ada seseorang dari mereka punya bagian yang lebih dariku dua ekor ternak atau lebih. Akan tetapi bukankah perasaan ini disebut sombong?" Rosululloh berkata

Laa. Laisa dzaalika minal baghyi. Wa laakinnal baghyu min bathorin au qoola safahul haqqi wa ghomthun naas (Bukan, itu bukan kesombongan, tapi kesombongan adalah angkuh atau berkata meremehkan kebenaran dan merendahkan orang lain)

Hadits Imam Ahmad: dari Ibn Mas'ud: dari Rosululloh: Asyaddun naasi 'adzaaban yaumal qiyaamati (orang yg diadzab paling kejam di hari kiamat) rojulun qotalahu nabiyyun au qotala nabiyyan (adalah lelaki yang dibunuh nabi atau dia yang membunuh nabi) wa imaamu dlolaalatun (dan pemimpin yang dholim) wa mumatstsilun minal mumatstsiliin (dan orang yg memutilasi orang mati)

Dzaalika bimaa 'a-shou wa kaanuu ya'taduuna

Tafsir Ibn Katsir: Ini adalah alasan lain mereka dibalas seperti itu oleh Allah, yaitu karena mereka durhaka (melanggar larangan Allah) dan melampaui batas (melanggar batas ketentuan yang diizinkan dan dilarang).

Selasa, 17 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 54

Nikmat Allah kepada Bani Isroil : 2. Allah mengampuni dosa syirik waktu itu.

AYAT 54: Wa idz qoola muusaa li qoumihi yaa qoumi innakum dholamtum anfusakum bit tikhoodzikumul 'ijla fa tuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum. Dzaalikum khoirun lakum 'inda baari-ikum. Fa taaba 'alaikum. Innahuu huwat tawwaabur rohiimun
  • Wa = dan
  • Idz = when/saat (past tense)
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Muusaa → berposisi sebagai fa'il (subjek)
  • Li = to/kepada
  • Qoumun = sebuah kaum → li adalah preposisi, maka qoumun majrur jadi qoumin
  • Hu = dia → hu majrur jadi hi, qoumin hilang tanwin jadi qoumi, berarti hu adalah mudlof ilaih (pemilik) dari qoumi
  • Yaa = O/wahai → kata nidak (panggilan) → di Arab, kalau memanggil harus diawali "Yaa" sebelum namanya
  • -y = I/aku → qoumun majrur jadi qoumin, -y adalah mudlof ilaih dari qoumin, sehingga qoumin+y = qoumii, lalu karena yaa, maka qoumii hilang -y jadi qoumi → yaa + qoumin + y = yaa qoumi
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti kum adalah ism inna, dhollamtum anfusakum adalah khobar inna, di tengah-tengahnya diberi terjemahan "adalah"
  • Kum = you-all/kalian
  • Dholama = he wronged/dia telah menganiaya → dholamtum = you-all wronged/kalian telah menganiaya
  • Nafsun = self/diri → anfusun = bentuk jamaknya/selves → anfusun manshub jadi anfusan, berarti anfusan maf'ul (objek) dari dholamtum → anfusan hilang tanwin jadi anfusa, berarti kum adalah mudlof ilaih dari anfusa → anfusakum = yourselves
  • Bi = by
  • Akhodza = he received/dia telah menerima → Ittakhodza (wazan 8: pasif) = he took/dia telah mengambil → ittikhoodzun = a taking/sebuah pengambilan → bi adalah preposisi, ittikhoodzun majrur jadi ittikhoodzin ittikhoodzin hilang tanwin jadi ittikhoodzi, berarti kum adalah mudlof ilaih dari ittikhoodzi
  • 'Ijlun = a calf/anak sapi → al-'ijlu = THE calf → al-'ijlu manshub jadi al-'ijla, berarti posisinya adalah maf'ul dari ittikhoodzikum
  • Fa = then/lalu
  • Taaba = he returned/dia telah bertobat → tuubuu = you-all return!/kalian bertobatlah (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Ilaa = unto/kepada
  • Baari-un = a creator/seorang pencipta → ilaa adalah preposisi, maka baari-un majrur jadi baari-in baari-in hilang tanwin jadi baari-i, berarti kum adalah mudlof ilaih dari baari-i
  • Qotala = he killed/dia telah membunuh → Iqtuluu = you-all kill!/kalian bunuhlah (fi'l 'amr)
  • Anfusukum manshub jadi anfusakum, berarti posisinya sebagai maf'ul dari iqtuluu
  • Dzaalikum = those
  • Khoirun = better/lebih baik → dzaalikum adalah mubtadak, khoirun adalah khobarnya, sehingga di terjemahannya ditambahkan "adalah"
  • La = for
  • 'Inda = near/di sisi → baari-ukum majrur jadi baari-ikum karena 'inda adalah preposisi
  • 'Alaa = upon/atas → 'Alaa + Kum = 'Alaikum
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna, huwat tawwaabur rohiimun adalah khobar inna
  • Huwa = Hu = he/dia
  • At-tawwaabu = the oft-returning/the acceptor of repentance/maha penerima tobat
  • Ar-rohiimun = the oft-merciful/maha pemberi rahmat
Wa idz qoola muusaa li qoumihi yaa qoumi innakum dholamtum anfusakum bit tikhoodzikumul 'ijla fa tuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum. Dzaalikum khoirun lakum 'inda baari-ikum. Fa taaba 'alaikum. Innahuu huwat tawwaabur rohiimun

Inggris: And (remember) when Musa said to his people, "O my people, verily you-all wronged yourselves by your taking-THE-calf, then you-all return (=repent) to your Creator! Then you-all kill yourselves! Those are better for you-all with your creator. Then He returned upon you-all. Verily, He is the oft-returning, the oft-merciful
Indonesia: Dan (ingatlah) saat Musa telah berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri dengan kalian mengambil anak sapi tersebut, lalu kembalilah (bertobatlah) kalian kepada pencipta kalian, lalu kalian bunuhlah diri kalian sendiri. Itu adalah lebih baik untuk kalian di sisi pencipta kalian. Lalu Dia telah kembali (=menerima tobat) atas kalian. Sesungguhnya, Dia adalah maha tempat kembali (penerima tobat) dan maha pemberi rahmat.

Wa idz qoola muusaa li qoumihi yaa qoumi innakum dholamtum anfusakum bit tikhoodzikumul 'ijla

Atsar Al Hasan Al Bashri: yaitu saat di pikiran mereka terbersit untuk menyembah anak sapi, dan saat mereka menyesal dan melihat bahwa mereka telah tersesat, mereka berkata "jika Robb kami tidak merahmati kami dan memaafkan kami" (wa lammaa suqitho fii aidiihim wa ro-au annahum qod dlolluu la-in lam yarhamnaa robbunaa wa yaghfir lanaa - Al A'roof 149), lalu Musa mengatakan yaa qoumi innakum dholamtum anfusakum bit tikhoodzikumul 'ijla.

Al A'roof 152: Innal ladziinat takhodzul 'ijla (sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak sapi) sayanaa luhum gho-dlobun min robbihim (kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Robb mereka) wa dzillatun fil hayaatid dun-yaa (dan kehinaan di dalam kehidupan dunia), wa kadzaalika najzil muftariin (dan demikianlah *Kami* membalas orang-orang yg berbohong)

Tafsir Ibn Katsir: "berbohong" disini bukan hanya untuk kasus Musa, tapi juga yang mengada-ada dalam agama (=bid'ah). Aib akan diletakkan dalam hati, lalu menuju pundak.

