Tampilkan postingan dengan label Setan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Setan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 38-39

AYAT 38: Qulnah bithuu minhaa jamii'an. Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuuna

I'rob

  • Qoola = he said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami berkata (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Habatho = he descended/dia telah turun → ihbithuu = (you-all) descend!/kalian turunlah! (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Min = from/dari
  • Haa = her/dia (surga)
  • Jama'a = he gathered/dia mengumpulkan → Jamii'an = entirely (sebagai Haal/kata keterangan, maka harus manshub/berakhiran "an")
  • Fa = then/lalu
  • Immaa = if/jika
  • Ataa = he came/dia telah datang → yaktii = he comes (fi'l mudloorik = present tense) → yaktiyanna = he comes (energetic mood)
  • Kum = you-all/kalian
  • Min (=from) + nii (=me) = minnii = from me/dariku
  • Hadaa = he guided/dia telah menunjukkan → hudan = a guidance
  • Man = who → karena tabi'a bersubjek "he", maka man = he who
  • Tabi'a = he followed/dia mengikuti
  • Hudan (a guidance) + akhiran "y" (=my) = hudaaya = my guidance/petunjukku
  • Laa → Laa nafiyah (negasi)
  • Khowafa = he feared/dia telah takut → khoufun = a fear/sebuah ketakutan → laa khoufun = no fear/tiada ketakutan
  • 'Alaa = on/atas
  • Hum = them/mereka → 'alaa adalah preposisi, maka hum majrur jadi him'alaa+him='alaihim
  • Hazana = he grieved/dia telah bersedih → yahzanuuna = they grieve/mereka bersedih (fi'l mu-dloorik = present tense) → laa yahzanuuna = they don't grieve/mereka tidak bersedih
Qulnah bithuu minhaa jamii'an, fa immaa yaktiyannakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuuna

Inggris: *We* said "Descend you-all from her (the garden) entirely, then if there comes to you a guidance from me, then one who followed My guidance then no fear on them and they doesn't grieve."
Indonesia: *Kami* berkata, "Turunlah kalian darinya (surga) semuanya, lalu jika datang kepada kalian sebuah petunjuk dariKu, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, lalu tiada ketakutan atas mereka dan mereka tidak bersedih."

Qulnah bithuu minhaa jamii'an

Tafsir Ibn Katsir: Allah menurunkan Adam, Hawa, dan iblis dari surga ke bumi

Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan

Tafsir Ibn Katsir: Allah mengingatkan mereka bertiga bahwa Dia akan menurunkan kitab-kitab dan mengutus para nabi dan rosul kepada keturunan mereka.

Atsar Abul 'Aliyah: Hudan maksudnya para nabi dan rosul, ayat/tanda-tanda kekuasaan yang jelas, dan penjelasan yang terang.

Faman tabi'a hudaaya

Tafsir Ibn Katsir: yaitu barangsiapa menerima isi kitab-kitab Allah dan menerima para rosul yg diutusNya.

Falaa khoufun 'alaihim walaa hum yahzanuun

Tafsir Ibn Katsir: ketakutan maksudnya akhirat, kesedihan maksudnya kesedihan dalam kehidupan dunia.

Thoohaa 123: Fa immaa yaktiyannakum minnii hudan (maka jika datang pada kalian sebuah petunjuk dariku) fa manittaba'a hudaaya fa laa yadlillu wa laa yasyqoo (lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu maka dia takkan tersesat dan dia takkan celaka)


AYAT 39: Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa ulaa-ika ashhaabun naar. Hum fiihaa khooliduun.