Atsar Al Hasan Al Bashri: aib karena mengada-ada dalam agama akan terbebani di pundak pelakunya, meskipun berlari kencang di baghol (hewan hasil perkawinan keledai jantan dan kuda betina) atau berjalan cepat di kuda kerja mereka.

Atsar Ayyub As Sakhtiyani: dari Abu Qilabah Al Jarmi: Demi Allah, Al A'roof 152 adalah untuk semua yang mengada-ada dalam agama hingga hari kiamat.

Atsar Sufyan bin 'Uyainah: Setiap orang yang mengada-ada dalam agama akan merasakan aib.

Fa tuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum, dzaalikum khoirun lakum 'inda baari-ikum fa taaba 'alaikum, innahu huwat tawwaabur rohiimu

Atsar Abul 'Aliyah, Sa'id bin Jubair, dan Ar Robi'bin Anas: yaitu Allah mengingatkan Bani Isroil betapa besar kesalahan mereka, maka Allah berkata "Bertobatlah kepada pencipta kalian setelah kalian partnerkan Dia dengan yang lain dalam hal ibadah"

Atsar Imam Nasa-i, Ibn Jarir, dan Ibnu Abu Hatim: dari Ibn 'Abbas: Allah berkata pada Bani Isroil bahwa cara tobat mereka adalah dengan saling membunuh dengan pedang setiap orang yang dia temui, meskipun dia ayah atau anaknya. Mereka tidak boleh peduli siapa yang mereka bunuh. Mereka bersalah, mereka mengakui, dan melakukan perintah Allah itu. Lalu Allah mengampuni pembunuh dan yang dibunuh.

Atsar Ibn Jarir: dari Ibn 'Abbas: Allah menyuruh Musa untuk menyuruh kaumnya saling membunuh. Dia menyuruh yang menyembah anak sapi duduk yang tidak menyembah berdiri memegang pisau. Saat mereka mulai membunuh, tiba-tiba gelap sekali. Setelah gelapnya hilang, mereka telah membunuh 70000 orang. Yang terbunuh dan yang masih hidup diampuni.

Rabu, 11 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 49

Di Al Baqoroh ayat 49 sampai ayat 60 Allah bercerita tentang nikmat-nikmat yang telah diberi Allah kepada Bani Isroil.

Nikmat Allah kepada Bani Isroil : 1. diselamatkan dari Firaun

AYAT 49: Wa idz najjaainakum min aali fir'auna yasuumuunakum suu-al 'adzaabi yu-dzabbihuuna abnaa-akum wa yastahyuuna nisaa-akum. Wa fii dzaalikum balaa-un min robbikum ’adhiimun

I'rob
  • Wa = dan
  • Idz = when/saat
  • Najaa = he escaped/dia telah lepas --> najjainaa (wazan 2: causative) = we saved/kami telah menyelamatkan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Kum = you-all/kalian
  • Min = from/dari
  • Aali = the people/the family/keluarga/pengikut
  • Saama = he afflicted/dia telah menimpakan --> yasuumuuna = they afflict/mereka menimpakan (fi'l mudloorik = present tense)
  • Sa-a = he was evil/dia telah buruk --> suu-un = vicious --> suu-un manshub jadi suu-an, berarti suu-an adalah maf'ul (objek) kedua setelah kum
  • 'Adzaba = he punished/dia telah menghukum --> 'adzaabun = a torment/sebuah siksaan --> al-'adzaabu = THE torment (bentuk definitnya) --> al-'adzaabu majrur jadi al-'adzaabi dan suu-an hilang tanwin jadi suu-a, berarti al-'adzaabi adalah mudlof ilaih (pemilik) dari suu-a
  • Dzubiha = he sacrified/dia telah mengorbankan --> dzubbiha (wazan 2: causative) = he slaughtered/dia telah menyembelih --> yudzabbihuuna = they slaughter/mereka menyembelih (fi'l mudloorik)
  • Ibnun = a son/seorang putra --> abnaa-un = sons/putra-putra --> abnaa-un manshub (berakhiran "an"), berarti abnaa-an adalah maf'ul dari yudzabbihuuna --> abnaa-an hilang tanwin jadi abnaa-a, berarti kum adalah mudlof ilaih dari abnaa-a
  • Hayiya = he was alive/dia telah hidup --> istahya (wazan 10: meminta untuk terjadi) = he let live/dia membiarkan hidup --> yastahyuuna = they let live (fi'l mudloorik)
  • Nisaa-un = women/para wanita (tidak ada bentuk singularnya) --> nisaa-un manshub jadi nisaa-an, berarti nisaa-an adalah maf'ul dari yastahyuuna --> nisaa-an hilang tanwin jadi nisaa-a, berarti kum adalah mudlof ilaih dari nisaa-a
  • Fii = in/di dalam
  • Dzaalikum = Ulaa-ika = those/mereka
  • Balaa = to try/mencoba --> balaa-un = a trial --> balaa-un marfu', berarti fii dzaalikum adalah mubtadak, balaa-un adalah khobar, sehingga di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Min = dari
  • Robbun = Lord --> min adalah preposisi, maka robbun majrur jadi robbin --> robbin hilang tanwin jadi robbi, berarti kum adalah mudlof ilaih dari robbi
  • 'Adhiimun = great --> sama-sama marfu' dan naqiroh dengan balaa-un, berarti 'adhiimun adalah na'at (sifat) dari balaa-un
Wa idz najjaainakum min aali fir'auna, yasuumuunakum suu-al 'adzaabi, yu-dzabbihuuna abnaa-akum, wa yastahyuuna nisaa-akum. Wa fii dzaalikum balaa-un min robbikum 'adhiimun.

Inggris: And (remember, tersambung dari ayat 40) when *We* saved you-all from the people of Firaun, they afflict you-all THE vicious torment, they slaughter sons of you-all, and they let your women live. And in those ARE a great trial from your Lord.
Indonesia: Dan (ingatlah) saat *Kami* menyelamatkan kalian dari para pengikut Firaun, mereka menimpakan kalian siksa yang buruk, mereka menyembelih anak-anak lelaki kalian, dan mereka membiarkan hidup wanita-wanita kalian. Dan di dalamnya adalah sebuah cobaan yang besar dari Robb kalian.

Ayat yg serupa

Ibrohim 6: Wa idz qoola muusaa li qoumihidz kuruu ni'matallahi 'alaikum (Dan (ingatlah) saat Musa telah berkata kepada kaumnya, "Ingatlah nikmat Allah atas kalian!) idz anjaakum min aali fir'auuna (Saat Dia selamatkan kalian dari pengikut Fir'aun) yasuumuunakum suu-al 'adzaabi (mereka menimpakan kalian siksaan yang buruk) wa yu-dzabbihuuna abnaa-akum (dan mereka menyembelih putra-putra kalian) wa yastahyuuna nisaa-akum (dan mereka membiarkan hidup wanita-wanita kalian), wa fii dzaalikum balaa-un min robbikum ’adhiim (dan di dalam itu adalah sebuah cobaan besar dari Robb kalian).

Wa idz najjaainakum min aali fir'auna

Tafsir Ibn Katsir: Allah telah menyelamatkan Bani Isroil dari Firaun dan para pengikutnya dan membebaskan kalian dari mereka, dengan ditemani Musa, setelah mereka menyiksa kalian.

Firaun (dari Tafsir Ibn Katsir)

Firaun (Pharaoh) adalah gelar raja kafir yang memerintah Mesir, baik dari bangsa ’Amalik (Kanaan) atau yg lain, seperti halnya gelar Caesar untuk raja kafir di Romawi dan Syam (Damaskus), atau gelar Kisro (Khosrau) untuk raja Persia, atau gelar Tubba' untuk raja kafir Yaman, atau gelar An Najasyi (Negus) untuk raja Habsyi (Ethiopia/Abyssinia), atau gelar Batalimus (Ptolemeus) untuk raja India.