I'rob


  • Wa = and/dan
  • Alladziina = those who = yang (ism maushul=relative pronoun) → berarti kalimat berikutnya (yaitu kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa) akan dijadikan kata benda
  • Kafaro = he disbelieved/dia telah tidak percaya → kafaruu = they disbelieved/mereka telah tidak percaya
  • Kadzaba = he lied/dia telah berbohong → kadzdzaba (wazan 2: causative) = he denied/dia telah mengingkari → kadzdzabuu = they denied/mereka telah mengingkari
  • Bi = with/dengan
  • Aayatun = verse/miracle/ayat/tanda-tanda kekuasaan/mukjizat → Aayaatun = bentuk jamaknya/verses/miracles → bi adalah preposisi, maka aayaatun majrur jadi aayaatin
  • -naa = us/kami → aayaatin hilang tanwin jadi aayaati, berarti -naa adalah mudlof ilaih (pemilik) dari aayaati
  • Ulaa-ika = those
  • Shohaba = he companied/dia bersahabat → saahibun = a companion/seorang sahabat → ashhaabu = bentuk jamaknya/companions
  • Naarun = A hell/sebuah neraka (jenis kelamin: perempuan) → an-naaru = THE hell (bentuk definitnya) → an-naaru majrur jadi an-naari, berarti posisinya adalah sebagai mudlof ilaih dari ashhaabu → ashhaabun naari adalah khobar, dan ulaa-ika adalah mubtadak
  • Hum = they/mereka
  • Fii = in/di dalam
  • Haa = her/dia (the hell)
  • Kholida = he remained forever/dia tinggal selamanya → khooliduuna = they remained forever/mereka tinggal selamanya (fi'l ma-dlii)
Jadi, Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi aayaatinaa ulaa-ika ashhaabun naari, hum fiihaa khooliduuna = And those who disbelieved and denied with *Our* verses/miracles, they are companions of THE hell, they remained forever in her (the hell) = Dan orang-orang yang tidak percaya (tidak beriman) dan ingkar dengan ayat-ayat/mukjizat-mukjizat *Kami*, mereka adalah sahabat-sahabat neraka, mereka telah tinggal selamanya di dalamnya.

Khooliduuna (kekal)

Tafsir Ibn Katsir: mereka tinggal di neraka selamanya, tidak bisa mencari jalan keluarnya.

Hadits Muslim: dari Ibnu Jarir: dari Abu Sa'id Alkhudri: dari Rosululloh: Ammaa ahlun naaril ladziina hum ahluhaa (adapun penghuni neraka yang memang penghuninya) falaa yamuutuuna fiihaa walaa yahyauna (maka mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup) walaakin aqwaamun a-shoobat humun naaru bi khothooyaa hum (tapi kaum-kaum yang mereka adalah sahabat-sahabat neraka karena dosa-dosa mereka) fa amaatat hum imaatatan (lalu benar-benar matilah mereka) hattaa idzaa shooruu fahmaa u-dzina fisy syafaa'ah (sampai saat mereka jadi arang, lalu mereka diizinkan mendapat syafa'at)

Thoohaa 124: Wa man a'rodlo 'an dzikrii (Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatKu) fa inna lahu ma'ii-syatan dlonkan (maka sesungguhnya baginya adalah kehidupan yang susah) wa nahsyuruhu yaumal qiyaamati a'maa (dan kami mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta)

Thoohaa 125-126: Qoola robbi lima hasyartanii a'maa (dia telah berkata, "Robbku, kenapa Engkau mengumpulkanku secara buta) wa qod kuntu ba-shiiron (padahal sesungguhnya aku bisa melihat) qoola kadzaalika atatka aayaatunaa fa nasiitahaa (Dia telah berkata, "Demikianlah, ayat-ayat/mukjizat-mukjizat Kami telah datang kepadamu lalu kamu melupakannya) wa kadzaalikal yauma tunsaa (dan demikianlah pada hari ini kalian dilupakan)

Selasa, 27 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 36

AYAT 36: Fa azallahumasy syaithoonu ‘anhaa fa akhrojahumaa mimmaa kaanaa fiihi. Wa qulnah bithuu ba’dlukum li ba’dlin ‘aduwwun. Wa lakum fil ardli mustaqorrun wa mataa’un ilaa hiinin.

I'rob

  • Fa = then/maka
  • Zalla = he slipped/dia telah tergelincir → azalla (wazan 4: causative) = he made slipped/dia telah menggelincirkan
  • Humaa = both of them/mereka berdua
  • Syaatho = he was burnt/dia telah terbakar → syaithoonun = A satan → asy-syaithoonu = bentuk definitnya/THE satan → Asy-syaithoonu tetap marfu' (berakhiran "u"), berarti posisinya adalah subjek, menggantikan "dia" dari akhroja. Sehingga humaa adalah objeknya.
  • 'An = from/dari
  • Haa = she/dia (yaitu surga)
  • Fa = then/lalu
  • Khoroja = he went out/dia telah keluar → akhroja (wazan 4: causative) = he made go out/dia telah mengeluarkan
  • Mimmaa = from what/dari apa yang (dari kata min + maa)
  • Kaanaa = both of them were --> kaana dengan ism kaana "mereka berdua" dan khobar kaana fiihi
  • Fii = in/di dalam
  • Hi = him/dia (felicity)
  • Qoola = he said/dia telah berkata → qulnaa = we said/kami telah berkata
  • Habatho = he got down/dia telah turun → ahbithuu = you all get down!/turunlah kalian (fi'l 'amr = kata kerja perintah)
  • Ba'dlun = some/sebagian
  • Kum = you-all/kalian
  • Li = to/untuk
  • 'Adaa = he transgressed/dia telah melampaui batas → 'aduwwun = an enemy/musuh → a'daa-un = bentuk jamaknya/enemies
  • Wa = dan
  • La = for/bagi
  • Kum = you-all/kalian
  • Fii = in/di dalam
  • Al-Ardli = THE earth
  • Qorro = he dwelt/dia telah tinggal → mustaqorrun = a dwelling place/sebuah tempat tinggal (ism makan = kata benda tempat)
  • Mata'a = he enjoyed/dia telah menikmati → Mataa'un = enjoyment/kenikmatan → amti'atun = bentuk jamaknya
  • Ilaa = to/sampai
  • Haana = he has arrived/dia telah datang → Hiina = a time/satu waktu

Fa azallahumasy syaithoonu ‘anhaa fa akhrojahumaa mimmaa kaanaa fiihi, wa qulnah bithuu ba’dlukum li ba’dlin ‘aduwwun, wa lakum fil ardli mustaqorrun wa mataa’un ilaa hiin

Inggris: Then satan made both of them slipped from her (from the garden) then He made both of them go out from what they were in him (in the felicity). And *We* said "Get down you-all (Adam, Hawwak, and satan), some of you-all to some other are an enemy. And for you in THE earth is a dwelling place and an enjoyment to a time.
Indonesia: Lalu setan telah menggelincirkan mereka berdua darinya (surga) lalu Dia telah mengeluarkan mereka berdua dari apa yang mereka berdua adalah di dalamnya (kebahagiaan). Dan *Kami* telah berkata "Turunlah kalian (Adam, Hawwak, dan setan), sebagian kalian adalah musuh untuk sebagian lain. Dan bagi kalian di bumi adalah sebuah tempat tinggal dan suatu kesenangan sampai satu waktu.

Fa azallahumasy syaithoonu ‘anhaa

Atsar 'Aasim ibn Abi An-Najud (salah satu Qiro-ah Sab-ah = seven readers): setan membuat Adam dan Hawwak keluar dari surga.

Al A'roof 20-21: Fa waswasa lahumasy syaithoonu (lalu setan telah membisikkan saran kepada mereka berdua) li yubdiya lahumaa maa wuuriya 'anhumaa min sau-aatihimaa (agar nampak bagi mereka berdua apa yang tersembunyi dari keburukan (aurot) mereka berdua) wa qoola maa nahaakumaa robbukumaa 'an haadzihisy syajaroti illaa an takuunaa malakaini au takuunaa minal khoolidiina (dan dia (setan) telah berkata "Robb kalian berdua tidak melarang kalian berdua dari pohon ini kecuali agar kalian berdua menjadi dua malaikat atau menjadi tergolong mereka yang kekal) wa qoosamahumaa innii lakumaa la minan naa-shihiina (dan dia telah bersumpah (kepada) mereka berdua, "Sesungguhnya aku benar-benar tergolong mereka yang menasehati, bagi kalian".