Setelah Nabi Yusuf meninggal, raja Mesir seolah tidak pernah dengar nama beliau lagi. Takut Bani Isroil mengambil alih kekuasaan, raja Mesir memperbudak Bani Isroil untuk membangun kota. Allah mengutus Nabi Musa untuk memimpin Bani Isroil keluar dari Mesir menuju tanah yg terjanjikan, Kanaan.

Nikmat Allah di ayat ini terjadi setelah Firaun bermimpi melihat api muncul dari Baitul Maqdis (Jerusalem), lalu api masuk rumah orang2 Qibti (Koptik) di Mesir kecuali rumah Bani Isroil. Diinterpretasikan oleh Fir’aun, bahwa kerajaannya akan dihancurkan seorang Bani Isroil. Para pengikut Firaun juga berkata bahwa bahwa Bani Isroil sedang menunggu lahirnya bayi lelaki dari kalangan mereka yang akan mengangkat status mereka.

Yasuumuunakum suu-ul 'adzaabi

Setelah mimpi itu, Firaun menyuruh semua bayi lelaki Bani Isroil yang baru lahir dibunuh, dan membiarkan bayi perempuan tetap hidup. Firaun juga mempekerjakan Bani Isroil dengan pekerjaan yg berat dan hina. Suu-al 'adzaabi maksudnya pembunuhan bayi-bayi lelaki.

Tafsir Abu 'Ubaidah: yaitu mereka mempermalukan kalian

Tafsir Al Qurthubi: mereka berlebihan dalam menyiksa kalian.

Yu-dzabbihuuna abnaa-akum wa yastahyuuna nisaa-akum

Qoshosh 4: Inna fir'auna alaa fil ardli (sesungguhnya Firaun sombong di muka bumi) wa ja'ala ahlahaa syiya'an (dan dia jadikan penduduknya terpecah-belah) yastadl'ifu thoo-ifatan minhum (dia menindas segolongan diantara mereka (Bani Isroil)) yu-dzabbihu abnaa-ahum wa yastahyii nisaa-ahum (menyembelih anak lelaki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka). Innahuu kaanaa minal mufsidiin (sesungguhnya dia (Firaun) adalah tergolong orang-orang yang berbuat kerusakan)

Wa fii dzaalikum balaa-un min robbikum ’adhiim

Tafsir Ibnu Jarir: Bahwa Allah menyelamatkan leluhur Bani Isroil dari siksaan Firaun dan pengikutnya adalah berkah dari Allah, berupa ujian. Ujian bisa berupa kebaikan maupun keburukan.

Al Anbiyaak 35: Wa nabluukum bisysyarri wal khoiri fitnah (dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan)

Al A'roof 168: Wa balaunaahum (dan Kami uji mereka) bil hasanaati wal sayyi-aati (dengan kebaikan dan keburukan) la'allahum yarji’uun (agar mereka kembali (pada kebenaran))

Sabtu, 07 Maret 2009

Al Baqoroh ayat 46

AYAT 46: Alladziina yadhunnuuna annahum mulaaquu robbihim wa annahum ilaihi rooji'uuna

I'rob
  • Alladziina = those who/yang (ism maushul) → berarti kalimat setelahnya (yadhunnuuna sampai rooji'uuna) akan diposisikan sebagai kata benda → berarti kalimat tersebut adalah na'at (sifat) dari al-khoosyi'iina dari ayat 45
  • Dhonna = he thought/he believed/dia telah mengira → yadhunnuuna = they think/mereka mengira (fi'l mudloorik = present tense)
  • Anna = bahwa → berarti hum adalah ism inna, mulaaquu adalah khobar inna → sebagai maf'ul (objek) pertama dari yadhunnuuna
  • Hum = they/mereka
  • Laqiya = he met/dia telah menemui → laaquu (wazan 3: mencoba untuk) = they tried to meet/mereka berusaha menemui → karena khobar inna, maka harus dirubah jadi bentuk kata benda: mulaaquu = orang-orang yang berusaha menemui
  • Robbun = Lord → robbun majrur jadi robbin, berarti robbin adalah mudlof ilaih dari mulaaquu
  • Hum = they → hum majrur jadi him dan robbin hilang tanwin jadi robbi, berarti him adalah mudlof ilaih dari robbi
  • Anna = bahwa → hum adalah ism inna, rooji'uuna adalah khobar inna
  • Ilaa = unto/kepada
  • Hu = him/dia → ilaa adalah preposisi, maka hu majrur jadi hiilaa+hi = ilaihi
  • Roja'a = he returned/dia telah kembali → roji'uuna = they returned/mereka telah kembali → karena roji'uuna adalah khobar inna, maka harus berubah jadi kata benda: rooji'uuna = those who return
Alladziina yadhunnuuna annahum mulaaquu robbihim wa annahum ilaihi roji'uuna

Inggris: (i.e.) those who think that they are those who try to meet their Lord, and (those who think) that they are those who return unto Him.
Indonesia: (yaitu) mereka yang mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang berusaha menemui Robb mereka dan (mereka yang mengira) bahwa mereka adalah orang-orang yang kembali kepadaNya.

Alladziina yandhunnuuna annahum mulaaqu robbihim

Tafsir Ibnu Jarir: Dalam bahasa Arab, yadhunnuuna artinya they believe, dan sinonim dari they believe adalah they think (lihat kamus sinonim bahasa Inggris). Jadi, kata ini bisa dijelaskan dalam bahasa Inggris. Tapi dalam bahasa Indonesia, mengira tidak sama dengan percaya.

Tafsir Ibn Katsir: Ciri pertama khoosyi'uuna = mereka tahu bahwa mereka akan dikumpulkan dan menghadap Robb mereka di hari kiamat.

Al Kahfi 53: Wa ro-al mujrimuunan naaro (dan para kriminal akan melihat neraka) fa dhonnuu (lalu mereka mengira) annahum muwaaqi’uuhaa (bahwa mereka jatuh kedalamnya) wa lam yajiduu (dan tidaklah mereka mendapatkan) ‘anhaa mashrifan (tempat berpaling darinya).

Tafsir Abdur Rohman bin Zaid bin Aslam: dijelaskan di Al Haaqqoh 20.

Al Haaqqoh 20: Innii dhonantu annii mulaaqin hisaabiyah (sesungguhnya aku yakin bahwa aku akan menemui hisab terhadap diriku)

Annahum ilaihi rooji’uun (bahwa kepada-Nya mereka kembali)

Tafsir Ibn Katsir: Ciri kedua khoosyi'uuna = yakin bahwa semua urusan mereka dipertanggungjawabkan kepadaNya dan Allah akan menentukan sesuai keinginannya secara adil. Karena khoosyi'uuna mengira bahwa mereka dikembalikan kepada Allah dan akan dibalas, mereka mudah saja menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

At Taubah 67: Nasullaaha fa nasiyahum (mereka telah melupakan Allah maka Allah telah melupakan mereka)

Selasa, 27 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 37

AYAT 37: Fa talaqqoo aadamu min robbihii kalimaatin fataaba ‘alaihi. Innahuu huwat tawwaabur rohiim.