Thoohaa 120: Fa waswasa ilaihisy syaithoonu (lalu setan telah membisikkan kepadanya) qoola yaa aadamu hal adulluka 'alaa syajarotil khuldi wa mulkin laa yablaa (dia telah berkata "Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kamu atas Syajarotil Khuld (pohon keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?")

Tafsir Ibn Katsir: Setan iri kepada Adam, menyusun tipudaya, membisikkan dan menyarankan pengkhianatan, karena ingin menghilangkan nikmat dan pakaian indah Adam.

Atsar Qotadah: Setan bersumpah "Demi Allah, aku diciptakan sebelum kalian, maka aku lebih tahu dari kalian, maka ikuti aku, aku akan menunjukkan kalian"

Atsar Al Hasan & Qotadah: setan menjebak Adam dan Hawwak untuk mendekati pohon terlarang.

Menurut Taurot (kisah isroiliyah), Iblis bersembunyi dalam mulut ular lalu masuk surga.

Fa akhrojahumaa mimmaa kaana fiihi

Tafsir Ibn Katsir: yaitu pakaian, tempat tinggal yang luas, rizki yang menyenangkan.

Al A’roof 22: Wa dallaahumaa bi ghuruurin (Dan dia (setan) membujuk mereka berdua dengan tipudaya). Fa lammaa dzaaqosy syajarota badat lahumaa sau-aatuhumaa wa thofiqoo (lalu saat mereka berdua merasakan pohon tersebut, tampaklah bagi keduanya kemaluan mereka berdua dan keduanya mulai menutupi atas mereka berdua dari daun surga. Dan Tuhan mereka berdua memanggil keduanya, “Bukankah telah Aku cegah kalian berdua dari pohon itu dan telah Aku katakan pada kalian berdua sesungguhnya setan itu musuh yg nyata bagi kalian berdua.

Hadits Ibnu Abi Hatim: dari Ubay bin Ka'b: dari Rosululloh: Innallaha kholaqo aadama rojulan thuwaalan katsiiron sya’rir roksi (sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam sebagai lelaki yang tinggi yang rambut kepalanya banyak) ka-annahu nakhlatun sahuuqun (seperti pohon kurma yang bercabang-cabang) fa lammaa dzaaqosy syajarota saqotho ‘anhu li baasuhu (maka saat dia telah merasakan pohon itu, pakaiannya jatuh) fa awwalu maa badaa minhu ‘aurotuhu (lalu apa yang pertama nampak darinya adalah aurotnya) fa lammaa nadhoro ilaa ‘aurotihi ja’ala yasytaddu fil jannati (lalu saat dia telah melihat aurotnya, dia melarikan diri dalam surga) fa akhodzat sya’rohu syajarotun fa naaza ‘ahaa (lalu rambutnya pohon itu menangkap rambutnya, lalu dia membebaskan diri) fa naadaahur rohman: yaa aadamu minnii tafirru (lalu Ar-Rohman memanggilnya "Wahai Adam, kamu lari dariku.") Fa lammaa sami’a kalaamar rohmani qoola: yaa robbi laa wa lakinis tihyaak (lalu saat dia telah mendengar perkataan Ar-Rohman, dia berkata "Wahai Robb, tidak, tapi aku malu).

Adam tinggal di surga selama 1 jam

Hadis shohih Muslim dan Nasa-i: dari Abu Huroiroh: dari Rosululloh: Khoiru yaumin thola’at fiihisy syamsu yaumul jumu’ati (hari terbaik yang matahari terbit di dalamnya adalah Jumat) fiihi khuliqo aadamu wa fiihi udkhilal jannata wa fiihi ukhrija minhaa (Adam diciptakan di dalamnya (di hari Jumat), dan dia dimasukkan surga di dalamnya (di hari Jumat), dan dia dikeluarkan darinya (dari surga) di dalamnya (di hari Jumat)).

Hadits shohih Al-Hakim: dari Ibnu Abbas: dari Rosululloh: Adam diizinkan tinggal di surga selama antara waktu sholat Ashr sampai matahari tenggelam.

Wa qulnah bithuu

Atsar Ibnu Abi Hatim: dari Ibn 'Abbas: Allah menurunkan Adam ke bumi ke daerah bernama Dahna, antara Mekah dan Tho'if.

Atsar Ibnu Abi Hatim: dari Al-Hasan Al-Bashri: Adam diturunkan di India, Hawwak diturunkan di Jeddah, Iblis diturunkan di Dustumaisan, beberapa mil dari Basra. Ular dikirim ke Asbahan.

Wa lakum fil ardli mustaqorrun wa mataa’un ilaa hiinin

Tafsir Ibn Katsir: yaitu tempat tinggal, rizqi, dan hidup yang terbatas, sampai datangnya hari kiamat.

Kamis, 22 Januari 2009

Al Baqoroh ayat 34

AYAT 34: Wa idz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa, abaa wastakbaro. Wa kaana minal kaafiriina.

I'rob

  • Wa = dan
  • Idz = when/saat → idz membuat klausa setelahnya harus past tense
  • Qoola = he said/dia telah berkata → Qulnaa = we said/kami telah berkata
  • Lii = to/kepada
  • Malaka = he owned/dia telah memiliki → Malakun = an angel/seorang malaikat → al-malaa-ikatu = bentuk definit jamaknya/THE angelS
  • Sajada = he prostrated/dia telah bersujud → Isjuduu = (You-all) prostrate!/(kalian) sujud! (fi'l 'amr = kata kerja perintah) → sajaduu = they prostrated/mereka telah bersujud (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Illaa = except/kecuali → Illaa membuat ibliisu manshub jadi ibliisa. Perhatikan disini, iblis adalah nama (proper name), bukan "golongan".
  • Abaa = he refused/dia telah enggan (fi'l ma-dlii = past tense)
  • Kaburo = he was superior/dia telah besar → istakbaro (wazan 10: berpikir bahwa "kaburo" seharusnya terjadi) = he felt superior/dia telah merasa besar
  • Kaana = he was → ism kaana = "dia", khobar kaana = minal kaafiriin
  • Min = from/dari --> al-kaafiriina berawalan vokal, maka min jadi mina
  • Kafaro = dia telah ingkar → kafarun = orang yang ingkar → al-kaafiruuna = bentuk jamak sekaligus definitnya (THE disbelievers)
Wa idz qulnaa lil malaa-ikatis juduu lii aadama, fa sajaduu illaa ibliis, abaa wastakbaro, wa kaana minal kaafiriina

Inggris: And when *We* said to THE angels, "Prostrate to Adam!" then they prostrated but Iblis, he refused and he felt superior, and he WAS from THE disbelievers.
Indonesia: Dan saat *Kami* telah berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kepada Adam!" Lalu mereka telah bersujud kecuali Iblis. Dia telah enggan dan dia telah merasa besar (takabur). Dan dia adalah dari orang-orang yang tidak percaya.

Wa idz qulnaa lil malaaikatis juduu li aadama

Tafsir Ibn Katsir: Allah menghargai/memuliakan Adam, dan mengingatkan keturunan Adam tentang kisah ini. Allah menyuruh para malaikat bersujud di depan Adam.

Atsar Qotadah: Sujud kepada Adam bukan berarti beribadah kepada Adam. Beribadah kepada Allah, bersujud kepada Adam. Allah menyuruh para malaikat menyembah Adam karena Allah menghormati/memuliakan Adam.

Yusuf 100: Wa rofa'a abawaihi 'alal 'arsyi (Dan dia (Yusuf) telah menaikkan dua orangtuanya ke singgasana) wa khorruu lahu sujjadan (dan mereka telah jatuh di depannya secara bersujud) wa qoola yaa abati haadzaa takwiilu rukyaaya min qoblu qod ja'alahaa robbii haqqon (dan dia telah berkata, "Wahai ayahku, ini adalah takwil (interpretasi) mimpiku yang sebelumnya, sungguh Robbku telah menjadikannya kebenaran)."