I'rob
  • Fa = then/lalu
  • Laqiya = he met/dia telah bertemu → talaqqoo (wazan V: causative yang dilakukan untuk seseorang, oleh orang lain/dirinya sendiri) = he is received/dia disambut (fi'l mudloorik = present tense)
  • Aadamu → berakhiran "u", berarti subjek dari talaqqoo
  • Robb = Lord → majrur jadi robbi karena preposisi "min"
  • Hi = him/dia
  • Kalama = he conversed/dia telah bercakap-cakap, → Kalimatun = a word → kalmun/kalimaatun = bentuk jamaknya/words -->
  • Taaba = he repented/dia telah bertobat
  • 'Alaa = on
  • Hu = him/dia → preposisi 'alaa membuat hu majrur jadi hi 'alaa+hi = 'alaihi
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti hu adalah ism inna dan at-tawwaabu ar-rohiimu adalah khobar inna (harus marfu')
  • Huwa = dia --> dlorof fashl (penguat)
  • At-Tawwaabu = Oft-Forgiving/maha penerima tobat
  • Ar-Rohiimu = Oft-Merciful Unto THE Universes/maha pemberi rahmat untuk semesta.
Fa talaqqoo aadamu min robbihii kalimaatin fataaba 'alaihi. Innahu huwat tawwaabur rohiimu

Inggris: Then Adam receives words from Allah then He repented on it. Verily, He is Oft-Forgiving Oft-Merciful Unto THE Universes.
Indonesia: Lalu Adam disambut Robbnya dengan kata-kata, lalu dia bertobat atasnya. Sesungguhnya Dia adalah maha pemberi tobat maha pemberi rahmat untuk semesta.

Fa talaqqoo aadamu min robbihii kalimaatin fataaba ‘alaihi

Atsar Mujahid, Sa'id bin Jubair, Abul 'Aliyah, Robi' bin Anas, Al Hasan Al Bashri, Qotadah, Muhammad bin Ka'ab Alqurodzi, Kholid bin Ma'dan, 'Atho' Al Khurosani, dan Abdurrohman bin Zaid bin Aslam: yaitu Al A'roof 23.

Al A'roof 23: Qoolaa robbunaa dhollamnaa anfusanaa (Mereka berdua berkata, "Robb kami, kami telah mendholimi diri kami sendiri) wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriina (dan kalau Engkau tidak memaafkan atas kami dan Engkau tidak merahmati kami, niscaya kami adalah tergolong mereka yang rugi).

Atsar shohih Al Hakim: dari As Suddi, Al Aufi, Sa'id bin Jubair, dan Sa'id bin Ma'bad: dari Ibnu Abbas: Adam berkata "Wahai Robb, apakah Engkau yang menciptakanku dengan TanganMu sendiri?" Dia berkata, "Ya", Adam berkata "Dan Engkau meniupkan kehidupan kedalamku?" Dia berkata "Ya", Adam berkata, "Dan saat aku bersin, Engkau berkata 'Semoga Allah merahmatimu'. Bukankah rahmatmu mendahului kemarahanmu?", Dia berkata, "Ya", Adam berkata, "Dan Engkau menakdirkanku melakukan perbuatan jahat ini?" Dia berkata "Ya". Dia berkata "Jika aku bertobat, apakah Engkau mengirimku kembali ke surga?" Allah berkata, "Ya".
Innahu huwat tawwaabur rohiimu

Tafsir Ibn Katsir: Allah mengampuni mereka yang menyesali kesalahannya dan kembali kepadaNya dalam keadaan bertobat. Dia mengampuni dosa-dosa mereka yang bertobat. Ini menunjukkan Dia maha baik dan maha merahmati ciptaanNya dan hambaNya.

At Taubah 104: A lam ya'lamuu annallooha huwa yaqbalut taubata 'an 'ibaadihi (Apakah mereka tidak tahu bahwa Dia, Allah, menerima tobat dari hamba-hambaNya)

An Nisaak 110: Wa man ya'mal suu-an au yadhlim nafsahu (Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan atau mendholimi dirinya sendiri) tsumma yastaghfirillaaha yajidillaaha ghofuuron rohiiman (lalu dia meminta maaf (pada) Allah, dia mendapati Allah maha pengampun maha pemberi rahmat kepada semesta).

Al Furqoon 71: Wa man taaba wa 'amila shoolihan fa innahu yatuubu ilalloohi mataaban (Dan barangsiapa yang bertobat dan berbuat baik maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya).

Jumat, 16 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 31-32

AYAT 31: Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati fa qoola anbi-uunii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiina

I'rob

  • Wa = dan
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'allama (wazan 2: causative) = he taught/dia telah mengajarkan
  • Aadam manshub (berakhiran "a") → berarti berposisi sebagai maf'ul (objek) dari 'allama.
  • Ismun = a name/sebuah nama → asmaa-un = bentuk jamaknya/names → al-asmaa-u = THE names (definit jamak) → al-asmaa-u manshub menjadi Al-asmaa-a → berarti berposisi sebagai maf'ul (objek) kedua dari 'allama.
  • Kullun = every/setiap
  • Haa = her/dia → Kullun + haa = Kullahaa → berarti kullun adalah mudlof, haa adalah mudlof ilaih, sehingga kullun menghilangkan tanwin jadi kullu, dan kullu menjadi kulla karena posisinya sebagai Haal (kata keterangan) → sehingga, al-asmaa-a kullahaa (nama-nama, setiapnya) diterjemahkan sebagai semua nama.
  • Tsumma = then/lalu
  • 'Arodlo = he showed/dia telah memperlihatkan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Hum = them/mereka
  • 'Alaa = upon/atas
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki → malakun = an angel/seorang malaikat → al-malaa-ikatu = THE angels (jamak definit) → 'alaa adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Fa = then/lalu
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Naba-a = he informed/dia telah memberitahu → Anbi-uu = (you all) inform! (fi'l amr = kata kerja perintah) → "kalian" = para malaikat
  • -Nii = me/aku
  • Bi = with/dengan → bi adalah preposisi, maka asmaa-un majrur jadi asmaa-in
  • Haa-ulaa-i = these/ini semua → Asmaa-in jadi asmaa-i, lalu ada haa-ulaa-i, berarti haa-ulaa-i adalah mudlof ilaih dari asmaa-i → maka, asmaa-i haa-ulaa-i diterjemahkan dengan menambahkan kata OF: names OF these.
  • In = if/jika
  • Kuntum = you-all were --> yaitu kaana dengan ism kaana "kalian" dan khobar kaana shoodiqiina.
  • Shodaqo = he was truthful → shoodiqun = truthful person (ism fa'il = pelaku) → shoodiquuna = bentuk jamaknya/truthful people → shoodiquuna adalah khobar kaana, maka manshub jadi shoodiqiina.
Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati fa qoola anbi-uunii bi asmaa-i haa-ulaa-i in kuntum shoodiqiina

Inggris: And He taught Adam THE names of everything, then He showed them to THE angels, then He said "(You-all) inform me with the names of these if you are truthful people!"
Indonesia: Dan Dia telah mengajarkan Adam nama-nama setiapnya, lalu dia telah memperlihatkan mereka kepada para malaikat, lalu Dia berkata "Kalian beritahu Aku nama-nama ini semua, jika kalian adalah orang-orang yang benar!"

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di ayat ini Allah menyatakan Adam lebih mulia daripada para malaikat, karena Dia mengajarkan Adam nama-nama semuanya, bukan kepada para malaikat. Ayat ini juga untuk memberi tahu para malaikat bahwa Dia tahu apa yang tidak mereka tahu.

Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa

Atsar Ibn 'Abbas: yaitu nama segala benda, dzat, sifat, dan af'alnya (perbuatannya).

Atsar Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: Nama yang dipakai orang, seperti: manusia, hewan, langit, bumi, tanah, laut, kuda, keledai, dll, termasuk nama spesies lain.

Atsar Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir: dari 'Asim bin Kulaib: dari Sa'id bin Ma'bad: Ibnu Abbas pernah ditanya "Apakah Allah mengajarkannya nama-nama piring dan bejana?", dia menjawab "Ya, bahkan istilah-istilah untuk buang angin".