Hadits hasan Abu Dawud, Alhakim, Tirmidzi:
Saat Qois bin Sa'd datang kepada Rosululloh, dia berkata "Aku pergi ke Al Hiroh dan melihat mereka bersujud di depan aturan mereka, lalu aku berkata Engkau adalah yang paling berhak disujudi." Dia berkata "Katakan padaku, kalau kamu melewati kuburanku, maukah kamu bersujud di depannya?" Aku berkata "Tidak". Dia lalu berkata "Jangan lakukan itu. Lau kuntu aamiron basyaron an yasjuda li basyarin (seandainya aku menyuruh seseorang bersujud di depan yang lain) la amartul mar-ata an tasjuda li zaujihaa min 'idhomi haqqihi 'alaiha (niscaya aku menyuruh para perempuan untuk bersujud kepada suami mereka dikarenakan hak khusus yang diberikan (oleh Allah) kepada mereka (para suami)).

Fa sajaduu illaa ibliis, abaa wastakbaro, wa kaana minal kaafiriin

Al Kahfi 50: Wa idzaa qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa (dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!", maka mereka telah bersujud kecuali Iblis) kaana minal jinni fa fasaqo 'an amri robbihi (dia adalah dari (golongan) jin, lalu dia telah durhaka atas perintah Robbnya) a fatattakhidzuunahu wa dzurriyyatahu auliyaa-a min duunii (maka apakah kalian mengambil dia dan keturunannya (sebagai) pemimpin dari selainKu) wa hum lakum 'aduwwun (padahal mereka adalah musuh bagi kalian?) biksa lidh dhoolimiina badalan (sangat buruklah sebagai pengganti bagi orang2 dholim/aniaya)

Atsar Qotadah: Iblis iri kepada Adam karena dimuliakan Allah. Iblis berkata "aku diciptakan dari api dan dia diciptakan dari tanah liat." Maka, kesalahan iblis adalah "arogan".

Shohih Muslim dan Imam Ahmad: dari 'Aisyah: dari Rosululloh: Khuliqotil malaa-ikatu min nuurin (malaikat telah diciptakan dari suatu cahaya), wa khuliqo ibliisu min maarijin min naarin (dan iblis telah diciptakan dari suatu api tanpa asap) wa khuliqo aadamu mimmaa wu-shifa lakum (dan Adam telah diciptakan dari apa yang telah diceritakan kepada kalian)

Ar Rohmaan 14-15: Kholaqol insaana min sholshoolin kal fakhkhoor (Dia telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah kering seperti tembikar) Wa kholaqol jaanna min maarijin min naari (dan Dia telah menciptakan jin dari nyala (tanpa asap) dari api)

Shood 76: Qoola anaa khoirun minhu, kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiin (dia (iblis) telah berkata, "aku lebih baik dari dia, aku telah diciptakan Engkau dari api dan dia telah diciptakan Engkau dari tanah)

Tafsir Ibn Katsir: Iblis juga diperintahkan untuk sujud di depan Adam, meskipun Iblis bukan malaikat. Meskipun iblis bukan malaikat, dia mencoba meniru perilaku dan perbuatan malaikat, sehingga juga disuruh menyembah Adam. Iblis dikutuk Allah karena tidak mau sujud kepada Adam. Alasan iblis adalah karena merasa api lebih baik daripada tanah liat, sehingga Allah mengusirnya, mempermalukannya, menjauhkannya dari rahmat. Iblis mensimbolkan Ablasa min Ar Rohmah (tidak ada harapan untuk mendapat rahmat)

Atsar Muhammad bin Ishaq: dari Ibn Abbas: Sebelum mengambil jalan dosa, Iblis adalah golongan malaikat, dinamakan 'Azazil. Dia penghuni bumi dan ahli ibadah yang paling tekun dan berilmu di antara malaikat lain. Tapi perintah ini membuatnya arogan. Iblis adalah dari bangsa jin.

Atsar shohih Ibn Jarir: dari Al Hasan Al Bashri: Iblis sama sekali bukan malaikat, tapi dari bangsa jin, seperti Adam dari bangsa manusia".

Al Hijr 28-42: Wal jaanna kholaqnaahu min qoblu min naaris samuumi (dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya (sebelum manusia) dari api yang sangat panas) Wa idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii kholiqun basyaron min sholshoolin min hama-in masnuunin (Dan (ingatlah) saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku telah adalah pencipta manusia dari sholshoolun (tanah liat kering), dari lumpur hitam yang dibentuk) Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhii fa qo'uu lahu saajidiina (lalu saat Aku menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dengan ruhKu, maka tunduklah kalian kepadanya secara bersujud") Fa sajadal malaa-ikatu kulluhum ajma'uuna (Maka para malaikat bersujud setiap mereka secara berjamaah) Illaa ibliisa abaa an yakuuna ma'as saajidiina (kecuali iblis, dia telah enggan untuk bersama-sama mereka yang bersujud) Qoola yaa ibliisu maa laka allaa takuuna ma'as saajidiina (Dia telah berkata "Wahai iblis, kenapa kamu tidak bersama-sama mereka yang bersujud?") Qoola lam akun li asjuda li basyarin kholaqtahu min sholshoolin min hamaa-i masnuunin (Dia berkata "Aku takkan bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk") Qoola fakhruj minhaa fa innaka rojiimun (Dia berkata "Keluarlah darinya (surga) maka sesungguhnya kamu adalah terkutuk) Wa inna 'alaikal la'nata ilaa yaumid diini (dan sesungguhnya laknat atasmu adalah sampai hari kiamat) Qoola robbi fa andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia berkata "Robb, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola fa innaka minal mundhoriina (Dia berkata, maka sesungguhnya kamu adalah tergolong yang ditangguhkan) Ilaa yaumil waqtil ma'luumi (sampai hari yang waktunya telah ditentukan) Qoola robbi bimaa aghwaitanii la uzayyinanna lahum fil ardli wa la ughwiyannahum ajma'iina (Dia berkata "Robb, karena Engkau telah menyesatkanku, niscaya aku memperindah (maksiat) kepada mereka di bumi dan niscaya aku sesatkan mereka berjamaah) Illaa 'ibaadaka min humul mukhlashiina (kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas (menaati perintah dan menjauhi larangan)) Qoola haadzaa shiroothun 'alayya mustaqiimun (Dia berkata ini adalah jalan atasKu yang lurus) Inna 'ibaadii laisa laka 'alaihim sulthoonun illaa manit taba'aka minal ghoowiina (sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu atas hamba-hambaKu kecuali barangsiapa yang mengikutimu dari orang-orang yang sesat) Wa inna jahannama lamau'iduhum ajma'iina (dan sesungguhnya jahanam niscaya dijanjikan (kepada) mereka secara berjamaah)