Hadits shohih Bukhori, Muslim, An Nasa-i dan Ibnu Majah: dari Anas bin Malik: dari Rosululloh: Yajtami'ul mukminuuna yaumal qiyaamati, fa yaquuluuna (orang-orang beriman (akan) berkumpul pada hari kiamat lalu mereka berkata) lawis tasyfa'naa ilar robbinaa ("Kita harus mencari syafaat kepada Rabb kita") fa yaktuunaa adama fa yaquuluuna (lalu mereka mendatangi Adam lalu mereka berkata) anta abunnaasi kholaqokalloohu baidihi wa asjada laka malaa-ikatahu wa 'allamaka asmaa-a kulli syai-in ("Kamu adalah ayah dari manusia, Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya dan para malaikatNya telah bersujud kepadamu dan Dia telah mengajarkanmu nama-nama setiap sesuatu") fasyfa' lanaa 'inda robbika, hattaa yuriihanaa min makaaninaa haadzaa (maka berilah syafaat bagi kami di sisi Robbmu, sehingga Dia membebaskan kami dari tempat kami ini") fa yaquulu lastu hunaa kum wa yadzkuru dzanbahu (lalu dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian" dan dia mengingat dosa-dosanya) fa yastahyiktuu nuuhan fa innahu awwalu rosuulin ba'atsahulloohu ilaa ahlil ardl (lalu dia malu "Pergilah (ke) Nuh, karena sesungguhnya dia rosul Allah pertama yang dikirim untuk orang-orang bumi") fa yaktuunahu fa yaquulu lastu hunnaa kum wa yadzkuru su-aalahu robbahu maa laisa lahu bihi 'ilmun (lalu mereka pergi ke dia lalu dia berkata, "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian", dan dia teringat meminta Allah apa yang dia tidak punya ilmunya) fa yastahyii fa yaquulu iktuu kholiilar rohmaan (lalu dia malu lalu dia berkata "Pergilah (ke) Kholil (kekasih) Ar-Rohman") fa yaktuunahu fa yaquulu lastu hunaa kum (lalu mereka pergi ke dia dan dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian") fa yaquuluktuu muusaa 'abdan kallamahulloohu wa a'thoohut taurooh (lalu dia berkata, "Pergilah (ke) Musa, seorang hamba yang Allah berbicara kepadanya dan Dia memberinya Tauroh") fa yaquulu lastu hunaa kum fa yadzkuru qotlan nafsi bi ghoiri nafsin fa yastahyii min robbihi (lalu dia berkata "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian", lalu dia teringat dia telah membunuh seseorang tanpa justifikasi lalu dia malu dengan Robbnya) fa yaquuluktuu iisaa 'abdalloohi wa rosuulahu wa kalimataloohi wa ruuhahu, fa yaktuunahu (lalu dia berkata, "Pergilah (ke) Isa, hamba Allah dan rasulNya dan firman Allah dan ruhNya" lalu mereka pergi ke dia) fa yaquulu lastu hunaa kum, iktuu muhammadan 'abdan ghufiro lahu maa taqoddam min dzanbi wa maa ta-akhkhor (lalu dia berkata, "Aku tidak bisa melakukannya untuk kalian. Pergilah (ke) Muhammad, hamba yang diampuni dosa masalalunya dan yang di masa depannya.") fa yaktuunii fa antholiqu hattaa astakdzina 'alaa robbii fa yakdzanu lii (lalu mereka mendatangiku lalu aku pergi sehingga aku minta izin kepada Robbku lalu Dia mengizinkan kepadaku) fa idzaa ro-aitu robbii waqo'tu saajidan fa yada'unii maasyaa-alloohu (lalu saat aku melihat Robbku, aku bersujud lalu Allah mengizinkanku (bersujud) sampai kapan yang Allah kehendaki) tsumma yaquulurfa' roksaka wasal tu'thoh waqul yusma' wasyfa' tusyaffa' (lalu Dia berkata, "Angkat kepalamu, karena kamu diberikan apa yang kamu minta, dan berilah syafa'at karena syafa'atmu diterima.") fa arfa'u roksii fa ahmaduhu bi tahmiidin yu'allimuniihi (maka aku mengangkat kepala lalu memujinya dengan tahmid (pujian) yang Dia ajarkanku) tsumma asyfa'u fa yuhaddu lii haddan fa udkhiluhumul jannata (lalu aku memberi syafa'at lalu Dia membatasinya lalu Dia memasukkan mereka ke surga) tsumma a'uudu ilaihi fa idzaa ro-aitu robbii mitslahu tsumma asyfa'u fa yuhaddu lii haddan fa udkhiluhumul jannah (lalu aku kembali kepadaNya lalu saat aku melihat Robbku seperti itu) tsumma a'uuduts tsaalitsata tsumma a'uudur roobi'ata (lalu aku kembali ketiga (kalinya) lalu aku kembali keempat (kalinya)) fa aquulu maa baqiya fin naari ilaa man habasahul qur-aanu wa wajaba 'alaihil khuluud (lalu aku berkata "Tidak ada yang tersisa dalam neraka kecuali yang Qur-an telah memenjarakannya dan mereka kekal di dalamnya")

Tsumma 'arodlohum 'alal malaaikati

Atsar 'Abdurrozzaq: dari Ma'mar: dari Qotadah: Allah memperlihatkan benda-benda atau makhluk-makhlukNya di depan para malaikat.

In kuntum shoodiqiin

Tafsir Ibn Katsir: Allah berkata: Katakan padaku nama benda-benda ini, wahai para malaikat yang berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya orang-orang yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Kalau kamu berkata benar (bahwa kalau aku menunjuk kholifah dari bukan kalangan malaikat ke bumi, mereka akan tidak taat kepadaKu, berbuat kerusakan, menumpahkan darah), maka Aku akan menjadikan kalian khalifah yang selalu menaatiKu, mengikuti perintahKu, selalu mengagungkanKu. Tapi karena kalian tidak tahu nama benda-benda ini, kalian tidak lebih tahu apa yang akan terjadi di bumi yang belum tercipta ini.

AYAT 32: Qooluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa. Innaka antal 'aliimul hakiimu

I'rob
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qooluu = they said/mereka telah berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan → Subhaana = Glory/Mahasuci
  • Ka = you/kamu
  • 'Ilmun = knowledge/ilmu → Laa + kata benda nakiroh (indefinit) → berarti Laa = no, dan 'ilmun harus manshub dan hilang tanwin jadi 'ilma.
  • La = bagi
  • -naa = us/kami
  • Illaa = except/kecuali
  • Maa = what/apa yang (relative pronoun)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'allama (wazan 2: causative) = he taught/dia telah mengajarkan → 'allamta = you taught/kamu telah mengajarkan (fi'l ma-dlii)
  • Inna = verily/sesungguhnya → berarti ka adalah ism inna, al-'aliimul hakiimu adalah khobar inna → khobar inna harus marfu' (berakhiran u).
  • Anta = you/kamu → Anta sebagai dlorof fashl/penguat
  • Al-'aliimu = The Most Knowledgeable/Mahatahu
  • Al-Hakiimu = The Most Wise/Mahabijaksana
Qooluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa, innaka antal 'aliimul hakiimu

Inggris: They said "Glory (is to) you! no knowledge with us but what you taught us. Verily you are The Most Knowledgeable The Most Wise."
Indonesia: Mereka telah berkata "Mahasuci Engkau! Tiada ilmu bagi kami selain apa yang Engkau telah ajarkan kami. Sesungguhnya Engkau adalah Mahatahu Mahabijaksana."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat memuji kesucian dan kesempurnaan Allah, tidak punya kekurangan, tidak ada makhluk yang bisa mendapatkan ilmu sedikitpun kecuali atas izin Allah atau diajarkan oleh Allah. Allah Mahatahu, Mahabijaksana (keputusanNya) atas semua ciptaanNya.

Al Baqoroh ayat 30

Ayat 30-39 bercerita tentang penciptaan manusia dan sejarah Nabi Adam.

AYAT 30: Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa’ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a’lamu maa laa ta’lamuun.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat --> idz menandakan past tense, idzaa menandakan present tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata
  • Robb --> marfu' (berakhiran "u"), berarti subjek dari qoola
  • Ka = you/kamu
  • Li = unto/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki --> malakun = an angel/seorang malaikat --> malaa-ikatun = bentuk jamaknya/angels --> Al-malaaikatu = THE angels (bentuk definitnya) --> li adalah preposisi, maka al-malaa-ikatu majrur jadi al-malaa-ikati.
  • Inna = verily/sesungguhnya --> akhiran -y (artinya aku) pada inna (sehingga menjadi innii), adalah ism inna, dan jaa'ilun adalah khobar inna --> di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> Jaa’ilun = maker/pencipta (ism fa'il = yang me-)
  • Fii = in/di dalam
  • Al-Ardlu = THE earth --> fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli.
  • Kholafa = he succeeded/dia telah menggantikan --> kholiifatun = a successor/seorang pengganti/seorang penerus --> Khulafaa-u = bentuk jamaknya/successors --> kholiifatun manshub (berakhiran "a"), berarti sebagai objek dari jaa'ilun --> harusnya ja'ala, tapi karena inna harus berupa ism inna dan khobar inna (mubtadak-khobar), maka kholiifatan adalah objeknya, seandainya berupa jumlah fi'liyah (kalimat berkata kerja).
  • Qoola = he said/dia telah berkata --> qooluu = they said/mereka telah berkata
  • A = apakah (merubah klausa berikutnya jadi kalimat tanya)
  • Ja'ala = he made/dia telah menjadikan --> taj’alu = you make/kamu menjadikan (fi'l mudloorik = present tense)
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia
  • Man = who/barangsiapa yang
  • Fasada = he made mischief/dia telah berbuat kerusakan--> yafsudu = yufsidu = he makes mischief/dia berbuat kerusakan (fi'l mudloorik)
  • Safaka = he spilled/dia telah menumpahkan --> yasfiku = he spills/dia menumpahkan (fi'l mudloorik)
  • Damiya = he blooded/dia telah berdarah --> dammaa = a blood/darah --> dimaa-un = bentuk jamaknya/bloods --> ad-dimaa-u = THE bloods (bentuk definitnya)
  • Wa --> multitafsir, ada yang menafsirkan "dan" (meskipun begitu), ada yang "padahal"
  • Nahnu = we/kami
  • Sabbaha = he glorified/dia telah memahasucikan --> nusabbihu = we glorify/kami memahasucikan (fi'l mudloorik) --> dipakai hanya untuk Allah, yaitu ucapan Subhaanalloh, berupa kekaguman terhadap Allah dan rasa humble yang ekstrim di hadapan Allah
  • Bi = dengan
  • Hamida = he praised/dia telah memuji --> Hamdun = a praise/sebuah pujian (ism mashdar = gerund)
  • Ka = you/kamu
  • Qoddasa = he holified/dia telah mengkuduskan --> nuqoddisu = we holify/kami mengkuduskan (fi'l mudloorik)
  • La = for/bagi
  • Qoola = he said/dia telah berkata (fi'l ma-dlii)
  • Inna + y = innii --> akhiran -y berarti "aku", dan "aku" sebagai ism inna, a'lamu adalah khobar inna, dan di terjemahannya ditambahkan kata "adalah"
  • Laa = laa nafiyah (negasi)
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu --> A'lamu = more/most knowledgeable/lebih tahu/paling tahu(ism tafdlil = lebih/paling) --> ta'lamuuna = you-all know/kalian tahu (fi'l mudloorik) --> laa ta'lamuuna = you-all don't know/kalian tidak tahu
  • Maa = apa yang
Wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa'ilun fil ardli kholiifah. Qooluu a taj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaak. Wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka. Qoola innii a'lamu maa laa ta’lamuun

Inggris: And when your Lord said to THE angels "Verily I am a Maker of a successor in THE earth," we said "Do you make in her (the earth) he (a successor) who makes mischief in it and spill the bloods, whereas/and we glorify-with-a-praise You and we holify You?" He said "Verily, I am more knowledgeable (on) what you-all don't know."
Indonesia: Dan saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah seorang pencipta dari seorang kholifah di bumi", mereka berkata "Apakah Engkau menjadikan di dalamnya (bumi) dia (seorang kholifah) yang berbuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal/dan kami memahasucikan dengan pujian (kepada) Mu dan kami mengkuduskanMu?" Dia telah berkata "Sesungguhnya, Aku lebih tahu apa yang kalian tidak tahu."

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Di sini Allah menceritakan-ulang kebaikan Allah atas penciptaan Adam, memuliakan manusia di depan malaikat sebelum diciptakanNya.

Wa idz qoola robbuka lil malaaikati

Tafsir Ibn Katsir: Ini adalah perintah Allah kepada Muhammad untuk menceritakannya kepada umatnya.

Innii jaa’ilun fil ardli kholiifah

Kholifah = generasi

Tafsir Ibnu Katsir: kholifah adalah kaum yg menggantikan satu kaum lainnya, generasi demi generasi. Kholifah di ayat ini bukan hanya Adam (meskipun kholifatan adalah bentuk tunggal), tapi juga semua keturunannya, karena setelahnya, diceritakan "berbuat kerusakan dan menumpahkan darah".

Al An’aam 165: Wa huwal ladzii ja'alakum kholaa-ifal ardli (dan Dia adalah yang menjadikan kalian kholifah-kholifah bumi) wa rofa'a ba'dlokum fauqo ba'dlin darojaatin (dan Dia meninggikan sebagian kalian melebihi sebagian lainnya beberapa derajat) li yabluwakum fii maa aataakum (karena Dia ingin menguji kalian didalam apa yang Dia telah berikan pada kalian)

Tafsir Ibn Zaid: kalian dijadikan kholifah di bumi, artinya Allah menjadikan kalian tinggal di bumi, generasi demi generasi abad demi abad.

Az Zukhruf 60: Wa lau nasyaa-u la ja'alnaa min kum malaa-ikatan fil ardli yakhlufuuna (dan kalau Kami menghendaki, benar-benar Kami menjadikan malaikat-malaikat yang menggantimu di bumi).

An Naml 62: Wa yaj’alukum khulafaa-al ardli (dan Dia menjadikan kalian kholifah-kholifah di bumi).

Perbedaan derajat dalam sesama manusia

Tafsir Ibn Katsir: derajat sebagian orang ditinggikan, sebagian lain direndahkan (rizqi, tabiat, kualitas, jahat/baiknya, bentuk tubuh, warna kulit dll) sebagai ujian atas apa yang diterimanya tersebut.

Az Zukhruf 32: Nahnu qosamnaa bainahum ma'ii-syatahum fil hayaatid dun-yaa (Kami telah membagi di antara mereka penghidupan mereka di kehidupan dunia) wa rofa'naa ba'dlohum fauqo ba'dlin darojaatin li yattakhidza ba'dluhum ba'dlon sukhriyyan (dan Kami telah meninggikan derajat sebagian orang melebihi sebagian lain agar sebagian mereka memanfaatkan (mempekerjakan) yang lain).