Shood 71-85: Idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii khooliqun basyaron min thiinin ((Ingatlah) saat Robbmu telah berkata kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku adalah pencipta manusia dari tanah) Fa idzaa sawwaituhu wa nafakhtu fiihi min ruuhii fa qo'uu lahu saajidiina (maka saat Aku menyempurnakannya dan Aku meniupkannya ke dalamnya dengan ruhKu, maka tunduklah kalian secara bersujud") Fa sajadal malaa-ikatu kulluhum ajma'uuna (maka malaikat telah bersujud setiap mereka secara berjamaah) Illaa iblisa, istakbaro wa kaana minal kaafiriina (kecuali iblis, dia telah takabur dan dia tergolong mereka yang kafir) Qoola yaa ibliisu maa mana'aka an tasjuda li maa kholaqtu bi yadayya, astakbarta am kunta minal 'aaliina (Dia telah berkata "Wahai iblis, apa yang mencegahmu untuk kamu bersujud kepada apa yang Aku telah ciptakan dengan tanganKu? Apakah kamu takabur atau kamu tergolong mereka yang lebih tinggi?) Qoola anaa khoirun minhu kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiinin (Dia telah berkata "Aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api dan Engkau telah menciptakannya dari tanah") Qoola fakhruj minhaa fa innaka rojiimun (Dia telah berkata "Keluarlah darinya (surga) maka sesungguhnya kamu adalah terkutuk) Wa inna 'alaika la'natii ilaa yaumid diini (dan sesungguhnya laknat atasmu adalah sampai hari kiamat) Qoola robbi fa andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia telah berkata "Robb, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola fa innaka minal mundhoriina (Dia telah berkata "Maka sesungguhnya kamu tergolong mereka yang ditangguhkan") Ilaa yaumil waqtil ma'luum (sampai hari yang waktunya telah ditentukan) Qoola fa bi'izzatika la ughwiyannahum ajma'iina (Dia telah berkata maka demi kemuliaanMu niscaya aku akan menyesatkan mereka secara berjamaah) Illaa 'ibaadaka min humul mukhlashiina (kecuali hamba-hambaMu dari mereka yang ikhlas) Qoola fal haqqu, wal haqqo aquulu (Dia telah berkata "Maka kebenaran, dan kebenaran adalah yang Aku katakan) La amla-anna jahannama minka wa mimman tabi'aka minhum ajma'iina (niscaya Aku akan memenuhi jahanam darimu dan dari barangsiapa yang mengikutimu dari mereka secara berjamaah)

Al A’roof 11-16: Wa laqod kholaqnakumtsumma showwarnakum tsumma qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa iblisa lam yakun minas sajidiina (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian lalu Kami telah membentuk kalian lalu Kami telah berkata kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam" maka mereka telah bersujud kecuali Iblis, dia tidak termasuk mereka yg bersujud). Qoola maa mana'aka allaa tasjuda idz amartuka (Dia telah berkata "Apa yang mencegahmu untuk tidak sujud saat Aku telah menyuruhmu?") Qoola anaa khoirun minhu, kholaqtanii min naarin wa kholaqtahu min thiinin (Dia telah berkata aku lebih baik darinya, Engkau telah menciptakanku dari api dan Engkau telah menciptakannya dari tanah) Qoola fahbith minhaa famaa yakuunu laka an tatakabbaro fiihaa fakhruj innaka minash shooghiriina (Dia telah berkata "Maka turunlah kamu darinya (surga) maka tidaklah (pantas) bagimu untuk kamu takabur di dalamnya, maka keluarlah kamu, sesungguhnya kamu tergolong mereka yang kecil/hina") Qoola andhirnii ilaa yaumi yub'atsuuna (Dia telah berkata "Tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan") Qoola innaka minal mundhoriina (Dia telah berkata "Sesungguhnya kamu adalah dari mereka yang ditangguhkan") Qoola fa bimaa aghwaitanii la aq'udanna lahum shiroothokal mustaqiima (Dia telah berkata "maka karena Engkau menyesatkan aku, niscaya aku menghalangi bagi mereka jalanMu yang lurus")

Al Isroo 61: Wa idz qulnaa lil malaa-ikatis juduu li aadama fa sajaduu illaa iblisa qoola a asjudu li man kholaqta thiinan (dan (ingatlah) saat Kami berkata kepada para malaikat "Sujudlah kepada Adam, maka mereka telah bersujud kecuali iblis, dia berkata "Apakah aku bersujud kepada barangsiapa yang Engkau ciptakan dari tanah?") Qoola aro-aitaka haadzal ladzii karromta 'alayya la in akhkhortani ilaa yaumil qiyaamati la ahtanikanna dzurriyyatahu illaa qoliilan (dia telah berkata "Jelaskan (kepada) aku, (kenapa makhluk) ini adalah yang Engkau muliakan atasku? Niscaya jika Engkau menangguhkanku sampai hari kiamat, niscaya aku akan menyesatkan keturunannya kecuali sedikit).