Tafsir As Suddi: saling memberdayakan, karena saling membutuhkan

Al An'aam 133: In yasyaak yudzhibkum wa yastakhlif min ba'di kum maa yasyaak (kalau Dia berkehendak, Dia (bisa) menghancurkan kalian dan menggantikan (yastakhlif dari kata kholifah) dari setelah kalian barangsiapa yang Dia kehendaki) kamaa ansya-akum min dzurriyati qoumin aakhoriina (seperti barangsiapa yang Dia jadikan kalian dari keturunan kaum yang lain)

Tafsir Ibn Katsir: yaitu hancurnya suatu bangsa, digantikan oleh bangsa penerusnya.

Al A’roof 169: Fa kholafa min ba'dihim kholfun wari-tsul kitaaba (lalu dia (generasi soleh maupun tidak soleh di zaman sebelumnya) digantikan setelahnya oleh generasi yang mewarisi Alkitab) yakkhudzuuna 'arodlo haadzal adnaa (mereka memilih harta dunia ini) wa yaquuluuna sayughfaru lanaa (dan mereka berkata "Dia akan mengampuni atas kami")

Qooluu a taj’alu fiihaa mayyufsidu fiihaa wayasfikud dimaak, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka

Tafsir Ibn Katsir: Malaikat berpendapat "tabiat manusia khan biasanya berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?" Malaikat tahu itu karena Allah mencipta manusia dari tanah liat, bukan karena menentang Allah atau iri dengan Bani Adam.

Tafsir Al Qurthubi: Malaikat tahu itu karena mendengar kata kholifah yang artinya "orang yang memutuskan pertikaian di antara sesamanya, melarang ketidakadilan dan dosa"

Atsar Qotadah: Pertanyaan ini muncul karena malaikat ingin mempelajari apa kebijaksanaan Allah di balik itu, karena kalau alasannya agar Allah disembah, para malaikat memuji, mengagungkanNya, tidak pernah berbuat kerusakan.

Innii a’lamu maa laa ta’lamuun

Atsar Qotadah: Malaikat tidak tahu bahwa penciptaan kholifah (manusia) lebih banyak manfaat daripada mudlorotnya. Allah akan mengirim nabi dan rosul kepada manusia, juga orang jujur, syuhadak, orang beriman, ahli ibadah, orang zuhud, orang soleh, para pelajar yang mengimplementasikan ilmunya, orang tawadluk, dan yang cinta Allah dan mengikuti rosul-rosulNya.

Hadits berikut menjelaskan arti penggalan ayat ini:
Hadits shohih Muslim: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Para malaikat bergantian terhadap kalian, malam dan siang, mereka berkumpul saat sholat Shubuh dan 'Ashr. Mereka yang menghabiskan malam dengan kalian, lalu naik, dan Robb mereka menanyai mereka, meskipun Dia Mahatahu (jawabannya), "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaKu?" Mereka berkata "Kami meninggalkan mereka saat mereka sedang sholat dan kami mendatangi mereka saat mereka sedang sholat."

Atsar Ar Rozi: yaitu malaikat me-request untuk diizinkan menempati bumi, daripada ditempati manusia. Lalu Allah berkata "Aku lebih tahu dari kalian, bahwa kalian tinggal di langit itu lebih baik atau lebih buruk untuk kalian".

Senin, 12 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 29

AYAT 29: Huwalladzii kholaqo lakum maa fil ardli jamii’an tsummas tawaa ilas samaa-i fa sawwaahunna sab’a samaawaat. Wa huwa bi kulli syai-in ‘aliim.

I'rob

  • Huwa = he/dia
  • Alladzii = one who/yang → ada ism maushul, berarti kalimat setelahnya dirubah jadi menduduki posisi kata benda, yaitu kalimat kholaqo lakum maa fil ardli → sehingga huwa adalah mubtadak dan alladzii kholaqo lakum maa fil ardli adalah khobar
  • Kholaqo = he created/dia telah menciptakan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • La = for/bagi
  • Kum = you-all/kalian
  • Maa = what/apa yang (relative pronoun)
  • Fii = in/di dalam
  • Al-ardlu = THE earth → fii adalah preposisi, maka al-ardlu majrur jadi al-ardli
  • Jama'a = he gathered/dia telah menghimpun → jamii'un = sekalian/semuanya → manshub jadi jamii'an, berarti sebagai Haal (kata keterangan)
  • Tsumma = lalu
  • Sawiya = he balanced/dia telah seimbang → istawaa (wazan 8: refleksif/pasif) = he rose/dia telah naik → sawwaa (wazan 2: causative) = he made balanced/dia telah menyeimbangkan
  • Ilaa = towards/menuju
  • Samaa-un = A sky/sebuah langit → as-samaa-u = bentuk definitnya/THE sky → ilaa adalah preposisi, maka as-samaa-u majrur jadi as-samaa-i
  • Fa = then/lalu
  • Hunna = both of those women/mereka (>2 perempuan) → sudah digantikan oleh sab'a samaawatin, sehingga hunna tidak perlu diartikan
  • Sab'a = tujuh
  • Wa = dan
  • Huwa = he/dia
  • Bi = with/dengan
  • Kullun = every/setiap → bi adalah preposisi, maka kullun majrur jadi kullin
  • Syai-un = something/sesuatu → kullin hilang tanwin jadi kulli, syai-un majrur jadi syai-in, berarti syai-in adalah mudlof ilaih (pemilik) dari kulli
  • 'Alima = he knew/dia telah tahu → 'Aliimun = Most Knowledgeable/Mahatahu → huwa adalah mubtadak, 'aliimun adalah khobarnya, dan bi kulli syai-in adalah Haal Muqoddam (kata keterangan yang diawalkan) dari 'aliimun
Huwalladzii kholaqo lakum maa fil ardli jamii’an tsummas tawaa ilas samaa-i fa sawwaahunna sab’a samaawaat. Wa huwa bi kulli syai-in ‘aliim

Inggris: He is the one who created what are in THE earth for you entirely, and then He rose towards THE sky, then He made 7 skies balanced, and He is Most Knowledgeable over everything.
Indonesia: Dia adalah yang telah menciptakan untuk kalian apa yang di bumi semuanya, lalu Dia naik menuju sang langit lalu Dia menyamaratakan 7 langit. Dan Dia adalah Mahatahu pada setiap sesuatu.

Tujuan ayat

Tafsir Ibn Katsir: Pertama, Allah menyebutkan dalil tentang bagaimana manusia diciptakanNya, lalu dalil tentang apa yg mereka bisa saksikan sebagai buktinya, lalu dalil tentang apa yg mereka bisa saksikan: penciptaan langit dan bumi.

Atsar 'Ali bin Abi Tholhah: dari Ibn 'Abbas: Tsumma di ayat ini adalah urutan penceritaan, bukan urutan kejadian.

Kholaqo lakum maa fil ardli jamii'an

Tafsir Ibn Katsir: Dia menciptakan bumi dulu sebagai fondasinya, baru lalu menciptakan langit sebagai atapnya.

Allah menciptakan bumi dalam 2 hari.
Fushshilat 9: Qul a inna kum la takfuruuna bil ladzii kholaqol ardlo fii yaumaini wa taj'aluuna lahu andaadan? (Katakan, apakah sesungguhnya kalian benar-benar ingkar dengan yang telah menciptakan bumi dalam 2 hari dan kalian menjadikan tandingan-tandingan bagiNya (selain Allah yang juga diibadahi)?) Dzaalika robbul 'aalamiina (That is Lord of the universes).

Tafsir Ibn Katsir: 2 hari itu adalah Minggu dan Senin.

Fushshilat 10: Wa ja'ala fiiha rowaasiya min fauqihaa (Dan Dia jadikan di dalamnya (di dalam bumi) gunung2 dari atasnya) wa baaroka fiiha (dan Dia memberkati di dalamnya), wa qoddaro fiihaa aqwaatahaa fii arba'ati ayyaami sawaa-an lis saa-iliina (dan Dia menetapkan/ menakdirkan di dalamnya pangannya dalam 4 hari; sama rata untuk orang-orang yang menanyakannya.

Tafsir Ibn Katsir: gunung diberkati, diberikan potensi untuk bisa ditanami dengan benih dan bisa dipanen darinya. Allah menetapkan pangan manusia (rizqi dan tempat menanam tanaman yang bisa dipanen), di hari Selasa dan Rabu. Total sudah 4 hari, bagi yang menanyakannya.

Tsummas tawaa ilas samaa-i

Fushshilat 11: Tsummas tawaa ilas samaa-i wa hiya dukhoonun (lalu Dia naik ke arah langit dan ia (langit masih berupa) asap) fa qoola lahaa wa lil ardlis tiyaa thou'an au karhan (lalu Dia berkata kepadanya (langit) dan kepada bumi: Datanglah kalian berdua dengan sukahati atau terpaksa), qoolataa atainaa thoo-i'iina (mereka berdua berkata: kami datang dengan sukahati).
Tafsir Ibn Katsir: langit masih berupa asap adalah asap yang muncul dari langit saat bumi diciptakan.

Kesepakatan jamaah tentang makna Istawaa (naik): terima saja, tidak perlu menafsirkan esensinya, tidak perlu menyamakan dengan istawaa nya makhluk, menggantinya, apalagi menolaknya.

Fa sawwaahunna sab’a samaawaat

Fushshilat 12: Fa qodloohunna sab'a samaawaati fii yaumaini (Lalu Dia menciptakan 7 langit dalam 2 hari) wa auhaa fii kulli samaa-in amrohaa (dan Dia mewahyukan urusannya di setiap langit) wa zayyannas samaa-ad dun-yaa bi mashoobiiha wa hifdhon (dan Kami menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang dan (Kami ciptakan itu untuk) memelihara (dari setan yang mencuri berita ghoib dari malaikat) dzaalika taqdiirul 'aziizil 'aliim (demikianlah takdir dari Mahaperkasa Mahatahu).

Tafsir Ibn Katsir: yaitu Kamis dan Jumat.

Berapa hari total penciptaan bumi dan langit?

6 hari, Minggu sampai Jumat. Tapi ada perbedaan pendapat apakah hari-hari itu sama dengan hari kita.

Al A'roof 54: Inna robbakumulloohul ladzii kholaqos samaawati wal ardlo fii sittati ayyaamin (sesungguhnya Robb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari) tsummas tawaa 'alal 'arsyi (lalu Dia naik ke Tahta (The Throne)) yughsyil lailan nahaaro yathlubuhu (Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat) wasy syamsa wal qomaro wan nujuuma musakhkhorooti bi amrihi (dan matahari, bulan dan bintang tunduk dengan perintahNya) Alaa lahul kholqu wal amr (Sesungguhnya, milikNya (hak prerogatif) adalah penciptaan dan perintah) tabaarokalloohu robbu 'aalamiin (Terberkatilah Lord of THE universes)

Hadits shohih Imam Ahmad, Muslim: dari Abu Huroiroh: Rosululloh memegang kedua tanganku dan berkata Kholaqolloohu 'azza wa jallat turbata yaumas sabti (Allah 'Azza Wa Jalla menciptakan debu pada hari Sabtu) wa kholaqo fiihal jibaala yaumal ahaad (dan Dia menciptakan gunung di dalamnya pada hari Minggu) wa kholaqosy syajaro yaumal itsnain (dan Dia menciptakan pohon pada hari Senin), wa kholaqol makruuha yaumats tsalaatsaak (dan Dia menciptakan Al Makruh (hal-hal tidak menyenangkan) pada hari Selasa) wa kholaqon nuuro yaumal arbi'aak (dan Dia menciptakan cahaya pada hari Rabu), wa batstsa fiihad dawabba yaumal khomiis (dan Dia menyebarkan (propagate) hewan pada hari Kamis) wa kholaqo aadama 'alaihis salaam (dan Dia menciptakan Adam, semoga keselamatan adalah atasnya) ba'dal 'ashri min yaumil jumu'ah (setelah 'Ashr pada hari Jumat). Fii aakhiril kholqi, fii aakhiri saa'atin min saa'aatil jumu'ati, fii maa bainal 'ashri ilal lail (dia adalah ciptaan terakhir, di jam terakhir dari jam-jam Jumat, di antara 'Ashr dan malam itu).

Atsar Mujahid, Imam Ahmad: dari Adh Dhohhak: dari Ibn 'Abbas: sehari = 1000 tahun.

Tafsir Ibn Katsir: Sabtu tidak ada penciptaan karena hari ketujuh → As Sabt = istirahat/berhenti.

An Naazi’at 27-33: A antum a-syaddu kholqon amis samaak (Apakah kalian lebih sulit penciptaannya ataukah langit (yang lebih sulit?)) banaahaa (Dia membangun) rofa'a samkahaa fa sawwaaha ((yaitu) Dia telah meninggikan bangunannya lalu Dia menyamaratakannya (menyempurnakannya)) wa aghthosya lailahaa wa akhroja dluhaaha (dan Dia tutupkan malamnya (sehingga gelap) dan Dia keluarkan waktu Dhuhanya (sehingga terang)) wal ardlo ba'da dzaalika dahaaha (dan bumi lalu dihamparkan) akhroja minhaa maa-ahaa wa mar'aaha ((yaitu) dia mengeluarkan air dan tumbuhan darinya) wal jabaala arsaahaa (dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh). Mataa'an lakum wa li an'aamikum (kesenangan adalah bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian).

Urutan penciptaan: Bumi - Langit - Isi Bumi?

Hadits shohih Bukhori: dari Sa'id bin Jubair: Seorang lelaki berkata kepada Ibn 'Abbas "Aku menemukan beberapa hal dalam Alqur-an yang membingungkanku: di surat An Naazi'at 27-30 Allah menceritakan penciptaan langit sebelum bumi, lalu di surat Fushshilat 9-12 Allah menceritakan penciptaan bumi sebelum langit." Ibn Abbas berkata "Allah mencipta bumi dalam 2 hari, lalu Dia menciptakan langit, lalu Dia naik ke arah langit dan memberinya bentuk dalam 2 hari tambahan. Lalu Dia menghamparkan bumi, yaitu mengeluarkan air dan tumbuhannya. Dan Dia menciptakan gunung, pasir, benda mati, batu, bukit, dan apapun di antaranya, dalam 2 hari tambahan. Ini adalah apa yang Allah katakan "wal ardlo ba'da dzaalika dahaaha". Jadi Dia menciptakan bumi dan apapun di dalamnya dalam 4 hari, dan Dia menciptakan langit dalam 2 hari.

Tafsir Mujahid: Allah menciptakan bumi dulu baru langit. Saat menciptakan bumi lalu asap membumbung dari bumi.

An Naazi'at 30 → Dia menghamparkan (Dahaa) bumi = semua kekayaan bumi dibawa ke permukaan setelah menciptakan bumi dan langit. Yaitu mata air, tanaman, bintang dan planet berotasi.

Wahuwa bikulli syai-in ‘aliim

Tafsir Ibn Katsir: yaitu bahwa ilmu Allah meliputi semua ciptaanNya.

Al Mulk 14: A laa ya'lamu man kholaqo (apakah Dia belum tahu apa yang Dia ciptakan?)